Tak terasa airmataku mengalir, dadaku sebak kerana rasa terharu yang teramat sangat.
Tangisanku mulai gugur dalam isak tangisanku, semua kebaikan Raihana yang selama ini mulai terbayang di benak fikiranku.
Wajahnya yang teduh bagaikan baby face, pengorbanan serta pengabdiannya yang tiada putusnya, dengan suaranya yang lembut, tangisannya yang mengalirkan perasaan haru dan cinta.
Benar cinta itu datang dalam keharuan yang aku rasakan.
Di saat keharuan yang aku rasai, ada hawa sejuk yang turun dari langit dan menusuk masuk dalam jiwaku.
Pada ketika itu, pesona terhadap kecantikan Cleopatra mulai pudar...
Segera ku kejar waktu untuk membuktikan cintaku pada Raihana.
Membuktikan rinduku yang tiba-tiba memenuhi set iap rongga dada ini.
Air mat aku berderai-derai ku pecut laju kenderaan ku dengan diringi deraian air mata yang tiada hentinya membasahi setiap perjalanan ku pada saat itu aku tak peduli lagi, aku ingin segera sampai dan meluahkan semua rasa cinta ini padanya yang berhati mulia.
Begitu sampai di halaman rumah mertua, tangisan ku sudah tidak dapat ditahan lagi.
Ku tahan jua sambil menarik nafas panjang dan mengusap air mata yang gugur.
Melihat kedatangan ku ibu mertua serta merta memelukku dan menangis terisak-isak.
Aku jadi hairan dan ikut sama menangis.
"Mana Raihana bu?"
Ibu mertua hanya menangis dan terus menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
"Isterimu, Raihana dan anakmu yang dalam kandungannya!" "Ada apa dengan dia!"
Kang Abik, demikian novelis ini biasa dipanggil, adalah sarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dikenal sebagai dai, novelis, dan penyair. Karya-karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tapi juga negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei. Karya-karya fiksinya dinilai kental nilai Islaminya dan mendorong semangat para pembacanya.
Selama di Kairo, kang Abik banyak menulis naskah drama dan menyutradarainya, di antaranya: Wa Islama (1999), Sang Kyai dan Sang Durjana (gubahan atas karya Dr.Yusuf Qardhawi yang berjudul ‘Alim Wa Thaghiyyah, 2000), Darah Syuhada (2000).
Beberapa karya terjemahan yang telah ia hasilkan seperti Ar-Rasul (GIP, 2001), Biografi Umar bin Abdul Aziz (GIP, 2002), Menyucikan Jiwa (GIP, 2005), Rihlah ilallah (Era Intermedia, 2004), dll. Cerpen-cerpennya dimuat dalam antologi Ketika Duka Tersenyum (FBA, 2001), Merah di Jenin (FBA, 2002), Ketika Cinta Menemukanmu (GIP, 2004), dll.
Karya-karyanya: Ayat-Ayat Cinta (2004) Di Atas Sajadah Cinta (2004) Ketika Cinta Berbuah Surga (2005) Pudarnya Pesona Cleopatra (2005) Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007) Ketika Cinta Bertasbih 2 (Desember, 2007) Dalam Mihrab Cinta (2007)
Agak sudah beberapa tahun saya membaca karya ini tetapi antara karya yang saya ingati adalah mengenai cinta pandangan nafsu yang diangkat oleh pengarang yang sempat saya bertemu di Kaherah dahulu dalam acara anjuran Forum Lingkar Pena (FLP) ini. Ya, wanita Mesir memang saya akui sangat menarik daripada kecantikan zahir tetapi kisah yang dikemukakan oleh Habiburrahman ini mungkin boleh dianggap sebagai contoh yang 'ekstrem' tetapi perlu dalam mengingatkan pembaca terhadap makna cinta dan perkahwinan yang sebenar dalam pandangan alam Islam.
