Begitu sudah dekat sekali, keris Empu Gandring ditusukkan ke dada Tunggul Ametung tepat menghunjam ke jantungnya, sehingga ia tidak berteriak sama sekali. Hanya menggeliat sebentar, lalu lenyaplah nyawanya. *** Novel ini adalah pemiksian menarik dari karya legendaris Serat Pararaton atau Kitab Raja-Raja. Sebuah karya besar yang hingga hari ini masih dijadikan rujukan utama para sejarawan dalam mempelajari sejarah Kerajaan Singasari dan Majapahit. Bertutur tentang perjalanan hidup sang putra dewa yang lahir sebagai kasta sudra bernama Ken Arok. Di mana dengan segala liku-likunya yang menarik akhirnya sanggup menjadikan dirinya sosok besar yang karismatik, menjadi pendiri dan sekaligus raja Kerajaan Singasari dengan kekuasaan yang demikian luas. Dan, sepak terjangnya yang paling heboh adalah ketika ia berhasil mencuri hati Ken Dedes, permaisuri cantik Akuwu Tunggul Ametung, sang pembuka jalan takdir untuk Ken Arok menjadi raja Jawa yang disegani, yang kemudian berakhir dengan pembunuhan Tunggul Ametung sendiri. Sungguh, sebuah kisah tentang kejayaan dinasti besar dengan cerita-cerita kelam yang melingkupinya. Termasuk cerita tentang kutukan Empu Gandring terhadap keris ciptaannya sendiri yang harus menumbalkan banyak nyawa! Layak Anda baca!
Inilah kisah hidup seseorang yang pada mulanya dijadikan manusia. Seseorang yang kemudian oleh ayahnya, Dewa Brahma, dinamai Ken Arok!
Kepahlawanan, intrik politik, asmara, dendam, serta hasrat akan harta dan kekuasaan mewarnai kisah legendaris ini dengan sangat kental. Dan, disajikan dengan sangat memikat!
Wid Kusuma, merupakan nama pena dari Widiharto Hadikusuma. Ia mempunyai hobi membaca dan menulis. Karya-karyanya yang telah diterbitkan dalam bentuk buku, di antaranya: Pararaton (DIVA Press, 2011), Mahkota yang Terbelah Jilid 1 (DIVA Press, 2011), Mahkota yang Terbelah 2 (DIVA Press, 2012), dan Mahkota yang Terbelah Jilid 3 (DIVA Press, 2012).
Cerita dan konfliknya bagus siihh, cuma ga tau ini bukunya interpretasi bebas atau memang terjemahan dari versi originalnya begini, tapi menurutku terlalu ringkas ceritanya dari peristiwa satu ke peristiwa lainnya. Positive thinking aja yaa, mungkin buku ini hanya retelling cerita yang udah ada, bukan dimaksudkan sebagai novelisasi.
Aku berharap nanti bakal ada yang menulis novelnya fully detailed, lengkap dengan dramatisasinya. Walaupun nanti jadi 7 seri, bakal aku baca deh!!
my first indonesian ancient kingdom book and it was interesting. there were a lot of old terms i’ve never heard of but i managed to keep up. although i don’t really like how the writer added unnecessary descriptions to some not so important parts. the ending felt a bit rushed but on the other hand i did learn a lot of stuff!