Bagi Nena, Rasheed adalah segalanya. Sejak pertama kali berkenalan dengan lelaki itu lewat chatting, ia sudah jatuh cinta. Apalagi setelah bertemu muka di Singapura, cintanya pada pria itu semakin dalam.
Deni rekan sekantor Nena. Dengan alasan untuk melindungi Nena yang baru pertama kali tinggal di luar negeri, Deni berhasil merayu bos agar bisa tinggal satu apartemen dengan Nena. Di balik sifat playboy-nya, diam-diam Deni menaruh hati pada Nena.
Bagi Rasheed, awalnya ia menganggap Nena cuma selingan. Tapi Nena yang penuh perhatian, membuat Rasheed nekat memutuskan tunangannya.
Kini, keputusan ada di tangan Nena. Mencintai itu mudah, tapi memupuk cinta agar terus bertahan, ternyata tak segampang ucapan...
Bagi Nena, Rasheed adalah segalanya. Sejak pertama kali berkenalan dengan lelaki itu lewat chatting, ia sudah jatuh cinta. Apalagi setelah bertemu muka di Singapura, cintanya pada pria itu semakin dalam.
Deni rekan sekantor Nena. Dengan alasan untuk melindungi Nena yang baru pertama kali tinggal di luar negeri, Deni berhasil merayu bos agar bisa tinggal satu apartemen dengan Nena. Di balik sifat playboy-nya, diam-diam Deni menaruh hati pada Nena.
Bagi Rasheed, awalnya ia menganggap Nena cuma selingan. Tapi Nena yang penuh perhatian, membuat Rasheed nekat memutuskan tunangannya.
Kini, keputusan ada di tangan Nena. Mencintai itu mudah, tapi memupuk cinta agar terus bertahan, ternyata tak segampang ucapan ...
Endingnya gak banget! Bikin frustrasi! Padahal plotnya udah enak diikuti.. mengalir.. tapi endingnya yg merusak suasana hati tingkat tinggi! Ini yg bikin gua menurunkan bintangnya jadi 1 doang. Malah gua sempat antipati lho mau baca karya penulis ini lg gara2 novel ini.
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta, April, 2006 232 hlm.; 20 cm.
My Two Lovers menceritakan tentang pencarian cinta sejati Andrena Sofia Nasution atau Nena. Lajang yang bekerja di salah satu konsultan SDM yang berpusat di salah satu negara bagian Amerika Serikat ini, sangat mencintai Mohiuddin, pria berkebangsaan Yordania yang bekerja di Singapura. Di pihak lain, Deni, rekan sekerja dan seapartemen Nena di Singapura, mencintai perempuan itu tanpa syarat.
Nena dan Rasheed berkenalan melalui chatting di dunia maya (internet). Selama beberapa tahun pertemanan mereka, Nena merasa telah jatuh cinta kepada Rasheed namun tidak dengan pria keturunan bangsawan Yordania itu. Bagi Rasheed, hubungannya dengan Nena adalah persahabatan yang murni dan tulus. Kalaupun terjadi peristiwa mesra antara mereka berdua, menurut Rasheed karena suasana dan lingkungan yang mendukung.
Meski merasa sakit hati, Nena semakin dalam mencintai Rasheed. Bahkan ketika Nena mengetahui bahwa Rasheed telah dicarikan jodoh oleh orang tuanya, Nena tetap yakin Rasheed adalah pria yang dipilih Tuhan untuk dirinya dan berharap agar Tuhan menunjukkan jalan agar mereka berdua bersatu.
Cinta yang berlebihan yang Nena berikan kepada Rasheed menurut Deni, bukan cinta yang tulus tetapi cinta kompetisi. Pria yang dianggap Nena liar ini menganggap apa yang telah dilakukan Nena untuk mencintai Rasheed adalah konyol. Meski tahu Nena mencinta Rasheed, Deni tidak pernah jemu berusaha mengambil hati gadis itu. Deni yakin ia memiliki kesempatan lebih besar untuk merebut hati Nena. Kesempatan itu terbuka lebar, ketika Rasheed mencampakkan cinta Nena.
Rasheed sendiri ternyata tidak ingin kehilangan Nena, wanita yang telah banyak memberikan warna dalam hidupnya. Karena Nenalah, ia mencoba menyatakan keinginan kepada orang tuanya untuk menikah dengan gadis pilihannya sendiri, yang berasal dari negara dan bangsa yang berbeda. Dan karena tidak ingin Nena terlalu mengharapkan cintanya, Rasheed kerap menyakiti hati Nena.
Kisah cinta antara Nena, Rasheed dan Deni. Menurutku cerita cinta yang diuraikan pengarang sepertinya terlalu rumit. Susah untuk diungkapkan dan ending dari cerita ini, sangat-sangat mengecewakan untukku, kenapa ? karena tidak ada keputusan dari akhir cerita cinta ini....
