Jump to ratings and reviews
Rate this book

Indonesia Timur Tempo Doeloe 1544-1992

Rate this book
Buku ini adalah liputan aneka warna 500 tahun wilayah Indonesia Timur yang unik dan kaya secara ilmiah namun jelas-jelas terasing. Memuat catatan 28 orang dengan beragam latarbelakang dan dari berbagai belahan dunia yang tertarik, jatuh cinta hingga tersasar ke sana sejak abad ke-16 sampai ke-21.

Nama-nama seperti Pulau Komodo, Raja Ampat, Lombok, Seram, Banda, Flores atau Laut Sawu, Arafuru, Puncak Jaya, Tana Toraja, Minahasa, Kerajaan Ternate-Tidore, Kota Makassar, Ambon termasuk perairan utara Australia punya budaya unik, sejarah memikat dan wilayah geografis yang beragam. Sejak rute ke Pulau Rempah ditemukan pada 1513, para petualang Eropa telah merekam perjalanan mereka. Namun romantisme seputar Kepulauan Rempah bukan motivasi yang melulu mendorong orang-orang mengunjungi Indonesia Timur. Mereka menembus hutan lebat atau laut berombak ganas agar sampai ke pulau-pulaunya yang menyebar dan terpencil juga untuk menjelajah, melakukan penemuan ilmiah, berperang, mencari bantuan, memperoleh keuntungan dari perdagangan atau sekadar bertamasya.

Rupa-rupa buah pertemuan mereka dengan dunia Indonesia Timur itulah yang oleh sejarawan George Miller dituang ke dalam buku ini. Kisah-kisah itu hadir dalam berbagai gaya serta merefleksikan beraneka motif juga reaksi dari para penjelajah yang terdiri atas pedagang rempah Eropa abad ke-16 hingga jurnalis Australia yang mengunjungi Timor Timur pada 1990 dan dipikat oleh bahaya di pedalaman pulau yang rumit.

Kesan para petualang itu bisa jadi telah berubah lantaran perjalanan waktu, tapi mengingat Indonesia Timur yang terus dibiarkan dalam keterpencilan dan ketertinggalan sesungguhnya masih jauh lebih banyak persamaannya.

440 pages, Paperback

First published January 1, 2012

9 people are currently reading
49 people want to read

About the author

Librarian Note: There is more than one author by this name in the goodreads data base.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (38%)
4 stars
7 (33%)
3 stars
4 (19%)
2 stars
1 (4%)
1 star
1 (4%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Marina.
2,042 reviews359 followers
February 9, 2023
** Books 19 - 2023 **

3,4 dari 5 bintang!

Buku ini mengisahkan tulisan-tulisan dari berbagai tokoh yang pernah mendatangi Indonesia Timur pada jaman dahulu. Kisahnya juga beraneka ragam dari mulai yang nyeritain kalau pas kesana sampe terserang sakit, hingga paling kontroversial pernah menikah dengan salah satu Suku Dani di Irian Jaya.

Hal yang menarik kita jadi mengetahui situasi di Indonesia Timur pada jaman dahulu bagaimana

Terimakasih atas peminjaman bukunya Perpustakaan Kemendikbudristek!
Profile Image for Arikhna Rizqiyana F.
15 reviews11 followers
March 21, 2018
What an amazing book ! Buku ini berisi catatan ekspedisi dan kisah petualangan para pelancong yang pernah singgah maupun bermukim di Indonesia Timur -menjadi saksi hidup kepulauan yang terasingkan dari hiruk pikuk peradaban selama 500 tahun terakhir. Dari segi perniagaan buku ini menjelaskan bagaimana sangat berpengaruhnya Indonesia Timur kala itu dalam membentuk kehidupan sosial politik Indonesia hingga sekarang. Keindahan alamnya yang misterius bak surga mengundang segudang pelancong untuk berpetualang mengarungi kilau samuderanya. Buku ini juga (tak secara eksplisit) menyinggung bagaimana tradisi masyarakat disana saat itu dipotret oleh bangsa barat hingga melahirkan persepsi bagi masyarakat sentral Indonesia (Jawa) -bahwa Indonesia Timur tidak seramah dan seberadab masyarakat sentral. Unfortunately, buku ini dikisahkan oleh kaum barat yang lebih condong membahas betapa baiknya VOC dalam membantu mereka yang melakukan perjalanan ataupun tersesat. Tanpa memandang bagaimana sebenarnya kejamnya monopoli VOC yang meruntuhkan peradaban Indonesia Timur -membawanya jauh dari peradaban karena kebijakan berpihak yang hanya dipusatkan di pulau Jawa.

