Zahrana adalah seorang wanita cerdas yang memiliki mimpi-mimpi tinggi. Sejak sekolah, ia tahu apa yang diinginkannya maka ia akan berusaha keras untuk meraihnya. Demi mengejar impiannya, Zahrana bahkan mengambil kuliah di dua jurusan di dua kampus berbeda pada waktu bersamaan. ia ingin menjadi ahli arsitektur, dan memanfaatkan serta mengajarkan ilmunya demi memajukan kualitas hidup masyarakat.
Akan tetapi ada satu hal, yang tak disadari Zahrana. Karena keasyikannya berkutat dengan buku-buku, kuliah, dan menulis jurnal ilmiah internasional, dirinya menjadi semakin tua dan melawati batas umur seorang wanita untuk menikah. Apalagi dengan statusnya sebagai anak semata wayang, orangtuanya sudah berkali-kali menegur dan bersikap keras agar ia segera berumah tangga.
Di tengah ikhtiar dan kepasrahannya kepada Tuhan untuk segera bertemu dengan jodohnya, sebuah pinangan yang menakutkan justru datang kehadapan Zahrana.
Kang Abik, demikian novelis ini biasa dipanggil, adalah sarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dikenal sebagai dai, novelis, dan penyair. Karya-karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tapi juga negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei. Karya-karya fiksinya dinilai kental nilai Islaminya dan mendorong semangat para pembacanya.
Selama di Kairo, kang Abik banyak menulis naskah drama dan menyutradarainya, di antaranya: Wa Islama (1999), Sang Kyai dan Sang Durjana (gubahan atas karya Dr.Yusuf Qardhawi yang berjudul ‘Alim Wa Thaghiyyah, 2000), Darah Syuhada (2000).
Beberapa karya terjemahan yang telah ia hasilkan seperti Ar-Rasul (GIP, 2001), Biografi Umar bin Abdul Aziz (GIP, 2002), Menyucikan Jiwa (GIP, 2005), Rihlah ilallah (Era Intermedia, 2004), dll. Cerpen-cerpennya dimuat dalam antologi Ketika Duka Tersenyum (FBA, 2001), Merah di Jenin (FBA, 2002), Ketika Cinta Menemukanmu (GIP, 2004), dll.
Karya-karyanya: Ayat-Ayat Cinta (2004) Di Atas Sajadah Cinta (2004) Ketika Cinta Berbuah Surga (2005) Pudarnya Pesona Cleopatra (2005) Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007) Ketika Cinta Bertasbih 2 (Desember, 2007) Dalam Mihrab Cinta (2007)
Setelah beberapa kali membaca karya-karya Kang Abik, saya selalu merasa puas. Namun saya pun sadar sesadar-sadarnya bahwa tak semua orang menyukai tipe tulisan beliau. Salah satunya novel ini.
This book is good, but not everyone cup of tea.
Sebenarnya ceritanya simpel saja, biasa, kisah cinta (seperti yang kamu kira dari judul dan penulisnya). Tapi ini adalah salah satu buku yang memberikan saya wawasan/sudut pandang baru.
Sang tokoh utama, Zahrana, adalah seorang perempuan yang sangat cerdas dalam bidang akademis. Ia selalu menjadi pelajar teladan dan bahkan mampu menyelesaikan kuliah di dua jurusan teknik dengan tepat waku dengan nilai memuaskan. Tahu bahwa ia mampu, dan Zahrana tak menyianyiakan kemampuannya dan bertekad mereguk ilmu sebanyak mungkin. Apalagi ia sering mendengar dari sang ibu bahwa sang ayah yang hanya pegawai rendahan sering mendapat perlakuan semena-mena karena pendidikan dan jabatan yang teramat rendah.
Di sisi lain, karena orangtuanya hanya memiliki Zahrana sebagai anak, mereka terkadang memiliki mimpi dan keinginan sendiri akan ke mana masa depan Zahrana menuju. Namun apa daya, puteri semata wayangnya itu memiliki keinginan dan tekad yang teramat kuat untuk diluluhkan.
Akhirnya keluarga kecil ini tiba di satu masa saat keinginan mereka tidak bisa lagi dikompromikan: agar Rana cepat menikah dan memiliki anak. Di usianya yang ke-34, entah berapa lamaran yang puteri mereka itu tolak dengan berbagai alasan, salah satunya karena alasan karir dan pendidikan. Dari sana orangtua Rana berpikir bahwa puteri mereka sangat egois, selalu memikirkan keinginannya tanpa mempertimbangkan perasaaan orangtua.
