Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bertemu Dewasa

Rate this book

195 pages, Paperback

Published January 1, 2023

3 people are currently reading
41 people want to read

About the author

Farah Qoonita

6 books63 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
37 (71%)
4 stars
14 (26%)
3 stars
1 (1%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
Profile Image for Rabiana Nur Awalia.
32 reviews
September 3, 2024
Insight dari buku ini, apapun badainya di depan, selama dibersamai Allah, badainya gak akan menghilang, tapi kamu bisa melewatinya :)
Profile Image for Amanda.
3 reviews
August 8, 2025
Setiap halamannya mengandung nilai2 yang melibatkan Allah, cocok dibaca saat sedang futur di masa quarter life crisis
Profile Image for Herda Fatimah.
33 reviews4 followers
May 17, 2023
Justru saat semuanya kerasa nggak ada yang harus dikhawatirkan, nggak ada yang harus 'ditakuti' dalam praktik beragama, disitu muncul ketakutan asing tersendiri.
Perasaan aman dari dosa akan lama menemukan ujungnya, akan lama menemukan kata "sudah sampai sini saja" nya kalau nggak diupayakan ada hal yang bisa membatasi. Beberapa kali kurang terkesan sama bukunya teh qoonit, buku yang isinya kumpulan tulisan pendek gini rasanya terlalu manis untuk dikunyah. Karena semuanya isinya nasihat yang mungkin bagi sebagian perasaan/pikiran orang-orang, terlalu alim untuk dipraktikkan.
Sampai di awal mula pertengahan, tengah, akhir, ada satu dua bahkan lebih tulisan yang berkesan dan memantik perasaan sampai dalam. Kalau, yang menulis ini bukan karena punya ketulusan untuk membawa pesan kebaikan, mungkin efek tulisannya nggak se-mengena ini.

Di usia awal 20an tahun ini banyak kebebasan pilihan yang bisa seseorang buat. Nggak kaya anak kecil lagi yang pilihannya didekte orangtua dan keluarganya.
Kalau tiap manusia diberi kesempatan untuk mengintip masa depan, melihat apa ujung dari yang ia usahakan, pasti dia bangga dengan kebaikan yang ia lakukan hari ini walaupun terasa berat bagi diri sendiri, walaupun asing bahkan mungkin aneh bagi kebanyakan orang.

Kita kadang terlalu fokus sama faktor eksternal yang bikin kita berat buat ibadah. Padahal kalo bisa mindful pas ngerjainnya, dan liat ke dalem diri kita aja : rasa tenang, damai, bahagia setelah sholat atau baca quran kita akan lebih gampang mengamini janji Allah dalam quran : inget Allah, hati pasti jadi tenang.

Ternyata nikmatnya sholat, baca Al-Qur'an dan berdoa, susah muncul dengan sendirinya ketika nggak ada ilmu tentang keutamaan dan efek baik dari ibadah-ibadah tersebut yang kita pelajari.

Dari yang tadi disebut "kemanisan", sekarang rasanya lebih tepat buat menyematkan kata "indah banget" tulisan-tulisan disini. Kalau hati itu mulai dingin, kembalikan suhu hangatnya dengan quran dan buku bacaan yang semisal ini. Jadi inget tulisan teh qoonit di bukunya yang lain; hati dan jiwa berbahagia ketika kita khusyuk beribadah, tersebab menemukan lagi jalan yang menghubungkan mereka dengan asal dan Penciptanya.


Atas segala perasaan dan takdir yang menanti di depan, selamat menerjang ombak-ombak samudera kehidupan dengan hati yang semakin dekat pada Allah, dengan amal-amal kebaikan yang semakin berlimpah. Semoga Allah jaga dan bimbing selalu manusia seperti kita yang kadang mudah terombang-ambing dalam hidup.

Oiya nb : Karena tulisan-tulisannya singkat, buku ini cocoknya dibaca ulang lagi sewaktu-waktu sesuai judul yang relate sama kebutuhan dan perasaan apa hari itu.

Profile Image for Sukmawati ~.
79 reviews34 followers
May 21, 2023
Dulu, aku sempat risau bagaimana jadinya menjelang usia "kepala tiga". Belum menikah, belum mapan finansial, belum punya karya, belum berdampak bagi sekitar dan belum belum lainnya. Lama-lama memikirkannya lelah juga.

Seiring waktu, banyak hal yang kutemukan dalam perjalanan menuju usia "kepala tiga". Aku belajar mengendalikan pikiran dan perasaan agar tetap normal, berada pada batas wajar. Aku belajar memahami makna sabar dan berkorban sekalipun itu menyulitkan.

Aku ingin menjadi polos saja, seolah tak mengerti apa itu dewasa. Aku hanya membenamkan kepastian bahwa hidup ini adalah rentetan takdir kehidupan. Ada yang direncanakan Tuhan. Ada juga yang didorong oleh rancangan insan.

Ternyata, di ujung hari menjelang "kepala tiga", aku justru tak merasakan kerisauan apapun. Alih-alih harus menjadi begini dan begitu seperti kata orang-orang, aku memilih menjadi apa adanya: menjalani hidup dengan penuh rasa syukur dan menebar kebaikan lewat talenta yang Allah titipkan. Mungkin hari ini aku belum maksimal menjadi apa adanya. Ya namanya juga hidup. Tentu butuh proses panjang untuk sampai tujuan yang dimaksud. Paling penting kita menyadari bahwa kehidupan adalah sumber meraup bekal menuju titik takdir terbaik.

