Jump to ratings and reviews
Rate this book

20, 30, 40

Rate this book
3 perempuan. 3 cinta. 3 cerita.

Perkenalkan Jaqs, Rara, dan Cenila. Tiga perempuan lesbian di usia berbeda dekade dengan problema masing-masing.

Jaqs, mahasiswa berusia 20-an yang santai menghadapi hidup. Easy come easy go, begitu prinsipnya. Kalau bisa gampang, kenapa harus dibikin susah. Sampai ketika cinta datang dan pergi dalam hidupnya., dan ia harus bertanya... siapa cinta sejatinya?

Rara, perempuan 30-an yang berada di persimpangan.... Menerima lamaran Raffa, lelaki yang tulus mencintainya? Atau mengejar cintanya pada Eki, satu-satunya perempuan yang pernah hadir dan selalu mengisi hidupnya.

Cenila, perempuan sukses berusia 40 tahun. Janda dua anak yang memutuskan bercerai untuk menjalani hidup bersama Ferro, kekasih perempuannya. Namun pengkhianatan Ferro menyisakan intrik dan luka yang amat dalam hingga datang perempuan lain yang menawarkan kasih sayang dan membuatnya harus memilih.

Tiga novela yang diangkat dari blog lesbian populer ini membawa kita menuju proses pencarian diri, juga kehidupan. Cinta datang tanpa diundang. Patah hati tak dapat dihindari. Namun ada juga tawa dan bahagia. Hidup berlanjut... dan inilah kisah mereka.

“Aku yakin pada kekuatan cinta kita, untuk itulah aku kembali.”

376 pages, Paperback

First published April 1, 2012

12 people are currently reading
96 people want to read

About the author

Jaqueline Brahms

1 book1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (15%)
4 stars
12 (21%)
3 stars
21 (36%)
2 stars
12 (21%)
1 star
3 (5%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
99 reviews1 follower
September 1, 2023
Jujur, mungkin kalau aku baca buku ini di zaman remaja, aku sudah pasti jadi lebih liar dari versi hidupku sekarang. Sayangnya, dibesarkan di kota kecil dalam keluarga disfungsional netral cenderung konservatif, aku nggak pernah punya nyali untuk jadi diriku sendiri.

Pertama, Jacq. Or J. Membaca ceritamu aku seperti ikut menjejak kaki dan ketawa-ketiwi seperti umurku belasan lagi. Aku jadi teringat masa-masa sekolah menengah, di mana aku pernah suka dengan cewek-cewek tampan yang selalu ... menggairahkan. Well, I still do! Cerita J menyadarkanku bahwa romansa perempuan akan selalu rumit, apapun jenis isi celanamu.

Kedua, Rara. Aku sedih sekali membaca bagian perseteruanmu dengan Grace. Kau yang harusnya berdamai dengan identitasmu justru dicecar garis moral oleh sahabatmu sendiri, bahkan orang yang setiap pagi kau temui di meja kerja. Ceritamu menyadarkanku atas realita komunitas kita. Mau sampai kapanpun, se-menerima apapun masyarakat ini, label-label menjijikkan itu pasti akan menempel di jidat.

Ketiga, Nila. Kupikir seorang konglomerat bergelimang harta tidak akan punya masalah se-ruwet itu. Naas aku salah. Ternyata punya uang justru mungkin akar dari migrain permanen dan ratusan urusan legal. Ah, tapi siapa yang nggak tergoda dengan permainan recehan antar negara dan perempuan-perempuan di bisnis? I feel you, Nil. Kurasa kau berhak dapat trofi patung torso si ibu tiri Fleabag dengan titel, "Lesbian in Business", deh!

Untuk ulasan bukunya sendiri, aku suka. Bite-sized, buku sekali baca habis. Kurasa aku akan mulai memperkaya diri dengan bacaan non - heteroseksual di usiaku sekarang. Siapa tahu besok aku tiba-tiba bertemu staf toko cantik di mall, atau teman masa lalu, atau mungkin wanita binal paruh baya? Tidak ada yang tahu.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Yovano N..
239 reviews14 followers
September 5, 2014
20, 30, 40. Angka tersebut tercetak besar-besar pada sampul depan novel metropop ini. Mungkin ada pembaca yang bertanya apa makna dari angka-angka itu? Jika kita membalik buku ini dan membaca sinopsis pada sampul belakang, jawabannya ada di sana. Angka-angka itu adalah umur, yang mewakili usia dari masing-masing penulis yang juga tokoh utama dalam buku ini. Wait… WHAT? Penulis sekaligus tokoh utama?

