Cantik, cerdas, sophisticated, memiliki pekerjaan dan teman-teman yang menyenangkan. Di usianya yang ke-25, Nadya Samuella memiliki banyak hal yang sanggup membuat wanita mana saja iri. Kekurangannya hanya satu: cinta. Dengan embel-embel "plus-plus" yang dimilikinya, ternyata tidak mudah bagi Nadya untuk menemukan pria yang sungguh-sungguh mencintainya. Hidup seakan berkonspirasi mengantarnya pada deretan "pria-pria salah". Pacar yang dulu setia tiba-tiba mengkhianatinya, pacar tukang pukul, sampai deretan panjang kencan-satu-malam yang membuatnya lelah dan bosan. Sampai suatu hari dia bertemu Oka, pria sederhana yang ditemuinya lewat Internet.
Dalam sekejap hidup Nadya kembali sempurna. Namun sayang, Oka ternyata menyimpan rahasia yang bukan hanya mengguncang langit hidup Nadya, tapi juga memutarbalikkan semua keyakinannya akan cinta. Masih percayakah Nadya kalau soulmate itu ada? Atau dia harus mulai melepaskan mimpi-mimpi Cinderella masa remajanya?
Jessica Huwae was born in Jakarta. After graduating from the Faculty of Cultural Studies in University of Indonesia, Jessica had a long career as journalist in media companies such as Femina Group, MRA Printed Media and Media Indonesia.
She is also the founder of Dailysylvia.com, a website dedicated to Indonesian career women, and a co-founder of custom publishing company, Kanakata Publishing Services.
Some of her published books are Soulmate.Com (2004), Skenario Remang-Remang (2013), Galila (2014), Javier (2014) and a collaborative book project, Work It, Girl! (2015).
satu kata: m-e-n-g-e-c-e-w-a-k-a-n gw tertipu sama sinopsis yang tertera dengan manis di belakang sampul bukunya. Gw kira buku ini bercerita tentang the-blondie-syndrome [syndrome kalo sebenarnya being a popular girl, yang memiliki segalanya-as in good looking, smart, success- tidak selamanya bahagia. bahwa kelebihan2 itu malah membawa si cewek kesulitan cari cowok -cowok2 pd ga pede, atau sekalinya ada malah hanya memanfaatkan-] gw aga expect dia bener2 bercerita ttg itu, karena selama ini buku2 yg gw baca dah kayak fairy tales -cewe cantik bertemu pangeran berkuda putih- Eniweiiii.... about d book [selain gw tertipu sinopsis] buku ini TERNYATA lebih mengarah ke cerita2 ala sinetron. si cewe patah hati-mencari cinta-bertemu sahabat-dan akhirnya saling jatuh cinta-yang ternyata dia ditipu-dan malah akhirnya menjalin affair-dan ternyata sang istri baik..and so on, so on...so on.....
mungkin lo bisa bilang gw sinis, cm bisa mengkritik, ga ngerti betapa sulitnya membuat sebuah novel. Mungkin gw hanya kecewa karena gw dah expect cerita2 cerdas tentang blondie syndrome, bukan cerita affair via net. Dan mungkin gw agak sedikit 'jengah' sama tutur bahasa yang kurang sarkas [yes, i luve bahasa2 sarkas, keeps me happy hhehehehe] bahasa yang terlalu berstruktur sering bikin gw bosan, dan gaya penulisan yang terlalu deskriptif tapi tidak menuangkan emosi ke dalamnya, makes me feel, like, soooo..plain. Padahal mungkin gw akan merasa senasib sepenanggungan, kalo dia bisa menyelipkan emosi ke dalam cerita.
Actual 3.5⭐ Unexpectedly, buku ini bagus! Banyak banget kata2 quotable yg puitis yg ditulis 2 karakter utamanya di sini sebagai pengguna blog atau semacam itulah. Meskipun gue engga menduga main plotnya ternyata a/ "itu". Sebelumnya gue engga baca blurbnya, tapi mungkin kalian lebih jeli dibalik "itu" yg gue maksud lewat blurbnya yg tersirat.
Sebagai buku yg terbit di tahun 2006, isu utama dari buku ini betul2 merepresentasikan apa yg terjadi di kehidupan nyata sekarang2 ini, khususnya apa yg gue saksikan di lingkungan sekitar atau yg gue ketahui dari internet.
