Sebuah kisah tentang 4 orang perempuan dengan karakter dan permasalahan yang berbeda-beda. Safina si feminin yang ingin buru-buru menikah karena tuntutan keluarga. Ratu si Tomboy nan galak yang dibenci calon mertua, Tiara, si polos konvensional yang masih cinta mati pada mantan pacarnya yang akan menikah dan Lona, si sexy yang playgirl.
Dalam perbedaan itu mereka bersahabat: berbagi cerita, berbagi suka, berbagi duka, berbagi tawa, bermusuhan. Semuanya ada di sini, Kamar Cewek.
Di Kamar Cewek ini, kita akan membaca keluh kesah empat sahabat. Safina, Ratu, Lona dan Tiara. Empat sahabat ini sama-sama kuliah di fakultas hukum di salah satu universitas di Bandung. Tapi, ketika bekerja, tak satu pun yang bersentuhan dengan dunia hukum.
Sebagian besar (atau bahkan hampir semua) topik dalam buku ini, gak jauh-jauh, berkisar pada masalah cowok. Safina, yang sudah 28 tahun, tapi belum sekali pun pacaran. Ratu, yang tomboy, satu-satunya di antara mereka berempat yang mempunyai hubungan serius tapi tidak disukai sang ibu calon mertua. Lona, si seksi yang senang gonta-ganti cowok. Dan Tiara, cewek yang paling ‘bolot’ yang masih cinta mati sama mantan pacarnya.
Meskipun judulnya ‘Kamar Cewek’, kebanyakan setting cerita malah mengambil tempat di café dan mal-mal di Jakarta. Khas cewek-cewek yang gak mau ketinggalan setiap ada Big Sale, nongkrong di café sambil ketawa-ketiwi ngelirik cowok-cowok cakep. Semua disajikan dengan ringan banget. Mereka gak hanya becanda, tertawa, tapi juga nangis, marah, musuhan bahkan curiga.
Ide cerita memang bukan hal yang baru. Mungkin Kamar Cewek akan dibuat sekuel-nya? Tentang masalah di tempat kerja masing-masing mungkin? Tapi, yang pasti, buku ini boleh juga untuk teman weekend.
Jangan takut, cowok juga boleh ‘ngintip’ koq. Biar tahu ‘jeritan’ hati para cewek-cewek.
I had a nice-reading time when read this book. Meski udah pernah baca di blog-nya, bukunya tetep oke! Malah lebih oke, karena gua bisa baca keseluruhan bagian cerita. Alurnya jadi ketauan. Karena waktu baca di blog-nya, gua suka ketinggalan, hehehe...
Buku ini ditulis oleh Ninit dan Okke. Faktor 'Okke'-nya itu yang bikin gua beli buku ini. Tapi emang ceritanya gua suka. Cara penulisannya juga beda. Tiap bagian cerita diceritain dari sudut pandang keempat tokoh utamanya: Ratu, Lona, Safina dan Tiara. Empat cewek dengan karakter berbeda, tapi nge-blend banget sebagai sahabat.
Cerita di buku ini emang berasal dari masalah-masalah yang dialami empat cewek yang suka nongkrong di kedai kopi ini. Penyelesaiannya juga ga klise kalo kata gua mah. Ada nakal-nakalnya juga. Tapi bukan berarti ga ada mutiara hikmah yang bisa diambil dari sini. Pokoknya asik lah, baca buku ini!
Akhir cerita kayaknya ngegantung. Apa emang udah selesai? Well, kalo ada sekuelnya, dijamin gua pasti beli juga :D.
Empat sahabat: Safina, Ratu, Lona dan Tiara mereka kumpulan gank yang Fashionista, Gaul dan Cuek! Latar belakang pekerjaan mereka dan karakter yang berbeda menghiasi persahabatan mereka. Sama dengan kebanyakan cewek, cinta adalah topik utama yang mereka selalu bahas. Dikisahkan Safina, Weeding Organizer yang setia menjomblo walaupun didesak keluarganya buat menikah. Ada pula Ratu, memiliki kekasih bernama Lang, saat bertemu ibu Lang yang kolot, Ratu merasa diintimidasi baik gaya pakaiaan maupun kebiasaannya merokok. Sedangkan Tiara, digambarkan sebagai cewek yang rada telmi, yang berkutat dan gak bisa move on dari Hilma (mantannya) yang akan menikah. Terakhir, Lona cewek yang terkenal suka gonta-ganti pacar, pada akhirnya saat ia jatuh cinta cowok itu malah tak berani berkomitmen.
Cerita ini sangat ringan, menggambarkan kehidupan cewek perkotaan dan realitas Gaulnya. Cuma menurutku, tema ceritanya kurang greget aja.
