Tarbiyah di kalangan akhawat muslimah memiliki tujuan umum yang sama dengan tarbiyah umumnya di kalangan ikhwan. Hanya karena ada tuntutan peran yang berbeda antara laki dan perempuan dalam Islam maka diperlukan penguatan di beberapa segi yang menjadi kekhasan dari masing-masing pihak.
Bagian 1 serial ini membahas tentang muslimah dalam menunaikan amanahnya, antara lain tentang urgensi tarbiyah bagi akhawat muslimah, tujuan-tujuan tarbiyah bagi akhawat muslimah, serta kewajiban ukhti terhadap Tuhannya, terhadap dirinya, terhadap orang tua, terhadap anaknya, terhadap suaminya, dan terhadap masyarakatnya.
Buku yang ditulis, dan sudah terbit, mungkin sekitar empat puluh judul, di antaranya : Yang Tegar di Jalan Dakwah, Pernik-pernik Rumah Tangga Islami, Fikih Politik Perempuan, Di Jalan Dakwah Aku Menikah, Di Jalan Dakwah Kugapai Sakinah, Izinkan Aku Meminangmu, Agar Cinta Menghiasi Rumah Tangga Kita, Rekayasa Masa Depan Dakwah, Dialog Peradaban: Islam Menggugat Materialisme, Kitab Tazkiyah, Media Massa Virus Peradaban, Menjadi Pasangan Paling Berbahagia, Panduan Ibadah Ramadhan, …dan lain-lain……
Buku ini mengajarkan bahwa bersama tarbiyah kita seharusnya bisa menunaikan amanah-amanah dunia-akhirat kita. Kita kembali diingatkan oleh penulis tentang kewajiban selama di dunia, yaitu bermanfaat bagi diri sendiri, bagi sesama muslimah, bagi Tuhan, bagi orang tua, bagi anak, bagi suami, dan bagi masyarakat. Agar semua kewajiban tertunaikan dengan adil merata, tidak berat sebelah.
Buku ini juga menjelaskan bahwa Islam benar-benar mengangkat derajat kaum muslimah dari tadinya direndahkan menjadi sangat dimuliakan. Terlalu banyak kalimat yang saya garis bawahi di buku ini semua mengandung poin-poin penting yang bisa di highlight dalam kehidupan saya. Terima kasih penulis!
Judul: Keakhawatan 1 Penulis: Cahyadi Takariawan, dkk. Penerbit: Era adicitra intermedia Dimensi: xxii + 250 hlm, 20.5 cm, cetakan keempat desember 2014 ISBN: 979 979 3316 19 1
Buku ini merupakan materi keakhawatan untuk tarbiyah muslimah. Begitu banyaknya materi tersebut, hingga buku ini pun memiliki beberapa seri. Ini adalah seri pertamanya. Sehingga materi dalam buku ini masih sangat mendasar. Dibagi menjadi 8 bab, yaitu:
Bab 1 berbicara tentang urgensi tarbiyah bagi akhawat muslimah. Ada enam urgensi tarbiyah muslimah yaitu penanaman dan penjagaan iman menghajatkan kerja yang serius, amal islami menuntut kerja sama antar personel daiyah, penyiapan akhawat muslimah adalah darurat dan bagian tuntutan zaman, mempersiapkan generasi masa mendatang yang saleh mengharuskan para ibu yang salehah, akhawat muslimah adalah unsur pokok bagi pembangunan masyarakat yang sehat dan merupakan fitrah perempuan harus diberdayakan untuk menjadi salah satu fondasi kehidupan.
Bab 2 berbicara tentang tujuan tarbiyah bagi akhawat muslimah. Terbagi menjadi 4 ranah. Pertama bagi individu, diharapkan mampu membentuk kepribadian muslimah yang integral, daiyah, memberikan pelatihan aktivitas dan mendapatkan pengalaman serta memberikan keterampilan praktis. Kedua bagi keluarga, diharapkan mendapatkan suami muslim yang mendukung dakwah, membentuk keluarga yang dipenuhi bimbingan islam dan terlibat dalam amal islami. Ketiga bagi masyarakat, diharapkan menumbuhkan kepekaan hati dan jiwa sosial, mempersiapkan akhawat untuk peran-peran peradavan dan kepemimpinan. Keempat bagi dakwah islamiyah, diharapkan terpenuhinya kualifikasi SDM yang berpotensi di segala bidang, terwujudnya perluasan wilayah kerja dakwah, dan termotivasinya akhawat muslimah untuk menjalin kerja sama dakwah dengan organisasi perempuan islam pada khususnya, dan berbagai lapisan masyarakat pada umumnya.
Bab 3 berbicara tentang kewajiban ukhti kepada tuhannya. Meliputi rukun islam, tawakkal, ikhlas, sabar, merasa diawasi allah, pendekatan dengan amalan sunnah, percaya penuh pada allah dan memperbarui tobat.
Bab 4 berbicara tentang kewajiban ukhti terhadap dirinya. Meliputi menjaga kecantikan, menjaga kesehatan tubuh, mengobati penyakit, menjauhi sifat berlebihan dan sia-sia, menjaga kebersihan, olahraga, memelihara kesehatan akal, mendapatkan informasi bermanfaat tentang keislaman, wawasan umum dan kontemporer serta keterampilan teknis, menghasilkan karya, dan menjaga hati.
