Jump to ratings and reviews
Rate this book

The (Un)Reality Show

Rate this book
Imagine having these people as roomates...

Ini adalah cerita tentang delapan orang biasa-biasa saja (seperti yang disangka oleh tim kreatif televisi)

...dipilih secara acak...
(seperti yang disangka oleh produser televisi juga)

...tanpa audisi...

... untuk tinggal bersama di sebuah rumah untuk direkam,
kemudian ditonton oleh jutaan penduduk Indonesia
sebagai acara hiburan, meraup rating,
meningkatkan citra stasiun televisi
serta

keingintahuan untuk melihat apa yang terjadi
ketika orang-orang tersebut tidak bertingkah sesuai dengan skrip cerita
dan mulai bersikap berdasarkan realitas.

...as the reality did not out exactly as it had been expected.

Karena pada akhirnya ini adalah...

THE (UN) REALITY SHOW

www.gramedia.com

360 pages, Paperback

First published January 1, 2005

Loading...
Loading...

About the author

Clara Ng

74 books301 followers
Clara Ng adalah pengarang sejumlah novel dewasa dan juga buku anak-anak. Ibu muda berbintang Leo ini lahir di Jakarta tahun 1973. Lulusan di Ohio State University jurusan Interpersonal Comunication ini tidak pernah bercita-cita jadi penulis, namun kini karya-karyanya mengalir tanpa henti.
Novel-novel dewasa yang sudah diterbitkan adalah Indiana Chronicle: Blues, Indiana Chronicle: Lipstick, Indiana Chronicle: Bridesmaid, The (Un)Reality Show, dan Utukki: Sayap Para Dewa.
Buku anak-anaknya yang sudah terbit adalah Seri Berbagi Cerita Berbagi Cinta.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
138 (15%)
4 stars
230 (25%)
3 stars
330 (36%)
2 stars
168 (18%)
1 star
47 (5%)
Displaying 1 - 30 of 129 reviews
Profile Image for Stefanie.
126 reviews6 followers
February 13, 2012
Sebenernya ini buku lama sih, buku terbitan 2005. Kebetulan aja kemaren gue ngubek-ngubek buku dongeng dan baru ketemu lagi ni buku… Sebelumnya gue udah pernah baca buku ini waktu SMP, waktu gue lagi suka banget sama buku Indiana Chornicles, karangan Clara Ng juga.

Waktu SMP, jujur gue nggak ngerti sama buku ini.. soalnya di akhir cerita ada nama-nama lain seperti Friska, Hannah, Richard, dan lainnya. Sekarang setelah baca ulang buku ini, gue jadi ngerti apa maksudnya…

The (un)Reality Show menceritakan tentang 8 orang biasa, yang dipilih secara acak, untuk tinggal disebuah rumah secara bersama-sama untuk direkam kegiatannya. Mereka semua bertindak tanpa script. Murni atas keinginan mereka sendiri.

Banyak kejadian aneh, bahkan bisa dibilang kocak dalam buku ini.. Seperti Azura yang menginjak (maaph) penis Jodi, ular yang ada di kamar saat Feivel dan Enrico sedang bercinta, Pingping yang mati karena menggigit selang gas, Jackie Chan yang hampir mati tenggelam karena mengejar Joko, dan masih banyak lagi. (perhatian : Pingping itu hamster yang dipelihara oleh Richard dan Meyling, Joko adalah bebek peliharan Jodi dan Azura, dan Jackie Chan itu anjing peliharaan pengganti Pingping) Pokoknya bikin kita semua ngakak deh ngebacanya…

Cerita dalam buku ini mengalir banget, dan ada khas dari Clara Ng juga, dengan potongan script disana sini.. tapi itu semua membuat pembaca jadi nggak bosen. Penggantian pelaku yang disorot juga cukup baik, sehingga tidak terlalu memusingkan. Hanya saja, ada terlalu banyak tokoh, sehingga agak sulit menghafal satu per satu.

Hal membingungkan yang ada di akhir cerita adalah realita di balik layar dari The (Un)Reality Show. Jadi sebenarnya, reality show berjudul The (Un)Reality Show adalah sebuah film. Dalam film itu, diceritakan Indra sebagai direktur TPTV, mengadakan rapat, membuat reality show, dengan pemain 8 orang yang diatas tersebut… Nah, epilog dari buku ini adalah premiere dari FILM The (Un)Reality Show.

Sementara, Friska yang disebut-sebut di bagian akhir novel adalah seorang psikiater yang mengobati Hannah. Hannah adalah pembuat script dari film The (Un)Reality Show.. Hannah adalah seorang penderita DID (Dissociative Identity Disorder, atw yang biasa kita kenal sebagai Multiple Personality), dan karakter yang ada dalam script The (Un)Reality Show adalah pecahan karakter Hannah. Mungkin kalian yang penah baca 24 Wajah Billy ngerti maksud gw.

Yah, pokoknya.. baca aja deh. baru ngerti. hehehe.. susah dijelasinnya sih! Wkakkaka..
Profile Image for Aravena.
680 reviews37 followers
January 3, 2017
Sewaktu buku ini terbit, sedang marak-maraknya berbagai acara reality show di layar kaca yang mengarantikanakan para pesertanya dalam sebuah rumah. Buku ini mengambil konsep cerita seperti itu, dengan 8 orang karakter dari berbagai latar belakang usia yang dimasukkan ke dalam satu rumah, tapi minus adu talenta setiap minggu dan drama eliminasi bawa-bawa koper sambil nangis bombay.

