Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
Hujan telah turun selama sembilan puluh hari tanpa henti di Desa Bokudi yang terletak di lereng Gunung Morui.

Asayana Brahma, ahli meteorologi yang telah beralih profesi menjadi disaster hunter, mendapat kabar tentang fenomena alam tidak biasa itu dari sahabatnya Elang Langit, seorang pakar klimatologi. Elang khawatir jika hujan itu tidak berhenti, maka lereng gunung akan longsor dan mengubur seluruh desa.

Terdorong niat untuk menyelamatkan nyawa, Asa berangkat ke desa itu bersama Elang. Ekspedisi itu melibatkan Wicky Simangunsong dari Basarnas, Dito Pati, seorang peneliti geologi, dan Joselyn Eden, dokter utusan Dinas Kesehatan. Mereka punya waktu 6 hari untuk meyakinkan warga desa yang terkenal menutup diri agar mau dievakuasi.

Awalnya Asa dan yang lain mengira misi mereka akan berjalan dengan lancar, sampai orang-orang mulai terbunuh secara misterius...

296 pages, Paperback

First published March 29, 2023

8 people are currently reading
360 people want to read

About the author

Kai Elian

4 books60 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
162 (38%)
4 stars
185 (43%)
3 stars
70 (16%)
2 stars
7 (1%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 153 reviews
Author 4 books60 followers
Read
July 24, 2023
Menulis Vermilion Rain menjadi pengalaman baru bagiku untuk dua alasan. Pertama, karena ini adalah novel thriller/misteri pertamaku yang diterbitkan secara mayor. Kedua, cerita ini amat berbeda—malah nyaris 180 derajat—dengan novelku sebelumnya: Teori Tawa dan Cara-Cara Melucu Lainnya. Beberapa pembaca perdana Vermilion Rain terkejut begitu menyadari kontras keduanya, dan sejujurnya, aku menikmati keterkejutan mereka :)

Di cerita ini aku merasa diberi kesempatan untuk mencoba menulis sesuatu yang lebih rumit dan menantang, terutama dari segi plot. Aku pun mencoba menuliskannya dengan sebaik-baiknya dan melakukan lebih banyak riset. Tidak hanya membaca karya-karya thriller/misteri dari penulis-penulis senior, aku juga banyak mencari tahu tentang topik cuaca dan lingkungan (tema yang diangkat dalam novel ini), karena aku kurang familier dengan hal-hal tersebut. Hingga cerita ini pun berakhir dalam bentuk yang seperti ini. Secara keseluruhan, aku amat menikmati prosesnya: menyenangkan, menegangkan, dan penuh pembelajaran.

Sebagai sebuah karya, tentu novel ini tidak sempurna. Walau demikian, aku berharap para pembaca tetap bisa mendapatkan sesuatu yang bermakna dari Vermilion Rain. Terima kasih.
Profile Image for Shafira Indika.
303 reviews237 followers
June 3, 2023
Aku suka cara kak Kai Elian membawakan cerita di novelnya yang sebelumnya, Teori Tawa. Jadi, aku ga ragu buat baca novel terbarunya ini. Seperti Teori Tawa, buku ini juga bisa kuhabiskan dalam waktu singkat. Alasan utamanya karena alurnya cukup cepat dan sangat unputdownable. Sekali baca bener-bener gabisa berhenti. Kalo ga baca malah kepikiran sama ceritanya. Ditambah dengan kehadiran plot twist yang makin mengejutkan pas menuju akhir cerita... ya makin susah buat nutup buku ini.

Jujur aku ga mengira arah ceritanya akan kesana... bener-bener ga kepikiran. Alurnya menurutku cukup rumit tapi gak bikin pusing juga... hmm gak sih sejujurnya aku rada puyeng menebak-nebak arah ceritanya sambil menyerap informasi yang ada. Namun berhubung aku suka dibikin pusing sama suatu buku, aku menikmati proses membaca buku ini.

Hal utama yang kusuka dari buku ini adalah terasa nyata. Aku bener-bener ga kepikiran soal alasan kenapa hujan ga berhenti turun di Desa Bokudi yang didatengin Asa dll, aku juga jadi mikir aneh-aneh soal warga Desa Bokudi yang tampak 'sakit', bener-bener dehh tiap aku berusaha mikir "ini kok bisa gini yaa" jawaban yang kepikiran olehku tuh gaada jawaban yang kerasa realistis. Semuanya terlalu aneh. Lalu pas jawabannya pelan-pelan mulai kebuka... ternyata itu merupakan hal yang kerasa nyata, yang beneran ada kejadian nyatanya. Itu yang kumaksud terasa nyata.

Hal lain yang kusuka adalah keliatan banget penulis ini bener-bener melakukan riset buat ceritanya dengan serius. Ada banyak informasi yang dimuat disini, soal BMKG, soal penyakit, dan soal kejadian yang menginspirasi buku ini. Aku juga suka ide ceritanya yang belum pernah aku temuin. Entahlah yaa mungkin karena aku juga ga terlalu sering baca genre mystery/thriller? Tapi sepertinya jarang banget (atau mungkin belum ada?) penulis lokal yang mengangkat tema serupa.

Apalagi yaa... gatau deh mau comment apalagi intinya novel ini keren banget sih! Intinya: idenya out of the box, eksekusinya mantep, narasinya enak dibaca, plot twistnya bener-bener ga terduga👌🏻 KALIAN HARUS BACAA SIH ASLIII🤩👍🏻👍🏻👍🏻
Profile Image for Liliyana Halim.
311 reviews242 followers
August 4, 2023
Selesaiiiii! Dan sukaaa 🤩🤩🤩. Suka cara berceritanya, kayaknya selama baca novel ini aku banyak 😲😯 gitu terus. Karena kapanan aku baca review singkat dari salah satu kakak penulis akhirnya aku pergi spoiler diri sendiri 🙈. Novel ini mengingatkan aku dengan kata-kata adikku tentang teman. Hmm.. karena aku bingung mau ketika apa aku cuman mau bilang pokoknya baca aja 👍🏼 dan rasakan sendiri sensasinya 🤭.
.
Hal 104. “Padahal bisa jadi orang-orang ini sudah tahu. Cuma mereka nggak peduli. Kalau udah kayak gitu, kita nggak bisa berbuat apa-apa. Kita nggak bisa mengubah orang yang tidak mau berubah. Buang-buang waktu.” (Hal 104).
Profile Image for Akaigita.
Author 7 books240 followers
August 25, 2023
Okeee kelarrr. Agak deux en machina di ending ya, tapi masuk akal karena orang yang baring gak bakal kesamber petir kalo masih ada objek yang lebih tinggi di sekitarnya, kayak dua pelaku yang lari dari TKP itu.