Sayangnya karakter utama di sini memang terlalu ngotot dengan idealisme akan makna cinta yg mereka jadikan pegangan. Jadi gue rasa rating yg pas untuk buku ini gue turunkan dari 4 ke 3.5-stars.
-- Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang “yang tersedia”. Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari... --
Total jenderal sudah tiga kali saya membacanya. Terus terang, proses membaca yang terakhir lebih karena keinginan membuat review ini, sebab pada dasarnya saya sudah lupa bagaimana ending dari novel bersampul gambar mouse ini.
O… begitu toh, endingnya. Itulah kesan saya setelah menyelesaikan metropop debutan Jessica ini. Bagus, hanya saja kurang gereget di bagian akhir. Bicara soal kekuatan, Jessica pandai memilih diksi setengah ‘nyastra’ yang dipadukannya dengan bahasa khas metropop. Modern. Lugas. Tangkas. Gaul. Beberapa bahkan cukup ‘berisi’, misalnya, “mengejar angin, memanah awan, membanting petir.” Keren, kan?
Tema perselingkuhan yang diangkat Jessica memberikan nilai lebih yang cukup membantu menambah bobot metropop ini. Getir kehidupan si tokoh utama mampu menguras emosi bagi siapa saja – terutama pembaca yang emosional. Karakternya pun sanggup menyulut imajinasi untuk melontarkan beragam komentar, puji atau caci, sebagai pertanda keberhasilan Jessica dalam menghidupkan pelakonnya.
Kepiawaian Jessica dalam menghidupkan karakter utama tidak diimbangi dengan karakter lawan dan karakter pembantu yang serasa hanya tempelan belaka. Memang, point of view orang pertama membatasi hal tersebut, namun kalau saja beberapa tokoh diberikan nafas lebih banyak mungkin cerita akan lebih kompleks dan berwarna. Sesuai dengan judulnya, tema besarnya adalah pencarian makna dari kata soulmate. Akhiran .com yang berkorelasi dengan dunia maya (internet) diujudkan dalam beberapa dialog dengan media chating – Yahoo Messenger (YM)-an dan email atau juga petikan-petikan postingan blog.
Ending memang tampil secara tidak terduga, hanya kurang krezz menurut saya. Terlalu curam setelah pembentukan konflik yang demikian memuncak. Konfliknya sendiri pun kurang begitu menggigit. Dialog menye-menye diantara dua karakter utamanya kadang bikin bosan.
Nadya Samuella, seorang executive editor sebuah majalah ibu kota, harus menanggung luka yang tiada terkira setelah secara sepihak Dany, pacar terakhirnya meminta bubaran. Bahkan ia sudah berencana menikah. Untunglah ada Cici dan Bowie, gengnya yang selalu setia memberikan suntikan semangat. Di samping itu, Nadya juga gemar mencurahkan unek-uneknya ke dalam blog pribadinya.
Suatu ketika ada yang memberikan comment pada sebuah postingan di blognya. Nadya pun segera membalas memberikan comment di blog Oka, si pemberi comment tersebut. Hubungan dunia maya berlanjut dalam media YM, email, hingga akhirnya mereka saling bertukar nomor kontak. Oka adalah seorang desain grafis, tinggal dan bekerja di Bali, dan sedang meretas jalan menjadi rokcstar via band yang digawanginya, The Squad.
Belum ada kisah asmara yang terlibat di tengah hubungan yang kian lama kian akrab itu. Nadya, masih juga menjomblo dan wira-wiri meladeni cowok-cowok yang secara tidak terduga merubunginya. Beraneka ragam tabiat, termasuk salah satunya yang ringan tangan. Oleh karena hubungan cintanya yang tak pernah normal, Nadya serasa tersiram madu kebahagiaan ketika Oka yang telah setia menemani hari-harinya meskipun tidak bersama-berdekatan secara fisik, menawarkan sebentuk hubungan yang teranyam dari mula pertemanan.
