Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kebudayaan Jawa

Rate this book
This book is the most comprehensive and ambitious study of the Javanese and their society since Raffles's 1817 The History of Java. It includes detailed accounts of Javanese history, peasant and urban culture, religion, and values and symbols.

556 pages, Paperback

First published January 1, 1984

146 people are currently reading
1606 people want to read

About the author

Koentjaraningrat

28 books159 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
257 (58%)
4 stars
81 (18%)
3 stars
49 (11%)
2 stars
29 (6%)
1 star
21 (4%)
Displaying 1 - 30 of 30 reviews
Profile Image for AYU ULFA DEWI.
19 reviews8 followers
Read
February 23, 2013
buku yang menjadi bacaan wajib anak program studi Jawa UI ini begitu detil dalam menggambarkan masyarakat Jawa pada masa lampau, dimana pada zaman sekrang masyarakat Jawa sendiripun tidak mengetahui banyak tentang budaya, tradisi dan adat-istiadat mereka sendiri. di buku ini, tidak hanya menceritakan budaya Jawa di sekitar Negarigung (jogja-solo) saja, tapi daerah-daerah lain yang mencakup jawa tengah, jawa timur juga diulas sangat rinci.
Profile Image for Addina.
6 reviews9 followers
January 9, 2012
Kebudayaan Jawa (Javanese Culture) is very complicated culture in Indonesia. Everywhere in Indonesia, there are Javanese. The history of why Javanese spread all over Indonesia and also in Suriname, Africa, or other country, why they still live with their Javanese-culture in their new home?
This book tells all about Javanese: culture, history, genius loci, people (rural & urban), language, arts, architecture, religion & traditional religion, how they live with nature, etc.
It's very good read for me as part of Javanese that I know nothing about Javanese nowadays.
Profile Image for anis Ahmad.
47 reviews13 followers
January 23, 2008
bagus, belum banyak telaah sistematis yang begitu berbobot mengenai jawa dalam berbagai hal yang dilakukan oleh sarjana indonesia. dan buku ini menjadi satu bagian dari yang tidak banyak itu.
1 review
June 15, 2019
Masih mencoba ngotak atik. Masih bingung caranya. Tapi buku yg dicari ada.
Profile Image for Kangmus WongKidul.
2 reviews1 follower
Want to read
June 29, 2019
Bukunya bagus.. untuk telaah kajian islamisasi di Jawa
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
January 16, 2022
i want to read this book.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for jaja.
43 reviews1 follower
January 24, 2022
Membahas Kebudayaan Jawa yang begitu luar biasa, karena saya sangat ingin mengetahui lebih dalam tentang masyarakat Jawa, maka buku ini membantu.
Profile Image for Δάσκαλος.
146 reviews
November 18, 2021
Buku karangan Koentjaraningrat ini sudah lama ingin saya baca, tetapi baru saat ini akhirnya selesai saya baca. Sebagaimana judulnya, buku ini membahas kebudayaan Jawa. Saya beri bintang lima karena alasan berikut ini.

Pembahasan buku ini tentang kebudayaan Jawa termasuk menyeluruh, mulai dari bahasa, sistem kekerabatan, kelompok sosial, kesenian, hingga kepercayaan orang Jawa, termasuk gerakan-gerakan kebatinan. Secara khusus, buku ini membedakan kebudayaan orang Jawa di perdesaan dengan kebudayaan orang Jawa dari keluarga kerajaan.

Gaya bahasa buku ini seperti gaya bahasa karya-karya ilmiah berbahasa Inggris yang saya ketahui, yaitu kalimat-kalimatnya cenderung panjang, tetapi masih dapat dipahami karena subjeknya jelas. Di samping itu, istilah-istilah bahasa Jawa yang digunakan ditulis dengan baik, yaitu dengan dipertahankan ejaan aslinya dan dicetak miring (italic). Meski demikian, beberapa istilah bahasa Jawa yang dipilih adalah kosakata yang tidak umum seperti "krami" (yang umum "krama").

Dari segi tata letak, ada satu kesalahan yang sangat mengganggu, yaitu antara halaman 213-215. Isi pada halaman 214 dan 215 tertukar, sehingga kita harus membaca dengan urutan berikut ini: 213, 215, lalu 214.

Ada banyak topik yang saya sukai dari buku ini yang saya ringkas sebagai berikut: (1) gerakan Djawa Dipo yang ingin menghapuskan tingkatan bahasa Jawa dan hanya menggunakan ngoko (hlm. 22); (2) orang Using dibedakan dengan orang Blambangan, tanpa penjelasan lebih lanjut (hlm. 29); (3) raja-raja Hindu di Tanah Jawa adalah orang Jawa (bukan orang India) dengan nama-nama India dan mengundang para Brahmana dari India sebagai konsultan di istananya (hlm. 38); (4) penyebaran Islam di Aceh dan Cirebon banyak terpengaruh aliran mistik sufi, sedangkan di Malaka dan Demak tidak (hlm. 54); (5) sistem pendidikan Eropa pertama di Indonesia muncul di Ternate dengan berdirinya sekolah Katolik Portugis pada 1536 (hlm. 69); (6) Boedi Oetomo memutuskan pada kongres keduanya tahun 1909 bahwa bahasa pengantar resmi yang digunakan untuk selanjutnya adalah bahasa Melayu, bukan bahasa Jawa (hlm. 87); (7) Nini Thowok merupakan permainan anak pada saat malam terang bulan (hlm. 113); (8) orang tua Jawa cenderung berpandangan pesimis bahwa dunia penuh kesulitan dan kesengsaraan sehingga perlu mengajarkan éling dan prihatin pada anak mereka (hlm. 122); (9) dalam pandangan orang Jawa, padi gaga tidak termasuk dalam golongan palawija (hlm. 184); (10) lurah dibantu oleh staf 10-15 orang yang disebut perabot dhusun (hlm. 203); (11) lurah tidak menerima gaji, tetapi berhak menggunakan tanah yang dipinjamkan selama ia menjabat (hlm. 204); (12) sarasèhan adalah salah satu kegiatan rekreasi kalangan priyayi berupa perkumpulan 5-8 orang dengan perhatian intelektual yang sama (hlm. 287); (13) orang Jawa mengenal enam jenis pertunjukan wayang (hlm. 290); (14) tari wanita menggambarkan kepribadian dan sifat wanita yang ideal Jawa, yaitu sopan-santun dan lemah-lembut (hlm. 302); (15) Bersih Dhusun adalah salah satu upacara penting dalam agama Jawa (hlm. 343); (16) gerakan-gerakan kebatinan yang berorientasi pada juru selamat (Imam Mahdi/Ratu Adil) dianggap mempunyai potensi untuk berkembang menjadi gerakan pemberontakan (hlm 410); (17) masyarakat sekitar Kota Yogyakarta percaya akan kesaktian bendera Kyai Tunggul Wulung untuk menghilangkan wabah pada 1930-an (hlm. 414).
Profile Image for J30000110.
10 reviews
May 6, 2012
Core scientific piece for the researchers who intend to gain basic sociological information about Java society living in Indonesia
1 review
Want to read
March 27, 2016
indigeounus javanese culture
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
December 4, 2016
baguss
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
Read
December 7, 2016
ingin membaca buku koentjaraningrat hal 322
This entire review has been hidden because of spoilers.
2 reviews
April 23, 2017
buku ini sangat bermanfaat buat mahasiswa tentunya, untuk mencari kerangka teori dari judul penelitian ku tentang kebudayaan Jawa hehe
Displaying 1 - 30 of 30 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.