Kalau aku ke gramed, aku selalu tidak lupa mampir ke rak tempat Komik Miiko the series berada. Malah itu sudah jadi rak yg WAJIB dikunjungin tiap ke gramed, dan tidak pernah absen, walau aku tahu kalau Miiko itu terbitnya hanya setahun sekali :(
Tapi anehnya tetap saja aku mampir ke raknya, berharap ada keajaiban apa kek gitu, hehe
Dann..aku nyaris melonjak girang di tempat saat kemarin ke gramed menemukan Miiko edisi ke 24 ini bertengger manis di rak plus edisi special Mikko yg ke 6 juga ada >_<
Tidak pakai mikir dan apa-apa lagi, dua komik Miiko langsung masuk dalam tas belanja Gramedia ku..hehe
Begitu pulang ke rumah, dari semua buku yg aku beli, komik ini adalah yg paling pertama aku buka segelnya dan aku baca.
Hmm..
Seperti biasa lah aku selalu suka semua cerita Miiko. Menarik, lucu, dan menghibur >_<
Cuma kadang aku ngerasa, dibanding cerita Miiko yg awal-awal (waktu masih edisi 1-10 an gitu), makin ke sini sejak mulai masuk edisi belasan dan puluhan, cerita Miiko sepertinya nggak begitu selucu yg dulu.
Apa mungkin juga ini ada hubungannya dgn pengarangnya yg mungkin makin terasah kemampuan menggambarnya ya? Atau..mungkin karena pengarangnya semakin tua..ceritanya pun makin 'agak berbobot' yg maksudku..terkesan serius dan poin kelucuannya berkurang.. (halah, aku ngomong apa sih ini? Belibet amat)
Yah intinya...aku ngerasa lebih suka gaya cerita Miiko yg dulu aja. Tapi bukan berarti Miiko yg sekarang dah tidak asyik lagi loh yaaa..
Di miiko 24 ini, ceritanya bagus-bagus. Hanya saja aku ngerasa nggak ada sesuatu hal yg terasa baru atau bikin aku excited gimanaaa gitu. Masalahnya, beberapa cerita di Miiko 24 ini, ide dasarnya pernah diceritakan oleh penulis di edisi yg sebelum-sebelumnya. Jadi itu cuma semacam ide dasar cerita yg sama, namun mungkin dengan alur cerita yg agak berbeda.
Cerita di Miiko 24 yg "Permohonan Momo" itu sama dengan cerita waktu Miiko ingin berubah jadi tinggi "karena iri dengan Miho yg bisa pakai baju bagus karena badannya tinggi". Di situ, Miiko memohon di kuil agar menjadi tinggi.
Nah, sama dengan permohonan Momo yg mungkin ingin jadi besar . Dan sepertinya pengarangnya menyadari kok kalau Permohonan Momo ini idenya sama dengan cerita Miiko menjadi tinggi itu.
Terus cerita yang "Sayonara, Mamoru!?" itu juga sama dengan cerita waktu Miiko menjadi besar "SMA" karena bola dari peramal yg sama. Cuma bedanya kalau dulu Miiko melihat masa depannya dgn Tappei, sekarang dgn Mamoru.
Dan beberapa cerita lainnya, juga bukan hal yg "baru".
Tapi, tetep High Recommended kok!!! :)) Nggak bakal nyesel mah kalau baca Miiko, apalagi kalau buat ngilangin stress hehehe.