Ya balik lagi. Cerita ini tegang dan menyeramkan dari halaman pertama. Kai Elian tahu caranya nulis. Tahu juga cara bilang ke pembaca yang lagi ketakutan bahwa cerita ini cuma fiksi--siapa coba petugas labfor yang tiba-tiba nongol di tengah cerita itu? Agak terlalu berlebihan sih unsur-unsurnya. Kayak buaya itu. Emang di latar tempat cerita ini ada buaya ya? Mungkin kalau di Papua ya ada. Atau di dekat rumahku sini di Sumatra. Kemarin aja ada biawak air say halo di seberang jalan. Asik bener dia.

Bunga kecubung itu sebenarnya elemen yang bagus, tapi saingan sama cinnabar karena sama-sama elemen racun. Juga terlalu banyak orang yang teriak. Dan sebenarnya ngapain ada gadis-gadis yang digotong ke hutan ini? Bikin ngeri.

Tapi enaknya baca buku ini, pikiran kita fokus sama masalahnya. Nggak kayak pas aku baca Cormoran Strike, aku cuma capek mikirin selangkangan Leda, sedangkan di buku ini aku mikirin hal-hal di luar selangkangan juga, kayak cuaca dan ilmu kedokteran. Meskipun kesannya kayak info dump, tapi karena yang di-infodump-in itu perlu semua di cerita, ya udah angkut. Saking banyaknya disiplin ilmu kesukaanku yang mampir di cerita ini, rasanya kayak baca fiksi roman dewasa yang bikin mata melotot.

Yah, tapi nih, ancaman besar yang ditunggu-tunggu (longsor besar) jadinya antiklimaks karena para pelaku sudah dimamam buaya dan dihajar mother nature. Mungkin bakal lebih menyeramkan ketika ada hitungan mundur menuju peristiwa besar itu sementara si tokoh utama makin kehilangan kewarasan alih-alih achieving his goal di pulau itu.

Aku suka kelak-kelok plot twistnya dan fakta bahwa tokoh utamanya punya trauma separah itu. Serasa nonton Shutter Island kearifan lokal. Tapi kayaknya kebanyakan orang yang mati. Satu mayat itu tragedi. Seribu mayat... pakan buaya 🤷🏻‍♀️

Sukses buat penulisnya!

P.S. barusan cek gugel, Crocodylus porosus alias buaya muara tersebar di seluruh penjuru endonesa, jadi kemungkinannya ini tokoh buaya di vermilion rain, selain asa.
Profile Image for h.
375 reviews148 followers
December 5, 2023
2.5☆

Promising story with poor execution. I am sorry i put high expectation for this book since everyone was talking about this book. And it didnt work for me.
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 19 books463 followers
May 22, 2023
Akhirnya selesaaiiii. Aku membaca buku ini dengan cepat dan ... kelelahan 🤣 Bukan lelah yang negatif sih sebenernya, tapi ibarat lagi perjalanan, aku pengin cepet2 sampai tujuan gitu.

Pertama, plotnya sangat cepat. Buku ini mengisahkan 6 hari tim peneliti ke Desa Bokudi. Kedua, plotnya juga rumit. Pemakaian POV pertama Asa ini genius, karena aku ikut-ikutan bingung bedain mana yang kejadian nyata dan mana yang halusinasi Asa. Ikutan frustrasi mana yang bener dan mana yang salah. Kalau aku jadi Asa, mungkin aku udah gila itu selama 6 hari di sana. Ketiga, informasi berhamburan. Dalam satu bab itu bisa banyak banget informasi yang muncul, kadang kayak mblenger gitu karena harus mencerna semuanya wkwk

Pada bagian awal, aku sempat bete karena Asa ini aneh dan pikirannya rada mesum yang mengkhawatirkan gitu. Tapi setelah kupikir-pikir, Asa kan cowok, dan mungkin memang begitulah isi pikiran cowok hahaha gak tahu juga sih. Dan ternyata bagian "pikiran mesum Asa" ini ada fungsinya dalam plot, so it's good.

Ada saty plothole yang kutangkap, yaitu soal Satyo (atau Satrio? Duh, lupa. Pokoknya yang polisi itu). Awalnya digambarkan bahwa Asa menemukan jasad Satyo dengan mulut menganga dan melihat ada bubur putih di sana, baru dia lari ke puskesmas buat ngasih tahu yang lain. Tapi di belakang ada penjelasan bahwa si pelaku menaruh bubur putih itu di mulut Satyo saat Asa lari ke puskesmas. Kalau gitu, harusnya Asa nggak lihat bubur putih itu dong?

Satu yang membuatku bertanya-tanya pas bagian akhir setelah penembakan di dalam tambang itu. Aku penasaran gimana si itu bisa selamat, karena nggak dijelaskan. Padahal digambarkan dia ditembak 2x di dada. Kalaupun cepet2 ditemukan, proses evakuasinya ke daratan kan sesusah itu. Apa dia nggak kehabisan darah?

Ini kali pertama aku baca buku Kai Elian. Aku suka sekali writing style-nya. Informatif dan nyaman dibaca.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
October 18, 2023
Asa diajak oleh sahabatnya Elang untuk ikut dalam sebuah ekspedisi dengan misi khusus ke sebuah tempat di timur yang telah mengalami hujan dalam waktu yang cukup lama. Sebagai ahli klimatologi, Asa diminta untuk mengumpulkan data tentang wilayah yang cukup unik itu. Bersama mereka ada juga Wicky, orang Basarnas; Dito, ahli geologi; dan Jose, seorang dokter. Berlima mereka akan berusaha mengevakuasi warga di lokasi itu karena rawan longsor akibat hujan yang tak berhenti.

Setibanya di Desa Bokudi, mereka langsung disambut oleh banyak kejadian yang mistis. Bukan hanya itu, pembunuhan juga terjadi. Korban demi korban berjatuhan. Asa yang masih bergumul dengan bayangan masa lalunya, menjadi tersangka pembunuhan.

Saya salut dengan upaya penulis menggabungkan klimatologi, isu lingkungan, mitos dan mistis, serta unsur psikologis di dalam satu novel. Plot twist dalam novel ini berlapis-lapis, dan tentunya memberikan kejutan. Saya biasanya berusaha menebak-nebak siapa villain-nya dalam hati kala membaca novel thriller, akhirnya menyerah di pertengahan buku dan memilih menikmati novel ini apa adanya.
Profile Image for Heni.
Author 3 books45 followers
June 16, 2023
Not Kai Elian did the labfor guy dirty like that lol!