Namun, yang tidak diketahui Nadya, Oka sebenarnya tidak lagi single and available melainkan telah terikat dengan seorang perempuan Bali yang dijodohkan orang tuanya. Begitu mendapati fakta tersebut, Nadya menjadi bimbang. Marah. Kesal. Kecewa. Tetapi apa mau dikata, cinta yang telah meraja menundukkan logika. Ia menerima saja ketika Oka menyembulkan ide untuk berselingkuh. Tanggapan negatif orang di sekelilingnya diabaikannya. Nadya telah memilih untuk menjalin cinta di balik tembok. Sembunyi dari dunia.
Khayal indah romansa percintaan akhirnya terantuk kenyataan juga. Tiba saat dimana Nadya harus memutuskan, apakah benar-benar dia mau terus menjalani hubungan sembunyi-sembunyi macam ini? Apakah ia tidak memikirkan bagaimana nasib istri Oka di Bali sana? Lalu, tidak dipertimbangkannnya kah nasihat dari teman-temannya? Bagaimana akhir hubungan Nadya-Oka ini? Temukan jawabannya dalam metropop ini.
"Never lose faith in love. Kadang kita diizinkan bertemu orang-orang salah dulu supaya kita tahu seperti apa 'the right person' itu kelak." - hlm. 63
Nadya galau karena diputusin secara pihak. Hobinya ngeblog bikin dia kenal sama Oka, pria Bali yang baru ngerintis band-nya. Mereka hanya sebatas teman curhat di dunia maya. Nadya berusaha bangkit dengan pilah-pilih deh tuh laki-laki yang ada. Nadya kan cantik, jadi pasti ada dong yang ngegebet dia.
Tapi dari semua laki-laki yang dia ajak kencan, nggak ada yang sreg. Sampai akhirnya Oka datang ke Jakarta dan mereka ketemu. Dari situ mereka mulai tambah dekat, bahkan setelah Oka balik ke Bali.
"Gue nggak bisa lo salah atau benar. Kebenaran itu kan relatif." - hlm. 191
Yah, tapi kayaknya Nadya mesti makan hati ketika tahu fakta pahit mengenai Oka. Tapi dia sok tegar, padahal teman-temannya udah nggak setuju.
"Cinta itu rumit ya..." "Membingungkan." "Tanpa kompas." "Tanpa manual." "Tanpa petunjuk yang jelas." "...dan kita tersesat di dalamnya." - hlm 203
Sebenernya novel ini lebih oke kalo diremajakan dengan pemakaian dating apps, mungkin? Biar lebih klik. Memang dijelaskan sih soal tahun 2004-nya. Tapi rasanya gimana gitu heheh. Masih suka kok tapi. Bacanya enak. Dan gue suka punchline di akhir novel ini. :)
Dan buat para bucin, ada kutipan mantul dari Bowie, temannya Nadya.
"Meurut teori John Gray, pria menghilang masuk ke dalam guanya saat menghadapi masalah..." "Oh leave that theory alone! Itu namanya lari dari kenyataan. Pengecut, banci, basi kata gue." - hlm 212
Baca ulang buku ini yang dulu pertama kali bacanya entah lupa kapan. Jessica Huwae adalah nama penulis yang masuk kategori favorit dulu, setelah kesengsem banget sama bukunya Beauty Case.
Sekarang baca buku ini masih ngerasa enak aja sih, walau blog udah gak tren, walau Y!M udah gak ada lagi. Saya mengikuti kegiatan yang dilalui Nadya dan Oka, saat itu, ngeblog, chatting di kantor, ketemu sama orang lain via komen dan Y!M (zaman dulu banget ya, sekarang udah ganti sama kenalan di DM Instagram/Twitter trus lanjut WhatsApp). Beberapa teman terbaik hingga kini kenalnya justru waktu dulu komen2 di blog. Makanya pada saat itu saya suka banget cerita dalam buku ini.
Lah sekarang gimana, masih suka gak? Masih kok. Beberapa perempuan sekarang akan mengalami hal serupa Nadya, hingga saat ini pun. Sosok Oka begitu menarik justru karena 'ada'nya dia dalam perjalanan hidup Nadya. Kembali lagi, keputusan-keputusan menentukan bagaimana jalan hidup yang kita lalui. Kita cuma perlu menjalani.
wow....sebuah frase kejutan , menyemangati untuk terus lanjut membaca. Satu aliran dengan buku 'Test Pack nya Ninit Yunita' dimana ringan , renyah , cukup menggugah dan tak jarang mengundang senyum.