Bab 5 berbicara tentang kewajiban ukhti terhadap orangtua. Meliputi berbakti pada mereka ketika hidup di dunia, mendoakan, mengutamakan mereka dalam kebaktian, dan tetap berbakti setelah mereka meninggal.
Bab 6 berbicara tentang kewajiban ukhti terhadap anaknya. Meliputi bersyukur atas kehadiran anak, melakukan hal yang harus dilakukan pasca kelahiran, menyusui, dan mendidik dengan didikan berupa spiritual, intelektual, perasaan, moral, kesehatan, kebersihan dan kedisiplinan serta kemandirian.
Bab 7 berbicara tentang kewajiban ukhti terhadap suaminya. Meliputi menyenangkan hati suami, tidak melakukan hal yang dibenci suami, dan patuh kepada perintahnya.
Bab 8 berbicara tentang kewajiban ukhti terhadap masyarakatnya. Meliputi tentang memberikan keteladanan yang baik, berdakwah, saling bantu dalam kebaikan dan takwa, ikut serta dalam perbaikan masyarakat, dan mengembalikan hak serta memberantas kezaliman.
Secara keseluruhan materi ini memang sering dibahas di awal liqo/tarbiyah. Menyadarkan peran dan posisi muslimah baik selaku individu, anak, istri atau pun masyarakat. Bahasanya pun cukup mudah dicerna. Satu hal yang saya suka, di tiap bab ada mind map, sehingga saya tahu apa poin penting yang ingin diterangkan dalam tiap babnya. Hanya saja ada kesalahan teknis dalam hal peletakan halaman yang cukup mengganggu saya. Setelah halaman 14 berganti halaman 52 dan itu berjarak sekitar 18 lembar atau sekitar 36 halaman.
Saya mengapresiasi 4 dari 5 bintang.
"Dengan proses tarbiyah itulah, sentuhan pembinaan keislaman akan bersifat sangat personal, ada perhatian, ada pengarahan, ada optimalisasi potensi diri, ada evaluasi atas proses dan hasil. Keseluruhan perangkat dalam tarbiyah akan mengantarkan seseorang berada dalam suasana keterjagaan, saling memberikan pengaruh positif dan menguatkan dalam berbagai potensi kebaikan." (Hlm. 8)
Buku dengan tentang perempuan ini hadir dalam beberapa seri. Untuk seri pertama, di dalamnya dibahas delapan topik. Pentingnya pembinaan bagi perempuan, tujuan pembinaannya, kewajiban perempuan terhadap Allah, kewajiban terhadap diri sendiri, kewajiban terhdap orang tua, kewajiban terhdapa anak, kewajiban terhadap anak, dan kewajiban terhadap masyarakat.
Awalnya saya berniat menamatkan serial "Kebebasan Wanita". Berhubung terjemahan, bahasanya jadi lebih unik, agak sulit dipahami, dan buku "Keakhwatan" ini lebih mudah dipahami. Setelah saya lihat referencenya pun, ternyata "kebebasan wanita" termasuk salah satu referencenya. Hehe, jadi saya baca buku ini dulu deh :D
Diluar dari isi bukunya yang memang mengupas berbagai sisi mengenai kewajiban yang diemban perempuan, saya melihat ada sesuau yang lebih keren. Coba deh baca kata pengantarnya. Dari sisi isinya, mungkin memang sering dibahas. Akan tetapi, behind the scene pembuatan buku inilah yang menjadikannya lebih berharga. Apakah? Pertama, buku ini bernilai taurits (pewarisan). Pewarisan merupakan persoalan mendasar dalam dakwah dan inilah yang akan menentukan kesinambungan dakwah. Beda kan, ilmu yang hanya diwariskan dari mulut ke mulut dengan ilmu yang ada catatan fisiknya.
Kedua, buku ini bernilai tathwir (pengembangan). Nah, ini banget nih. Haha (miris). Jadi, dulu itu, buku b. Arab yang ditulis para ulama banyak dijadikan referensi. Tapi kan ga semua bisa baca b. Arab dan emang minat bacanya masih rendah. Akhirnya dibuatlah panah ******* itu. Itu loh rasmul bayan yang memuat inti-inti dari suatu topik. Semua baik-baik saja hingga akhirnya sampailah rasmul bayan ini ke tangan murabbi yang tidak berlatar belakang pendidikan ilmu syariat. Bingung menjelaskan, bingung arti panah, dll.. Akhirnya pemahaman pun kurang. Jadi aja komitmennya turun. Maka, disinilah buku ini hadir dengan nilai pengembangannya.
Masyaallah. Dulu saya maleeeeees banget baca buku ginian. Ga seru soalnya. Tapi pas baca kata pengantarnya, langsung tersulut gitu. TT
Sok atuh ya para akhwat mangga dibaca dan dipahami. Ikhwan-ikhwan yang mau baca juga boleh sih. Penulisnya juga ikhwan. Lain kali pengen deh buku yang nulis tentang akhwat itu akhwat. Oke, sekian. :)
Sebagai seorang muslimah, apalagi telah menjadi seorang istri/ibu, penting utuk senantiasa mentarbiyah diri. Tidak hanya sekadar untuk membentuk pribadi menjadi solehah, tetapi juga menciptakan pemikiran yang berlandaskan Islam.