Aku tertarik membaca buku ini karena premis yang disajikan sangat unik: hujan yang tidak berhenti di sebuah pulau terpencil. Banyak kemungkinan soalnya, apakah ini memang fenomena alam, kutukan, hantu atau bagaimana? Ini bukan tipe2 cerita thriller pada umumnya, jadi aku penasaran mau dibawa kemana premis ini.

Kita bertemu Asa, seorang ahli meteorologi; Elang, ahli klimatologi; Dito, ahli geologi; Jose, seorang dokter; dan Wicky, anggota Basarnas. Kelima karakter ini akan datang ke desa Bokudi untuk memperingatkan warga tentang bahaya hujan yang terus menerus dan potensi bencana yang akan terjadi dan mengevakuasi mereka ke tempat yang aman. Tapi, kita berhadapan dengan warga pulau terpencil yang tidak pernah bergaul dengan warga luar, tidak ramah terhadap pendatang, dan tidak akan meninggalkan rumah mereka. Misi ini tidak akan berjalan semudah itu. Apalagi setelah satu per satu dari mereka meninggal dunia.

Yang Aku Suka:
1. Narasinya mudah dibaca, dengan deskripsi yang pas, tidak bertele2. Humor dan sarkasme juga pas dan sesuai dengan kebutuhan narasi. Nyaman dibaca, tau2 sudah habis.
2. Karakternya. Aku suka kedalaman karakter Asa. Kita diberikan background story dari Asa yang mulai jatuh hati pada cuaca sejak usia dini, hubungannya dengan orangtuanya, dan pohon di belakang rumah yang sepertinya irelevan tapi sangat penting untuk karakternya. He stumbled along the way, but then he found his path. Tidak mudah memang untuknya berpijak lagi, but his struggle feels deep and realistic.
3. Twist paling awal sudah kelihatan dari jauh, jadi sama sekali tidak kaget ketika ada reveal. Tapi, alur cerita setelah itu yang kemudian berpijak dari twist ini sangat rapi dan tidak terduga. Buku ini menampilkan jenis "unreliable narrator" yang banyak dipakai di thriller dengan eksekusi yang sangat baik. Biasanya aku tidak suka unreliable narrator, tapi di buku ini, penggunaan literary device sesuai dengan yang diharapkan: membuat kita bertanya2 apa yang sebenarnya terjadi.
4. Penggunaan science di buku ini kompleks tapi mudah dimengerti. Aku tidak pernah membaca buku dengan tokoh utama karyawan BMKG, jadi pengetahuan mereka menarik sekali untuk diketahui. Again, penjelasan mereka relevan dengan plot, jadi aku suka!
5. Sama sekali tidak menduga arah cerita akan dibelokkan kesitu, tapi ini adalah kejutan yang menyenangkan. Semua tebakan tentang hantu dan ilmu hitam sama sekali tidak ada hubungannya. Mungkin ada ritual2 yang dilakukan, tapi alasannya tidak seperti yang kutebak sebelumnya. Mind blown.
6. Intricate reveal after reveal. Ketika kita mengira semuanya sudah selesai, kita salah. Intinya jangan meleng sampai halaman terakhir.
7. Semua hal minor yang ada di buku ini berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan keseluruhan cerita dan kemudian dibungkus dengan ending yang rapi.
8. Inilah maksudku kenapa worldbuilding itu bukan hanya di buku fantasi: aku suka detail yang ada di pulau ini. meskipun skalanya kecil, Kai Elian memberikan dewa (and by extension, religion), kebudayaan, kebiasaan warga, makanan yang dimakan, bahkan ada bahasa lokal yang ditunjukkan. Rancang bangun dunia yang baik bisa memberikan rasa nyata dalam cerita dan disini aku merasa pulau Bokudi ini beneran ada karena dibantu dengan worldbuilding yang oke.
9. Maklumlah ya, anak magang yang genit adalah godaan yang sulit dilawan. Sudahlah, jangan menghakimi terus2an, he redeems himself kok, lol!

Intinya aku sangat suka dengan buku ini. Karena awalnya tidak berekspektasi apa2 selain bagaimana penulis mengeksekusi premis menjanjikan ini, kesan yang ditinggalkan setelah aku menyelesaikan bukunya jadi begitu bagus. Kai Elian promises, delivers, and he delivers well.
Profile Image for Lia.
257 reviews1 follower
August 19, 2023
3.5/5

Idenya fresh, latar tempatnya menarik, sensasi menegangkannya cukup dapat, menggunakan POV dari unreliable narrator, plot twist berlapis

Cons:
- tidak bisa berempati dengan karakter utama
- penjabaran mengenai beberapa istilah ilmiah terlalu panjang (ada yang sampai memakan 1 lembar untuk penjelasannya)
Profile Image for Fathiyah.
128 reviews4 followers
May 30, 2023
Alur dan konflik yang penuh misteri. Pembaca seakan digiring dengan banyak pertanyaan tentang kenapa bisa terjadi pembunuhan di desa yang terisolasi tsb. Bagi yg suka misteri thriller. Ini rekomendasi banget✨
Profile Image for Yandi Asd.
116 reviews4 followers
October 3, 2023
Ini kali kedua aku baca novel Kak Kai. Sama seperti novel sebelumnya yang Teori Tawa, aku suka sama tema yang disajikan Kak Kai. Bagiku, temanya tuh fresh dan unik untuk ukuran novel thriller. Malah kayaknya aku belum pernah baca novel thriller lokal yang pakai tema begini. Jadi, di mataku, ini poin plus banget buat Kak Kai.

Kalau soal cara penyampaian mah nggak perlu diragukan lagi ya. Asyik. Di beberapa bagian bikin aku deg-degan sekaligus penasaran juga tentang apa yang terjadi selanjutnya. Terutama di bagian-bagian akhir. Apalagi Kak Kai juga menyampaikan hasil risetnya dengan baik. Aku tahu, risetnya pasti susah banget. Jadi aku sangat menghargai usaha Kak Kai yang udah cari banyak informasi untuk kebutuhan novel ini.

Untuk tokoh, menurutku karakter Asa disampaikan dengan baik juga. Cuma, aku nggak begitu suka sama Asa, karena yang ada malah aku justru kesal sama dia wkwk. Mungkin efek pas baca bagian pernikahannya kali ya, jadi bawaannya gondok mulu wkwk. Tapi, ada momen di mana aku juga kasihan sama Asa. Pengin nyuruh Asa buat lari terus, jangan balik lagi ke desa itu. Tapi mau lari ke mana juga coba, kan?