***
Dari sana, sebagai perempuan, saya sangat mengerti perasaan sang tokoh utama. Meski saya tidak sepintar dan seambisius Rana, saya pikir saya akan melakukan hal yang sama, yakni mereguk ilmu dan memanfaatkannya semaksimal mungkin demi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara. Apalagi tak semua orang diberkahi dengan otak encer bukan? Semakin besar kemampuan, tentu semakin besar tanggung jawabnya.
Tapi sebagai calon orangtua (kiw!) saya sedikit mengerti perasaan orangtua Rana. Bila anak semata wayang terus membujang sementara orangtua terus menua, mau tak mau rasa khawatir akan datang dan menghantui. Bila nanti kami sebagai orangtua mati, dengan siapakah ia akan hidup? Siapa yang akan menjaganya? Yang akan menjadi sandaran ketika sedih dan teman ketika kebahagiaan datang?
Tentu definisi orang akan bahagia berbeda-beda. Bagi Rana kebahagiaan itu adalah bila ia bisa memanfaatkan ilmu semaksimal mungkin, sedangkan bagi orangtuanya kebahagiaan adalah dengan menemukan orang yang tepat untuk menjalani hidup bersama dan menikah.
Ini menarik. Setiap individu mungkin memiliki definisi kebahagiaan masing-masing dan kita tak berhak memaksa orang lain untuk memegang definisi yang sama. Tapi bagaimana bila yang memaksakan adalah salah satu orang terdekatmu/orang yang kaucintai?
Baru 1/3 dari total halaman yang kutuntaskan, aku sudah merasa sangat familiar dengan alur cerita dan tokoh yang ada. Ya, sampai setengah buku aku benar-benar merasa sudah pernah membaca kisah yang sama dengan judul yang mungkin berbeda namun oleh penulis yang sama. Benarlah, ternyata Cinta Suci Zahrana adalah pengembangan cerita dari Takbir Cinta Zahrana, salah satu dari tiga cerita yang ada di Dalam Mihrab Cinta.
Inilah alasanku memberi dua bintang. Saya merasa karya ini hanya pengembagan saja, seolah-olah sudah kehabisan ide cerita (*hanya berpendapat). Lalu aku memutuskan naik 0,5 bintang karena pesan-pesan moral di dalamnya. Dan menjadi 3 bintang karena pembulatan ke atas aja. *haha..
Buku yang tidak terlalu tebal, mampu dihabiskan kurang 12 jam.
Kisah persahabatan bagaimana sahabat mampu menjadi sumber kita merasionalkan kembali jiwa yang emosi. Memandu kita saat terasa diri dihimpiti. Buat saya teringat akan sahabat-sahabat saya.
Kisah wanita yang mencintai ilmu dan dunia akademiknya yang tersendiri. Buat saya tersenyum ketika membacanya. Banyak pengajaran yang saya pelajari di watak utama novel ini, paling kurang, saya belum terlambat untuk mempelajarinya.
Setelah sebelumnya mengembangkan Novelet Dalam Mihrab Cinta menjadi Dalam Mihrab Cinta The Romance. Kang abik melanjutkan salah satu cerita lainnya dalam novelet tersebut yaitu "Takbir Cinta Zahrana" Dari awal kakak saya (yg adalah penggemar kang abik) membawa pulang buku tersebut saya udah mahfum, ini adalah pengembangan kisah zahrana, seorang dosen yang cerdas, salehah, berpendidikan tinggi, cantik, tapi sayangnya sulit sekali menemukan jodohnya.
Doa hanya akan terkabul jika dilengkapi ikhtiar, jadi tangis zahrana dalam doa-doa panjangnya mempertanyakan dan meminta jodohnya kepada Sang Maha Pemberi diturutkan dengan berbagai upaya.