Cerita berawal disaat Nena menemukan teman chating yang bernama Rasheed dan akhirnya menjalin ”persahabatan” dengannya. Persahabatan mereka yang terlalu intim terlihat bahwa sebenarnya Nena dan Rasheed sebenarnya memiliki perasaan sayang satu sama lain, tetapi seperti ada tembok besar yang menghalangi. Dicerita lain, Nena dan Deni yang tinggal di 1 apartemen dan Deni sebenarnya sudah lama mencintai dan menunggu balasan cinta dari Nena. Dipertengahan cerita, Rasheed yang dijodohkan dengan wanita lain oleh keluargannya sendiri, membuat Nena memutuskan untuk menjauh dan menjaga jarak dengan Rasheed, padahal hatinya masih ingin berharap bisa memiliki Rasheed. Dan Nena memutuskan untuk menerima cinta Deni dan merekapun akhirnya bertunangan. Disaat acara pertunangan Nena dan Deni, Rasheed memberikan sms kepada Nena dan menyatakan bahwa acara pertunangannya gagal. Sampai akhirnya Nena mengetahui secara langsung disaat dia bertemu Rasheed, dan Rasheed mengakui bahwa sebenarnya pertunangannya gagal karena dia tidak bisa menerima wanita lain selain Nena, dan dia ingin menikah dengan Nena (Ohhh.....tidaak, Deni pasti kecewa).
Kesimpulan dari cerita ini adalah ternyata Cinta itu sulit untuk bisa dimengerti dan cinta bisa juga memaksa kita untuk memilih. Mungkin jika aku sebagai Nena pasti sangat sulit untuk memutuskannya. ”Menerima cinta dari orang yang mencintai kita tapi kita sebenarnya tidak pernah mencintainya, ATAU menerima cinta dari orang yang benar-benar kita cintai dan dia juga mencintai kita”
Mencintai seseorang adalah sesuatu yang indah. Tapi, apa jadinya jika seseorang yang kita cintai justru lebih memilih orang lain, atau, tidak berani mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.
Mungkin seperti itulah yang dialami oleh ketiga tokoh dalam novel ini.
Nena, satu-satunya perempuan yang jadi titik sentral di novel ini. Persahabatannya dengan Rashed ternyata berkembang menjadi sebuah cinta. Nena mencintai Rasheed dalam setiap hembusan nafasnya, begitu yang ditulis Nena dalam diary-nya. Mereka berkenalan via internet. Secara kebetulan, Nena ditugaskan ke Singapura, dan bertemulah mereka di sana. Tapi, sikap Rasheed justru membuat Nena jadi terombang-ambing. Meskipun sedih, sakit hati, Nena tetap yakin, kalau Rasheed adalah jodohnya.
Sementara itu, Rasheed ingin tetap menjaga hubungan mereka sebatas sahabat, meskipun pelan-pelan dia sendiri mulai suka sama Nena. Tapi, latar belakang budaya mereka yang berbeda, membuat Rasheed gak berani maju untuk memperjelas hubungannya sama Nena.
Lalu, ada lagi tokoh Deni. Deni adalah teman sekantor Nena yang ditugaskan bareng ke Singapura. Dengan alasan ‘menjaga Nena’, Deni minta sama atasannya untuk bisa satu apartemen dengan Nena. Deni sendiri memendam perasaan sama Nena. Tapi, sayang, meskipun Nena tahu itu, Nena sudah memberikan hatinya untuk Rasheed.
Nena dihadapkan pada kenyataan, kalau cintanya dengan Rasheed akan sulit untuk bersatu. Rasheed, juga harus menerima kenyataan, kalau budayanya ‘mengharuskan’ dia memilih jodoh yang ‘ditawarkan’ orang tuanya. Dan Deni, masih tetap berusaha mendapatkan hati Nena.
Pada akhirnya, cinta memang harus memilih, maju terus berjuang demi cinta tapi kehilangan jadi diri, atau memilih bersama orang lain yang sebenarnya tidak kita cintai.
ini novel metropop yg pertama kali saya baca lho. walaupun nggak begitu "wah" menurut saya, tapi cukup berkesan. kalau ini bisa saya bilang kegalauan seorang wanita antara cinta matinya dengan si Arab itu atau Deni, temen satu apt nya yg terkenal sbg PK (Penjahat Kelamin).
saya sbg #TeamDeni lebih memilih kalau wanita itu jadian dengan Deni saja. percuma mengharapkan si Arab yg ga pasti itu. tp wanita itu malah tetap bersikeras mau nikah sama si Arab.
saya udah seneng banget tuh pas wanitanya mau nerima lamaran Deni. there's no doubt anymore waktu keluarga udah saling ketemu dan hari H semakin dekat. tapi lagi2 si Arab ini ngacaukan semuanya. ternyata cinta si wanita utk si Arab masih ada.
finally, saya kagum dengan keputusan yg diambil oleh wanita tsb di ending nya. dia mengambil keputusan yg amat berani. tetap memilih pergi ke Paris demi mengejar karir, walau dia masih cinta dg si Arab. dan dia juga berani membatalkan pertunangan/pernikahannya dg Deni, dimana yg saya tangkap adalah bahwa dia blm yakin dengan perasaannya terhadap Deni. kalau saya jd wanita itu, saya akan berpikir "utk apa saya menjalani hubungan dg org yg saya blm yakin saya cinta apa ga sm dia drpd nantinya saya mengorbankan pernikahan saya yg justru berjalan tanpa cinta, sedangkan cinta saya msh nyantol sm orang lain. mending saya ke Paris dulu, ngejar karir, seiring waktu dapat saya tata kembali perasaan saya". yah kira2 seperti itulah.