Sentilan nakal cukup berkelas , soulmate = souls that never met sempat dijadikan sebuah cuplikan penalaran Nadia saat menyikapi forbidden love nya dengan Oka pada satu titik.
Sihir cinta selalu sulit untuk akrab dengan realita. Dalam cengkraman badai asmara kepandaian mudah jatuh dalam kebodohan. Desah Rasa kerap mencari jalan melalui kata - semisal :
Kebenaran itu seperti terang. Menelanjangi setiap sudut kegelapan, Membuka setiap cadar kebohongan, Dan menertawakan setiap wajah kemunafikan (hal : 140)
Sayang konflik-konflik dewasa yang tajam dan berbobot belum bersemayam rapih disana. Tak apalah , karena toh cukup menghibur.
Tulisan Mbak Jessica enak banget dibaca, tahu-tahu sudah halaman 100-an. Untuk masanya ketika buku ini diterbitkan pasti bisa dibilang bagus banget, dan saya setuju. Ketika tahun-tahun ini saya membaca buku ini, ya bagus saja, nggak banget. Buku ini berhasil membuat saya ingin membaca buku Mbak Jessica yang lainnya, terutama Skenario Remang-Remang. :)
Kalo lagi cape sama novel-novel terbaru yang happy ending melulu, bolehlah coba cari Soulmate.com (sudah agak jadul, mungkin udah jarang di bookstore) ini yang endingnya cukup realistis: bahwa cinta ga selalu untuk bersama. Hahahaha.
"Seharusnya orang yang elo cintai bisa membuat elo bebas merdeka mengekspresikan diri. Bukan dengan sembunyi-sembunyi. Saat elo susah, galau, gembira, bahagia, dia orang pertama yang harus hadir dalam hidup lo, bukan orang lain."
Novel pertama penulis yang kubaca, dan membaca versi cetak ulang dengan cover baru. Novel ini masih mengangkat tema yang sama dan familiar, yaitu "perselingkuhan", tapi gaya menulis yang ditawarkan berbeda, lincah dan mengalir lancar, dengan menggunakan format blog, YM dan sms, kita diajak mengenal karakter dan interaksi tokoh dengan lebih dalam. Aku cukup menikmati cerita ini dan tanpa terasa terus membaca hingga akhir.
Novel ini mengisahkan tentang Nadya, seorang editor yang sukses, cantik, menarik namun satu hal yang masih kurang dalam hidupnya "CINTA". Klise sebenarnya, dibalik semua yang dimilikinya, dia masih mencari belahan jiwa yang sesungguhnya. Pria terakhir yang bersamanya malah meninggalkannya demi wanita lain, kemudian pria-pria lain hadir dalam hidupnya tapi sama saja, tidak ada yang benar-benar bisa mengetuk hatinya karena yang datang malah pria yang "ringan tangan", penyuka "one night stand", anak mami hingga yang sangat polos dengan hubungan wanita-pria. Hal ini membuat Nadya mulai mempertanyakan tentang "apakah sesungguhnya soulmate itu ada?"
Nadya yang suka sekali mencurahkan isi hatinya melalui blog dengan akun "Bling-Bling", kemudian tak sengaja bertemu dengan sosok "The Hero" yang suka meninggalkan jejak di blognya. Berawal dari blog, mereka pun saling bertukar alamat YM dan interaksi pun berlanjut ke SMS, telpon hingga kopi darat. Jarak antara Jakarta dan Bali pun tidak menjadikan hambatan untuk persahabatan mereka yang berawal dari dunia maya, mereka malah merasakan kenyamanan satu sama lain, hingga suatu hari The Hero, yang akhirnya dikenalnya dengan nama "Oka" mulai mengisi relung hati Nadya dan tidak membutuhkan waktu lama mereka pun memutuskan untuk berpacaran.
Hidup Nadya pun berubah, bersama Oka dia merasakan cinta yang sesungguhnya, walaupun harus memendam rindu karena jarak yang membentang. Namun, kenyataan tak seindah khayalan, Oka ternyata punya rahasia yang tidak pernah diceritakannya kepada Nadya, karena alasan "takut kehilangan". Hidup Nadya pun berubah drastis setelah mengetahui bahwa Oka bukanlah pria yang selama ini dia pikirkan, Oka hanyalah pria beristri dan tanpa sadar Nadya telah menjadi "wanita kedua" dalam pernikahan Oka dan Sekar, istrinya.
