Sembilan kisah menakjubkan terkumpul dalam antologi cerpen ini. Delapan orang penulis membagikan kisah mereka. Anda akan dipertemukan dengan seorang bocah pengejar pelangi, seorang gadis Korea yang terlarut dalam dukanya, seorang gadis asal Solo yang tegar dalam menghadapi rumitnya cinta dan banyak lagi tokoh-tokoh yang kisahnya akan menyentuh hati Anda.
Buku ini bisa didapatkan dengan memesan di: http://nulisbuku.com/books/view/antol...
Ada cerita yang menyentuh, bikin nangis, sweet, ada juga yang bikin kesel karena ternyata pemikiran protagonis ga sesuai sama apa yang udah diduga. Kota Cerita benar-benar time waster yang sangat indah. Baru baca sebentar satu cerpen udah dibuat touched, dan akhirnya nagih untuk cerpen-cerpen berikutnya yang sama touchednya. Benar-benar paduan cerita-cerita yang pas banget emang kalau dijadikan antologi seperti ini. Satu kata: Bravo. :))
easy reading. sayangnya sebagian besar hampir tidak meninggalkan kesan, kecuali warna kedelapan. kalimat-kalimat yg digunakan kadang terlihat berusaha puitis, tapi malah jadi nggak efektif. beberapa cerpen berasa aneh pemilihan judulnya. kayak nggak pas sama isi ceritanya. atau mungkin juga sayanya aja yg nggak cukup cerdas untuk bisa mengerti hubungannya. :p
Buku antologi cerpen ini benar-benar berkesan buat saya (Orinthia Lee) sebagai desainer cover, editor, layouter sampai nulis salah satu cerita di dalamnya. Bersama dengan 7 orang penulis lainnya, akhirnya bisa tercipta satu buku antologi ini. Memang rata-rata penulisnya adalah penulis muda yang masih belajar tapi cerita-cerita yang mereka suguhkan menawarkan keindahannya masing-masing dengan gaya tulisan yang beragam namun tetap apik.
Kisah terbaik di dalam buku ini (berdasarkan voting dari teman-teman yang tidak ikut menulis) jatuh pada Warna Kedelapan oleh A. Masyitta, Rindumu Membawaku Kembali oleh Orinthia Lee dan Cintaku Tertinggal di Solo oleh Ida Farida.
Saat pertama kali saya membaca Warna Kedelapan karya A. Masyitta, saya benar-benar tenggelam dalam deskripsinya yang sederhana namun cantik. Kisah yang diangkat sangat menyentuh dan meninggalkan kesan mendalam buat saya. Lalu Cintaku Tertinggal di Solo karya Ida Farida menyajikan sebuah kisah yang sangat Indonesia sekali, sesuatu yang jarang saya temukan belakangan ini. Keduanya benar-benar pantas untuk mendapatkan predikat terbaik.