Untuk plotnya aku sukaaa, meski di awal aku ngerasa agak bingung sama pergantian adegannya. Tapi pas Asa dan timnya menginjakkan kaki di desa itu, aku mulai nyaman sama ceritanya. Mulai bertanya-tanya dan sok nebak-nebak apa yang terjadi.

Selama baca, aku mencoba ngerangkai jalan ceritanya dengan versiku sendiri, dan ketemulah "siapa" pelaku sebenarnya dari masalah ini. Tebakanku ternyata bener. Soalnya sejak bagian awal sampai tengah, aku udah curiga sama "pola" ceritanya. Tapi, aku tetap suka pas proses pengungkapan pelakunya ini.

Hanya saja, ada hal-hal yang sebenarnya bisa dipoles lagi dari novel ini. Contohnya informasi yang kurang perlu dan bagian ending-nya yang kurang mulus. Aku nggak bisa jelasin karena takut spoiler hehe.

Yang jelas, secara keseluruhan, aku suka sama novel ini dan merekomendasikannya kepada kalian. Vermilion Rain-nya Kak Kai wajib jadi salah satu novel lokal yang ada di rak bukumu.
Profile Image for Lesh✨.
291 reviews4 followers
December 29, 2025
Ceritanya sangat kompleks. Fokus akan dibagi ke beberapa tokoh, namun tetap sejalan sampai akhir cerita. Bahkan jika buku ini dijelaskan, sepertinya akan menimbulkan spoiler karena setiap tokoh punya peran penting.

Terjadi sebuah fenomena alam yang tak biasa yakni hujan turun selama sembilan puluh hari di Desa Bokudi. Asa seorang ahli meteorologi yang beralih profesi menjadi distaster hunter itu mendapatkan kabar dari sahabatnya, Elang untuk membantunya ikut mengevakuasi warga sebelum terjadi longsor dan mengubur seluruh desa.

Elang seorang pakar klimatologi, mengajak orang lain yakni Wicky seorang petugas Basarnas, Dito Pati seorang peneliti, dan Jose seorang dokter.

Mereka punya waktu enam hari untuk mengevakuasi korban, namun siapa sangka jika di desa itu banyak menyimpan rahasia kelam yang membuat semua rencana penyelamatan itu memiliki banyak hambatan.

Hari ke hari kejadian di Desa Bokudi terus bermunculan, seperti (1) ditemukannya Lomok, makhluk putih dengan mata merah yang menjadi mitos hantu. (2) orang-orang mati terbunuh secara tiba-tiba. (3) terjadinya inces dan penyebabnya. (4) alasan penduduk desa yang sangat tertutup terhadap orang asing. (5) kisah wanita yang diasingkan ketika menstruasi. (6) kisah keluarga Khale Mosa dan Khale Pedi. (7) cerita dibalik PT. TAS. (8) kisah masa lalu Asa dan Dominique. (9) dan cerita dibalik dokter Elias.

Plot-twist memang tidak bisa ditebak karena alurnya panjang dan detail, jadi sebagai pembaca cuma bisa menikmati sampai akhir.

Riset buku ini juga bagus yakni tentang siklus awan, bunga kecubung, istilah kedokteran, kepercayaan desa pada Olorun (Tuhan/Dewa), dan pertambangan yang berdampak bagi sebuah desa, semua dijelaskan dengan sangat baik.

Rasanya buku ini agak sulit diingat jangka panjang tentang siapa pelaku pembunuhnya, tapi untuk ide cerita sangat unik.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Katherine 黄爱芬.
2,430 reviews293 followers
July 24, 2024
Ini pertama kalinya saya baca buku author, pertama kali juga baca buku mystery - suspense thriller author lokal juga. Dan yg mengejutkan, saya lumayan suka dgn novel ini. Saya suka alurnya yg cepat dan gak bertele-tele, plus plot twist yg tak terduga jadi unsur surprise nya juga ada.

MC kita ini banyak "cacat"nya scr karakter. Asa adalah mantan ahli klimatologi sekaligus disaster hunter, semacam anggota regu penyelamat bencana alam. Dan dirinya diajak oleh teman baiknya, Elang ke Gunung Morui dimana ada desa terpencil yg didiami sedikit penduduk yg terisolasi dan super keras kepala.

Ternyata begitu baru datang saja, ekspedisi mereka ini sudah dikejutkan oleh berbagai hal, mulai tetua desa yg menyeramkan, hantu anak kecil yg gentayangan, hingga satu per satu dari mereka mati scr misterius. Ditambah lagi Asa "kumat" penyakit halusinasinya dimana dia yakin dia masih berkomunikasi dgn istri dan anaknya yg sdh 2 tahun meninggal. Sempat terpikir ini novel semi horor Indonesia dgn tradisi nyeleneh dan gak masuk di nalar. Tapi dgn terkuaknya misteri yg menyelimuti desa ini dgn plot twist yg menegangkan membuat saya merasa gak sia-sia membaca novel ini.

Tentu saja ada bbrp kekurangan dan hole-hole 🕳️ diantara pelakunya, scr keseluruhan masih memuaskan saya. Alangkah senangnya kalau banyak author lokal misteri bisa membuat karya yg seru spt buatan author ini.
Profile Image for oreoreads .
45 reviews
January 22, 2025
⭐ 5
Akhirnya selesai sudah petualangan yang menjenuhkan ini 😭 Baca novel ini bikin aku ikutan ngerasa apa yang tokoh utamanya rasain—cape, kesel, marah, sedih, stress.

Alurnya maju mundur, yang sempet bikin bingung di awal cerita, tapi di pertengahan aku mulai bisa nemuin jawaban dari kebingungan itu.

Suka banget sama narasi Kak Kai yang diselipin humor sarkasnya hahah 😭 Riset authornya ga main"!! Dapet ilmu pengetahuan dari novel nonfiction berkedok novel thriller.

Sempet jenuh bacanya karena tokoh utamanya disudutkan mulu, cape banget!! Tapi tetep seru ceritanya, alurnya juga cepet. Plot twistnya banyak banget ga ngerti lagi. Walaupun aku udh berhasil nebak orang2 yang kelihatannya sus, tapi ternyata masih gagal. Plot twist dari segala plot twistnya ini ga ketebak bangettt, dari orang"nya, metodologinya, keterkaitannya. Suka sih sama plot twistnya!!! Dan untungnya endingnya memuaskan hahah :D
Profile Image for ines.
140 reviews25 followers
April 3, 2024
Buku ini karakternya pada depressed deh. Sewaktu baca bikin mikir juga mana halusinasi & realita si Asa. Plus nilai 💯 asli naksir berat cover & bookmarknya simple tapi menurutku cantik, enak banget dipandang
Profile Image for Amaya.
759 reviews58 followers
September 16, 2023
Actual rating: 3,8

Buku ini semacam punya energi love-hate ke aku. Bagusnya karena hasil pemikiran penulis dan risetnya yang jelas nggak bisa dipandang sebelah mata, kurangnya karena masalah pribadi berkaitan dengan tema yang paling kalau bisa dihindari ya, menghindar.