Terus terang saya suka cerita ini waktu dalam bentuk novelet, walaupun saya bukan penggemar kang abik, dan cenderung bosan membaca novel-novelnya. tapi pengangkatan tokoh utama wanita adalah hal yang jarang dilakukan oleh beliau, belum lagi latar belakang zahrana yang hampir sama dengan saya yang adalah sama2 seorang pendidik. meskipun blm sampai pada batas umur yang membuat ketar-ketir seperti zahrana, saya benar2 bisa mengerti dan merasakan kekhawatiran dan rasa frustasi yang dialami zahrana mengenai jodohnya yang "terlambat". Ini membuat saya awalnya berniat memberikan ***.
hanya saja satu kesalahan fatal yang membuat saya terpaksa menghapus satu bintang lagi adalah, bahwa berbeda dengan Dalam Mihrab cinta yang masih menyisakan tanda tanya di endingnya, dalam Takbir Cinta zahrana, sudah jelas-jelas diceritakan bagaimana nasib zahrana, sehingga kehadiran novel Cinta Suci Zahrana sama sekali tidak memberikan kejutan bagi pembacanya.
kang Abik seharusnya bersyukur, beliau punya banyak penggemar yang sangat mengagumi karya-karyanya. Penggemar kang abik saya berani jamin tidak pernah melewatkan satupun novel-novelnya, apalagi novelet "dalam mihrab cinta" yang katanya best selling. Pengembangan cerita dari sesuatu yang predictable atau parahnya sudah jelas2 diketahui endingnya saya anggap cukup mengecewakan. tidakkah kang abik ingin memanjakan penggemarnya dengan sesuatu yang baru? maaf tapi jangan cuma karena kejar deadline misalnya, setahun minimal 1 novel terbit, akhirnya ide yang udah lama dikembang2in lagi.
Dulu saya cukup ngikutin novel-novel yang ditulis oleh Kang Abik, tapi semenjak kecewa berat sama novel "Bumi Cinta", yang berasa seperti novel sejarah, saya sudah tidak begitu bersemangat untuk membeli novel barunya. Sampai akhirnya seorang teman menghadiahi saya buku ini.
Di awal buku saya cukup menikmati novel ini, bercerita tentang seorang wanita bernama Zahrana yang sangat berprestasi dalam bidang akademis, dia menjadi wanita pertama Indonesia yang mendapat penghargaan di tingkat internasional dalam bidang arsitek, tetapi pada usianya yang kunjung tua, dia belum juga memutuskan untuk menikah. Inilah yang menjadi kekhawatiran orangtuanya. Tekanan dari orangtua Zahrana untuk mensegerakana pernikahannya dan perjuangan Zahrana menemukan calon suami yang menjadi konflik cerita ini. Kenyataannya memang tidak mudah, Zahrana harus berjuang dan mengalami kekecewaan yang mendalam sebelum dia bisa menemukan cinta sejatinya. But, anyway, pas di tengah novel, saya ngerasa dejavu sama ini cerita, berasa pernah baca dimana gitu, ternyata benar, ini novel diadaptasi dari cerita pendek di salah satu buku kumpulan cerpen Kang Abik.
Overall, stroryline nya memang biasa, tapi pesan-pesan agama yang coba disisipkan oleh Kang Abik tidaklah biasa. Beberapa kalimat mampu membuat saya "ngangguk-ngangguk" setuju. Jadinya saya berikan 3.5 bintang (dan digenapkan menjadi 4) untuk buku ini.
Terus terang novel ini sangat menginspirasi saya. Bagaimana sosok Zahrana berhasil digambarkan oleh penulis sebagai sosok yang sangat cerdas. Menerima berbagai penghargaan prestisius baik dari dalam maupun luar negeri. Dia sangat bersemangat untuk terus merengkuh prestasi demi prestasi. Dia sangat profesional dibidang yang ia geluti. Ini benar-benar memberi inspirasi bagi saya untuk juga bisa berprestasi seperti Zahrana ^_^.
jodoh, tahta, harta dan musibah telah digariskan oleh ALLAH SWT. Wanita baik insaALLAH mendapatkan laki-laki yang baik juga. Buku ini benar-benar menggugah pemahaman tentang jodoh dalam Islam. Bagaimana kekuatan berjuang untuk melangkah mendapatkan pintu surga
Nah, kalo untuk novel kang Abik yang ini saya suka. Disini saya mengambil hikmah bahwa sungguh, Allah telah mengatur takdir hambaNya sedemikian rupa... Tak usah kita takut pada jalannya kehidupan.