Identitas Buku: a. Judul Buku : Pudarnya Pesona Cleopatra b. Pengarang : Habiburrahman El Shirazy c. Penerbit : Republika d. Jumlah Halaman : 45/106 Sinopsis: Lama belajar di Cairo, Mesir membuat tokoh ‘aku’ terobsesi dengan kecantikan wanita Mesir. Dia ingin sekali memperistri seorang wanita mesir. Namun, keinginannya itu sirna saat ia telah dijodohkan Ibunya dengan anak seorang sahabatnya. Dia pun setuju dengan perjodohan itu, karena dia ingin menjadi anak yang berbakti pada Ibunya. Pernikahan itu tetap berlangsung dengan rasa keterpaksaan. Namun bagi Raihana -wanita yang dijodohkan dengannya- dia sangat mencintai suaminya itu. Pernikahan itu menciptakan kesengsaraan tersendiri bagi keduanya. Bagi tokoh ‘aku’ yang mencoba mencintai namun tak dapat mencintai karna bayang-bayang wanita Mesir titisan Cleopatra. Dan Raihana yang mencintai suaminya dengan sepenuh hati namun tak dicintai. Setelah lama dalam kesengsaraan, akhirnya tokoh aku sadar bahwa selama ini ada wanita yang benar-benar mencintainya namun dia tak pernah sekalipun membalas rasa cinta wanita itu. Dia sangat menyesal dengan tindakannya selama ini yang menyia-nyiakan seorang istri shaleha, dan dia berniat untuk minta maaf pada Raihana. Namun, semua sudah terlambat. Raihana telah berpulang ke rumah Allah bersama kandungannya yang genap berusia sembilan bulan. Kelebihan Buku: Buku ini tidak hanya berisi cerita fiksi sebagai hiburan, namun juga terdapat motivasi dan ilmu yang kita dapat. Kekurangan Buku: Mungkin tidak ada kekurangan dalam buku ini karena buku ini sangat bagus dan mendidik.
Buku Pudarnya Pesona Cleopatra ini menceritakan tentang seorang pemuda yang sangat mengagumi sosok Cleopatra sejak dia kuliah di Mesir. Dia mengidam-idamkan gadis mesir keturunan Cleopatra sebagai istrinya, namun karena ia harus mengikuti permintaan ibunya maka dia harus menikah dengan gadis Indonesia pilihan ibunya. Dengan terpaksa akhirnya dia menikah dengan gadis pilihan ibunya yang tidak dia cintai. Namun istrinya tetap setia mengabdi padanya, padahal dia belum bisa menghapus pesona Cleopatra dalam hatinya. Setelah dia menikah selama satu tahun dia belum dikarunia putra, dan mertuanya sudah lama menginginkan cucu darinya. Setelah beberapa bulan kemudian istrinya hamil. Namun tempat kerjanya dengan rumah mertuanya sangat jauh, sehingga dia harus kontrak didekat tempat kerjanya, dan dia harus meninggalkan istrinya dirumah mertuanya. Setelah beberapa bulan pisah dengan istrinya, tak ada rindu sedikitpun dihatinya untuk menjenguk istrinya. Padahal istrinya sudah rindu dengannya dan menanti kelahiran bayinya.Saat dia bekerja dia bertemu dengan seseorang yang pernah menikah dengan gadis Mesir dan ternyata rumah tangganya diakhiri dengan perceraian.Setelah mendengar cerita itu dia tidak tahu mengapa dia sangat rindu dengan istrinya dan saat dia pulang kerumah mertuanya dia sangat kecewa ternyata istrinya telah meninggal dunia. Dari cerita ini kita dapat mengambil hikmah bahwa jangan menilai seseorang dari pesona luarnya tapi ambillah dari kesetiaan hatinya.
