Oke, ini adalah novel tercepat yang berhasil saya tamatkan, mungkin karena ini agak tipis juga, jadi bacanya cepet. Tapi jujur saja, saya patah hati setelah baca ini. Ahh..entahlah mau dibilang happy ending atau sad ending? Kenapa kalo ga meninggal ya patah hati sih, Bang?
Pertama saya mau bilang, namanya bagus-bagus. Vinci Amicella & Ghaibika Ragamas 😍 Dan thanks to Bang Bri, udah kasih playlist lagu-lagu lewat novel ini.
Lagi-lagi tentang unfinished bussines. Ami dan Raga yang sudah dua tahun berpacaran, tiba-tiba putus tanpa alasan yang jelas. Ami yang susah move on karena tidak pernah mendapat penjelasan dari Raga, dan selang beberapa waktu, Ami akan menikah dengan laki-laki yang mampu menerima Ami-yang masih cinta Raga-
Sebenarnya konfliknya sederhana, tapi penjelasan yang akhirnya didapatkan Ami terasa unik. Saya bukan penikmat-bahkan cenderung belum bisa- dunia paralel atau yang sejenisnya. Tapi disini, closure yang didapatkan untuk Ami juga Raga lewat dunia paralel tetap bisa saya ikuti. Bahkan, porsi kebersamaan mereka dalam dunia yang berbeda itu cukup banyak. Dan kisah keduanya disana sangat manis 😍 Bahkan penyebab kenapa Raga harus meninggalkan Ami juga ada di situ. Terasa ganjil memang. Seperti ga nyata, tapi saat dia bertemu Athif, penjelasan dari dunia paralel tentang penyebab putusnya itu benar. Kaya aneh dan unik, tapi akhirnya saya terima-terima aja kalo cerita ini memang sedikit dibumbui fantasi.
Mungkin akan terdengar gampang, Ami kenapa sih, move on lah, toh udah mau nikah, pasangannya juga lebih baik. Tapi tetap saja, bagi Ami ternyata tidak sesederhana itu pemirsaaa. Jadi saya salut sama Aransyah yang bisa menerima Ami, padahal dia jelas-jelas tahu bahwa ada perasaan yang belum selesai antara Ami dan Raga.
Dan Athif, sahabat Raga yang ahh..dia lebih dulu tau penyebab mereka putus, tapi tetap berhubungan baik bahkan mendukung Ami. Dan menuju ending, part Athif ketemu Raga, saya suka dimana Athif keras sama Raga untuk meminta Raga pergi dan jangan kembali ke hidup Ami. Tipe sahabat yang kalo salah ya bilang salah.
"Sometimes the hardest goodbyes are the ones when things are still left behind, unsaid, unfinished, unforgotten, the ones that never actually ends."
-They say you don't know what you've got until it's gone. The truth is, you knew exactly what you had, you just never thought you'd lose it.-Page 3
-Tidak ada yang lebih buruk dari sebuah perpisahan yang masih menyisakan tanda tanya.-Page 27
-Sometimes it's better to just let things be, let people go, don't fight for any closure, don't ask for explanations, don't seek for something that keep you moving on from something that has already ended. Just let it go.-Page 36
-Salah satu hal paling sulit adalah tetap mencoba baik-baik saja di saat kau sendiri menyadari bahwa sebenarnya kau tidak.-Page 44
-Terkadang, dalam hal melupakan seseorang, membenci jauh lebih ampuh ketimbang menunggu kata ikhlas yang entah kapan datangnya.-Page 110
-Finally, they both fulfill their dreams, and they have to pay the price of not staying together, but are truly happy for each other. At some point, she realizes that some people can stay in her heart, but not in her life.-Page 225