“langit, Matahari melihat kita. Aku malu. Kita perlu menjaga adab dan tata karma. Itulah cinta yang suci”. (El Shirazy, 275:2011)
Cinta seringkali diartikan dengan berbagai macam bentuk kata. Setiap orang berhak menafsirkan cinta dengan metode penafsirannya sendiri-sendiri. Habiburrahman El Shirazy mendefinisikan cinta dengan bentuk yang beradab dan memiliki kesopanan dalam penerapannya. Lewat novel terbarunya, Cinta Suci Zahrana, Kang Abik-panggilan akrab Habiburrahman El Shirazy membawa kita menyelam lebih jauh tentang bagaimana makna cinta yang beradab dan memiliki kesopanan. Lewat Cinta Suci Zahrana, pembaca dibawa untuk memahami bahwa cinta merupakan nikmat Tuhan yang suci. Oleh karenanya cinta harus dijaga dengan baik tanpa menjauhi tata karma serta kesantunan adab. Novel ini bercerita tentang seorang gadis bernama Zahrana yang menjalani liku kehidupan dengan cobaan-cobaan yang kerap muncul dalam keseharian nyata seorang wanita. Tidaklah mudah untuk seorang Zahrana dalam mendapatkan cinta yang suci. Semua itu tidak hanya sebatas membalikkan telapak tangan. Zahrana terlalu memprioritaskan masalah akademik dan karir. Hal ini membuat ia sulit untuk “menikah”. Banyak lelaki yang tertarik kepadanya namun ia harus menolaknya dengan alasan mengejar prestasi akademik serta karir yang cemerlang. Hal ini berlangsung terus-menerus hingga pada akhirnya ia benar-benar harus berfikir untuk “menikah” demi orang tua serta tekanan dari orang-orang di sekitarnya. Kang Abik memberikan nafas hidup pada setiap narasinya, hingga pembaca dapat memahami serta menjadikan pemahaman menyeluruh tentang cinta, pendidikan, reputasi, keluarga serta masyarakat. Akhirnya, novel Cinta Suci Zahrana ini sangat sayang untuk dilewatkan. Terlebih pada keadaan sekarang dimana cinta sudah tidak lagi diartikan sebagai sesuatu yan suci melainkan hanya sekedar alat pemuas hewani.
Entah mengapa, dibanding dengan Ayat-Ayat Cinta yang begitu 'lahap' saya santap, sampai nyaris tak berhenti hingga lembar terakhir, novel ini saya sulit sekali menyelesaikan novel ini. Saya tidak menemukan bahasa yang mengalir alamiah. Dari halaman pertama hingga hampir separuh, alur mengalir begitu datar, dengan bahasa yang juga tak dipoles menarik. Kalimat-kalimatnya cenderung informatif, talk, bukan show. Informasi tentang Rana, diberondong di awal novel, terkesan berjejal-jejal. Kan, bisa disebar secara merata. O, ya ... saya juga jarang mendapatkan metafor di novel ini. Padahal, saya penggemar berat kata-kata kiasan yang menantang kita berimajinasi. Tak harus berbusa-busa, tetapi metafor akan menegaskan, bahwa yang tengah kita baca adalah sebuah novel :-)
ide cerita sederhana namun dituliskan dengan luar biasa. Dari novel ini saya belajar banyak hal tentang kehidupan dan realita yang ada. Apapun dapat terjadi sekalipun tak pernah kita duga sebelumnya, bahwa kita hanya menjalani apa yang telah ditakdirkan Allah. Dari cerita ini kita melihat bahwa jodoh manusia telah ditentukan, hanya menunggu waktu yang tepat saja untuk dapat bersatu. Seperti perjalanan hidup Zahrana, seorang dosen cantik dengan segudang prestasi yang telah berikhtiar mencari jodoh dan hampir putus asa karena ada orang yang berusaha menghancurkan hidupnya. Namun pada akhirnya karena ia wanita baik-baik, maka seperti janji Allah ia mendapat lelaki yang baik-baik pula.
Novel yang Habiburrahman El Shirazyini sangat cocok untuk dibaca oleh kaum wanita yang masih single dan memiliki ambisi dalam menimba ilmu hingga jenjang yang setinggi-tingginya. Buku ini merupakan sindiran sekaligus harapan bagi kaum wanita tersebut.