Awalnya Nadya marah terhadap Oka, tapi rasa cintanya yang begitu besar terhadap Oka menjadikan dia memilih jalan lain, tetap mempertahankan hubungannya dengan Oka walaupun hanya menjadi "selingkuhan". Walaupun sahabat-sahabatnya menentang tapi Nadya tetap saja bersama Oka, padahal hati nuraninya berkata "Tidak" untuk sebuah affair. Bagaimana kisah Nadya dan Oka? Akankah Nadya menemukan "soulmate" yang selama ini dia cari?
Membaca novel ini membuatku ketagihan, ingin terus membaca dan membaca dan tahu-tahu sudah sampai di ending. Walaupun sejak awal sudah bisa menebak akhir ceritanya, tapi aku menikmati novel ini. Memang klise, tapi penulis mampu mengemas cerita ini dengan sentuhan yang berbeda dan punya warna tersendiri. Jadi kepengen mencoba membaca karya lain penulis ^^
"Perselingkuhan itu ibarat naik jet coaster. Seru-menegangkan-bikin senang-bikin ketagihan-bikin lo ketawa kegirangan. Tapi lo tahu, sesenang-senangnya elo di atas sana, ada saatnya lo harus turun dan berhenti. Kalau nggak, elo bakal mual dan sakit. What's the point of having fun if you're not having fun by the way?"
Jaman sekarang rasanya bukan hal yang aneh lagi untuk mencari atau menemukan jodoh dari dunia maya. Ada sarana friendster, chatting di Yahoo Messanger, atau sekedar bilang ‘Hai, salam kenal’ ketika mampir di blog orang lain. Tapi, harus diingat, apa yang keliatan di dunia maya belum tentu sama dengan dunia nyata. Namanya juga dunia maya, orang bebas menjadi siapa pun yang dia mau, bebas mengkhayal dan menciptakan identitas sendiri.
Begitulah yang kira-kira dialami Nadya. Ketika Nadya putus sama pacarnya, Dany, dia sering ‘curhat’ di blog-nya. Tentang kesedihannya, tentang dunianya yang tiba-tiba gelap. Hingga satu saat, tulisannya di blog mendapat komentar dari seseorang beridentitas ‘the hero’.
Berawal dari komentar-komentar singkat itu, akhirnya mereka janjian untuk chatting. ‘the hero’ yang nama aslinya Oka, adalah seorang pemuda, pemain band, berdomisili di Bali.
Saling curhat, lama-lama memberi rasa nyaman di hati keduanya. Meskipun selama periode chatting itu sempat pacaranya dengan orang lain, Jo. Tapi, Jo ini pun gak memberikan kebahagian untuk Nadya, karena ternyata dia adalah cowok yang ringan tangan.
Sampai akhirnya, Nadya bertemu dengan Oka di Jakarta, dan berlanjut ketika Nadya dapat tugas ke Bali. Pertemuan di Bali menjadi tanda resminya cinta mereka.
Nadya berharap dia sudah menemukan soulmate-nya. Tapi, Nadya salah. Oka ternyata punya rahasia yang tidak terduga sama sekali. Nadya pun harus memilih, menjalani hubungan yang tak tentu arah, mengulang kesalahan masa lalu orang tuanya, atau, memilih untuk merasakan sakit sekali lagi. Kadang, kalau lagi jatuh cinta, semua jadi gak rasional, semua jadi sah-sah aja meski salah.
Nadya Samuella, cantik, almost perfect, tapi tidak dengan kehidupan cintany. Mulai dari ditinggal pacar merit, punya pacar tukang pukul, sampai akhirnya ketemu Oka, perkenalan di dunia maya awalnya, dari sededar saling singgah membaca blog, kemudian email, kemudian ym, lalu sms, selanjutnya telfonan. Hingga Nadya merasa, Oka lah cinta yang ia cari2 selama ini, karena cinta Oka lah yang melengkapi hidupnya, kehadiran Oka lah yang membuat hidupnya jadi lebih 'hidup'.