Saat membaca ini, saya kadang merasa penulisnya menjadikan buku ini lebih sebagai ajang 'latihan menulis karakter '. Plot-nya nyaris tidak ada dan semakin lama terasa semakin tidak penting, karena memang isi buku ini didominasi oleh dialog dan 'gontok-gontokan' antar karakter. Namun kedelapan karakter ini benar-benar unik dan memberikan warnanya sendiri-sendiri, tidak ada satu pun yang terasa seperti stereotip. Saya juga lumayan menikmati selera humornya dan makna tersembunyi yang disisipkan di sana-sini, serta dibuat penasaran cerita ini akan dibawa ke mana ujungnya. Lalu...



Direkomendasikan untuk penggemar cerita satir, penggemar cerita berunsur metatekstual, orang-orang yang hobi menulis, orang-orang yang hobi nonton orang berantem di layar kaca reality show, dan terutama sekali.... Hehe.
Profile Image for Josephine Winda.
Author 1 book10 followers
December 14, 2009
First, I was just try to get a sleep, so I want to read this book in bed for only 15 minutes.

What happen is I couldn't stop once I get started. This book is sooo funny and in a such intellectual ways - so you have to read and imagine the situations that created by Clara and believe me those situations are so funny and smart!

Bravo for Clara, eventhough I don't really like the ending. It's a bit confusing, sorts like the script of Identity-Movie (john cusack)...But overall I like this book, make me burst in laugh outloud!!
Profile Image for Awi Chin.
Author 9 books28 followers
June 21, 2012
Hmmmm, bingung mau ngereview gimana.
Awal-walnya banyak sekali plothole, entah itu darimana mereka dapet sistem acaknya, gimana caranya anak kecil 10 tahun bisa ikut reality show dll. tapi setelah ditilik dari endingnya yang ternyata mereka satu orang, semua jadi masuk akal.

Yang saya tidak senangi dari novel ini adalah, ide cerita yang seharusnya bisa diramu dengan bagus. Malah terkesan klise dengan konflik yang begitu-begitu aja. Bahkan reality show macam petir, BB, dll lebih exciting endingnya. Padahal sebagai penulis, seharusnya Clara Ng bisa memberikan konflik yang lebih menendang dan menarik.

Dan yah, sebagai buku dengan gelar cetakan ketiga. Masih ada beberapa typo yang terlihat. Apakah mengganggu? Mungkin tidak terlalu. Namun tetap saja saya menyayangkan hal ini bisa terjadi.

Soal ending, yang multiple Personality memang tertebak. Tapi kisah yang ternyata difilmkan itu twist yang gak nampak. walaupun mungkin membuat pembaca bingung. Saya masih beranggapan kalau Ending dengan multiple twist ini kurang terangkai dengan apik.

>,<
Profile Image for B-zee.
580 reviews70 followers
July 10, 2016
Awalnya saya tidak berniat menyelesaikan buku ini, sampai saya melirik beberapa review yang menyinggung soal plot twist. Buku ini saya pinjam duluu sekali, agak merasa bersalah karena tertimbun cukup lama. Bukan jenis buku yang saya suka, karena saya memang pinjam untuk alasan eksplorasi.

Sebenarnya saya terganggu dengan adegan dan dialog yang tidak wajar. Seperti karakter Primus yang digambarkan seperti magnet tapi begitu masuk ke TV kok terkesan jadi biasa-biasa saja. Dialog-dialognya terkesan dibuat-buat, alurnya melompat-lompat tidak mulus, 'tahu-tahu' saja begitu. Terlepas dari twist yang membawa cerita ini dalam makna yang sama sekali berbeda, saya tetap menuntut penulisan yang (seharusnya bisa) lebih baik.

Namun, saya suka konsep/ide yang dibuat oleh penulis, walaupun ada beberapa kejanggalan fakta (ada satu hal yang tidak tersurat tapi kelihatan kalau penulis melewatkan sebuah fakta). Humornya juga terasa 'slightly dark' (istilah penulis sendiri), yaa, slightly. Dan yang mungkin tidak terlalu valid sebagai indikator, saya bisa menyelesaikannya dalam waktu yang relatif singkat. It was okay, 2.5 bintang, tambahan setengah untuk alasan yang terakhir.
Profile Image for Ayu.
36 reviews18 followers
March 14, 2013
ehm...

yakkk!!

pertama-tama saya ucapkan puji dan syukur karena telah berhasil menyelesaikan buku ini tanpa halangan dan rintangan yang melelahkan.
kenapa banyak karakter disini?

yang mana sang karakter utama? para pemain di reality show-kah? atau ada orang lain? produsernya-kah? atau jagan-jangan reality show itu sendiri-lah sang pemeran utama??

sampai mencapai akhir buku saya masih tak henti-hentinya mengerutkan kening, mencoba menebak mau dibawa ke arah manakah kisah ini oleh sang pengarang buku.
lalu ternyata kenyataan bukanlah nyata, karena itulah dinamai The (Un)reality Show.
yang manakah yang nyata?

apakah hidup yang tengah kita jalani hari inipun nyata?
atau jangan-jangan saat inipun adalah bagian dari mimpi dan khayalan kita?
entah.
22 reviews11 followers
January 31, 2026
bercerita tentang stasiun TV yang ingin membuat program yang berbeda dari stasiun TV lainnya namun mereka menghadapi kebuntuan karena banyaknya ide dari staf kreatif yang idenya hampir sama kayak program acara TV lain dan dari perdebatan mereka muncul lah satu ide dari dasy salah satu satu staf di divisi kreatif yang memunculkan ide sebuah program dimana reality show yang berisikan orang orang random disatu rumah dan dipantau oleh kamera namun dengan catatan para pemain di reality show sudah diberitahu jadi acara reality show mereka nantinya tidak terkesan dipaksakan dan disana para pemeran tersebut diberi quest tiap Minggu dan sampai akhirnya di ending terkuak hal yang membuat mereka tidak sangka

Buku ini walau sudah terbit dari 2005 namun saya baru membacanya sekarang walau sudah terpaut 21 tahun tapi dari cerita buku ini tetap masih relate sampai sekarang seperti isu isu yang ada pada buku ini dan menurut saya keunggulan saya juga dari segi backstory karakter pada buku ini sangat bagus sekali walaupun memang ada beberapa yang membuat saya kecewa terutama pada penyelesaian permasalahan pada beberapa karakter yang seperti digantung.

Buku ini memakai banyak POV dari 8 karakter yang membuat saya rasa memang ada rasa kebingungan dalam membaca dari setiap POV dari setiap karakter nya karena dalam memakai POV nya lumayan cukup saling tumpang tindih dan saya bingung kenapa Clara Ng tidak membuat 1 POV karakter pada setiap satu bab yang mungkin bisa membantu saya dalam memahami cerita dalam buku ini

Hal yang saya suka buku ini dan menurut saya adalah dari gaya humor yang dipakai yang dimana sangat masuk sekali dengan selera humor saya dan oleh karena humor dalam buku ini membuat saya antusias dan menyelesaikan buku ini dalam 1 hari saja walaupun pada bagian akhir yang sangat amat plot twist dan menurut saya kalo saja tidak ada plot twist itu mungkin buku ini menjadi salah satu buku komedi terbaik yang pernah saya baca

overall buku ini cocok untuk orang yang ingin lari dari kehidupan nya yang penat dan melelahkan karena buku ini menjanjikan humor yang membuat kalian terpingkal pingkal, walaupun memang beberapa isu yang dibawa buku ini yang mungkin tidak cocok bagi kalian yang (tidak suka Homoseksual) namun terlepas dari itu buku ini cukup enjoyable
Profile Image for Valentines Risma.
70 reviews8 followers
May 17, 2020
17/20 for 2020 Reading Challenge

Membaca ulang The (Un)Reality Show setelah berselang tujuh tahun. Ternyata aku sudah selupa itu dengan jalan ceritanya. Sudah lupa juga kalau dulu pernah beli bukunya, karena bukunya sekarang udah enggak ada lagi. Tersapu banjir, huhu. *curhat*

The (Un)Reality Show ini aku baca di masa-masa pandemi COVID-19 yang memaksa sebagian besar warga dunia untuk diam di rumah dan melakukan aktivitas apa pun dari dalam rumah. Hal ini membuat banyak orang mencari hiburan, salah satunya adalah dengan menonton TV series.

Baru-baru ini, Netflix merilis satu Reality Show bertajuk "Too Hot to Handle" di mana awalnya ada delapan orang (empat perempuan dan empat laki-laki) yang ditempatkan di satu villa pinggir pantai selama satu bulan dan dituntut untuk melakukan beberapa tantangan. Akhir dari reality show ini adalah orang-orang yang berhasil melewati tantangan-tantangan itu akan diganjar sejumlah uang.

Ini mirip sekali dengan The (Un)Reality Show, dari jumlah orangnya dan adanya tantangan-tantangan yang harus dilakukan. Pembedanya, orang-orang di The (Un)Reality Show lebih beragam ketimbang di Too Hot to Handle yang karakter-karakternya memiliki kesamaan: seksi dan rupawan.

Novel ini alur ceritanya seru sekali, lompat dari satu tantangan ke tantangan lainnya. Latar belakang tiap tokohnya pun menarik. Emosi-emosi yang dirasakan tiap tokohnya pun tergambar dengan jelas, begitu juga dengan interaksi setiap tokohnya yang sangat menghibur.

Karena alur yang sangat apik tersebut, sepertinya tidak akan ada pembaca yang dapat menebak kalau ending dari novel ini akan semengejutkan itu.
Profile Image for Gabby Harefa.
23 reviews
August 16, 2018
2.5 dari 5

Akhir cerita di novel ini mengingatkan saya pada film SPLIT yang dibintangi oleh James McAvoy, kisah seseorang dengan kepribadian ganda. Saya pribadi tidak suka dengan gaya penulisan Clara Ng di novelnya kali ini. Terkesan seperti penulis baru yang belum mempunyai banyak pengalaman dalam meramu cerita. Dialog antar tokoh yang tidak mulus dan jayus, jalan cerita yang kurang matang, hingga konflik yang sangat dipaksakan namun tidak menggigit. Sungguh membuat saya tidak tahan untuk berhenti membacanya. Untunglah saya membaca ulasan teman-teman di Goodreads yang mengatakan bahwa novel ini menawarkan plot twist di akhir ceritanya. Penjelasan tentang kepribadian ganda pula yang menyelamatkan novel ini dari keburukan. Seketika semuanya menjadi masuk akal, namun sayangnya itu hanya seperenambelas bagian novel dan diletakkan pula di bagian akhir, ini yang menurut saya agak terlambat untuk ditampilkan.
Profile Image for M J.
54 reviews2 followers
February 13, 2026
baru baca buku ini wowwwwwwwww premisenya menarik bgtt dan sangat open minded 😭 reality show 8 orang tinggal serumah dimana kontestannya ada yang gay, sexy, mesum, cindo, anak indigo dari ortu lesbi (3some? 🤭), anak papi, cowo ganteng setengah dewa, dan mantan napi 😭

seruuuu bgt, kocak, sinting, edan, kacau

paling suka bagian bikin skrip iklan krn karakternya udah mulai kuat jadi makin ngakak bacanya

terus mikir ini kan novel lama ya kenapa ga difilmkan ya, hmm mungkin sulit krn terlalu open dan mesum (adegan gay, "selingkuh", dll)

ternyata oh ternyata

endingnya ke arah yang tak terduga

tapi masuk akal

dan agak bikin merinding

☹️☹️☹️☹️

kasian.....

sedih....

dan mendobrak empat dimensi bgt ini rasanya


jadi paham kenapa novel ini ga difilmkan krn pasti bakal sulit milih cast dan eksekusinya

thumbs up!!!
Profile Image for Leila Rumeila.
1,011 reviews29 followers
March 18, 2024
Actual 2.5⭐
Kalo gue baca di tahun 2005 sebagaimana tahun buku ini rilis, mungkin gue akan kaget dengan plot twistnya dan akan anggap jenis plot twist tersebut original.

Tapi karna belakangan tahun banyak jumpai plot twist2 yg serupa, jadi udah engga kaget lagi dan impresinya jadi biasa aja di gue.

Untuk buku lokal, unsur LGBTQ+ di sini lumayan intense dan grafis. Scene pasangan gay yg french kiss dinarasikan dengan detail dan sorry to say gue ilfeel bacanya.
Romansa Achilles-Patroclus dalam buku The Song of Achilles jadi salah satu love story favorit gue, yg mana sarat dengan unsur yg sama tapi memberikan impresi yg sangat jauh berbeda.

*Listened the audiobook by Storytel*
Profile Image for Mark.
1,284 reviews
January 31, 2021
When this book first came out, the plot twist can be labeled as quite original and relevant with the trend in Indonesia's TV industry back then, what's with all the hype surrounding many reality shows. However, I'm a little bit confused because apparently no one made a comparison between this novel with Sekar Ayu Asmara's "Pintu Terlarang" yet. Disclaimer: I haven't read the latter, but watched both versions of its movie adaptations when they were released in cinemas.
Profile Image for bookishpadawan.
418 reviews11 followers
January 29, 2022
saya tertarik membaca buku-buku yang ada tema MPD/DID, bagaimana si otak sampai ada kepribadian "terpisah" yang mana kepribadian yang lain bisa sadar atau tidak dengan keberadaan si kepribadian lainnya, karena itu saya tertarik membaca buku ini dari review-review yang ada. tapi endingnya ternyata oh ternyata ya.. masih ada beberapa pertanyaan yang masih belum terjawab di akhir buku tapi buku ini bagus, ringan untuk dibaca
Profile Image for Lavalette.
203 reviews
August 28, 2022
Ini kali kedua saya baca buku ini dan kaget ketika rating keseluruhannya 3.25.
Saya suka buku ini saat pertama kali buku ini diterbitkan, lalu senang ketika menemukan buku ini di toko buku bekas dan ingin membaca lagi.
Masih merupakan novel Indonesia yang sangat bagus buat saya karena idenya orisinil dan dieksekusi dengan baik sekali. Kalau benar difilmkan rasanya akan menjadi film yang sangat menarik seperti bukunya.
Profile Image for Dara S.
11 reviews
August 30, 2022
Bagus dan seruuuu!!!!! Lagi lagi ga kaya metropop biasanya, malah nyentrik banget!!! Plot twist-nya cukup twisting banget, jujur agak bingung awalnya namun lambat laun aku malah tenggelam dalam buku sampai² tidak memeriksa sampai halaman berapa. Tau² sisi kanan buku sudah tipis saja :')) alias mau habis. I love this book
Profile Image for Robi Manulang.
15 reviews4 followers
August 28, 2022
Versi lain dari Haunted, Chuck Palahniuk dalam gegap gempira reality show era lampau, dan sangat menghibur (saya membaanya di tahun global pandemi).
Profile Image for Saff.
60 reviews1 follower
February 19, 2021
lupa terus mau review ini lol.

jadi buku ini tuh udah masuk wishlist aku dari SMP sejak baca blurb-nya, dan baru kesampean bacanya sepuluh tahun kemudian wkwkwkwk.

karakternya banyak, jadi cukup "rame". banyak kata-kata yang ngga cocok dibaca kalo belum dewasa jadi aku bersyukur baru baca ini sekarang. latar belakang tokohnya pun beda-beda, dan aku cukup salut sama penulis karena berani mengangkat hal-hal yang tidak biasa menjadi bagian dari karakter para tokoh.

banyak review yang bilang buku ini menyimpan plot twist di akhir. bener, sih. tapi ternyata buat aku, penempatan plot twist-nya terlalu tiba-tiba dan pas lagi bagian puncak-puncaknya tiba-tiba jadi jatuh gitu aja bikin aku kurang suka sama ceritanya.

3/5 stars dari aku.
Profile Image for ✧.
255 reviews28 followers
March 9, 2021
I can’t even write anything right now because I still have the book hangover and I really don’t want this review to be a spoiler. I didn’t expect the plot will— yes, I thought it would be like any other cliché story about entertainment shows, but no. It’s not. It’s more than that. It’s more than everything I could imagine.
”Coba kita review lagi. Ada eks narapidana. Ada anak kecil berumur sepuluh tahun. Ada homoseks. Ada lelaki setengah dewa karena terlalu ganteng. Ada perempuan tomboi yang bisa memperbaiki leding dan listrik. Ada peramal kartu tarot. Ada ibu rumah tangga merangkap penjual real estat. Ada lelaki yang parno sama homo.” Indra mendecak. “Ck, kombinasi yang hebat.”



Undeniably 5 stars for the characters and plot.



Also here are the trigger warnings since I don’t see anyone here doing that : child abuse, violence, mention of rape and sexual assault, blood.
43 reviews
March 3, 2021
aku baru saja selesai membaca buku ini dan cerita di dalamnya sungguhan sangat hidup seperti siaran live acara televisi. dan, ending yg sgt epic, tidak disangka-sangka dg awalan cerita spt itu. penulis benar-benar kreatif dlm mengembangkan ide cerita.
Profile Image for Ferina.
193 reviews33 followers
July 16, 2007
Cerita tentang orang-orang yang dipilih untuk tinggal dalam satu rumah selama 7 minggu. Ide cerita bisa jadi diperoleh karena maraknya berbagai macam Reality Show di semua televisi swasta. Sepintas sih, mirip dengan reality show ‘Penghuni Terakhir’ tapi minus hadiah rumah milyaran rupiah. Tadinya sempat terpikir, jangan-jangan ini cerita pembunuhan ala Agatha Christie di cerita ’10 Anak Negro’.

Cerita diawali ketika tim produksi dan kreatif Top TV yang dipimpin Indra sedang mengadakan rapat untuk mencari format acara baru yang heboh dan menggemparkan, serta orisinil. Tercetuslah ide acara The (Un)Reality Show, ide untuk mengumpulkan beberapa orang yang ‘biasa-biasa’ saja di dalam satu rumah yang dipilih secara acak, tanpa audisi. Kenapa namanya The (Un)Reality Show? Karena ini adalah suatu pertunjukan realitas yang bukan realitas. Ini adalah acara balasan dari macam-maca reality show yang sedang dilakukan oleh tv swasta, termasuk reality show yang sedang diputar di Amerika. (hal. 13-14).

Akhirnya, terpilihlah 8 orang untuk ikut dalam acara tersebut, 4 orang laki-laki (Primus, Jodi, Richard dan Feivel), dan 4 orang perempuan (Tara, Wendy, Meiying dan Azuza). Mereka dipilih secara acak, kemudian dikirimi surat yang menyatakan terpilihnya mereka untuk acara itu. Mereka tetap diberi uang saku dan jaminan pekerjaan setelah acara ini selesai.

Kedelapan orang itu mempunyai alasan keikutsertaan yang berbeda, ada yang ingin menjauhkan diri dari para penggemarnya, ada yang ingin ‘istirahat’ sebagai ibu, ada yang ingin melunasi hutang-hutangnya. Latar belakang dan karakter mereka pun yang berbeda, ada yang karena terlalu ganteng sampai dibilang ‘setengah dewa’, ada yang mantan narapidana, ada yang mengaku homoseksual, ada perempuan peramal, ada perempuan yang jago membetulkan segala perkakas.. bahkan ada anak perempuan berumur 10 tahun!

Berbagai tantangan diberikan, timbul berbagai konflik dan kejadian-kejadian tak terduga yang akhirnya memunculkan karakter asli mereka. Ditambah lagi dengan masalah-masalah yang datang dari kehidupan mereka yang sebenarnya.

Perbedaan pendapat muncul, tapi juga menimbulkan keakraban di antara beberapa peserta. Di antara mereka masih ada yang tertutup dan belum bisa membaur. Belum lagi stress yang dihadapi koordinator lapangan menghadapi berbagai protes dari para peserta, kebakaran dapur bahkan adanya ancaman bom… bahkan sang direktur TopTV pun harus masuk rumah sakit karena stress… Sesekali cerita diselingi dengan kehidupan para tokoh sebelum mereka ikut acara ini.

Ketika kita sedang ‘terhanyut’ dalam cerita ini, tiba-tiba kita ‘dikejutkan’ oleh suatu fakta baru yang bisa merubah bayangan kita akan akhir dari cerita ini… seperti kata Veven Sp. Wardhana di kolom komentar, “The (Un)Reality Show pada akhirnya bisa berbias menjadi the reality of show atau the reality of (un)show atau the show of show atau the show of behind the show…” (nah.. bingung, kan?)

Sepertinya Clara Ng berhasil ‘menjebak’ pembaca untuk mengikuti alur cerita yang teratur dibumbui sedikit-sedikit kejutan, sebelum diberi kejutan yang besar..
Profile Image for Andrea Ika.
423 reviews24 followers
March 4, 2014
Judul Buku : The (Un)Reality Show
Penulis : Clara Ng
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 360 Halaman
Tahun Terbit: 2005
Rating :3 bintang

Sinopsis
Imagine having these people as roomates...

Ini adalah cerita tentang delapan orang biasa-biasa saja (seperti yang disangka oleh tim kreatif televisi)

...dipilih secara acak...
(seperti yang disangka oleh produser televisi juga)

...tanpa audisi...

... untuk tinggal bersama di sebuah rumah untuk direkam,
kemudian ditonton oleh jutaan penduduk Indonesia
sebagai acara hiburan, meraup rating,
meningkatkan citra stasiun televisi
serta

keingintahuan untuk melihat apa yang terjadi
ketika orang-orang tersebut tidak bertingkah sesuai dengan skrip cerita
dan mulai bersikap berdasarkan realitas.

...as the reality did not out exactly as it had been expected.

Karena pada akhirnya ini adalah...

THE (UN) REALITY SHOW
Review
Isi cerita
Delapan orang yang dipilih secara acak (Primus, Feivel, Richard, Meiling, Winda, Tara, Jodi dan Azizah) ditantang untuk tinggal di dalam satu rumah selama 4 minggu menerima berbagai macam tantangan. Ternyata nggak semudah yang mereka bayangkan, tinggal serumah dengan orang yang sama sekali tidak mereka kenal dengan segala problematika hidup masing-masing dan tentunya latar belakang kehidupan yang sangat unik. Cukup mengejutkan dan penuh rahasia.
Kelebihan :
Cerita yang luar biasa berbeda dari banyak buku yang sudah aku baca. Penceritaan yang mengalir membuatku dan mungkin sebagian besar pembaca seperti berada di antara para tokoh. gaya penulisannya yang menggunakan kalimat-kalimat pendek sangat membantu saya membaca dengan cepat.Maka, ketika cerita berakhir dengan akhir yang sangat tidak terduga, aku benar-benar merasa tertipu sekaligus terkesan.
Ternyata novel ini bercerita tentang multiple personality disorder.
Kepribadian ganda merupakan suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain. Kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari kepribadian utama yang muncul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin dilakukannya.

Dalam bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa ada satu orang yang memiliki kepribadian lebih dari satu atau memiliki dua kepribadian sekaligus.

Kadang si penderita tidak tau bahwa ia memiliki kepribadian ganda, dua pribadi yang ada dalam satu tubuh ini juga tidak saling mengenal dan lebih parah lagi kadang-kadang dua pribadi ini saling bertolak belakang sifatnya.

Lalu apa hubungannya dengan reality show? Penasaran? Bacalah novel ini
Kelemahan
Saya menemukan banyak plothole, mulai sistem acak peserta,bagaiman caranya anak kecil 10 tahun bisa ikut reality show dll. Masalah yang lain puncak konfliknya dimana? Selain itu ide cerita yang seharusnya bisa diramu dengan bagus jadi terkesan klise dengan konflik yang begitu-begitu aja. Bahkan reality show di tv yang ada sekarang lebih exciting endingnya
Profile Image for Deasy.
51 reviews2 followers
May 26, 2016
Novel ini terkesan seperti: 

1. Konsep acaranya aneh dhe.
2. Ini apa sih karakter-karakternya? Random banget.
3. Banyak dialog-dialog yang janggal. Terutama mengenai Pak Indra. 
4. Selipan masa lalu masing-masing penghuni rumah itu rasanya kurang menyatu dengan jalan cerita. Terkesan random. 
5. Menuju bagian akhir cerita, beh... ini kok makin ngalay sih ceritanya. Maksud script-script iklan bikinan para tokoh itu apa? Sepertinya ngabisin halaman doank. Panjang pula. Mau nambah-nambahin halaman aja nih?
6. Detik-detik sebelum kejutan. Serius. Alay nih cerita. *nyaris nutup buku* 
7. Jder! WHAT? What's just happened? *balik ke halaman-halaman sebelumnya* 

Well, ya itu semua adalah kesan-kesan aku sepanjang membaca buku ini. Sepintas, jika kita membacanya dengan tidak cermat, kesannya  novel ini tidak well-done gitu *steak kali*. Kayak kurang riset tentang dunia pertelevisian *yang aku sangat ragukan untuk penulis sekelas Clara Ng gitu*. Tapi ternyata di balik itu semua. Wow...

Ada banyak pointer menuju kejutan yang jika kita nggak cermat rasanya akan melewatkan itu dengan mengira ini sebuah kejanggalan yang nggak penting. Ada banyak simbolisasi pula, yang jika kita cukup memahami mengenai konsep dari bagian 'kejutan' dari penulis, kita baru akan menyadari. Ah, ternyata itu toh maksud-maksud kejanggalan selama ini. Keren juga idenya!

Tapi, untuk aku sih sebagus apa pun planting information yang dilakukan oleh penulis, fakta bahwa konsep acara The (Un) Reality Show itu tidak cukup meyakinkan itu tetap menjadi salah satu hal yang sulit dihindari. Nggak semua pembaca sesabar aku *cih* untuk terus melanjutkan baca novel ini hingga akhir. Bisa jadi mereka akan menutup buku ini tepat ketika baru membaca prolog saja karena sudah menyimpulkan ini acara tidak make sense.


Menurut aku sih, jika konsep acara The (Un) Reality Show itu lebih di-real-kan, kejutan besar di akhir itu akan lebih terasa halus karena rasanya perpindahan antara sebelum dan sesudah kejutan itu rasanya terlalu kasar dan patah. Aku paham sih mau penulis bagaimana tapi yah... that's not the best one.

baca review selengkapnya di http://www.decemberdaisy.net/2016/05/...
Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
August 23, 2014
Yeeeesss, I do love this book.

Sudah lama kepengen punya The Unreality Show ini, tapi agak sulit karena terkendala usia buku yang udah lumayan tuwir. Dan akhirnya kemarin sore officially terwujud.

Dari pertama aja gue nggak bisa bilang nggak suka sama covernya. Ah semisalnya pun ceritanya not really good, at least gue beli karena covernya eye catching deh, I mumbled.

Dan untungnya isinya pun oke.

Primus, Tara, Richard, Feivel, Meiying, Azuza, dan Jodi. Ini cerita tentang mereka berdelapan yang hidup satu atap. Direkam, tapi tanpa skenario.

Memang ada bagian-bagian yang terkesan 'bolong' karena nggak dijelaskan secara detail (seperti sistem acak apa yang digunakan untuk memilih mereka berdelapan randomly ini, tokoh Richard sebagai tokoh satu-satunya yang ga diceritakan kehidupan pribadinya scr detail), tetapi menurut gue bisa ditutupi dengan keunikan tema cerita, penokohan yang beragam dan khas serta dialog-dialog yang super witty (bikin banyak ketawanya selama baca) dan menghibur.

I'm personally think that buku yang keren itu kan buku yang harus meninggalkan kesan mendalam setelah pembaca menutup lembar terakhirnya. Dan buku ini memenuhi syarat tersebut.

Kalo karakter favorit pemirsa jatuh ke Feivel. Maka saya jatuh ke....Primus dan Tara!

Selain wajahnya yang katanya ganteng banget, kepribadian Primus yang warm, supel, dan (alhamdulillah dia straight. Yah walopun rada kecewa dengan kolor Barney-nya, but it's okay laaah) tenang bakalan cocok banget kalo dipasangin dengan Tara yang judes, tegas, (alhamdulillah ga kecentilan), diktator, dan cantik bin seksoy (anyway, gue penasaran secantik seyahud apaseeeh Tara ini nyampe ada scene di mana semua kru tv terpesona ngeliat bodinya doi)

Twisted endingnya juga lumayan bikin kita manggut-manggut :).


Ps: Hannah, if i may request, mestinya di your imaginary land itu, Tara dan Primus dibikin saling suka aja. Hahaha
Profile Image for Lin Ulfah Minnati.
33 reviews4 followers
October 3, 2013
Sebenernya aku udah lama tau ada novel ini, cuma dulu ga terlalu tertarik karena covernya yang menurutku sih biasa-biasa aja. Hehe~
Tapi aku mulai lirik penulisnya.. Clara NG, aku sering banget baca nama itu.
Akhirnya penasaran juga kan, kaya apa sih novel-novel karyanya Kakak yang satu ini?
Aku juga sebenernya udah tau cerita di novel ini, secara garis besar ya. Aku tau ini acara reality show, aku juga tau ini cerita tentang seseorang yang berkepribadian ganda. Tapi aku kepengen banget tau kaya gimana sih endingnya?
Sebelum aku mutusin buat baca novel ini, aku nyari reviewnya dulu, seeeebanyak-banyaknya. Dan respon para pembaca macem-macem, ada yang mengagung-agungkan karya Kak Clara yang satu ini, ada juga yang bilang kalo novel ini tuh ngga banget. Nah, makanya aku juga pengen baca dan ngasih komentarku sendiri tentang novel ini.

Novel ini bagus.

Terbukti dari ketertarikanku sama lembar-lembar di novel ini, aku ga mau ngelepasin nih buku sebelum aku baca sampe tamat. Peasaran, penasaran, penasaran.
Itu.

Mengejutkan dan Membingungkan.

Iya, Kak Clara nih pinter banget bikin pembacnya terkaget-kaget dan terbingung-bingung.
Kalau sebelumnya aku ga cari tau nih buku, mungkin aku juga bakal sama kaya pembaca lainnya, terkaget-kaget. Tapi karena aku udah tau inti ceritanya, ya aku jadi ga kaget lagi.
Bingung iya. Soalnya apa? Terlalu banyak tokoh di sini. Apalagi di ending, ah sumpah aku dibikin bingung baca nama-nama tokohnya yang makin banyak aja. Iya aku ngerti banget, ini pasti karena acara reality show yang butuh lebih dari lima orang pemain dan belum lagi kru-krunya. Juga karena si tokoh utama yang mengidap kelainan psikologis.. DID yang aku lupa itu singkatannya apa. Hehe~

Ya.. itu deh dari aku.
Profile Image for Aleetha.
486 reviews32 followers
June 20, 2013
Finally I found out what was written in The (Un)reality Show.

For years, The (Un)reality Show tickled the curiousity inside. I kept wondering what kind of adventure that was offered. I felt so glad when the book was on my table. Since there was a huge doubt each time I wanted to bring it home. At last, I could read it and start the journey.

So what I got? It was totally far from my expectation.First,I never thought that it would take more time to digest the book. It was a light book but I could not finish it fast. Second, the magnet was nowhere. Even when I have read half of the book, I just could not get connected with the story nor the characters. It did not give me something new. I have seen such plot on tv. lt made my mind yawned all the times. I kept waiting something better. But chapters by chapters just made me frowning, especially the characters.

