Nama saya Rere. Lengkapnya, Renia Siregar. Saya adalah perempuan berumur 19 tahun, penggemar sepatu berat—kronis, malah, memiliki sifat peragu, dan seperempat gila. Saya punya pacar yang setia bernama Aldiansyah. Yah, sejauh ini hari-hari saya baik-baik saja, sampai saya bertemu mantan slash racun masa lalu, Bambang. Dan oh ya, supaya hidup saya tambah buruk lagi, tolong tambahkan juga pacarnya yang artis itu, Sarah (si pencuri stiletto... ah, nanti bakalan tahu kok kenapa dia saya sebut begitu). Tapi sudahlah. Memikirkan dua makhluk itu (Bambang dan si pencuri stiletto yang-tak-sudi-saya-sebut-namanya) menambah sakit kepala saya. Fokus, Rere, perintah saya dalam hati. Lebih baik kamu memikirkan kado buat Aldi. Tapi... nggg... saya masih kepengen berburu sepatu dulu. Sale lho! Bagi penggila sepatu slash titisan Imelda Marcos seperti saya, sale itu ibaratnya titah Tuhan yang tidak boleh diacuhkan. Aduh, harus ngapain dulu ya?
knapa yah,,, gw aga kecewa dgn buku ninit yang ini. jauh jauh jauh banget sama buku yg sblmnya. brasa ditulis sama abg. ga ada kalimat2 lucu dan cerdas spt di buku yg sblmnya... ini ninit bukan sih yg nulis bukunya???
Rere atau lengkapnya Renia Siregar, gadis berusia 19 tahun. Fakta pertama tentang Rere, adalah dia tergila-gila sama sepatu… (bayangkan… mungkin sama ‘gila’nya dengan para kutu buku..hehehe). Sale sepatu adalah sebuah kesempatan yang gak mungkin terlewatkan… sama aja seperti sebuah ‘panggilan perang’… wajib hukumnya. Rere bahkan memposisikan dirinya sebagai ‘titisan’ Imelda Marcos, mantan first lady Filipina yang terkenal dengan koleksi sepatunya yang ratusan (atau bahkan ribuan itu).
Fakta kedua: Rere adalah orang yang plin-plan, susah banget make up her mind. Mau nonton, bolak-balik mikir: komedi… horror… komedi… horror… sampai membuat antrian panjang dan membuat mbak-mbak petugas tiket pengen menaburkan arsenic ke dalam pop corn-nya. Atau ketika lagi milih sepatu bingung mau stiletto emas… atau flat hitam… bahkan untuk Rere juga bingung – beli sepatu dulu atau beli kado untuk pacar dulu, ya…
Beruntung Rere punya pacar yang pengertian dan sabar menghadapi sikap Rere yang plin-plan itu. Aldiansyah, namanya. Cowok yang baru jadi pacar Rere selama 3 bulan ini.
Sebelum sama Aldi, Rere punya pacar namanya Bambang (ehmm.. koq namanya rada kurang komersil ya?). Tapi, Bambang ternyata adalah cowok buaya darat, yang suka tebar pesona sama cewek-cewek lain.
Entah kenapa, tiba-tiba Bambang kembali muncul dalam kehidupan Rere. Berawal dari ketemu secara gak sengaja waktu Rere mau nonton sama Aldi. Bambang memperkenalkan Rere dengan pacar barunya, Wulan, yang calon the rising star itu.
Dan sejak itu… setiap berurusan dengan yang namanya Bambang, kesialan menimpa Rere. Mulai dari stiletto emas yang jadi incarannya ‘direbut’ tanpa basa-basi oleh Wulan… lalu lagi-lagi Wulan memborong ice cream Chocoluv pesanan mamanya tanpa menyisakan satu pun untuk Rere… sampai ban mobil yang kempes gara-gara Bambang yang tiba-tiba sms.
Tapi, apa bener Bambang gak pernah berubah? Dan apa Rere bisa percaya gitu aja waktu Bambang bilang Aldi selingkuh? Huh, buaya darat koq malah nuduh orang selingkuh? Sementara yang dituduh adalah cowok paling baik dan paling setia yang pernah Rere kenal. Siapa yang harus Rere percaya, Bambang atau Aldi ya?
Semua orang pasti pernah berbuat salah, tapi ada kalanya orang itu sadar dan berhak mendapatkan kesempatan kedua.
Cerita dalam novel ini, gak hanya tentang manisnya cinta, asyiknya berburu sepatu… tapi juga sebuah kisah yang mengharukan, yang bisa bikin cewek-cewek ‘meleleh’ kaya’ ice cream.
O ya, ada satu yang ‘salah’… di cover belakang ditulis, kalo nama pacar baru Bambang yang ‘pencuri stiletto’ itu adalah Sarah, padahal yang bener adalah Wulan. (Sedikit koreksi aja)
Buku ini bercerita tentang seorang gadis yang berusia 19, yang mempunyai hobby mengoleksi sepatu. mulai dari stiletto sampai apapun ia punya. apabila ada sale tentang sepatu hatinya pun langsung ingin mendatanginya, seperti panggilan perang baginya. yang menjadi fakta berikutnya adalah sifat plin-plan yang ia miliki, contohnya saat ia membeli sepatu ia bingung antara 2 pilihan. dan ketika ia nonton film ia bingung antara horor ataukah komedi.
ketika ia menonton film dengan pacar barunya yang bernama Aldiansyah, ia pun bertemu dengan mantan pacarnya yang bernama Bambang. Bambang pun mengajak pacar barunya yang bernama Wulan. Yang katanya adalah calon superstar. setelah bertemu dengan Bambang kesialan pun menimpa hari-harinya. mulai dari saat ia membeli sepatu baru yang ia inginkan ternyata tanpa ia katahui diambil paksa oleh pacar baru Bambang. kedua saat ia ingin membeli eskrim Chocoluv yang sudah dipesan mamanya, tnpa ia tau juga diborong oleh Wulan.