Berbekal dari pengalaman perjalanan ke Banda Neira setahun silam, aku menemukan buku ini yang tak kalah menarik dari keelokan alam Indonesia Timur yang banyak orang bicarakan. Namun buku ini juga seperti cambuk yang mempertanyakan secara keras, sudah seberapa banyak perubahan baik yang bisa kita lakukan untuk Indonesia Timur di abad milenial ? Atau jangan-jangan sebagai masyarakat sentral (Jawa) selama ini kita hanya diam dalam kenyamanan membiarkan mereka jauh dalam ketertinggalan.
1 review
January 8, 2023
Dari cerita-cerita yang ditulis pengelana dari Barat tentang Indonesia Timur kita bisa mendapatkan suasana di sana, baik sisi kelebihan dan kekurangan nya pada masa lalu. Menurut saya isi tulisan-tulisan yang ada lebih banyak mengambil pada nilai plus nya misalnya keindahan alam, kekayaan budaya/tradisi masyarakat, atau pun kekaguman para penulis Barat terhadap Indonesia Timur. Buku ini juga bisa menjadi alternatif rujukan sejarah, karena tidak selalu hubungan antara penduduk pada saat itu dengan bangsa Barat adalah perang, meskipun pada beberapa cerita tergambar adanya kolonialisme pada penduduk asli setempat.

Bahasa yang digunakan pada tulisan-tulisan juga cenderung soft-news sehingga bisa lebih memunculkan kedekatan dan serasa diajak ikut berkelana ke sana. Salah satu kisah yang paling menarik adalah bagian tentang Saudagar Rempah yang ada di Maluku.

Dibandingkan edisi tempo doeloe lainnya, buku ini tidak mendapat Pengantar dari penulis untuk edisi Bahasa Indonesia (padahal dari sana bisa kelihatan perbedaan sudut pandang penulis pada edisi asli dan edisi bahasa Indonesia). Satu-satunya kekurangan dari buku ini menurut saya adalah font-nya yang agak kecil (berbeda dengan edisi tempo doeloe lainnya yang lebih besar). Mudah-mudahan jika ada cetakan terbaru bisa mengubah font tulisan pada buku. Secara keseluruhan buku ini tetap relevan dan layak dibaca bagi Anda yang penasaran dengan keindahan alam dan masyarakat di Indonesia Timur.
Profile Image for Michael Sujono.
26 reviews51 followers
October 3, 2017
Buku seperti ini adalah salah satu tipe buku favorit saya. Upaya pengulasan lintas sejarah dari era kurun niaga hingga era 1990-an. Isinya merupakan penilaian-penialaian yang seringkali diambil dari sudut pandang orang kulit putih, yang mana dapat seringkali ditemui pandangan-pandangan yang melihat orang timur sebagai yang "tidak beradab" pun "orang liar". Menariknya jika kita menelisik kembali, pada kurun niaga pulau-pulau di Indonesia Timur ini memiliki nilai yang cukup strategis bagi para pedagang Arab, Tiongkok, serta Eropa. Sehingga kita dapat melihat betapa pertukaran budaya di kota-kota pesisir terjadi begitu menarik. Namun akibat kolonialisme Belanda yang akhirnya bersifat jawa-sentris posisi Indonesia Timur ini secara perlahan mulai tergeser. Selain itu ada satu hal yang jadi pertanyaan penting bagi saya, bagaimana kita sebagai seorang nusantara yang berasal juga dari dunia timur akhirnya turut serta mewarisi pandangan yang melihat sisi Indonesia Timur sebagai sesuatu yang "belum terkena peradaban"?
Profile Image for Nina kalsum.
8 reviews3 followers
May 31, 2012
Buku yang sangat menarik. bukti hidup yang berasal dari jurnal, ekspedisi ataupun catatan harian para petualang yang mengarungi Indonesia.
Di dalam buku ini digambarkan bagaimana situasi keadaan Indonesia timur 500 tahun terakhir, kondisi perdagangan -terutama rempah rempah- yang berakibat pada lingkungan, sosial dan politik di Indonesia.
Sayangnya, buku yang menceritakan Indonesia timur ini hanya di ambil dari kaca mata warga negara 'eropa' tanpa melibatkan atau di ambil dari kaca mata warga indonesia sendiri. Karena tidak sedikit yang diceritakan dalam buku ini bagaimana baiknya voc, yang selalu menolong para petualang dan bagaimana terbelakangnya perilaku ataupun pemikiran pribumi indonesia sendiri.
Profile Image for Githa Ghie.
3 reviews3 followers
February 25, 2013
Belum selesai baca bukunya udah bikin gw terkagum dengan kekayaan bangsa Indonesia, terutama di Indonesia Timur. Pulau Komodo, Celebes (Sulawesi), Papua, Timor (yang sekarang terpisah dari indonesia) dan masih banyak lagi daerah lain di Indonesia Timur. Sampai seorang wanita yang bernama Anna Forbes memilih berekspedisi bulan madu di sini, salah satunya pulau Tanimbar dan mereka terisolasi selama beberapa bulan.
salut kepada para petualang !

Semoga kelak bisa mengikuti jejak mereka...
Displaying 1 - 6 of 6 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.