Hingga suatu ketika, terbongkarlah rahasia Oka yang membuat hidup nadya jadi berubah.
Awalnya suka sama si oka, type pria idaman lah, tapi pas tau dia begitu, aku sebel banget, begitu ya cowo itu sana sini bisa mesra dan panggil2 sayang. Dan lebih ga respect banget sama Nadya, cantik tapi kok mau dijadiin selingkuhan??? Bego itu namanya....
Akhirnya, bintang tiga, karena banyak pelajaran tentang kehidupan yang bisa aku ambil, aku suka sama banyak kalimat2nya yang berisi pelajaran dan kenyataan tentang kehidupan.
[close] Cantik, cerdas, sophisticated, memiliki pekerjaan dan teman-teman yang menyenangkan. Di usianya yang ke-25, Nadya Samuella memiliki banyak hal yang sanggup membuat wanita mana saja iri. Kekurangannya hanya satu: cinta. Dengan embel-embel "plus-plus" yang dimilikinya, ternyata tidak mudah bagi Nadya untuk menemukan pria yang sungguh-sungguh mencintainya. Hidup seakan berkonspirasi mengantarnya pada deretan "pria-pria salah". Pacar yang dulu setia tiba-tiba mengkhianatinya, pacar tukang pukul, sampai deretan panjang kencan-satu-malam yang membuatnya lelah dan bosan. Sampai suatu hari dia bertemu Oka, pria sederhana yang ditemuinya lewat Internet.
Dalam sekejap hidup Nadya kembali sempurna. Namun sayang, Oka ternyata menyimpan rahasia yang bukan hanya mengguncang langit hidup Nadya, tapi juga memutarbalikkan semua keyakinannya akan cinta. Masih percayakah Nadya kalau soulmate itu ada? Atau dia harus mulai melepaskan mimpi-mimpi Cinderella masa remajanya?
Nadya Samuella adalah potret wanita masa kini yang memiliki karir cemerlang, cantik dan punya teman-teman yang setia. Nadya bekerja pada sebuah majalah fashion wanita namun mempunyai kehidupan cinta yang selalu gagal, kemudian bertemu dengan Oka seorang teman yang ditemuinya pertama kali di kolom comment pada jurnal hariannya (blog) dengan memakai nama "the hero".
Oka adalah seorang pria asli Bali dan tinggal di Bali bekerja dan juga seorang vokalis dari sebuah band indie "the squad".
Oka selalu menjadi pendengar yang baik kala nadya berkeluh kesah seputar pekerjaannya dan dunia cintanya yang seringkali berakhir dengan kegagalan.
Sejalan dengan waktu perubahan terjadi pada hubungan persahabatan ini menjadi jalinan kasih yang tidak dapat dihindari oleh keduanya walaupun jarak terpisah, namun tidak menghasilkan hubungan yang baik karena didasari dengan ketidakjujuran satu pihak.
Cantik, cerdas, sophisticated, memiliki pekerjaan dan teman-teman yang menyenangkan. Di usianya yang ke-25, Nadya Samuella memiliki banyak hal yang sanggup membuat wanita mana saja iri. Kekurangannya hanya satu: cinta. Dengan embel-embel "plus-plus" yang dimilikinya, ternyata tidak mudah bagi Nadya untuk menemukan pria yang sungguh-sungguh mencintainya. Hidup seakan berkonspirasi mengantarnya pada deretan "pria-pria salah". Pacar yang dulu setia tiba-tiba mengkhianatinya, pacar tukang pukul, sampai deretan panjang kencan-satu-malam yang membuatnya lelah dan bosan. Sampai suatu hari dia bertemu Oka, pria sederhana yang ditemuinya lewat Internet.
Dalam sekejap hidup Nadya kembali sempurna. Namun sayang, Oka ternyata menyimpan rahasia yang bukan hanya mengguncang langit hidup Nadya, tapi juga memutarbalikkan semua keyakinannya akan cinta. Masih percayakah Nadya kalau soulmate itu ada? Atau dia harus mulai melepaskan mimpi-mimpi Cinderella masa remajanya?