Kali ini saya hanya ingin sedikit beropini mengenai buku yang merupakan cikal bakal novel Ayat-ayat Cinta. Karena, mungkin sebagian besar fansnya karya-karya tulis Kang Abik sudah tamat membaca 2 novel pendek yang tergabung dalam satu buku ini. Dan ada keraguan dalam diri saya untuk menceritakannya kembali dengan versi sendiri, alih-alih takut mengurangi daya psikologis yang dipancarkan oleh novel ini.
Sub judul yang dipakai oleh Kang Abik pada novelnya kali ini : Novel Psikologi Islami Pembangun Jiwa. Tidak terpikirkan sebelumnya, cara yang bagaimana yang akan digunakan oleh penulis dalam membangun jiwa pembacanya. Untuk novel pertama, Pudarnya Pesona Cleopatra, sebagai seorang melankolis yang suka beranalisis, saya menyikapinya seperti ini : Pembaca dibuat untuk menyelami perannya sebagai tokoh utama. Kemudian, tokoh utama digambarkan sebagai seorang lelaki yang mendewakan kecantikan di atas segala-galanya. Bagi kaum Hawa mungkin daya psikologisnya kurang menancap, tapi tidak bagi kaum Adam. Dan sepertinya (bahkan hampir pasti), itu lah yang ada di dalam setiap hati kecil seorang laki-laki. Pria mana yang tidak menginginkan istri yang cantik? Walaupun mungkin sebagian besar dari kita tidak memprioritaskan kecantikan sebagai prioritas nomor satu, tapi nomor nol. Pesan yang disampaikan oleh Habiburrahman sangat to the point. Bahkan salah satunya tertulis dengan sangat jelas :
“Padahal di zaman edan seperti ini mencari perempuan salehah lebih sulit daripada mencari perempuan cantik.” Terang Pak Susilo.
Tidak percaya? Pergilah ke mall-mall di mana pun di Jakarta atau kota-kota besar lainnya. Niscaya bukan hanya gadis seperti Mona Zaki (yang diceritakan dalam mimpi sebagai keponakan Cleopatra) saja yang bisa ditemui, mungkin kita berpikir wanita-wanita yang kita temui di sana adalah wanita-wanita keturunan ke sekian dari Cleopatra yang terdampar di Indonesia. Yah, keturunan Cleopatra yang nyasar ke Jakarta, Bandung, Ambon, dll. yang tersebar di negeri ini. Semoga para pembaca dapat mengambil hikmah dari cerita ini. Mencari wanita salehah adalah prioritas, karena dialah yang akan membawa suaminya berbahagia dunia-akhirat. Yup, semoga dapat saya lakukan juga. Tapi kalau bisa yang cantik juga, yah, minimal kayak Raihana lah.. :P (teteup)
Untuk novel singkatnya yang kedua, Setetes Embun Cinta Niyala, saya pikir lebih cocok ditujukan untuk akhwat. Mengapa? Karena saya tidak dapat begitu memahami apa yang dirasakan Niyala sebagai tokoh sentral. Saya justru melihatnya secara global, bahwa yang perlu kita lakukan dalam posisi sulit adalah tetap bertawakal kepada-Nya. Pada kisah ini diceritakan di mana ketika nasib Niyala berada di ujung tanduk, Niyala tetap menggantungkan dirinya kepada Yang Maha Mendengar Doa Hamba-Nya. Solusi yang diberikan oleh penulis sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh saya. Benar. Bahkan ketika novel ini hampir selesai saya baca, saya masih berpikir, “Si Faiq ini beneran nggak sih?” Untungnya Kang Abik menenuntaskannya dengan begitu indah.
pada kisah pertama memaparkan kehidupan rumah tangga seorang Raihana yang teramat 'nrimo' berbakti, nurut pada suaminya, khas perempuan Jawa. penuh dengan cinta dan ketulusan. Namun, uniknya hingga sang istri mengandung anak pertama 6 bulan, sang suami belum juga tumbuh rasa cinta di hatinya, lantaran pernikahan itu terjadi atas dasar 'janji masa muda kedua ibu Raihana & laki-laki yg menjadi suaminya' masih ada saja bayang-bayang pesona gadis Mesir pada diri suami Raihana.