Novel ini terbitan tahun 2006 (cetakan pertama), yang mana pada waktu itu saya masih umur 16 tahun. Bacaan saya tentunya masih dominan teenlit, horor dan thriller, sama sekali belum merambah genre metropop.
Saya baru mulai membaca genre metropop dan young adult pas memasuki bangku kuliah sekitar tahun 2008. Dan untungnya metropop kala itu sudah agak 'membaik' dibanding yang terdahulunya.
'Membaik' dalam artian tidak lagi seklise jaman dulu yang terkesan sinetron. Tipikal.
Harus saya akui, My Two Lover juga seklise itu. setipikal. Berkesan sinetron. Seorang gadis yang bertahun-tahun mencintai seorang pria yang (nantinya) akan dijodohkan dan kemudian sahabat si gadis juga menaruh hati padanya. Si pria pujaan hati batal dijodohkan & si gadis gamang menentukan pilihan. Klise, bukan?
Untungnya novel ini 'ketolong' sama pesan-pesan moral dari mbak Syafrina Siregar. Banyak dialog yang quotable.
buku pertama Kak Syafarina yang aku baca. And i like it.
Sebenarnya ceritanya udah pasaran lah ya. Seneng sama cowok yang satu, eh malah disenengin sama cowok yang satu lagi, perfect pula. Too lucky. Tapi bukan itu yang bikin aku suka. Endingnya lah yang membuat aku memutuskan untuk memberi bintang 3 pada buku ini. Nggak kurang dan nggak lebih. Yang pasti aku nggak mau kasih tau endingnya gimana. Cuma cukup memuaskan kekesalanku waktu baca ceritanya yang dibagian tengah ke akhir.
Jujur 2 tipe cowok yang ada di novel ini sama sekali bukan tipeku. Rasheed, si pengecut yang berada di ketiak ibunya. Dan Deni, si pengecut yang ada diantara selangkangan wanita-wanita yang sering dibawa ke kamarnya. Sama sekali bukan tipe cowok impian. *Eh kok malah bahas tipe cowok*
Pokoknya cukup memuaskan walaupun tidak untuk saya baca ulang :)
Hebat. Ini buku terjenius sepanjang pengalaman saya baca novel. Cuma baca 5 hlmn, trus sampe ending cuma balik2 doang saking g menariknya. Angkat jempol buat semua komentar 'indah' di bagian belakang cover buku dan halaman pertama novel. Penuh pujian n berasa novel ini WOW bgt. Jd saya sempet kecele jg. Stlh ngerasa novel ini hebat, eh ekspektasi saya lgsg JDUG ke bawah tanah. Saya lgsg mutusin buat berenti baca stlh menemukan dialog Nena dan Deni. Make 'kau' tp bahasanya gaul, jatuhnya aneh bgt n saya bnr2 g nyaman baca yg ky begitu. Balik2 lg, mulai bnyk dialog2 norak yg bikin kening saya berkerut. Ide cerita sama eksekusinya jg gagal total kl boleh saya bilang.Oh God, cukuplah, buku ini lbh baik saya geletakkan saja. Nyesel bgt ngeluarin goceng buat minjem buku ini di taman bacaan.
after finishing this book, i thought that this book is full of girl's dream! there are 2 handsome guys, yet they're from rich , wealthy family..
but, honestly, there's no happy ending, but every character feels happy, although they don't have the girl
actually, i dun like the girl, Nena. ok she's kind, fine, usual/common girl, but, her hesitation makes me angry, or watever.. she even can't decide which one is the best for her ok , dilemma is something we can't avoid, but, this story is too... bertele-tele? *wat is that in english?*
buku yg dibaca sekali duduk, ringan banget...tiba2 udah selesai aja!
beberapa bagian menarik, beberapa yang lain membosankan. untuk endingnya, mungkin pengarangnya pingin pembaca yg mereka2 sendiri..jadi berakhir ngegantung.
Kalo sekedar dibaca...lumayan, buat iseng2 aja. klo untuk dibeli...hmmm, mikir beberapa kali dulu deh
Ini novel ketiga Syafrina Siregar yang saya baca. Sebenarnya bukan tidak suka sama sekali (dengan ngasih satu bintang), tapi kalau dibilang oke juga enggak.