3 dari 5 bintang deh.. Note: beli 2012 waktu ada buku murah
Oh tidaaak..... Aku suka bangettt sama buku ini. Ringan dan renyah. semacam makan keripik yang makin lama makin asyiiik
Cocok bangettt buat bunuh waktu di saat lagi bosen atau ketika lagi nggak bisa baca yang berat-berat. Contoh nih, lagi nungguin antrian di dokter gigi, lagi nyalon, ato cemilan ringan di sela-sela jadwal UTS/UAS
Ceritanya sederhana, simple, dan segerrr. Seputar persahabatan cewe-cewe dengan kehidupan mereka, dimana ada tawa, ada tangis, dan ada curiga semua komplit jadi satu. (karena aku cewe, jadi ya, aku paham dengan isi persabahatan cewe). Sekalipun ceritanya cukup umum, after taste setelah membaca buku ini nggak terlalu buruk. Yang cukup disayangkan pada penokohan, untuk buku ini dengan 4 tokohnya menurutku terlalu tipis dan kurang mendetail dengan konflik yang dimunculkan. 3 bintang lah untuk semua after taste dari buku ini :)
Habis dibaca dalam waktu sekian jam saja karena ceritanya memang ringan. Gaya berceritanya sih asyik, tapi buku setipis ini dengan tokoh empat sahabat gitu bikin ceritanya kurang fokus. Kurang cocok buat novel, kayaknya lebih cocok buat cerbung di majalah gitu. Kalaupun mau nyeritain cerita keempat-empatnya ya bagusan dibikin berseri dengan tiap buku fokus ke tokoh tertentu aja.
Umur buku ini juga lumayan pendek karena ngebahas Friendster, hihi. Terus dibahas pula kalau 50 foto di Friendster itu berlebihan banget. Jujur aja saya lupa apakah memang ada anggapan begitu, hehe. Terus berasa out of date juga karena di sini digunakan istilah "autis" yang nggak etis. Soalnya tipe orang kayak Teh Ninit sama Mbak Okke sih *akrib* zaman sekarang pasti udah nggak pake istilah itu :p
kenapa dikasih judul kamar cewek? katanya sih karna isinya adalah curhatannya empat orang cewek2 cantik, Lona, Ratu, Safina dan Tiara.
Bersahabat sejak masih sama2 kuliah di fakultas hukum sebuah universitas di Bandung. Dan saat mereka diwisuda, semuanya kompak ingin kembali bersama saat sudah bekerja di Jakarta.
Namanya hidup, setiap orang pasti punya permasalahan. Nah, masalah2 hidup keempat cewek inilah yang dibahas di buku ini.
Over all, kisah yang dituturkan menarik untuk dibaca. cuma agak kecewa di penampilan fisik si buku. kertas yang pake adalah kertas koran, dan ukuran font-nya juga besar2. sehingga buku yang jumlah halamannya terkategori standar itu jadi terasa tipis.
Benar-benar buku yang 'ringan'. Kalau lagi penat terus baca buku ini lumayan menghibur. Isinya 4 cewek yang kerja di Jakarta, ngomongin cowok, friendship, shopping, sambil ngopi, party, sesekali ngomongin kerjaan... dan ya, 'gitu doang'.
I rated 2 stars karena masih banyak hal-hal yang ngegantung. Terlalu banyak complaining, whining, dan semua hal pasti selalu lagi kembali ke masalah cowok (duh). Agak terganggu sama editan dan EYD-nya. Dan istilah bahasa Inggris juga ada yang typo dan grammatically incorrect.
Wah... bagus loh ceritanya. Persahabatan empat cewek. Ratu, Lona, Tiara, Safina. Dengan sifat dan karakter yang beda banget, mereka tetep bersahabat, dari bangku kuliah ampe akhirnya kerja. Tetep deket, dengan ritual minum kopi bareng tiap weekend bakal terus mempererat persahabatan. Saling bantu dan mampu menerima kekurangan masing2. Pokoknya, hikmah dari novel ini, perbedaan bukan jadi masalah untuk bersahabat, jodoh udah ada yang ngatur, n' ternyata pdkt ama mertua itu perlu lho, He3x...
whoa baru nyadar kalo pernah baca ini , hehehe ceritanya sendiri sih uda agak2 lupaa , dongdong banget ih
yang masih ke inget pas si tomboy pokoknya, lagi enak2 ngomongin camer ama calon kakak ipaar,(dengan begonya lebih tepatnya) ternyta orang yang diomongin ada pas dibelkang duh gak kebayang gw pas dalem posisi itu , heheh
Cewek.. dimana-mana sama, kalo udah ketemu ma kaumnya ga ada deh kata DIAM, tapi yang ada kehebohan dunia… cerita, gossip, berbagi tawa, berbagi duka, juga jangan-jangan berbagi dosa? Hehehehe yang terakhir ga denk…just kidding..
Buku ini bikin mata gue jatuh cinta waktu lagi belanja di sebuah mini market di daerah Bogor. Mana tinggal satu pula dan memang agak cacat tapi teteup dibeli ^^ Ceritanya enjoy banget mengenai 4 sahabat yang saling care satu sama lain. Wajib baca!!!!
cerita-nya ringan dan cewek banget. Suka sama karakter 4 sahabat yang saling berbeda ini. Menghibur banget dan perlu dibaca cewek *tapi cowok juga boleh ngintip :P*