Suatu ketika ia mengetahui bahwa sebenarnya Aldyansyah belum putus dengan parcarnya, ia langsung lemas tak berdaya. saat ia pulang dengan kehujanan, Bambang pun mucul dan memberikan jasa tumpangan untuknya. ia pun diajak berjalan-jalan oleh bambang. tanpa ia ketahui ternyata bambang telah berpisah dengan Wulan. sebenarnya hati Rere pun masih mengharapkan bambang, bambang pun iya. akhirnya mereka berdua kembali lagi menjalani hubungan mereka yang dulu dengan bahagia.
dari cerita di atas dapat disimpulkan bahwa kesempatan kedua itu perlu pada seseorang, jadi jangan sia-siakan kesempatanmu sebelum kesempatan itu hilang dan takkan kembali.
pilihan, pilihan, pilihan.. banyak banget pilihan yang harus kita buat dalam satu hari. baik yang butuh sedikit kecerdasan dan ketangkasan(opo jal) atau yang sudah otomatically kita lakukan. misalnya milih untuk mandi 2 kali sehari, hahaha..(-ketawa lagi, apanya yang lucu).
pertama liat buku ini berasa 'saya banget nih' tapi setelah baca beberapa jenak, mm..bukan saya.
sisi ke-saya-banget-annya masih ada such like tokoh utamanya cewek, saya banget satu. saya=cewek saya banget dua, susah mbuat pilihan pada hal-hal yang sama-sama disukai (atau tidak disukai) timbang sana sini akhirnya malah kehilangan kesempatan untuk memilih karena pilihan kita itu udah hilang diambil kucing, diambil orang lain, atau diambil rumput yang bergoyang...oh, betapa, betapa, betapa. sisi ke-bukan-saya-annya ada, misalnya kegilaannya sama sepatu, she spends so much money on sepatu. betapa ngefansnya saya sama sesuatu g akan ngabisin dompet sampe kering. kalo ngfans sama orang mungkin bisa. hahaha..podo wae.
sudah saja lah, kenapa saya kasih buku ini cuman dua bintang adalah karena buku ini g ngasih solusi untuk penyakit peragu saya. tapi saya punya solusi sendiri, trust your heart. yah.. mungkin mbak istribawel mencoba menyampaikan pesan itu tapi saya lupa.
I guess this book was a promotion attempt from Conello variant Chocoluv. The title and main story of the book is not related at all. It's about a girl who is really obsessed with shoes and not ice cream nor chocolate so it's indeed a bit disappointing. The content itself I guess it's not much. Not really well made as well. Well, chick lit should be not that heavy but I expect something more from chick lit. Something deep about the life of the girl or a heavily, unresolved romance. The plot is just plain even though yes it gives us the lesson of giving another person a second chance. I didn't say it is bad, but for my preference, I won't recommend it. Anyway, I found this book while cleaning up my rented-house so just another random book to read.
Buku ini bercerita ttg Rere seorang mahasiswa semester awal yang merasa sangat beruntung memiliki pacar yang menurutnya -juga teman2nya-OK sekali. Ternyata Aldi sang pacar ideal sebenarnya tidak se-OK- itu.
Walau memang buku ini disengajakan sebagai bacaan ringan, tetapi seharusnya tetap inspiring donk :-)
Setuju dengan moral cerita, bahwa everyone deserve second chance, tapi pertimbangan memberi kesempatan terlalu impulsif. * sudah tua mode:on* :-D
hmmm... gimana ya? gw cuma bisa bilang kalo buku ini adalah iklan yang dibikin novel... iklan sepatu, iklan es krim walls, ceritanya sih biasa banget. Cuma di 1/4 buku yang terakhir baru ada bedanya, cuma setelah itu sih udah ketebak lagi.... Tapi boleh juga iklannya, buktinya gw tertarik untuk nyoba es krim chocoluv.. meski sampe hari ini gak pernah dapet karena keabisan mulu.
Best promotion ever! Salute to Walls, soalnya abiz baca novel ini gw bener2 nyari yang namanya Conello Royale Chocoluv! Ternyata rasanya emang manis bgt sama kaya novel Ninit Yunita kali ini. Ceritanya emang manis bgt, endingnya ga bisa ketebak euy! Secara Ninit Yunita gitu ya,,,
"Promosi" es krim Cappucino kerasa banget di novel ini! Strategi jualan cara baru yg cukup hebat! Gue jadi penasaran ngerasain es krim Cappucino rasa baru :) www.iralennon.blogspot.com
unlike other ninit's book, i don't really love the story of this book. it's too teenage for me *hahah.. i'm not that mature yet though!* but i still love the way ninit wrote the story