Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kasongan

Rate this book
“...Penulis novel ini menggarap desa gerabah Kasongan dari segala sisi yang menghantarkan pembacanya pada sebuah petualangan cerdas dalam memahami persoalan-persoalan sosial. Dia memiliki kecermatan seorang sastrawan, sekaligus kemampuan seorang jurnalis dalam mengemas novel ini, yang membuat novel ini pantas untuk dibaca.”
--Joni Ariadinata,
cerpenis, Redaktur Majalah Sastra Horison--

“Novel ini mampu menciptakan ruangnya sendiri dengan menyeret kita masuk ke dalamnya. Membaca novel ini seperti terjun ke sebuah mesin waktu yang menuntun kita ke labirin yang semakin lama semakin membuat penasaran. Bersiaplah menyusuri lapisan demi lapisan hingga tanpa sadar kita dibuat menyatu di dalamnya.”

--Ifa Isfansyah,
Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2011 lewat film “Sang Penari”.

“Novel ini adalah upaya penyadaran untuk mengingatkan kita pada jasa-jasa tokoh masa lalu yang tidak pernah terlintas dalam benak dan tidak pula banyak khalayak yang mengenalnya. Sebuah usaha yang perlu kita dukung dan kita hargai sepenuhnya. Selamat!”
--Arafat Nur,
novelis dan pemenang sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta 2010--

“Bisa jadi, inilah novel etnografi yang ditunggu para pembaca. Selain sarat nilai-nilai kearifan lokal, juga menelisik pada sejarah dan filsafat gerabah, serta tokoh-tokoh dan legenda di sekitar kehidupan Kyai Song. Sebuah karya baru yang menyegarkan!”
--Abidah El Khalieqy,
Penulis novel “Perempuan Berkalung Surban”--

398 pages, Paperback

First published May 15, 2012

4 people are currently reading
19 people want to read

About the author

Satmoko Budi Santoso

8 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (11%)
4 stars
1 (11%)
3 stars
5 (55%)
2 stars
0 (0%)
1 star
2 (22%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Edlin.
36 reviews4 followers
December 24, 2012
Not bad, bisa lah dikatakan sebagai novel etnografi. Meskipun sebenarnya penulis hanya mengumpulkan peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di Desa Kasongan. Satu hal yang paling menarik dari novel ini adalah bagian awalnya yang menceritakan bahwa nama Kasongan berasal dari satu nama tokoh yaitu Kyai Song. Beliau adalah orang yang pertama kali mengajak masyarakat untuk membuat gerabah. Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah lahan pertanian sebagai bentuk sabotase terhadap Belanda.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews