Jump to ratings and reviews
Rate this book

Psikologi Kesepian: Mengurai Pengabaian Emosional dan Kesepian Kronis

Rate this book
Banyak orang yang menganggap bahwa kesepian itu seperti perasaan kesendirian di tengah keramaian. Atau, tidak adanya hubungan dekat dengan orang lain. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa kesepian bisa jadi sangat disukai dan justru dipilih oleh sebagian orang. Karena itu, kesepian dapat menghasilkan karya seni atau malah dapat menjadi gangguan psikologis.

Kita mengalami kesepian dalam berbagai cara sepanjang hidup kita. Terkadang, satu orang saja sudah cukup bagi kita sat kita sangat membutuhkannya. Terkadang, kita berusaha untuk menyembuhkan kesepian orang lain.

Meskipun kesepian dipengaruhi oleh karakteristik individu orang tersebut, kehidupan sosial, dan pengaruh lingkungan atau budaya, ternyata sebagian besarnya terkait dengan kepuasan hidup.

Zehra Erol adalah seorang psikolog dari Turki yang berfokus pada topik-topik seperti kesepian, struktur kepribadian, dan hubungan manusia. Dalam buku ini, ia menekankan bagaimana mengubah dampak negatif kesepian menjadi sesuatu yang lebih positif. Buku ini dipersembahkan untuk kalian yang kerap merasakan kesepian dan ingin mengetahui bagaimana kesepian harus ditangani bersama dengan emosi lainnya.

187 pages, Paperback

First published September 1, 2018

Loading...
Loading...

About the author

Zehra Erol

5 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
16 (24%)
4 stars
26 (39%)
3 stars
20 (30%)
2 stars
4 (6%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Shanifiction.
223 reviews71 followers
September 8, 2022
Psikologi Kesepian sebuah buku yang menawarkan pengetahuan lebih terkait kesepian. Seringkali kesepian dihubungkan dengan kondisi seseorang yang sendirian. Apakah sendiri itu berarti kesepian?
____________

Sebagai seseorang yang terbiasa malakukan banyak hal sendirian, mulai dari traveling, nonton, makan di luar, jalan-jalan di mall,
kadang suka ada aja yang menganggap aku kesepian. Itulah kenapa aku tertarik baca buku ini.

Kenyataannya pas aku lagi sendirian aku gak merasakan kesepian, enjoy aja. Malah aku suka merekomendasikan untuk melakukan kegiatan sendiri, dengan sendiri kita juga bisa belajar mengenal lebih diri kita.

Lewat buku ini aku menemukan jawaban ternyata memang kesepian itu tidak berhubungan dengan kesendirian. Banyak hal yang mempengaruhi faktor seseorang merasa kesepian dan ternyata kesepian juga ada tingkatannya.

Bisa saja seseorang gak sendirian, punya teman yang selalu bisa menemani, punya pasang yang siap di sisi kita tapi kesepian. Malah memiliki pasangan jadi pelariannya untuk mengatasi kesepian.

Serumit itu ternyata kesepian, beneran gak bisa hanya dipandang dari luar saja. Penting untuk kita mengenali diri sendiri dan emosi-emosi yang dirasakan.

Stigma sosial yang menggangap kesepian hal memalukan pun membuat orang yang merasakannya memutuskan untuk menyembunyikannya.

Padahal rasa kesepian yang sudah mengganggu kehidupan tidak bisa diabaikan begitu saja. Alih-alih mengabaikannya, lebih baik untuk coba merenungkan apa yang menjadi sebabnya dan mencari solusi, jika perlu bisa meminta pertolongan profesional.

Hal baru yang aku tahu dari buku ini ternyata kesepian bisa timbul dari luka pengabaian saat kita masih anak-anak, ini bisa jadi catatan buat para orangtua.

Di buku ini juga ada contoh kasus dari orang-orang yang kesepian, dari situ kita bisa banyak belajar apa yang jadi penyebab mereka kesepian, efeknya terhadap kehidupannya dsb. Jadi lebih mudah dapat gambaran orang yang kesepian itu seperti apa.

Aku rekomendasikan buku ini buat kalian yang ingin memahami lebih lanjut mengenai kesepian. Bukunya nggak berat kok, terus tipis juga.
Profile Image for Dhi.
101 reviews
August 1, 2023
Terjemahannya agak sulit dipahami dan kurang engaging bagi pembaca. The topic was interesting tho.
Profile Image for raafi.
964 reviews468 followers
June 5, 2026
“Kesepian terbesar dalam hidup adalah kurangnya hubungan yang bermakna antara Anda dan kehidupan, serta ketidakpuasan Anda terhadap kehidupan Anda sendiri.” (hlm. 31)


Setelah pindah dari ibukota ke sebuah kota kecil baru-baru ini, saya cukup kesulitan untuk beradaptasi dan melanjutkan hidup. Teman yang biasa saya temui serta tempat yang biasa saya datangi sudah berubah. Ada rasa sepi yang hadir. Secara tidak langsung, saya mungkin tahu apa faktor yang memunculkan kesepian tersebut: perubahan signifikan dalam hidup yang bikin saya tidak puas.

“Psikologi Kesepian” merupakan nonfiksi pengembangan diri karya Zehra Erol. Buku yang diterbitkan Penerbit Baca ini diterjemahkan langsung dari Bahasa Turki. Dengan tebal kurang dari 200 halaman, buku ini mengajak pembaca untuk menguliti apa itu kesepian dan penyebabnya. Lebih dalam, penulis menjabarkan kaitan antara kesepian dan perasaan tidak puas dalam hidup. Lebih-lebih, jika ditelusuri lebih jauh kesepian juga berhubungan erat dengan pengabaian emosi.

Meski ada penjelasan tentang definisi dan penyebab kesepian secara umum, sekitar sepertiga isi buku merupakan uraian tentang pengabaian emosi yang akarnya muncul saat masih kanak-kanak. Hematnya, jika saat kecil kita acap kali diabaikan secara emosional oleh orangtua kita, maka efek kesepian mungkin akan terjadi pada kita saat dewasa.

Tidak hanya penjabaran soal pengabaian emosi, buku ini juga membahas soal pola asuh orangtua yang membuat mereka mengabaikan anak secara emosional dan bagaimana cara menjadi orangtua dengan keterikatan emosional yang baik dengan anaknya. Sampai di sini, saya bertanya-tanya apakah buku ini adalah buku parenting terselubung.

Memang, saya mengharapkan buku ini menjabarkan hal yang jauh lebih umum tentang kesepian. Saya mengharapkan ada bahasan secara saintifik tentang kesepian yang positif dan negatif, cara menyendiri yang baik dan tidak berlebihan, serta cara mengatasi kesepian yang mungkin tidak terbatas pada alpanya interaksi anak dan orangtua.

Bagaimana jika, misalnya, saya tidak diabaikan secara emosional saat masih kecil tapi tetap merasakan kesepian? Saya tidak menemukan jawabannya secara menyeluruh pada buku sini. Atau, jawabannya mungkin terbatas pada kutipan di bawah.

“Mengurangi efek mengejutkan dari kesepian bisa dilakukan dengan menjalani prosesnya langkah demi langkah. Tahap pertama dimulai dengan memahami emosi yang kita alami secara akurat, lalu melihat bagaimana emosi tersebut dan kesepian memengaruhi hidup kita. Mengenali dan memahami emosi serta memerhatikan efeknya pada kehidupan kita bukanlah proses yang mudah. Menerima emosi apa adanya sangatlah sulit, terutama dengan adanya emosi yang memaksa seperti kesepian.” (hlm. 161)


Dari sisi teknis penulisan, saya melihat hubungan antarkalimat pada setiap paragraf patah-patah dan menclok sana-sini, kesannya seperti tidak terjalin dengan mulus. Saya menduga-duga itu dikarenakan teks hasil terjemahan yang kurang apik atau teks aslinya sudah seperti itu sejak awal. Selain itu, kalimat-kalimat rancu kerap ditemukan. Satu contohnya ada pada halaman 133 yang berbunyi: “Alasan utama ini terjadi adalah rasa cemas yang disebabkan oleh hubungan yang tidak sependapat.”