Yep, kamu tidak salah baca kok. Jika kamu pernah membaca Club Camilan yang pertama, maka kamu pasti tahu bahwa buku tersebut ditulis berdasarkan kisah nyata para penulisnya, yang tentu saja ditambahi bumbu-bumbu. Bisa jadi bumbunya banyak. Mungkin juga ending setiap kisahnya tak sama dengan dunia nyata. Kita hanya diminta untuk mendengar mereka bercerita tentang dunia mereka. Dunia yang tak semua orang mampu menerima dengan lapang dada. Sebuah dunia bernama lesbian.

20, 30, 40 terdiri tiga novela yang ditulis oleh tiga perempuan beda usia. Perempuan pertama adalah Jaqs, mahasiswi berusia 20-an yang santai dalam menjalani hidup. Sebagai seorang lesbian, Jaqs cukup gampang jatuh cinta. Dan bila sudah jatuh cinta, ia akan melakukan berbagai cara yang paling wajar untuk mendapatkan perhatian perempuan yang ia taksir, seolah kehidupan cintanya tak berbeda dengan manusia hetero lainnya. Ada cinta yang datang, ada cinta yang harus rela dilepas. Jaqs menyikapi semuanya dengan santai. Hingga akhirnya ia bertemu dengan cinta sejatinya. Siapakah perempuan beruntung itu? :)

Perempuan kedua adalah Rara. Berusia 30-an, seorang psikolog yang bekerja di sebuah LSM yang berjuang membela hak-hak perempuan. Memiliki masa lalu yang suram di mana ia nyaris menjadi korban perkosaan ketika masih remaja, juga harus menyaksikan orang yang dikasihinya diperlakukan secara biadab. Namun bukan itu yang membuatnya menjadi lesbian. Rara tahu dirinya lesbi sejak bertemu dengan cinta pertamanya, seorang perempuan bernama Eki. Tapi takdir memisahkan mereka. Rara akhirnya menjalani hidupnya tanpa Eki, sambil berusaha menjadi perempuan yang mencintai lelaki. Raffa, pria yang begitu tulus mencintainya akhirnya melamarnya. Di saat yang sama takdir kembali mempertemukan Rara dengan Eki. Apakah Rara akan menerima lamaran Raffa? Ataukah ia lebih memilih satu-satunya perempuan yang pernah mengisi hatinya?

Pencerita ketiga adalah Cenila, perempuan berusia 40 tahun, wanita karir yang cukup sukses. Setelah bercerai dengan suaminya, ia menjalani hidup bersama Ferro, didampingi kedua anaknya yang sangat ia cintai. Namun Ferro kemudian berselingkuh, membuat Cenila terluka amat dalam. Mesti mengaku khilaf dan terus berusaha memberbaiki hubungannya dengan Celina, Ferro rupanya terlanjur membuat hati Cenila beku, sehingga kata maaf rasanya sulit diberikan. Di waktu yang lain, seseorang menawarkan cinta yang baru kepada Celina. Cinta yang sama besarnya dengan yang pernah Ferro berikan. Cenila menerimanya. Namun, hal itu justru membuat Cenila teringat pada Ferro, perempuan yang pernah mengisi hatinya. Yang pernah ia cintai, yang begitu ia benci.

---o---

Sekali lagi Club Camilan menyapa para pembaca lewat kisah para perempuan yang mencintai perempuan. Sama seperti pendahulunya, dalam buku ini kita akan menemukan kalimat-kalimat yang ditulis dengan begitu kuat dan memikat. Membaca buku ini menjadi pengalaman baru yang tak hanya menambah wawasan, tapi juga memperkaya kita dengan referensi cinta yang berbeda.

Ditulis oleh tiga orang yang berbeda usia hingga tahapan dekade, pembaca akan merasakan dengan jelas perbedaan gaya bercerita, serta suasana cerita yang berbeda pula. Jaqs, yang paling muda, berkisah dengan gaya yang santai dan mengalir, terkadang diselingi humor-humor segar yang mengajak pembaca tertawa bersama. Bersama Jaqs, kita seperti mendengar seorang teman bercita dengan akrab. Sesekali saya rasanya ingin menjitak jidat perempuan ini karena celutukannya yang bikin gemas.

