Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kremil

Rate this book
Kremil. Mendengar ucapan Kremil, laki-laki Surabaya menoleh dan menajamkan pendengarannya, ingin mendengar cerita tentang Kremil lanjutannya.
Mengaku kenal Surabaya, kalau tidak mengenal tentang Kremil, tidak sempurna,
Andaikata seluruh wilayah Surabaya itu Asia tenggara, Kremil adalah Singapuranya, negeri yang mandiri dan sarwa swasembada, penduduknya makmur sejahtera bukan karena tergantung pada tanahnya yang subur dan hasil kekayaan alam yang berlimpah, melainkan karena olah daya dan rekayasa pikiran manusia penghuninya.
Kremil, sembilan puluh persen penduduknya perempuan. Mereka korban kekerasan, perkosaan dan ketidakadilan. Kremil tempat manusia-manusia yang kalah dan tersingkir dari percaturan hidup, tapi mereka tidak menyerah dan berjuang untuk tetap hidup senang dan damai.
Kremil tempat kumpulan orang terbuang dan terpuruk tak berdaya, korban kekerasan dan ketidakadilan. Ada korban yang jatuh karena Kekerasan Pemerintahan Dai nippon.
korban keganasan Perang Kemerdekaan Bangsa.
Korban zaman Nasakom.
Korban G30S PKI.
Korban salah didik Orde Baru.
Kremil adalah secercah sejarah tragedi bangsa.

Hardcover

First published January 1, 2002

4 people are currently reading
72 people want to read

About the author

Suparto Brata

32 books15 followers
Suparto Brata lahir di Surabaya, Jawa Timur, 27 Februari 1932. Ia anak nomor delapan dari pasangan Raden Suratman Bratatanaya dengan Raden Ayu Jembawati. Waktu Suparto lahir, ayahnya menganggur, sementara ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Masa kecil ia habiskan dengan mengikuti ibunya yang berpindah-pindah tempat kerja dari satu kota ke kota lain.

Setelah ibunya tak lagi menjadi pembantu rumah tangga dalam keluarga salah seorang kakaknya di Probolinggo, pada tahun 1947 Suparto kembali ke Surabaya, tempat ia meneruskan sekolah di SMPN Jalan Kepanjen 1. Namun, karena terkendala berbagai hal, meski nilai rapor untuk mata pelajaran IPA-nya bagus, ia tidak bisa meneruskan sekolah ke tingkat lebih tinggi.

Selulus SMP, Suparto langsung bekerja. Pertama di Rumah Sakit Kelamin (1951) dan kemudian di Kantor Pos, Telepon dan Telegrap di Surabaya, sambil ia melanjutkan sekolah di SMAK St. Louis. Setelah tamat SMA pada tahun 1957, ia meneruskan lagi bekerja di Kantor Telegrap (1952-1960) dan kemudian kembali berpindah-pindah tempat kerja dan profesi, mulai di PDN Jaya Bhakti Cabang Surabaya (1960-1967), menjadi pedagang kapuk/pengarang/wartawan freelance (1967-1971), dan menjadi pegawai Pemkot Surabaya sampai pensiun pada 1988.

Suparto menulis sejak tahun 1952. Karangannya dimuat di berbagai koran dan majalah, termasuk Siasat, Mimbar Indonesia, Kisah, Tanahair, Surabaya Post, Jawa Pos, Kompas, dan Indonesia Raya. Sejak 1958 juga menulis dalam bahasa Jawa, yang hasilnya diter­bitkan di koran-koran dan majalah seperti Panjebar Semangat, Jaya Baya, Djaka Lodang, Mekar Sari, dan Damar Jati.

Di antara puluhan karya sastra Suparto Brata yang sudah di­bukukan antara lain yng berjudul Surabaya Tumpah Darahku, Saksi Mata, Gadis Tangsi, Saputangan Gambar Naga, Mencari Sarang Angin, Kremil, Republik Jungkir Balik, Donyané Wong Culika, Lelakoné Si lan Man, Ser! Randha Cocak, Suparto Brataès Omnibus, dan Pawèstri Tanpa Idhèntiti.

Nama Suparto Brata tercatat dalam buku Five Thousand Perso­nalities of the World (edisi VI, 1988), terbitan The American Biograp­hical Institute.

Sumber : http://buku.kompas.com/Penulis/Supart...

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
13 (31%)
4 stars
17 (41%)
3 stars
10 (24%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for gieb.
222 reviews78 followers
June 16, 2008
Kremil berlatar belakang kehidupan sosial pada masa pemberontakan PKI Madiun dan sesudahnya. Marini adalah anak seorang yang membenci PKI. Suatu ketika Marini tahu bahwa Ayah, ibu dan adik-adiknya telah dibunuh PKI. Cerita selanjutnya adalah usaha Marini dalam mencari pembunuh keluarganya. Dalam pencariannya Marini memakai berbagai nama samaran antara lain Suyati. Pencariannya difokuskan di kompleks pelacuran antara lain di Silir dan Kremil.

Novel ini banyak menceritakan kehidupan orang-orang di kompleks pelacuran daripada kehidupan Suyati sendiri. Seolah-olah pengarang ingin mengekspos kehidupan di sebuah kompleks pelacuran (catatan: Istilah pelacur dan pelacuran sebenarnya tidak begitu pantas ditulis karena mengandung suasana emotif dan menjaga jarak. Namun karena sulitnya mencari padanan kata yang ringkas maka kata ini digunakan dengan kesadaran penuh tanpa suasana emosi), baik mengenai pelacurnya, induk semangnya, maupun keluarga induk semang yang terdiri dari suami, anak, dan pembantunya.

Kremil dimuat secara bersambung di Kompas 7 Agustus 1995 – 9 Januari 1996.



Profile Image for Indri Juwono.
Author 2 books307 followers
November 24, 2008
Cara menulisnya bagus, khas Suparto brata kalau nulis di kompas. Tidak vulgar, semuanya mengalir begitu saja tampa banyak sesuatu yang 'saru' mengingat settingnya adalah lokalisasi.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.