Pertama, kagum dengan pemilihan bahasan soal cuaca dicampur thriller. Ditambah, di awal buku ada ilustrasi letak Desa Bokudi. Satu kata: ngeri. Nggak nyangka aja gimana bisa mereka berlima; Asa, Elang, Jose, Dito, dan Wicky memutuskan buat ke sana. Yah, tujuan utamanya memang menyelamatkan nyawa penduduk desa sih karena hujan turun selama 90 hari. Masalahnya, ini penduduknya masih punya pemikiran primitif dan punya kepercayaan kuat mereka mesti menjaga Gunung Morui.

Kedua, karakterisasinya pas. Aku baru sadar banyak baca buku genre thriller terjemahan ketimbang lokal, yang artinya sifat dan karakter para tokohnya jelas berbeda dengan orang Indonesia. Kalau ada hal-hal yang di sini dianggap tabu, di sana dianggap biasa saja karena memang idealismenya beda jauh. Jadi, ketika dihadapkan dengan beberapa hal yang sensitif di sini rasanya merinding, tapi balik lagi nggak bisa menghentikan minat buat lanjut karena penasaran sama misteri yang ada di desa itu.

Ketiga, aku pernah baca unggahan dari penulis soal inspirasinya menulis buku ini, soal karakter yang nggak sempurna. Indeed, di semua buku memang karakternya punya kelemahan, ya. Kayak ada aja minus-nya. Aku paham bagian mana kekurangan ini diletakkan dan jujur, bikin aku nggak nyaman. Tapi, lagi-lagi, nggak bisa berhenti gitu aja karena masih ada misteri yang harus diketahui kebenarannya.

Keempat, buat unsur baik cuaca dan geografi di sini rasanya pas aja. Pas bikin merinding dan nggak berhenti buat ikutan was-was. Kira-kira bakal ada apa lagi setelah ini di desa itu. Tantangan buat mengedukasi dan mengevakuasi penduduknya buat pindah aja udah berat, apalagi ditambah kondisi cuaca, kondisi geografisnya yang nggak mendukung. Duh, ini mah setara sama cerita-cerita barat yang kejebaknya di rumah tengah hutan. Bedanya ini kejebak di desa tengah hutan dan hujan juga.

Terakhir, soal misterinya sendiri memang disusun rapi. Penulis kasih clue sana-sini, bisa banget bikin trust issue ke semua karakternya, duh. Momen kebenaran dan plot twist-nya cukup bikin kaget, tapi nggak sampai bikin terguncang. Intinya, pencinta thriller dan misteri pasti bakal ngerasain juga gimana tegangnya mencari petunjuk plus kebenaran. Karakter yang nggak 100% bebas dari dosa, persis lah sama karakter novel thriller terjemahan yang berseliweran itu.

Bagian ini penuh spoiler, jika tidak ingin terkena "cipratan" jangan dibuka.
Profile Image for ANPRA.
94 reviews5 followers
September 30, 2023
Aku baca buku ini pas aku lagi sakit demam tinggi dan lemes bgt jadi mau gamau bedrest jadilah rajin baca buku dan dari banyak pilihan buku, aku memilih ini 😅
Tbh ini buku kedua kai elian yg aku beli dan punya tapi ini buku pertama kai elian yg aku baca karena teori tawa masih rapih terbungkus plastik ✌️😁
Perasaanku saat baca buku ini banyak merinding tegang dan ada mual(mualnya aga bias karena aku lagi sakit dan ada mualnya juga wkwkw), beberapa narasinya suka bikin aku takut pas aku ngebayangin kaya pas kehadiran anak istri asa, lamok, tentang trauma asa, anak2 cacat dan juga hujannya,
Aku suka tiap kali turun hujan tapi entah mengapa aku membayangkan hujan yg terjadi di cerita ini begitu seram. Aku baru membayangkan hujan 90hari nonstop kaya seram si kalo beneran kejadian
Baca buku ini berasa punya temen ahli meteorologi dan ahli klimatologi yang vibenya tiap ketemu ato chat pasti ngomongin bidang mereka, detail banget dan untungnya masih bisa dipahami wkwkwk
Aku sebenernya malah tersentuh dibagian akhir yg penulis menuliskan kata2 tentang buku ini hahaha
Plottwistnya oke dan hampir berkata kasar saat baru menyadari ternuata spanajng cerita penulis uda menebar banyak clue clue, aga ngeselin ya kai elian ini hahaha
Dengan bermodal apa yg penulis ketahui dan riset, hasilya menjadi cerita thriller yg lumayan jenius, bahkan aku sempet mikir kalo jadi film kayanya cakeup
Hal yg bikin aku ga ngasi 5 bintang karena mulai 80% halaman aku mulai ada merasa lelah secara mental karena kaya ko belum juga ahir dan kadang kelakuan asa juga bikin aku lelah 😂 maksudku mungkin its better kalau agak dipercepat saat udah halaman 80% ini
Ini cerita yang sangat bagus hanya mungkin kurang sesuai sama kebutuhan jiwaku saat ini

Insight yg bisa aku ambil
● ternyata perubahan lingkungan dan cuaca adalah dampak dari perbuatan manusia, sebenernya uda banyak sliweran sosialisasi tentang ini, cuma aku baru tau bisa se dasyat ini dampaknya dan menyeramkan
● memaafkan diri sendiri itu penting, baik buat diri sendiri maupun orang sekitar/terdekat, betul tidak mudah dan butuh waktu tapi tidak ada salahnya untuk berusaha mengusahakan.
● boleh2 aja untuk realistis ato pun matrealistis dengan syarat tidak merusak atau merugikan orang lain atopun lingkungan, apalagi kalau sampai tahap kriminal.
● mwnutup diri secara berlebihan dari dunia luar tentu kurang baik dan tidak bijak karena bisa jadi kita menyakini sesuatu yang sebetulnya tidak sepenuhnya baik dan benar jadi tetaplah terbuka walopun tidak secara berlebihan dan selalu mengevaluasi apa yang selama ini kita yakini, karena bisa jadi mungkin ada yang perlu diperbaiki, ditambahkan/dikurangi, atau susah tidak sssuai dengan kebutuhan atau kurang adaptif
● jangan banyak mengeluh tentang iklim atau cuaca.
Profile Image for ichan  .
41 reviews
August 30, 2023
buku ini sukses bikin aku gak bisa berenti baca! sebagai orang yg takut baca genre misteri buku ini buat aku tertarik karna angkat isu lingkungan. maksain baca dan ternyata seseru itu! premisnya menarik: hujan yg gak berhenti di pulau terpenci. bikin kepo ada apa sih sebenernya?

