Tanpa disadari, ternyata Bobi sangat merindukan sahabat kecilnya, Dydy. Kerinduan itu terbawa hingga ke alam mimpi. Dua puluh lima tahun berpisah, tak disengaja ia bisa bertemu kembali dengan Dydy. Tetapi, pertemuan mereka membuahkan segudang masalah pelik. Hati Bobi diselimuti perasaan cinta pada sahabatnya. Sementara itu, Dydy mengalami dilema. Ia tak siap menerima limpahan cinta Bobi. Karena ia merasa tak mampu terlibat dalam percintaan sejenis. Terlebih Dydy adalah pria beristri dengan dua orang anak perempuan.
Tak masuk akal rasanya bila ia harus meninggalkan istri dan anaknya demi Bobi. Namun, seiring perjalanan waktu, Dydy tak berdaya. Ia tak mampu melepaskan diri dari jerat cinta sahabatnya. Bobi membuatnya merasa nyaman dengan curahan cintanya. Terlebih ketika kondisi rumah tangganya sedang berada di ujung tanduk. Bobi dan Dydy semakin saling membutuhkan. Lalu, apakah mereka bisa bersatu di tengah semua halangan yang menghadang?
Gusnaldi, seorang make-up artist yang terkenal karyanya yang kontemporer, halus, modern, kreatif dan muda, mempersembahkan buku kepada anda. Sebagai pionir yang berani mendobrak aturan baku make-up Indonesia. Gusnaldi tidak hanya selangkah lebih maju, tetapi telah ribuan langkah mendahului kemajuan masyarakat itu sendiri.
Hingga kini, Gusnaldi telah meluncurkan 4 buku tentang rias wajah: The The Power of Make-up, Zoom Celebrity Make-up, Instant Make-up, dan I Do: Bridal Make-up.
baca buku ini baru di akhir tahun 2015 Dan setelah membaca buku ini saya tersadar kehidupan seperti ini memang ada Dan gak banyak orang yang bisa mengerti keadaan. iya. apa yang digambarkan di novel ini tentang bobi Dan didy itu udah pasti gak benar. tapi dari sini bisa ditarik kesimpulan kalau kita gak bisa memilih pada siapa kita akan menjatuhkan hati kita.
penggambarannya begitu apik, pengorbanan boby, pengertian anak2 didy, rumit banget sebenrnya... ah saya bacanya ajah sampe gak sanggup nahan perasaan istri didy yang tetap sajah diam dan menerima perlakuan suaminya...
kita tidak punya menghakimi. urusan dosa adalah antara manusia dan tuhannya namun kisah ini mengajarkan kita untuk tidak mengorbankan cinta kita karena hidup cuma sekali