Farrel, seorang pemuda yang ganteng, punya pacar cantik, punya rumah dan mobil bagus, pokoknya tipe laki-laki idaman, deh… tapi, seiring dengan kesuksesannya, makin lama ia makin cuek dengan keinginan sang pacar yang minta ditemani belanja, ke salon, terlalu melankolis. Farrel gak habis pikir, kenapa perempuan gak bisa nyoba baju hanya sekali, kenapa harus ke salon berlama-lama dan kenapa bisa nangis hanya karena baca novel romantis.
Puncaknya di hari ulang tahun Gaby, pacarnya, Farrel lupa karena kesibukannya sebagai managing partner yang baru di perusahaan periklanan tempatnya bekerja. Gaby kecewa dan sedih banget, sampai akhirnya – diikuti dengan petir yang menggelegar - terucap birthday wishes: “Tuhan, kalau memang aku harus kehilangan Farrel… aku rela… Asalkan satu kali dalam hidupnya, jadikan Farrel perempuan. Agar ia tahu bagaimana memahami perasaan perempuan…
Tuhan, bebaskan ia dari hukuman hanya pada saat ia telah bahagia menjadi perempuan.” (hal. 92)
Maka di pagi hari ketika bangun, Farrel mendapati dirinya sudah berubah jadi perempuan. Farrel dengan gayanya yang selama ini rapi tapi cuek, harus beradaptasi memakai sepatu hak tinggi, rok mini, bahkan mengalami haid. Belum lagi harus menghadapi para pria yang tertarik pada dirinya sebagai Prita.
Pelan-pelan, Farrel sebagai Prita, mulai bisa memahami keinginan perempuan, mulai mengerti ‘kemelankolisan’ perempuan, bahkan juga suka sama yang namanya novel romantis dan film drama. Prita juga mengalami rasa jatuh cinta dengan pria yang disebut Mr. Right. Mereka pun akhirnya menikah…
Ketika kebahagian mulai merasuki Prita, ia harus kembali ke wujud ‘asli’nya sebagai seorang laki-laki. Apakah Farrel akan jadi laki-laki yang lebih baik untuk Gaby? Apakah perubahannya itu benar-benar membuatnya sadar?
Novel ini lumayan bisa mengaduk-aduk emosi pembaca. Ada bagian yang bisa bikin kita tersenyum geli, ikut merasakan kesal dan kecewanya Gaby, ada bagian-bagian yang sedih. Rasanya, novel ini berbeda dari novel-novel Andrei Aksana yang sebelumnya, yang cenderung mendayu-dayu.