Ya, kurang lebih begitulah hasil kontemplasi setelah membaca karya keempat dari seorang Farah Qoonita, "Bertemu Dewasa". Tujuh puluh lebih tulisan dalam buku memoar/esai reflektif diri ini dibagi menjadi tiga topik utama.

Pertama, bab berjudul 'Dihantam Ombak Realita' berisi fase awal memasuki dermaga kedewasaan. Bab kedua, tentang memasuki kehidupan rumah tangga yang Penulis beri judul 'Membangun Bahtera Bermuara Surga'. Adapun pada bab terakhir yang diberi judul 'Hadapi Dewasa dengan Kepala Tegak' lebih banyak menyoroti fenomena kekinian dengan pendekatan Al-Quran.

Pada intinya, banyak keresahan tertanam dalam kumpulan tulisan "Bertemu Dewasa". Dan resah itu normal, kok. Sebab resah merupakan tanda bahwa kita sebagai manusia telah menggunakan akal untuk berpikir dan hati untuk berempati menyelesaikan persoalan di bumi.

Terima kasih ya sudah mau berbagi banyak hal lewat "Bertemu Dewasa". Apa yang Farah Qoonita tuangkan di sini mungkin tidak mengena bagi semua kalangan, tapi kehadirannya bisa mewakili banyak orang yang mulai diterpa gelombang resah dalam samudera kehidupan.

Keep inspiring ya :)
Profile Image for Nyovi.
14 reviews2 followers
April 7, 2025
Buku ini awalnya memberi gambaran betapa besar dan beratnya tanggung jawab orang tua kepada kita sebagai anak. Anak yg masih kecil itu kadang tak menyadari peran dan tanggung jawab luar biasa orang tua. Di belakang sebuah tawa ceria anak berangkat sekolah bertemu teman-teman sepermainannya, ada seorang ayah dan seorang ibu yang memikirkan bagaimana cara memenuhi berbagai macam keperluan si anak, bagaimana agar anak tetap nyaman untuk bertumbuh tanpa terbebani,dst. Kemudian di tengah hingga akhir penulis memberikan banyak sekali hikmah serta penguatan kepada anak yang mulai tumbuh dewasa menjadi pribadi seutuhnya. Bahwa tugas kita sebagai hamba Allah sangatlah luar biasa, bahwa peran kita sangatlah utama, yaitu sebagai wakil Allah di muka bumi, yg akan mengelola semua titipan dari Allah di muka buni. Maka tidak selayaknya kita merasa lemah apalagi kita telah menggenggam harta yg lebih tinggi nilainya dari berlian termahal, yaitu hidayah iman. Buku ini layak dibaca sesiapa yang sedang berada di fase krisis dan merasa tidak “berdaya”. Karena Teh Qonita memberikan banyak hikmah dan kisah besar pendahulu hingga para gurunya dan neneknya yg luar biasa. Selamat membaca 🤗
Profile Image for nadinosaurus.
270 reviews4 followers
January 8, 2026
Sesuai keterangan pada sampul, Bertemu Dewasa adalah kumpulan tulisan hikmah tentang beranjak dewasa. Babnya singkat-singkat dan bisa dibaca acak, tidak berurutan. Di antara buku-buku teh qoonit yang pernah aku baca, ini yang paaaling nonjok, paling relatable, pokoknya hits different, deh! Semua ketakutanku, kekhawatiranku, kesedihanku, rasanya tervalidasi dan terwakilkan. Sampai-sampai, sesekali aku harus berhenti baca karena harus menghapus air mata, lalu banyak-banyak beristighfar... ternyata, kadang aku lupa bahwa Allah tidak pernah membiarkanku berlayar sendirian.

Selain alasan personal tadi, komposisi kontennya menurutku bagus banget! Aku gak nyangka, ada satu bab khusus tentang pernikahan dan keluarga yang porsinya tuh kurang lebih sepertiga isi buku. Jadi punya semacam parenting values. Teh Qoonit tidak ragu membagikan perjalanan dakwah umi abinya, bahkan pengalaman Teh Qoonit sendiri. Sangat menginspirasi, apalagi setelah aku tahu segalanya bermula di Bangka Dua, beliau suka dibawa uminya kuliah di Dirasat 🥹🤧 masyaAllah.

Sama seperti buku-bukunya yang lain, Beranjak Dewasa tidak hanya hangat dan menenangkan, tapi juga punya nilai edukasi. Khas penulis, tidak pernah lupa menyarikan hikmah-hikmah dari kisah terdahulu dari Al-Quran, tokoh besar, orang-orang shalih di sekitarnya, hingga mengangkat fenomena2 sosial. Sekilas aja, tapi nampar.
Profile Image for G Intan P.
2 reviews2 followers
June 17, 2023
Buku kedua yang dibaca saat Rahmadhan 2023, dan salah satu buku yang banyak merubah pemikiran-pemikiran abstrakku terkait seorang dewasa. Seperti buku-buku teh qonit sebelumnya, buku ini selalu memberikan nuansa penyegaran rohani, bahwa kita selalu punya Allah untuk melewati semua fase di kehidupan kita.
Profile Image for Wanika.
40 reviews
July 7, 2024
For reminding us to courage our spirit of life
Profile Image for アズ.
8 reviews
December 18, 2024
Sebagai perempuan yang mulai menginjak usia kepala dua, buku ini menuntun saya untuk menyikapi dan memaknai proses bertemu dewasa.
Displaying 1 - 9 of 9 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.