Kisah percintaan yang menginspirasi. Zahrana tokoh utama yang kesabaran dan keihklasan nya sedang di uji. Dari cerita di dalam buku ini, saya memetik sebuah pelajaran jika penyesalan bukanlah hal yang harus disesalkan tapi tetap jalani hidup ini dgn tawakkal, sabar dan ikhlas.
gara-gara UPS mati.. ga bisa kerja.. yg ada malah namatin ni novel.. pas awal-awal lumayan asik bacanya.. agak ke tengah kok kayaknya udah pernah baca cerita yg sama ya.. tapi dalam versi pendek.. ternyata emang benar.. udah pernah baca dalam kumpulan cerpennya.. agak kecewa jadinya..
buku nie best.. kdg2 org yang berpendidikan tinggi nie terlupa nak kahwin sbb leka menuntut ilmu... tambah2 kalau belajar dapat anugerah...da dapat yang keputusan yang cemerlng nak lagi gemilang..
Sedang di fase ingin sekali menyerah? Merasa Allah tidak adil? Merasa iri dengan orang lain? Membaca buku ini akan membantu. Cerita Zahrana mencari jodoh dan ridho Allah membuat reader menjadi sadar bahwa segala sesuatu itu ada waktunya, terkadang manusia hanya perlu bersabar dan berikhtiar. Klise ya, tapi emang begitu kenyataannya. Worth to read, apalagi kalau imannya sedang turun
"Biarkan orang lain menjalani kehidupan yang kecil, tetapi kamu jangan. Biarkan orang lain memperdebatkan soal-soal kecil, tetapi kamu jangan. Biarlah orang lain menangisi kepedihan-kepedihan kecil, tetapi kamu jangan. Biarlah orang lain menyerahkan masa depan mereka kepada orang lain, tetapi kamu jangan" Halaman 167
I'm sorry.. But this always happens to kang Abik's book.. Yes, they try to give you good messages, but there's so many nonsensical things happens, and the way those messages being told is like hearing a loong speech :( And what irks me the most is the way he likes to immediately kill one of the main character character's important figure.. In this book, is Zahrana's fiance
Satu di antara bagian yang menarik adalah bagaimana Kang Abik sedikit mengangkat mengenai kejahatan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Jadi teringat isu yang sedang marak diperbincangkan hari ini.
Alhamdulillah, secara keseluruhan, buku ini layak untuk disebut sebagai novel pembangun jiwa karena berani membersamai para Muslimah yang belum bertemu jodohnya sampai usia 30 tahun ke atas. Terima kasih, Kang Abik!
Novel Cinta Suci Zahrana, membuat ku yakin, haqqul yakin, bahwa Allah adalah perencana terbaik dalam hidup kita, sebaik/seindah/seperinci rencana kita namun jika Allah tidak berkehendak, kita bisa apa? Zahrana yang menemukan jodoh terbaiknya di usia yang mungkin sebagian orang bilang sudah tidak muda lagi, yaitu 35, namun lihatlah betapa Maha Baiknya menghadirkan lelaki shalih untuk Zahrana❤️ Siapakah dia? Sosok lelaki shalih itu? Baca sendiri ya🤣
Cocok banget dibaca ketika umur 20 tahunan gini. Alasan kenapa harus menikah, gimana harusnya memandang menikah, seputar itulah. Bisa juga dilihat dari sisi semangat belajar dan kerja kerasnya, dimana kerja keras emang ngga akan disia-siakan oleh Allah SWT. Tapi menurut saya pribadi masih lebih bagus Bumi Cinta sih kalau secara pesan moral yang bisa sampai nyentuh banget.
buku habiburrahman el shirazy emg kaya akan moralitas. tak terkecuali buku beliau satu ini. buku ini ngajarin pentingnya ilmu, bagaimana bersikap kepada kedua orang tua, karir, serta apa yg kita pikirkan tentang allah. tawakkal. aku suka bukunya, tapi tak terlalu kena kayak aku baca api tauhid atau aac.
bukunya bagus, dan latar belakang ceritanya mengenai kehidupan sehari-hari yang diangkat dalam sebuah novel, dan alurnya terasa sangat nyata dengan menggali beberapa sudut pandang dimana masih sedikit orang yang tahu
Saya kagum dengan sosok Rana yang memiliki ambisi untuk dapat melanjutkan pendidikan hingga S3. Meski dalam beberapa hal, tampaknya ambisi ini membawa penyesalan dalam dirinya karena nggak juga kunjung menikah karena ingin membahagiakan orangtuanya.