tokoh-tokohnya ada Asa ahli meteorologi, Elang ahli klimatologi, Dito ahli geologi, Jose dokter dan Wicky anggota Basarnas. mereka bakal ke desa terpencil bernama Bokudi untuk memperingatkan warga tentang bahaya hujan yang gak berhenti² dan poteni longsor yang akan terjadi dan mengevakuasi penduduk. nah tapi warga bokudi menolak para pendatang. selain kesulitan berkomunikasi dengan warga masalahnya makin rumit ketika satu per satu ada orang yang meninggal.

aku suka penjabaran soal cuaca, hujan, awan. ah pokoknya soal sains dan ilmu kedokteran di buku ini. mudah dipahami dan jadi merasa desa bokudi ini memang ada. narasinya nyaman dibaca, dan bikin penasaran. pokoknya susah nebak karna nebak nebak pun salah terus wkwkwkw apa akunya aja ya??? jadi aku pengen cepet-cepet nyelesain buku ini soalnya kepo.

ceritanya emang serem dari awal dan menegangkan tapi tuhhhhh penulisnya bisa tiba-tiba membawa kita ke cerita yang gak bikin kita takut ..... duh gimana sih aku jelasinnya wkwkwk. pokoknya gitu, walaupun aku takut pas awal tapi ga bikin aku berenti baca.

ohhhh minusnya baca ini aku agak pusing karna aku ngerasa .... aku jadi ga tau ini mana yang beneran terjadi atau gak soalnya pake pov asa (si tokoh utama) dan dia berhalusinasi. banyak plot twist, bahkan aku agak kaget endingnya bakal kayak gitu wkwkwkwk. tapi cukup puas.

di sini juga banyak orang orang kelewat 'realistis' dan orang-orang yang maruk.

senang bisa membaca buku ini, tapi sekaligus sedih karna masih banyak kejahatan lingkungan penambangan ilegal tidak bertanggung jawab yang membuat warga asli jadi korban padahal mereka sangat-sangat menjaga dan bergantung pada alam. dan itu semua bukan fiksi.

di sini juga diceritain bahwa anak-anak dan perempuan yang paling rentan menerima dampak masalah ekologis, belum lagi kekerasan seksual 😭😭

untuk buku non fiksinya aku merekomendasikan buku "perempuan di tanah kemelut"
Profile Image for Fidia .
354 reviews7 followers
June 18, 2023
Apakah mistik itu masuk akal? Dari sekian yang bisa disorot di buku ini, bagiku, pembahasan itu yang paling kusukai. Thriller jalur mistis.

Lembaran Vermilion Rain (VR) menuntun kita pada Asayana Brahma, seorang disaster hunter dan mantan ahli meteorologi. Ia bersama beberapa orang lainnya berusaha menyelamatkan warga Desa Bokudi dalam waktu enam hari dari ancaman longsor lereng Gunung Morui akibat fenomena ganjil berupa hujan yang tak kunjung berhenti.

Aku mau mengapresiasi ilustrasi peta Desa Bokudi yang menunjukkan seserius itu “dunia” yang dibuat penulis sebagai latar buku ini. Sekaligus (serunya), kita bakal berada di “tempat terisolasi” di mana bahaya akan menyerang tokoh namun dituntut untuk menetap di desa tersebut.

Aku suka bagaimana VR menawarkan plot twist sembari tidak merasa dicurangi. Petunjuk sudah ditebar. Ketika kartu dibuka, pembaca akan sadar sudah melewatkan hal tertentu (jika gagal menebak) atau mengaitkannya (jika benar). Aku senang kecurigaanku pada salah satu tokoh ternyata sesuai. Tebakan bahkan bisa dilihat dari reaksi si tokoh pada keadaan. Dan, sebab-akibat kurasa diperhatikan betul di VR alias dipolakan. Semacam menghindari kejadian “tiba-tiba muncul”. Kepingan puzzle pun ditebar secara berkala sehingga kita gak merasa “situasi kosong” sepanjang baca alias selalu ada yang perlu dijawab.

Ada bagian yang ingin bikin aku marah. Mereka yang sudah diberi fakta tapi menutup mata tanpa tindakan apapun. Runyam karena titik buta yang diciptakan sendiri itu. Tapi baguslah, tandanya aku terbawa emosi saat baca 🤣
Saat membaca, aku merasakan nuansa jungkir balik antara VR dengan karya penulis sebelumnya, “Teori Tawa”, yang berusaha mengangkat sisi serius di dalam komedi. Dengan mengangkat tema iklim (yang bagiku jarang ditemui dalam bentuk fiksi), aku berkenalan dengan lingkup yang baru lagi. Terlebih, aku membayangkan perlu upaya juga untuk meriset dari awal.

Ada lapisan majemuk dalam plot di mana selain kita disajikan sisi kemisteriusan yang menegangkan, plot B tersedia untuk perkembangan karakter Asa. Transformasi tokoh selalu menjadi pemicu sebuah buku bisa dinikmati dengan baik sampai selesai. Asa dikemas dalam wujud “sempurna dengan ketidaksempurnaannya”. Ia memiliki sifat yang mungkin mengerutkan dahi pembaca, tapi sekaligus diajak memaklumi. Semacam, seseorang tidak sepenuhnya salah sekaligus tidak sepenuhnya benar. Selain ketegangan yang dipacu oleh kondisi pada waktu nyata, kehidupan pribadi Asa turut campur dalam pembacaan kita. Kecamuk yang harus selesai bersamaan ini memberi dinamika pada plotnya sehingga terasa lebih natural (kita tak hanya berfokus pada tugas dalam hidup kan? Tapi kehidupan pribadi juga) dan padat (fase kecepatan alurnya pun pas menurutku)

Karena Desa Bokudi termasuk daerah yang cukup terpencil, kita bisa menemukan bagaimana mereka masih meyakini animisme. Unsur ini yang bagiku menarik. Penulis seolah bermain-main dengan ingin membuat pembaca terombang-ambing antara menyimpulkan segala sesuatunya sebagai ranah mistis yang tak semuanya bisa dirasionalkan atau ranah ilmiah yang bisa dijelaskan secara logika. Rasanya, penulis benar-benar bolak-balik berlari antara ke mistis, lalu putar arah ke ilmiah.

