Jika orang mengira aku sudah gila, mereka salah besar. Berbicara dengan seekor ayam justru telah berhasil mempertahankan kewarasanku. Ini bukan masalah sentimentil seperti orang yang berbicara dengan anjing peliharaan kesayangannya. Aku tidak sayang Oki, malah kadang muncul keinginan untuk menyembelihnya, mencabuti bulu-bulunya yang merah dan biru gelap. Hanya saja, cuma dia yang bisa aku ajak bicara ngalor-ngidul saat ini. Jika tidak ada Oki, mungkin sekarang aku masih bersembunyi di pondok itu sampai perlahan-lahan lupa dengan bahasa makhluk dari jenisku sendiri.
Dan kini aku memandangi ayam itu seperti memandangi anak kami. Mata kupejamkan dan kedamaian mengaliri relung-relung jiwaku. Hanya di tempat ini aku bisa merasakan kehadirannya, kehangatannya dan menertawakan sifatnya yang polos.
Jangan ketipu sama judul buku yg sama dgn judul lagu Letto. Emang sih ni buku merupakan songlitnya Ruang Rindunya Letto. Tapi jagan pernah mengira buku ini bakal jadi cupu! Buku ini keren bgt! Seperti yg pernah gw review buat kantor gw, ni buku menyentuh dan romantismenya ga cengeng. Jadi baik buat cwe n cwo pantes banget baca buku ini tanpa menyesal! Seperti yg pernah gw bilang ke pengarangnya "Saluuuuuuuuuuuuut!"
Dapet bukunya karena jenguk Andi pas launching. Hehehe. Again, two thumbs up. Agak kurang twast twist (apa yah istilahnya) mungkin karena terlalu tipis. Tapi bener deh, Andi kalo nulis puitis, romantis (pantes temen sekelas saya dulu termehe-mehe), humoris tapi juga dalem tanpa harus jadi cengeng dan menggurui.
Waktu nyomot buku ini dari tumpukan buku hasil obralan gramedia matraman tadi pagi, sama sekali tak ada bayangan bahwa aku bakal suka buku ini. Biasanya buku tipis gagas yang kudapat 5000-an sejilidnya tidak menyentuh kalbuku, rata-rata kurating it was ok saja, sisanya didn't like it dan kadang-kadang ada lah yang kuberi liked it.
Interaksi antara dua tokoh utamanya, Abu dan Puteri, lucu dan memikat. Verdict: really liked it.
Satu lagi karya kang Andi Eriawan nih, emang semua novelnya enak dibaca, dan punya ciri khas dari gaya bahasa dan alur ceritanya, tapi tetep lebih mantep karya kang Andi yang sebelum2nya. gimana nih dengan novel berikutnya yang tidak bertemakan cinta? semoga cepat terbit.
Dipinjemin buku sama ade, kata dia bagus.. emang bagus si, tapi agak kurang bikin penasaran (mau bilang endingnya gampang ditebak, tapi ga juga.. hee).. Bagus ko..