Pengetahuan dapat diperoleh kapan dan dimanapun. Bahkan dari seekor nyamuk atau dari toilet ( maaf ) sekalipun. Daya rekam dan daya lihat seseorang terhadap pengetahuan berbeda-beda. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh sejauh mana dari setiap detik waktu atau sejengkal ruang dipakai untuk menggali ilmu dan mengasah kepekaan rasa spiritual. Dengan ilmu dan spiritualitas, hidup akan mencapai titik puncak kesadaran ( ultimate ) dan penyatuan hakikat ( unity ).
"Jangan mengukur dan mengeluhkan tingginya sebuah gunung sebelum anada mencoba mendakinya, karena begitu anda telah mencapai puncaknya, anda akan mengatakan betapa rendahnya gunung tersebut" (dikutip dari Prakata Parlindungan Marpaung)
Sekilas tentang penulis ; adalah pria kelahiran Jambi dan merupakan Psikolog di bidang industri & organisasi. Parlindungan telah menyelesaikan Program Magisternya dalam bidang Teknik Manajemen Industri (MT) dan pelayanan perkotaan di Bandung. Beliau juga merupakan inspiring trainer yang sukses dengan buku pertamanya yang berjudul "Setengah Isi Setengah Kosong".
Buku ini lahir berkat diilhami oleh pengalaman orang-orang sukses dan gagal, textbook, diskusi dari berbagai sumber lain yang pastinya membantu membangkitkan semangat hidup. Hikmah yang dituliskan di dalam buku ini sangat sarat makna dan mengajak kita untuk bertindak. Tidak sedikit dari kita yang merasa kemalangan yang terjadi di diri kita adalah merupakan takdir, kemudian kita langsung menjatuhkan vonis bahwa kita adalah pribadi yang gagal. Minder berkepanjangan dan merasa tidak memiliki apapun yang dapat dijadikan pijakan. Padahal di setiap kita, ada potensi yang tentu harus kita gali dan gali. Nah dari buku ini kita akan mendapatkannya.
Buku ini saya anjurkan untuk dibaca setelah “Setengah Isi, Setengah Kosong” walau tidak menutup kemungkinan bahwa pembaca lebih memilih untuk membaca buku ini terlebih dulu. Alasan saya, ada beberapa konteks tertentu yang bisa dicapai dengan membaca buku yang pertama. Buku ini sebagai kelanjutan “Setengah Isi, Setengah Kosong” membawa pembaca pada tingkatan selanjutnya.
Artinya, pengejawantahan “Setengah Isi, Setengah Kosong” akan nampak ketika pembaca sudah mulai bisa merayakan kehidupan. Betul bahwa buku kedua Parlindungan Marpaung ini lebih banyak bercerita tentang aktualisasi nilai-nilai motivasional buku yang pertama.
Fulfilling Life memberikan insight soal esensi dari kehidupan yang sedang kita jalani. Kecenderungan pengungkapan makna yang lebih kuat dalam buku ini tidak didapatkan dari cerita-cerita praktis seperti buku pertama. Eksplorasi makna hakiki kehidupan pada buku ini mendapat porsi lebih. Sehingga, tanpa berkesan menggurui penulis mengungkap banya makna dan nilai-nilai kehidupan yang mampu mengaliri kembali jiwa yang gersang (baca: terdemotivasi/demotivated).
Buku kedua setelah Half Full and Half Empty atau Setengah isi Setengah Kosong karya Parlindungan Marpaung. Buku kedua ini tidak sebagus buku pertama bahkan illustrasi ceritanya kadang terkesan tidak berhubungan. Tapi tidak ada salahnya untuk di baca toh tetap menambah wawasan kita, terutama mengenai pelajaran hidup.
Ini merupakan buku bagus lain karangan Parlindungan Manurung,,,,yang berisi kisah2 yang menarik,,,,yang merupakan inspiring story,,,,dan mengingatkan kita betapa berharganya hidup,,,, Bagaimana cara menghargai hidup,,, bagaimana cara menghargai sesama,,,, Bagaimana untuk saling mengasihi,,,, Kisah2-nya sungguh menyentuh,,,,dan mengharukan,,, ;oP You shuold read this one too,,,, :oD
Sejujurnya saya lebih suka buku pertama daripada buku keduanya. Buku kedua bahasa yang digunakan terlalu menggurui, tidak seperti Setengah Isi Setengah Kosong yang mengalir dan kuat pada penceritaan. Anyway buku ini masih tetap bagus dan layak untuk dibaca siapa saja yang ingin mengetahui esensi hidup. Mari kita belajar kehidupan....
Semua kisah-kisah analogi nya cukup memberikan gambaran tentang potongan kehidupan yang menyimpan berbagai hikmah pada bentuk yang berbeda-beda. Buku ini intinya satu: mengajak kita untuk menjalani kehidupan (yang sekali ini) dengan sebaik baikknya.
entah kenapa setiap part dari buku ini selalu membawa makna dan pelajaran bagi hidup saya. simple and straightforward. itulah yang bikin saya jatuh cinta dengan buku ini.