Selain itu, bahasan mistis-ilmiah tersebut bakal menyinggung bagaimana ketidakmerataan pendidikan dan pengetahuan di masyarakat. Ada faktor dan dampak yang mengitarinya. Meski demikian, masih terdapat beberapa bahasan lain yang bisa diambil tergantung ke mana kita berfokus. VR pun dapat mengangkat topik keserakahan yang terwujud dari cara kotor, ironi idealisme, perihal perempuan, ambisi buta, nilai empati, bahkan hingga sisi personal semacam sifat manusiawi yang perlu ditempa dan mendapat pengalaman tertentu untuk membuat kita menjadi sosok yang lebih baik.

Tambahan, aku kagum pada ilustrasi sampulnya. Setelah merampungkan bacaan, aku seolah bisa merasakan makna dari kerutan dahi, pejaman mata, tundukan kepala, hadap samping, dsb. yang tergambar di sana. Segalanya di sampul itu akan terjawab di dalam cerita dan amat menunjukkan ia adalah Asa. Aku pun sejak awal terbayang arti nama Asa. Semacam, setiap orang berhak punya asa alias harapan dan seperti Brahma, ia berkembang. Benar-benar inti VR. Tapi, itu pemaknaanku sendiri yang disambungkan ke dalam isi buku.

Hal manisnya, buku ini seperti menjelaskan sesalah-salahnya apa yang susah dilakukan, kita masih berhak melanjutkan hidup dengan memperbaiki diri.
Profile Image for aynsrtn.
521 reviews18 followers
August 21, 2025
Bisa dibilang Bang Kai Elian (jangan disingkat) ini salah satu penulis yang ciamik dalam membabat semua genre. Mau nulis young-adult seperti Teori Tawa, bisa. Mau nulis magical-realism agak action seperti Mama Macan, keren. Mau nulis yang heartwarming dengan bumbu-bumbu fantasi, jagoan. Dan ini menulis thriller-mystery pun keren bingo. Luar biasa. Clap!

4.5⭐

Ini soal selera dan preferensi, bagiku Vermillion Rain deserved more than third place. Sebab, dari semua karya yang jebolan lomba tersebut, buku ini yang hooked dari semua aspek thriller-mystery. Premis yang fresh karena baru kali ini aku membaca peran yang latar belakang ahli cuaca, plot yang rapi, tiap bab dikasih cliffhanger yang bikin pembaca penasaran, twist after twist yang nggak ketebak (meskipun ada yang tertebak, tapi tetap aja kaget), dan risetnya juara banget deh. Aku jadi tahu tentang cuaca dan iklim, efek pemanasan global, isu-isu lingkungan, pertambangan, kesehatan lingkungan, sampai kesehatan ibu dan anak. Buku ini benar-benar well-packaged buat aku.

Ada beberapa adegan yang memang agak kurang nyaman bacanya. Sedikit triggering buatku. Terlebih karakterisasi para pemeran yang literally nggak ada yang bener. Biasanya pemeran utama tuh dibuat penokohannya yang heroik, green flag, tanpa cela, tapi kalau yang ini, duh … elus dada deh. Cheating trope di dalamnya bikin ku senewen sendiri.

Meskipun demikian, akhirnya lengkap sudah aku membaca semua karya yang telah diterbitkan oleh penulis, hooray. Ps. sayang sekali untuk buku ini penulis sebagai cameo tidak selamat #bukanspoiler
Profile Image for Tamira Bella.
179 reviews2 followers
November 7, 2025
Novel ini sangat menarik, dengan genre misteri yang kelam seakan reflektif dalam menyingkap pertemuan antara alam, manusia, dan dosa-dosa yang tak pernah benar-benar hilang. Buku ini mengajak kita selaku pembaca untuk ikut menelusuri Desa Bokudi, yakni sebuah tempat terpencil di lereng Gunung Morui yang diguyur hujan tanpa henti selama sembilan puluh hari.

Tokoh utama Vermilion Rain bernama Asayana Brahma, seorang mantan ahli meteorologi yang kini lebih dikenal sebagai “pemburu bencana”, datang bersama timnya untuk meneliti fenomena alam yang ganjil sekaligus memperingatkan penduduk desa akan bahaya longsor yang akan terjadi dalam kurun waktu 6 hari.

Namun semakin lama mereka tinggal, semakin jelas bahwa yang sedang mereka hadapi bukan hanya bencana alam, melainkan sesuatu yang jauh lebih gelap dan manusiawi. Setiap deskripsi tentang hujan, kabut, dan gunung membawa rasa dingin yang nyata.

Penulis pandai memadukan detail ilmiah tentang geologi dan meteorologi dengan nuansa spiritual dan budaya lokal yang penuh misteri. Saya sendiri merasa kagum sekaligus ngeri saat membaca bagaimana manusia berhadapan dengan kekuatan alam, dan betapa tipis batas antara keyakinan dan keputusasaan.

Terakhir yang saya suka dari buku ini ialah para tokoh didalamnya termasuk Asa si tokoh utama sendiri, tidak digambarkan sebagai pahlawan sempurna. Mereka manusia rapuh, yang berusaha memahami bencana di luar dirinya sembari memendam badai di dalam hati masing-masing.

Suka sekali 5/5
Profile Image for vini mawikere.
302 reviews10 followers
July 22, 2023
4.5⭐
buku ini memang seseru itu!
premisnya menarik, eksekusi ceritanya ciamik! penulis berhasil membuat aku penasaran banget sama apa yang bakal terjadi.
dan plot twistnya berlapis!
yang bikin aku mengambil 0.5 bintangnya adalah, karena ada satu bagian di buku ini yang plek ketiplek banget sama buku the woman in the window (if you know, you know)
aku gak masalahin hal itu. karena aku yakin setiap karya pasti terinspirasi dari karya lain juga.
tapi yaaa, bagian itu cukup signifikan dan menjadi salah satu pondasi inti cerita. tapi keseluruhan ceritanya berbeda dari buku yang aku sebut kok.
so yah, i love this book. except for that part.
Profile Image for Asuka Mai.
644 reviews32 followers
April 9, 2025
▶Judul: Vermilion Rain
▶Author: @hello.kaielian
▶Tebal : 296 halaman
▶Penerbit: @bukugpu @fiksigpu

Dari awal baca sampai mendekati akhir rasanya ga berkedip dan penasaran misteri apakah yang terdapat di desa Bokudi. Desa Bokudi tersebut terletak di lereng Gunung Morui, dimana sedang terjadi fenomena alam yang tidak biasa, yaitu hujan yang turun dengan lebat dan tampaknya tidak berhenti-berhenti.
Hal ini sangatlah mengkhawatirkan karena artinya bencana longsor menanti, sedangkan terdapat 70 jiwa penduduk yang hidup di kaki gunung tersebut.