Lain lagi dengan Rara. Kita akan menemukan drama yang membikin sesak dada. Mendengar (atau tepatnya, membaca) jeritan hati Rara, saya jadi ingin merangkul perempuan ini. Tak perlu kata-kata manis demi maksud menghibur. Hanya merangkul, dan bertahan bersamanya sampai segala kesedihannya lenyap, atau setidaknya, berkurang.

Sementara Cenila, saya dibuat kagum oleh wanita ini. Ia sangat tegar dalam menghadapi semua masalahnya. Menjaga dan melindungi anak-anaknya, menata hatinya yang jungkir balik karena pengkhianatan orang yang ia cintai, berhati-hati dalam menerima cinta yang baru, sambil tetap mengurusi segala bisnisnya. Untuk Cenila, saya cuma bisa bilang: WOW!

Yang membedakan buku ini dengan buku pertama, pada buku pertama kita menyaksikan para pencerita bertemu. Mereka duduk bersama, membahas cerita yang sedang dan mereka bagi pada pembaca, sambil menikmati camilan dengan ditemani sepoci kopi. Di buku kedua ini saya sebenarnya berharap ada adegan yang sama, atau setidaknya, ada benang merah yang mempertemukan/mengaitkan ketiga penulis buku ini. Tapi ternyata tidak ada. Buku ini seperti ditulis oleh tiga orang yang tak mengenal satu sama lain. Jadi apa makna dari kata ‘Club Camilan’ yang bertengger pada sampul buku ini? Saya tak tahu. Mungkinkah perbedaan usia yang menyentuh dekade membuat ketiganya tak ingin terlihat karib di mata pembaca? Saya rasa tidak juga. Pada akhirnya, walau buku ini masih memajang judul ‘Club Camilan’, saya tidak merasa adanya suasana club/perkumpulan/persaudaraan/geng/grup atau apalah itu namanya, di buku ini.

Secara keseluruhan novel metropop ini sangat menarik kok, terutama karena ditulis dengan bahasa yang baik. Rangkaian kalimat dalam novel metropop ini bisa dijadikan referensi bagi teman-teman yang sedang belajar menulis fiksi (juga nonfiksi). Dan meski saya tak tahu persis apakah kisah dalam buku ini adalah nyata, nyata yang dibumbui, atau bukan kisah nyata sama sekali, saya tetap menyukainya. 4/5 bintang untuk kisah cinta sesama jenis yang begitu memikat ini.
Profile Image for Beatrice C..
36 reviews20 followers
May 27, 2013
Tiga Perempuan, Tiga Cerita, Tiga Cinta

Judul Buku : 20, 30, 40 (Club Camilan, #2)
Penulis : Jaqueline Brahms, Rara Pramesti, Cenila Krena
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Genre : Metropop
Rate : 2 of 5 stars 

description

Setiap peristiwa melahirkan sebuah kisah, dan kisah itu bisa menjadi kisah yang bahagia atau berakhir menjadi kisah yang sedih. Namun, terkadang kisah bisa lahir begitu saja tanpa suatu peristiwa. Depends on people and life secret itself.
Sederhana saja, coba bayangkan jika Derek Shepherd bisa melupakan perselingkuhan Addison Montgomery lalu tetap tinggal di New York, melanjutkan hidup dan pernikahannya, mengesampingkan Mark, saya rasa dia tidak akan pernah bertemu dengan Meredith Grey di Seattle dan kisah percintaan mereka tidak akan pernah terjadi. *wink* Peristiwa hidup terjadi karena suatu alasan dan kita tidak pernah tahu akhir dari peristiwa itu akan menjadi apa. It will be not a surprise if we know it at first, yet we will avoid it if the ending is not get along with us.

description"/

Jika boleh memilih, Cenila ingin bahagia bersama kedua anaknya. Ia tidak mau dikhianati dua kali, satu kali oleh suaminya dan satu kali oleh Fero. Dan ia pun tidak mau kembali ke Indonesia, menetap di Moscow seumur hidup. Namun, hidup ini mesti dijalani satu per satu bagian, tidak bisa dilompati begitu saja, melompati bagian yang menyengsarakan dan memilih bagian yang menyenangkan. Cenila harus menjalani drama perceraian dengan suaminya, hidup dengan Fero lalu dikhianati olehnya, pulang kembali ke Indonesia dan terlibat dalam kisah cinta dengan perempuan lainnya yang mengakibatkan urusan hidupnya semakin ruwet. Cinta pada dasarnya adalah memaafkan. Pada akhirnya Cenila memutuskan untuk menetap di Moscow, memaafkan masa lalunya dan berdamai dengan hidupnya.