Waaa.. senang sekali Miiko 24 udah terbit, hampir satu tahun lebih nungguinya. Sedikit review dari saya: -Permohonan Momo: ceritanya lucu bangetttt… tapi menurutku ide dasarnya hampir mirip sama cerita Miiko & Miko, hehe. Tapi, Momo cantik banget disini. Suka yang scene di halaman 31 (?) pokoknya lucu aja liat sikap Tappei :p haha… (duh, di komiknya gak dikasih nomor halaman gitu, tp didaftar isi ada nomor halaman, jadi bingung, hhe) -Jangan berantem saat darmawisata: cerita sederhana tentang pertemanan -Jangan boros listrik: Ono Eriko mencoba membuat sebuah cerita sederhana agar semua orang bisa menghemat listrik. Baca di bonus komik :) -Aku juga mau: waaa… topik ini kayaknya juga sering dibahas di komik ini. Tapi,sekarang si Miiko yang ngalaminnya, hhe. -Panggil saja namaku: urgghhh…. Lagi-lagi cerita cinta Miiko-Tappei selalu gini… kapan sih mereka ngakuin perasaan mereka masing-masing, hehe… kesel nih, malu-malu terus si Tappei :p hho -Ayo beres-beres: saya selalu suka dengan Mamoru, hhaa… tapi sifat saya hampir sama persis dengan Miiko :p hihi -Berjuanglah Yoshida: ini dia cerita cinta segitiga yang bikin saya senyam-senyum sendiri. Tappei cemburu tuuhh… haha. Suka liat scene: Miiko yang pintar, tinggi dan berambut bagus sama Yoshida yang susah belajar, pendek, dan berambut jelek.. hhee -Sayonara Mamoru: ide dasarnya juga pernah muncul dikomik Miiko sebelumnya… Ono Eriko bikin cerita ini karena kesepian pas ditinggal anaknya pergi kuliah diluar kota. Huwaaa… Mamoru emang tokoh favoritku, pintar & suka beres-beres :p hhe -Bikin komik di malam natal: cerita persahabatan Miiko dan Mari-Chan… suka sekali cerita ini :) hehe. Ada scene Tappei yang *blush* pas liat Miiko. Miiko manis siihh ;) hhe Yahh… segitu dulu yaa review dari saya. Semoga gak spoiler. Pokoknya baca Miiko bikin saya semangat lagi, ngakak lagi, senyam-senyum sendiri lagi, dan selalu menghibur saya lagi. Pokoknya wajib deh punya komik ini :) SEMANGAT!!!
Pulang kantor, ujan deres, tapi masih nekat ke Harvest beli blueberry cheesecake... #loh?
Nah, habis dari situ baru deh ke toko buku terdekat nyari Miiko. Memang udah diniatin hari itu. Harus beli cheesecake sama komik! Haha.. Soalnya saya lagi bad mood berat. Butuh sesuatu yang mampu mencerahkan suasana hati saya yang gelap gulita... #tsaah
Dan tampaknya, sepotong blueberry cheesecake dan Miiko harusnya dapat mencerahkan hati saya.
Tapi, ternyata malam itu banyak kejadian yang di luar prediksi saya. Pulangnya, ternyata di daerah rumah saya masih hujan. Dobel keujanan deh. Ketika turun beli cheesecake dan turun dari angkot mau ke toko buku. Payung saya ternyata rusak berat. Kerangkanya patah, jadi saya malas pakainya.
Pulangnya, saya pun kehujanan, hanya berbekal jaket untuk menutupi kepala saja. Eh, ternyata sampul plastik mahal (yg utk laminating itu) yg saya beli di toko buku jatuh entah dimana. Jadilah saya balik lagi ke jalan raya cari sampul saya itu, padahal sudah hampir sampai rumah. T^T
Tapi, sampulnya tetep nggak ketemu. Duh... Masya Allah... Melengoslah saya kembali ke rumah.
Sampai di rumah, terdiam dulu sebentar. Menerawang... Akhirnya, barulah saya makan cheesecakenya lalu baca Miiko.
Cukup lumayan untuk mengubah suasana malam saya. Saya paling suka cerita "Sayonara, Mamoru?!" yang ternyata berdasarkan pengalaman nyata Ono Eriko yang merasa kesepian karena anaknya harus tinggal di kota lain untuk kuliah.
Uh, rasanya saya mau pesen satu cowok kayak Mamoru buat nemenin saya. Hahahaha
Sekianlah review saya kali ini yang kebanyakan curcolnya ketimbang reviewnya... xD
Di komik no 24 ini, hai miiko lebih menonjolkan karakter momo-adik miiko. Hal yang menarik, diceritakan keinginan Momo yang menjadi besar (padahal saat itu masi bayi, hehe).
Namun perkembangan hubungan Miiko dan Tappei belum ada kemajuan di buku ini.
Buat penggemar hai miiko, baca aja deh, pasti suka :)
Ada Yoshida! Yoshida yang pintar ternyata sangat minder di pelajaran olahraga, apalagi kalau lari. Miiko membantunya berlatih lari, dan lucu ada imajinasi Miiko tentang kalau dia dan Yoshida berbalik: Miiko yang pintar, tinggi, dan berambut bagus tapi benci olahraga, dan Yoshida yang susah belajae, pendek, dan berambut jelek tapi selalu nomor 2 atau 3 di pelajaran lari. Cute banget gambarnya!
Terus ada juga episode Miiko ke masa depan di momen Mamoru akan pindah karena kuliah. Di masa depan itu Miiko sudah tinggi, Mamoru jadi mirip Yoshida, Momo sudah besar, dan mama papa berubah gaya rambutnya.