Actually it was easy to recognize those eight characters. The author has written each character very well. Unfortunately they did not leave any significant marks. I found no souls. Some of them were too weird even when they belonged to one book. The schemes between them were plain. The conversation was also stiff. No matter how hard it tried, the enticement was not there.Till it brought me to the ending. Surprised was my first reaction. But then it took me back to me Sybil, The Minds of Billy Milligan and Tell Me Your Dreams. All those above give me one conclusion, The (Un)reality Show combined something from here and there.

Although it did not kill the cat but I felt lil bit disappointed.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
August 22, 2016
Novel ini menceritakan tentang 8 orang biasa, 4 orang pria dan 4 orang wanita, dipilih secara acak, tanpa audisi, untuk tinggal bersama selama 7 minggu dan melakukan 7 tantangan dan semua kegiatan mereka akan direkam dan ditonton penonton seluruh Indonesia. Dan awalnya terkesan biasa-biasa saja, lama-lama makin memanas. Gaya bercerita penulis yang mirip skenario film jadi membuat novel ini mengalir. Dan walaupun tokohnya banyak, kita dibuat penasaran dengan karakter tokohnya ^^ Tantangan demi tantangan yang harus dilewati, mulai dari memilih teman sekamar, memilih binatang peliharaan bersama teman sekamar, menulis puisi untuk teman sekamar, menulis skrip iklan sponsor hingga menulis diary tentang perasaan mereka selama mengikuti acara ini. Dan semuanya berubah menjadi tidak terkendali, kejadian demi kejadian tidak bisa terelakkan lagi, dan adrenalin pun bertambah.

Namun, ketika sudah mau sampai bab-bab akhir/ending, ketika setiap fakta mulai terungkap, jujur aku sudah tidak merasakan rasa yang sama ketika membaca bab-bab awal, yang ada mulai bertanya-tanya dan cukup membingungkan narasinya. Walau sempat dapat bocoran tentang cerita ini sebelumnya, namun klimaks hingga ending kurang menggigit. But, overall cukup menarik ceritanya lain daripada yang lain. Novel ini bukan termasuk novel yang ringan, terutama jika kamu sudah mencapai bab-bab akhir novel ini, dan mungkin akan terkejut dengan cerita sebenarnya ^^
Profile Image for e.c.h.a.
510 reviews257 followers
January 30, 2009
Gw coba review sedikit tentang “The (Un) Reality Show” pertama baca di back cover nya kok synopsis nya kaya reality show yang lagi ngetren-ngetrennya waktu itu..itu lho si Penghuni Terakhir. Sekilas memang terlihat seperti itu, tapi jangan senang dulu ya…karena ceritany nggak semudah yang lo pikirkan. Tapi membuat gw tanpa sadar terus membalik-balik halaman berikutnya. Ceritanya mengalir begitu saja…..

Delapan orang yang dipilih secara acak (Primus, Feivel, Richard, Meiling, Winda, Tara, Jodi dan Azizah) ditantang untuk tinggal di dalam satu rumah selama 4 minggu menerima berbagai macam tantangan. Ternyata nggak semudah yang mereka bayangkan, tinggal serumah dengan orang yang sama sekali tidak mereka kenal dengan segala problematika hidup masing-masing dan tentunya latar belakang kehidupan yang mmmmm unik, sangat unik malah. Cukup mengejutkan dan penuh rahasia. Until the end of story….unpredictible!!!!!!!!! Lo tidak akan menyangka akan ber-ending seperti ini kalau nggak baca sampai halaman terakhir.

Biarpun buku ini sering gw baca berulang-ulang tapi efek ke gw nya nggak pernah berubah, sama seperti saat gw baca pertama kali. Mengutip kata-kata gw sendiri di atas, The (Un) Reality Show sebuah reality show yang sangat unreal dalam kenyataan….novel ini memang “kotak di dalam kotak”…
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews180 followers
September 25, 2012
"Delapan orang biasa-biasa saja?... Coba kita review lagi. Ada eks narapidana. Ada anak kecil berumur sepuluh tahun. Ada homoseks. Ada lelaki setengah dewa yang terlalu ganteng. Ada perempuan tomboi yang bisa memperbaiki leding dan listrik. Ada peramal kartu tarot. Ada ibu rumah tangga merangkap penjual real estat. Ada lelaki yang parno sama homo. Ck, kombinasi yang hebat."

TPTV berusaha menciptakan sebuah acara baru dengan ide yang baru, kreatif, dan belum pernah ada sebelumnya. Tiba-tiba muncullah sebuah ide untuk menciptakan acara The (Un)Reality Show, yang memilih secara acak 8 orang dan membuat mereka tinggal bersama dalam satu rumah, dan mereka sadar bahwa diri mereka sedang ditonton oleh jutaan penduduk Indonesia. Empat lelaki dan empat perempuan, yang tidak ada hubungan apapun pada awalnya, harus menghadapi tujuh minggu dan menyelesaikan tujuh tugas tantangan. Terciptanya The (Un)Reality Show adalah semacam twist dari acara-acara reality show yang sudah banyak ditayangkan; dan kali ini TPTV ingin menghadirkan sebuah pertunjukkan realitas yang bukan realitas....

Baca review selengkapnya di:
http://thebookielooker.blogspot.com/2...
Displaying 1 - 30 of 129 reviews