Bahagia itu bisa datang dari masa lalu. Tidak percaya? Tanyakan saja ke Jaqs. Ia lebih suka dipanggil Jaqs ketimbang Jackie, lebih maskulin dan cocok dengan dirinya yang andro. (Tak terbalik?) Itu pilihan dan selera setiap orang berbeda. Begitu pun Jaqs. Ia sudah mencoba untuk merasakan bahagia dari masa depan dengan memilih mendekati seorang perempuan cantik dan manis yang ternyata membuat hidupnya tidak mudah. Ia menyerah dan memilih kembali dengan masa lalu yang akan membuatnya lebih bahagia. Hidup sudah sulit, jangan semakin dipersulit lagi.

Di tempat lain, Rara juga memilih masa lalu yang bisa membuatnya bahagia dan Eki adalah jawaban atas kegusarannya selama ini. Namun berbeda dengan Jaqs , Rara harus berusaha keras untuk berdamai dengan masa lalunya demi satu kata bahagia dan dia harus menghadapi semua badai dalam langkah hidupnya yang selanjutnya yang tidak dapat dijalani oleh semua orang. Masa depan yang lebih baik dengan lelaki yang mencintainya tidak mampu membuatnya bertahan pada opini pernikahan dan dia pun meninggalkan lelaki itu demi Eki, perempuan yang pernah terlibat secara tidak langsung dengan masa lalunya yang kelam.

description

Camilan Sepoci Kopi hadir di depan saya saat kejenuhan akan rutinitas menyerang saya tanpa pandang bulu. Pasien, bangsal, konsulen, paramedic, teman-teman seperjuangan dalam jubah koas dan segala tetek bengek rumah sakit membuat saya jengah. Melalui Camilan Sepoci Kopi dalam Club Camilan yang pertama, saya berkenalan dengan Donna dan Nie. Mereka penulis, sebagai pekerjaan sampingan, dan memiliki sebuah apartemen yang berisi buku. Tidak bisa menebak apa pekerjaan mereka sesungguhnya karena mereka penuh rahasia dan tidak bisa dimengerti. Oleh karena itu, buku pertama mereka saya hanya memberi nilai 2 bintang. Dari Club Camilan yang pertama ini, saya menelurui sepak terjang karya tulis mereka melalui blog yang mereka buat dengan nama camilansepocikopi.blogspot.com dan hasilnya terpapar karya tulis mereka yang kedua dengan komposisi penulis yang berbeda. Saya mulai membaca kisah pertama yang ditulis oleh Cenila, perempuan paruh baya yang mulai berusia 40 tahun. Kisah yang ditulis telah masuk pertengahan cerita yakni Cenila memutuskan pergi dari Fero dan kota Moscow dengan membawa kedua orang anaknya kembali ke Indonesia, tepatnya ke kota Padang.

Kisah yang disajikan di blog ditampilkan per bagian tiap harinya dan dikisahkan selang – seling oleh tiga penulis ini sehingga membangkitkan antusias penikmat cerita yang bernuansa lesbian ini. Akhir ceritanya mudah ditebak, happy ending. Dan setelah dibukukan sebagai serial kedua Club Camilan, nuansa ceritanya berubah dan menjadi kurang bagus, walaupun saya cukup menyukai kisah Cenila. Mungkin sebaiknya dibiarkan karyanya tetap di blog tanpa dibukukan atau diramu kembali sesuai dengan konteks novel saat dibukukan agar menjadi menarik dan manis seperti cupcakes.


description
Profile Image for Camila Nadia.
10 reviews
July 8, 2015
First story, 20.
Pas baca sinopsisnya sebenarnya cerita pertama ini lah yang membuat saya tertarik dengan novel ini. Tapi setelah membaca habis, kok sepertinya cerita ini yang paling tidak terlalu saya sukai dibanding 2 cerita yang lainnya. Walaupun tokoh Jaqs memang lucu, serta cerita selipan lucu soal dvd I can't think straight yang cukup bikin ngakak. Walaupun ini cerita yang paling kurang saya suka, tapi bukan berarti saya tidak menikmati cerita ini.