Terlepas dari dua hal tersebut, buku ini tetap memberikan wawasan. Fokus utama buku ini ada pada pengabaian emosional yang merupakan satu dari sekian banyak penyebab kesepian. Penulis juga secara terbuka memberikan ilustrasi masalah atau kasus dari pengalaman klien, kerabat, bahkan temannya dalam topik yang sedang diangkat. Ini tentu menjadi alternatif yang dapat memudahkan pembaca dalam memahami apa yang ingin disampaikan.

Saya suka dua kalimat terakhir yang menjadi penutup buku ini, sebagai pengingat bahwa hubungan emosional antara orangtua dan anak itu penting. Ia berbunyi:

“Sama seperti kita mencari tangan yang saat kita lahir berkata ‘selamat datang’ itu memberikan kepercayaan, kita selalu ingin merasakan kehadiran tangan yang aman saat kita bergerak menuju kematian di usia tua. Karena itu, dalam hidup ini, tak ada materi yang dapat menggantikan hubungan bermakna dan nyata.” (hlm. 187)


Perjalanan mencari buku nonfiksi yang membahas tentang kesepian pun berlanjut.
Profile Image for Bearone.
33 reviews
March 13, 2023
Pernah nggak sih kamu kesepian?
By the way, kamu kesepian itu ketika sedang sendiri atau di tengah-tengah keramaian?
Kenapa ya kita bisa ngerasa kesepian?

Pertanyaan-pertanyaan di atas, mungkin akan bisa terjawab melalui buku ini.

Psikologi Kesepian punya 7 bab dan satu bagian tambahan berupa kesimpulan.
Di awal, kita akan diberitahu mengenai makna kesepian dan kesendirian.
Sebab, kedua hal ini memiliki hubungan yang erat namun sering disalah artikan.
Jika ditelisik, kesepian dan kesendirian itu ternyata sama sekali berbeda.

Apakah kesepian dan sendirian merupakan hal yang negatif?
Hm, kalau menurutku pribadi, tergantung individu dan pribadi yang merasakan hal itu sih. Dan mungkin akan berkaitan dengan sudut pandang serta bagaimana cara kita menyikapi kedua kondisi tersebut.
(Buat kalian yang penasaran, baca buku ini yukk!)

Jadi, don't worry untuk kamu yang sedang dilanda kesepian dan merasa sendirian.
Take your time and enjoy your life.

Kalimat itu bukan bentuk rasa ketidakpedulian.
Ayo berpikir lebih panjang, luas, dan terbuka, agar kita bisa sama-sama menikmati hidup yang singkat ini.

- - - - - * - - - - -

Penulis adalah seorang ahli dalam bidang psikologi dan seorang psikiater.
Ketika membaca buku ini, nggak jarang aku ngerasa kayak lagi duduk di bangku kuliah, konsultasi, atau sedang baca jurnal/artikel.
Kenapa?

Karena, Psikologi Kesepian menyajikan banyak cerita yang menjadi jalan bagi pembaca untuk memahami konteks psikologi kesepian secara praktis.

Bagi pembaca yang kurang suka baca studi kasus dan pengalaman orang lain, mungkin buku ini akan terasa membosankan serta sulit dicerna untuk diambil poin-poinnya.

Tapi, ada yang keren loh dalam Psikologi Kesepian.
Untuk pembaca yang ingin mengenal, memahami dan mengevaluasi diri sendiri, kalian bisa tahu lewat skala kesepian yang tersedia di buku ini.
Instrumennya emang sederhana sih, tapi untuk teman-teman yang masih struggle sama emosi dan belum kenal sama pribadinya, aku rasa ini akan sangat membantu.

Aku baca buku ini versi terjemahan Indonesia dari Penerbit Baca.
Bahasanya mudah dipahami 👍

Dari buku ini, aku menyadari banyak hal seperti:
1. Pentingnya belajar dan mempraktikkan parenting yang baik
2. Perlunya belajar mengenali diri sendiri dan pandai dalam mengelola emosi
3. Berempati
4. Belajar mengenai definisi dan bentuk hubungan
Profile Image for Citra.
76 reviews1 follower
June 25, 2023
Buku yang ditulis oleh psikolog Zehra Erol yang berisi beberapa cerita kliennya. Setiap kisah menceritakan kenapa hidup mereka terasa tidak berjalan baik. Secara garis besar, Erol menekankan kesepian muncul karena hubungan yang ada tidak bermakna terutama pada diri sendiri, sehingga sulit membangun hubungan yang berkualitas dengan orang lain. Kesepian juga sering terjadi karena kurang puasnya kita terhadap kehidupan yang sedang kita jalani.
Membaca buku ini sekali lagi mengingatkan, pentingnya merasa cukup, pentingnya mengenali diri sendiri dan emosi-emosi yang muncul, juga pentingnya menghargai perasaan orang lain.
Terjemahannya bagus tetapi beberapa kalimat sulit dipahami. Cetakan Juli 2022.
Profile Image for Ditta Arianti.
31 reviews
November 23, 2023
Setelah baca buku ini, semakin menyadarkan saya apa yang membuat saya merasa kesepian? Dan ternyata, selama ini saya sering merasa kesepian. Banyak contoh yang diceritakan di buku ini kepada Zahra Erol, tentang klien2nya yang mengalami kesepian. Apa yang membuat mereka begitu kesepian? Dan apa perbedaan antara kesepian dan kesendirian? Insight yang menarik. (Ditambah karena buku ini penyuntingnya adalah teman saya hihi 😁🤭). Buku yang bisa dijadikan referensi untuk mengetahui apa dampak negatif seseorang ketika mengalami kesepian kronis. 💕💕💕
Profile Image for Ebru Gulec.
11 reviews20 followers
January 31, 2021
"Oysaki güçlü olmak, duygularını yaşayabilme cesareti gösterebilmektir."

Kitapta yalnizligin farkli turlerinden ve ilgi yoksunlugundan bolca bahsedip bir sürü ornek vermiş. Özellikle bu tür yalnizlik ve bağ kuramam gibi sorunlarin temelinin cocukluga dayanmasini da net bir sekilde anlatmış. Asil sorun duygular degil onlari anlama ve sebeplerini kesfetme cesaretimizin olmaması ne yazik ki.
Profile Image for Vina Himura.
64 reviews
May 12, 2023
I really love this book. Buku ini mengupas tuntas mengenai kesepian. Suatu emosi yg selalu ada pada setiap manusia. Dibuku ini dijelaskan secara rinci apa aja yg termasuk dalam kesepian beserta dg contoh2nya. Buku yg wajib dibaca bagi yg sering merasa kesepian. ☺️☺️

17 reviews
January 22, 2025
pada bagian awal bahasanya ringan dan menarik, tapi di tengah2 banyak bagian yang terjemahan indonesianya sulit untuk dipahami, cenderung berbelit-belit. selain itu cetakan buku yang saya dapat memiliki banyak halaman yang dobel sehingga sedikit kebingungan saat membaca.
Profile Image for İyikikitap.
113 reviews3 followers
Read
May 30, 2019
"Yaşamınızdan genel anlamda memnunsanız; olayların yarattığı üzüntü, mutsuzluk, sıkıntı veya zaman zaman hissedilen yalnızlık sizi çok fazla örselemez."
Displaying 1 - 11 of 11 reviews