Beli novel ini karena rekomendasi dari salah satu fanbase di twitter yang bilang buku ini recommended banget. Bukan jenis cerita yang aku suka: alurnya terlalu sinetron dan mudah ditebak. Nadya adalah tipe cewek metropolitan jaman sekarang: cantik, pinter, punya karir cemerlang tapi love lifenya gak sukses. Dia ketemu Oka melalui internet dan melalui hubungan intens mereka akhirnya jatuh cinta. Tapi rupanya Oka menyimpan rahasia besar: he is married. Dan sampai akhir cerita yang diceritakan adalah kebimbangan Nadya tentang kelanjutan hubungannya dengan Oka. Pas di tengah-tengah aku rasa cerita uda mulai membosankan karena tidak ada hal yang mengejutkan, alurnya pun terlalu mudah ditebak. Banyak juga puisi di dalam ceritanya dan ini lebih ke format cerita dengan tipe chatting dan sms bukan narasi. Bukan jenis cerita yang kurekomendasikan untuk dibaca tapi tiap orang mempunyai selera yang berbeda secara buku ini uda cetak ulang yang ke-7 kali. Three stars only.
the story's bout nadya,,woman who's succed in her carrier,,cool job,,good looking,,great friends,,but not so lucky in her love life. after being dumped by her bf(who got other girl pregnant,btw!),beaten by the following bf,,(gosh,her love life does suck=P)she kinda lost faith in love. but then she meet this one guy at internet,who sumhow understands her and open her mind to new point of view in seeing what love really is.little that she know that she'd end up doing thing she'd never even imagined.why i only put 3 stars for this book?not because it's not good,,cus it is. how nadya and oka(guy in net) put their feeling into words on their blog are awesome(ahh,wish i had talent like that),,but bcus i hate this kind of story!!reading story like this put me in such bad mood=(..(and my friend who recommends this novel to me,though she know its sooo not my type,,well,she's gonna get sum=P)
aku engga terlalu suka sama endingnya. Sebenarnya penyampaiannya udah bagus. Banyak kata2 yg ngegereget seperti cewek metropolitan. Dll. Aku enggak sukanya si cici yg terlalu banyak ngebanggain seorang nadya. 'pinter' 'cantik' 'berkehidupan layak' berulang2 aku membaca kalimat membanggakan seperti itu. Ceritanya itu menarik, nadya sama oka engga kayak pasangan lain mereka beda dan problemnya itu emangnyakitin. Dan hei sekar kamu datang dari abad ke berapa si? Jaman nenek2 udah punya facebook kamu masih ngalah aja sama nadya? Cewek tolol yg ngiklasin belahan jiwanya pergi. Apalagi di dalem cerita kamu sedang hamil. For oka. Your a stupid boy? And i really hate you. Mempermainkan perasaan 2 cewek. kak jesika. Kalo ada revisi naskah mohon di rubah dikit endingnya. Atau seenggaknya di ending nadya punya pengganti oka.
Nadya Samuella, cantik - cerdas - sophisticates dan mempunyai banyak teman yang menyenangkan tetapi selalu menghadapi masalah dalam urusan percintaan. hopeless dengan mantan nya yang 'biasa biasa saja' yang meninggalkan dirinya demin wanita yang 'biasa biasa juga' Nadya sempat berkencan dengan sederet pria yang gagal menarik perhatiannya seelum garis start kebiasaan blogging membubat dia berkenalan dengan Oka, sang calon musisi di Bali yang menjadi teman curhat segala cerita bagi Nadya singkat cerita mereka saling jatuh cinta bahkan menjalin kasih dan dalam sekejap hidup Nadya menjadi sempurna, tetapi Oka menyimpan rahasia yang bisa mengporak poranda kan seluruh harapan Nadya
baca novel ini habis dalam dua jam sukaaaaa :) cerita nya ngalir gitu aja kayak sungai menuju lautan dan samudra ga nyadar ternyata uda di last page berhubung banyak puisi puisi juga di dalam nya dan quotes juga
Bagus! Cerita yang menarik. Penggambaran semua setting, tokoh utama, dan lokasi yang berusaha digambarkan oleh penulis sangatlah sesuai. Mungkin saya telah 3x membaca buku ini hingga beberapa penggalan kata yang tersurat di dalam novel ini saya sadur kembali dalam beberapa tulisan di blog saya.
