Berserah tidak selalu merupakan sebuah paket yang rapi. Acap kali bingkisan itu juga dipenuhi oleh berbagai luapan perasaan yang menyakitkan seperti amarah, kegusaran dan kesedihan yang mendalam yang akhirnya diikuti oleh pelepasan dan kedamaian. (hal. 28)
Merasakan itu menyembuhkan.
Ketika kita terluka, kecenderungan pertama kita adalah menarik diri dari setiap orang, termasuk dari Allah. Kita berlari ke segala arah, berusaha untuk tetap sibuk. Kita beralih pada banyak kegiatan, makanan, alkohol, novel, belanja, hiburan, dan orang lain untuk menutupi luka yang ada.
Ketika kita melepaskan, Allah adalah satu-satunya tujuan kita berlari, karena Dia mengenal kita lebih baik daripada kita mengenal diri sendiri. Dialah Spesialis yang dapat memberi kita pemahaman tentang kebutuhan kita. Dialah Pemandu Utama yang dapat menunjukkan arah ketika kita kebingungan. Dialah Pemelihara jiwa yang dapat memberi kita kekuatan dan keberanian ketika kita takut melepaskan sesuatu. (hal. 162)
Aku membaca terjemahan bahasa Indonesianya, dan tetap tersentuh, walau belum pernah merasakan apa yang Pam alami, dianugerahi seorang anak, Nathan, yang sangat istimewa. Namun Tuhan memang baik, Dia mengirimkan seorang anak yang istimewa pada orangtua dan keluarga yang istimewa, yang tidak menyingkirkannya, namun justru merengkuh dan memenuhinya dengan siraman kasih sayang dari Tuhan. Bukan hanya Nathan yang terberkati, namun juga Pam dan John (kedua orangtuanya), saudara-saudara Nathan, juga banyak orang lain di dunia..salah satunya, aku.
Tuhan memang sangat hebat dan baik ! ^__^