Second story, 30.
Wah ini favorit saya! Suka tokoh Eki, dan kisah cinta nya dengan Rara yang cukup pelik dan penuh rahasia (yang untungnya terurai di akhir cerita dan mereka bisa kembali bersama tanpa ada lagi rahasia yang harus disembunyikan) cukup membuat ngakak juga. Walaupun kurang suka dengan keputusan Rara untuk menerima Raffa despite orientasi seksualnya. Saya merasa di cerita ink Raffa lah korban yang paling ngenes. Kalau memang benar ini kisah nyata, harapanku Raffa bisa ketemu dengan seseorang yang cocok dan tulus mencintainya pada akhirnya, serta Eki dan Rara bisa terus bahagia.

Third story, 40.
Kayanya awal-awal saja sudah ada salah ketik atau tulis.. Entahlah.. Bab setelah prolog, bukannya harusnya berjudul 'Moskow' instead of 'Jakarta' ya? Agak loncat-loncat juga sehingga agak bingung ngikutin alur ceritanya yang seringan flashback tapi kadang ngerasa ga begitu match dengan keseluruhan timeline cerita (mungkin aku yang lemot) tapi dari segi cerita lumayan oke.. Dan aku juga sebenarnya terpesona dengan latar cerita yang pindah-pindah terus dari satu negara ke negara lainnya.. Seru baca cerita tentang orang kaya :p (walaupun dari kisah Cenila ini kita tahu, bahwa punya materi tidak serta merta menjaminkan kebahagiaan, dan kedamaian).
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Fitria Mayrani.
522 reviews25 followers
July 9, 2012
1 novel 3 cerita 1 benang merah, lesbian...

Bercerita tentang 3 wanita lesbian. Jaqueline Brahms 20 tahunan, cewek maskulin. Beberapa wanita sempat menghampirinya namun tak satu pun yang jadi kekasihnya. Rara Pramesti, 30 tahunan. Seorang psikilog yang akhirnya memutuskan balikan dengan cinta pertamanya setelah pacaran sama laki-laki bernama Raffa. Cenila Krena, 40 tahunan. Cerai dari suaminya demi kekasih perempuannya. Wanita karir ini terbilang sukses dan mempunyai 2 orang anak.

Tema lesbi yang diangkat bagus sih, saya baca reviewnya di kaver belakang dan langsung memasukkannya di tas belanja. Saya pikir novel ini akan bagus sekali. Namun sayangnya saya agak sedikit kecewa, agak membosankan nyatanya... Satu yang menarik, cerita yang disampaikan oleh Rara Pramesti membuat saya ngasih bintang 3. :)
Profile Image for Michael.
41 reviews2 followers
April 25, 2013
20,30,40 sebuah novel berisi 3 cerita berbeda dari 3 penulis berbeda yang memiliki tema yang sama yaitu LGBT. 3 cerita berbeda yang kayaknya sih dari pengalaman sendiri. cerita pertama sih jaqs yang berumur 20-AN seorang wanita muda dengan ceritanya yang easy going dan mengalir dengan sangat baik kemudian masuk ke cerita rara yang berumur 30-AN disini lah emosi saya di ombang ambing agak sedikit kecewa dengan sikap rara yang lebih memilih eki daripada menuruti kata ibunya untuk menikahi rafa. berikutnya cerita dari cenila berumur 40-AN seorang janda yang merasa sakit hati dengan mantan kekasihnya sih ferro namun kenapa yang karena cerita disini mengunakan istilah istilah perbankan yang agak rinet dan alur yang maju mundur secara cepat sehingga membuat pembaca bingung sehingga yah 3 bintang buat novel ini
2 reviews
November 8, 2014
Buku ini cocok masuk dlam genre metropop karena memang mengkisahkan wanita wanita yg mengejar karir dan cinta. Walaupun yang mereka cintai adalah sesama jenis yg terkesan sangat posesif dan rapuh tapi mencintai tetaplah mencintai mendatangkan kebahagian dan kesedihan.
Profile Image for Kiong.
44 reviews2 followers
April 17, 2013
menjadi sedikit mengerti mereka.. :)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.