Mengharukan. Satu kata yang bisa saya gambarkan untuk novel ini. Sebuah karya sastra yang mampu membuka mata para wanita tentang cinta dunia maya yang belakangan merajalela di kalangan masyarakat. Sebuah cinta kasih yang meskipun kita telah berusaha sekuat tenaga untuk bertahan, namun tetap saja, cinta memiliki jalannya sendiri. Sebuah kisah yang mengajarkan bahwa manusia tidak selalu bisa memiliki apa yang menjadi 'piala'-nya.
anything possible d era teknologi komunikasi yg kian cangeeh ini... sampai2 menemukan pacar virtual, selingkuhan or soulmate ???-agak bingung mengklaimnya coz semua status itu benar bwt si Nadya dan Oka - tokoh dlm novel ini- bisa terjadi.
berawal dari comment ga penting d blog, lanjut chatting, tuker2an no HP, telp2an, sampe akhirnya kenyataan tentang cinta dunia maya itu membuat hidup nadya berantakan. eniweiii...jd tau kyk gitu ya low social present... tp jd bertanya2 kok bisa ya jatuh cinta dlm dunia maya???
I liked this book because it gave the different point of view about some stuff taht usually are the same in all chicklit. I like the term used : mas-mas :D and of course I liked the phrase, kalo Tuhan mau ngasih lo BMW, masa lo puas dengan bajaj. But I guess I put too much hope in this book, since I am in love with Jessie's blog. She is a great writer, especially when she writes poetry/poem-whatever-those-called. I think this book was nt as great as her 'usual' writing
i love this book, swear! In it i've found some good santences such as " Kadang kita diizinkan untuk bertemu dengan wrong person supaya kelak kita tahu artinya the right person". In the begining it's like a simple story but the more i read it the more i find the 'feel' of this love story. They tell about internet dating,well the fact love can come to us from the feeling of comfort. Just that simple? Yup so simple but mean alot.trus me!
Sejujurnya saya menilai buku iki tak jelek-jelek amat tapi juga tak bagus-bagus amat. Kisah kisah yang mengalir masa kini banget dan sangat banyak dijumpai dalam masyarakat saat ini. dengan tutur kata yang sangat mudah dipahami dan khas anak muda, buku ini bisa dijadikan sebagai teman tidur buat anda. dan satu hal kenapa saya memberi 4 bintang untuk buku ini, karena kisahnya gue banget. Tapi semoga ending dari kisahku tak berakhir sama dengan yang di buku ini. Amiin..
Momen jatuh cinta adalah momen dimana manusia jadi amat egois, sampai ada frase terkenal "Everything is fair in love and war.." Apapun halal dalam cinta dan perang.. Tapi sungguh, semua pilihan yang kita buat, termasuk dalam cinta, adalah tanggung jawab orang yang menjalaninya. Atas nama cinta bukan lagi alasan suci, ada hal-hal yang lebih tinggi untuk dijadikan pijakan saat kita harus memilih. Aku suka bahasa yang dipakai..kata-kata tokoh-tokohnya..puitis...
Novel yang simple, bahasanya ringan, dan puisi-puisinya kerennn. Recommended buat yang deket ama dunia maya dan sedang mencari soulmatenya.
Media surat yang telah tergantikan oleh YM, Blog, Email dan monitor dalam pencarian cinta. Nah buat yang suka chattiiiinggg.. pasti pernah ngalamin hal-hal yang diceritain di novel ini :p
satu pertanyaan yang masih belum terjawab ampe skarang; "Pertanyaan Tentang Soulmate"
Buku ni cukup bagus wat d jdin rekomendasi... b'awal dr cerita seorg perempuan yg d tinggalin ma pacarny demi perempuan lain n setelah itu dy sering gagal dlm m'jalani hubungan dng lawan jenisnya, tapi semua tiba2 menjadi indah, bergejolak, menyenangkan sekaligus kenyataan yg m'gemparkan setelah dy berkenalan dng seorang pria dr dunia maya.
Suka banget sama buku ini.walaupun pada awalnya gue sempet ragu klo ceritanya bakalan standar,banyak pelajaran yang gue dapet dari buku ini,seru dan kocak juga.Walaupun akhir ceritanya not happy ending tapi cocok dengan realita yang banyak dihadapi sama cewe2 yang tinggal dikota besar dengan segala permasalahannya.