Tokoh utama di buku ini bernama Asa, yang bekerja di badan Meteorologi dan memutuskan untuk membantu mengevakuasi para warga disana bersama sahabatnya yang bernama Elang, seorang pakar Klimatologi.

Saat mereka tiba di pulau itu, bersama tim lain, penduduk disana tidak menyambut mereka dengan baik, bahkan cenderung menatap dengan perasaan benci. Dan anehnya lagi, beberapa dari mereka seperti mengalami penyakit yang tak lazim, anak-anak kecil disana kebanyakan seperti mengalami cacat dengan kaki yang bengkok dan sebentar2 mereka seperti berkelojotan.

Desa tersebut, pastinya tidak ada sinyal dan bisa dibilang masih primitif, karena termasuk di desa pedalaman yang jarang orang datangi.

Saat pertama mereka menapakkan kaki di desa itu, Asa melihat sesosok anak kecil dengan rambut putih dan mata merah dan sisi kiri kanan mulutnya seperti berdarah-darah. Namun teman-teman lain tampaknya tak melihat sosok tersebut. Asa yakin ia tidaklah berhalusinasi. Keanehan demi keanehan terjadi sejak hari pertama mereka disana.

Brrr, saat aku membaca buku ini di tempatku kebetulan lagi hujan deras banget, suasana lagi dingin dan sempet ada geledek gede. Kaget. Lagi baca buku ini, vibes nya seakan aku berada dalam buku itu dan mengalami apa yang Asa, dkk alami😆

Pokoknya seru dan menegangkan! Kisah di buku ini juga berdasarkan kisah nyata yang terjadi di Jepang tahun 1956, kalo di spill, takut jd spoiler.
In the end:
5 ⭐ from me! :)
Profile Image for Fadila setsuji hirazawa.
350 reviews4 followers
June 14, 2023
"... Orang-Orang berpikir kami ini sejenis ahli nujum yang bisa menebak kapan hujan turun atau kapan topan melanda...,Tidak ada proses magis..,dan kami bisa keliru" Hal. 44

"Dan selama jawaban itu belum ada, saya tidak punya pilihan selain membiarkan mereka memercayai apa yang ingin mereka percayai" Hal.111
.
❤️ Vermilion Rain merupakan novel bernuansa horor,triller yang diramu dengan formulasi yang keren oleh kak Kai. Berbeda dari buku sebelumnya, pada buku ini penulis berhasil menghadirkan cerita dan profesi yang menurut saya pribadi jarang diangkat dalam kisah di sebuah novel fiksi. Kalau pendapat @senandikala setelah kami diskusi singkat,buku ini menjadi unik karena jarang ada penulis yang terpikirkan untuk menyandingkan profesi meteorologi dengan cerita bernuansa triller.

❤️ Bagian awal cerita memuat cukup banyak informasi yang membuat saya harus meningkatkan konsentrasi agar tidak melewatkan informasi,tetapi di sisi lain membuat keingintahuan akan misteri didalamnya makin besar😆

❤️ Awal cerita sudah berhasil menggelitik dengan pertanyaan terkait pembicaraan antara Asa dengan Dominique yang kemudian mengantarkan informasi terkait vermilion red dan bahasan mengenai ramalan cuaca di hari tersebut. Jujur,saya berpikir ini hanyalah selewat pembicaraan,namun rupanya menyimpan kejutan yang membuat tercengang.

❤️ Terlepas dari perilaku Asa yang tidak dibenarkan, tokoh ini berhasil membuat saya menggelengkan kepala dan kagum dengan daya juangnya untuk menyelamatkan kehidupan orang lain, terutama saat ekspedisi mulai memakan korban dan permasalahan tidak lagi tentang misi penyelamatan. Meskipun begitu, dalam misi ini, ada rasa penyesalan yang melatarbelakangi dan menimbulkan gejolak pada seorang Asa.

Lalu, bagaimana misi ini akan dijalankan? Dan apa yang akan terungkap lewat ekspedisi ini?

❤️ Vermilion Rain rupanya bukan istilah yang berkaitan dengan fenomena hujan darah yang pernah terjadi,melainkan bila kedua kata tersebut diartikan akan berkaitan erat dengan cerita misteri di desa Bokudi dan kejadian yang merenggut nyawa di desa tersebut. Vermilion,bila mengambil penjelasan dari novel ini,dikaitkan dengan warna cat adalah warna cat paling tua yang dikenal manusia. Dari arti ini,sepertinya cukup memberi gambaran bagaimana nuansa dari cerita dalam novelnya yah?

❤️ Kejutan yang berlapis dalam novel ini membuat ceritanya seru,menegangkan,juga membuat saya seperti ikut merasakan penyesalan yang mendalam seorang Asa,terutama saat ia tampaknya 'terluka' dengan keraguan orang terhadapnya😭

❤️ Salah satu karya yang menurut saya berhasil menampilkan sisi lain dari manusia, bagaimana kondisi alam dan aktivitas manusia begitu saling memengaruhi,dan tradisi yang kadang cukup tabu dan mencengangkan. Ringkasnya,aktivitas manusia berdampak terhadap kerusakan terhadap alam dan perubahan iklim begitu kuat tergambar dalam novel ini.

❤️Ulasan kak Pradnya pada bagian yang menentukan kelanjutan nasib Asa membuat saya bertanya-tanya, apakah kejadian itu memang sebuah keajaiban/keberuntungan? Atau memang cukup mengganjal sebab dalam pemikiran beberapa orang termasuk saya, kejadian itu dan latar tempatnya mengecilkan kemungkinan seseorang untuk bertahan. Namun saya pikir, akhir yang sebaliknya tidak akan cukup kuat untuk menggambarkan bagaimana proses rasa bersalah dalam diri sendiri kemudian bermuara pada kata pemaafan.

❤️ Pengetahuan dan nilai tradisi berpadu dengan apik, sehingga rasanya sayang bila kalian tidak mencoba membaca novel keren ini😆👍
Profile Image for raafi.
933 reviews452 followers
August 21, 2023
Buku bagus. Banyak hal yang mau diutarakan. Mungkin tunggu lengang.
Displaying 1 - 30 of 153 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.