Episode terakhirnya tentang Miiko yang harus membantu Mari chan menyelesaikan komik di malam Natal, mampir membeli pen dan singgah di tokonya Tappei, Lazy Moon. Aaaa suka sekali tokonya Tappei, dan selalu suka juga dengan suasana malam Natal di manga. Pas banget ya baca ini di bulan Desember ^^
The one where everyone is quietly becoming a slightly different version of themselves.
Mamoru moving away and growing up, which hits different when you've been watching him be Miiko's annoying-but-dependable little brother for twenty-something volumes. Little Momo existing and being so genuinely precious that you feel emotions you can't fully explain. Yoshida still carrying his whole situation with that same quiet stubbornness. It's cozy and funny and familiar the way all Miiko volumes are, but underneath it there's this gentle undercurrent of time passing, of people changing, of the world getting slightly bigger for everyone. In the most Miiko way possible, which means you barely notice it happening until you're already somewhere else.
Seperti biasanya, hubungan Miiko dan Teppei ini yang paling dinanti. Ada unyu-unyu uwunya. Seri ini juga menarik karena ada adegan merapikan kamar dengan metode hidup minimalis-ala-Konmari-sparkjoy alias buang semua yang tidak digunakan--yang tentu merupakan siksaan bagi Miiko.
Seperti biasa, Hai, Miiko selalu lucu dan bkin ngakak-ngakak, tp banyak cerita so sweet nya juga, kayak chapter Sayonara, Mamoru, menggambarkan kedekatan Mamoru sama Miiko, yang ga pengen ditinggal cepat2 sama adiknya. Walopun gimana juga, Kakak adik pasti ada berantem2nya
Aaaaaah Tappei manggil Miiko dengan nama depan juga cute banget.... fave couple banget laaah ^^ <33
kyaaa... seneng banget, waktu janjian sama Ally di Rumah Buku, nemu Hai, Miiko! no 24 di Rumah Buku. Padahal baru beberapa bulan lalu punya nomer 23.
Hmm... Seri ini dibuat tahun 2011, pas deketan sama tragedi gempa dahsyat dan tsunami di Jepang. Bu Ono bikin tulisan tentang Hemat Listrik. Jadi inget cerita teman yang tinggal di Jepang. Waktu itu, dia bilang, dapat giliran listrik sekian jam sekali dan jatah dapat aliran listriknya hanya beberapa jam. Yang dimanfaatkan bener-bener buat masak nasi, dll.
Banyak cerita agak sedih juga di sini. Sepertinya merefleksikan suasana hati Bu Ono. Kayak pas judul Sayonara, Mamoru. Huweee... Jadi nangis, deeeh...
Nah, yang paling seneng, sih, tentu saja bagian Tappei dan Miiko. Kayaknya ada kemajuan, nih... Hihihi... kok, jadi makin deg degan aja, ya... Nunggu kisah selanjutnya :D
Uihh lama sekali komik ini untuk berada di kamarku. tapi sayangnya no 24 ini tidak membuat tertawa hingga terpingkal-pingkal. suka banget dengan cerita Tappei yang 'cemburu' karena Miiko dipanggil nama kecilnya saja oleh sepupu Miiko. lalu cerita persaudaraan Mamoru dan Miiko--membuatku 'sadar' akan saudara-saudaraku.
bagus seperti biasanya, tapi emang sekarang yang umum buka AC ya? bukan nyalain AC. Di cerita yang mati listrik, Miiko sama Mari bilangnya buka AC, oh AC di Jepang skr kalau nyalain tinggal dibuka doang kali ya :p
Hai Miiko 24 ini, cerita yang saya suka Permohonan Momo. Dalam cerita ini Momo (Adik bungsu Miiko) berubah menjadi gede gara-gara permohonan di kuil (lagi-lagi) kena lonceng kuil. Wuihh, Momo imut dan manis banget waktu berubah gede umur 10 tahun.
Baca edisi ini, ketauan deh Mamoru gedenya seperti apa, cakep banget, ga kalah sama Tappei! Paling lucu itu waktu Momo saat 'dewasa' meluk Tappei, Miiko lihat, dan bikin Tappei jadi panik karena gatau sebenernya yg meluk dia itu Momo xD
Same pattern over and over from all the previous volumes.... But still, it's nice. Anyway, the future version of Momo is so beautiful! Much more beautiful than the future version of Miiko, even :p