Tatkala mulai tumbuh rasa cinta di hati suami Raihana, ada kerinduan membuncah, sang suami ingin membalas semua kebaikan dan 'pengabdian' istrinya lantaran tersadarkan oleh kisah-kisah kehidupan lainnya (dari cerita teman-teman sesama dosen) namun sayang, waktunya sudah tidak ada. Raihana meninggal bersama anak pertama yang belum sempat terlahir ke dunia.. Ya, kedalaman cinta baru terasa saat orang yg seharusnya dicintai & disayangi sudah harus pergi..
Pada kisah kedua bercerita seputar buah kesabaran yang sangat manis dari seorang Niyala.. Keraguan hatinya, dilema yang menggelayuti jiwanya lantaran harus menerima permintaan ayahnya untuk menikah dengan seorang anak 'tokoh di desanya' yang tak baik moralnya untuk menebus 'kemerdekaan' karena terpaut hutang budi senilai 80 juta, sama artinya dengan mempertaruhkan seluruh masa depannya, hancur di tangan orang yang sama sekali tak ada dalam impian Niyala.
Menanti detik-detik menuju wisuda dokter, Niyala terus berpasrah pada Allah atas pilihan yang sulit itu.. Tak bisa baginya berbagi cerita pada Umi yang sudah sangat banyak berjasa dalam kehidupannya. Dipendam sendiri dilema itu. Hingga akhirnya Faiq, sosok kakak angkat diminta pulang oleh Umi untuk suatu hal yang penting.
Karena hari untuk menjawab permintaan ayahny kian mendekat, Niyala pun beranikan diri untuk cerita ke Faiq, daaan.. betapa surprise, lautan rasa syukur terhaturkan ke hadirat Allah..
malam itu, beberapa jam sebelum Niyala diwisuda menjadi dokter, dirinya menikah dengan Faiq bermaharkan sebuah mushaf cantik dari Mesir, uang 85 juta dan hafalan surat Ar Rahman.. benar-benar di luar prediksi Niyala, ia tadinya minta tolong pada Faiq HANYA untuk membuat skenario agar bisa menolak permintaan ayah Niyala untuk menikah dengan anak 'tokoh desa' namun di sinilah Allah menjawab kesabaran seorang Niyala, wanita shalihah yang terjaga.. maka jalinan seorang kakak angkat dan adik angkat pun Allah ridhoi untuk menjadi sepasang suami istri,
membaca 2 kisah ini, cukup mengaduk jiwa, betapa Allah yang menggenggam hati. Amat mudah bagi-Nya membolak-balik keadaan.
jawaban do'a, terwujudnya harapan ada pada moment yang paliing tepat.
kira2 itulah makna implisit dari kisah 'pudarnya pesona cleopatra'...kecantikan seringkali--even almost dominant-- tapi kecantikan sebenarnya seperti bunga yang merekah...cantik, tapi tak lama kan layu.. sedang kecantikan abadi yang diajarkan melalui 'inner beauty' versi islam yang mengagungkan kepribadian dengan ketaatan yang teguh, ketabahan tanpa batas, serta keikhlasan yang penuh....itulah pesona abadi...
Judul : Pudarnya Pesona Cleopatra Pengarang : Habiburrahman El Shirazy Penerbit : Republika Kota Terbit : Jakarta Selatan Tahun : 2008 Cetakan ke : Empat belas Gambar Buku : Lukisan seorang lelaki Warna Buku : Coklat kehitam-hitaman Tebal Buku : 0,6 cm Panjang Buku : 13,5 cm Jumlah halaman : 111 ISBN 979360400x (ISBN13: 9789832672463)
Novel ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang ingin menikahi seorang wanita pilihan orang tuanya, wanita itu bernama Raihana, Raihana adalah seorang gadis sholihah yang cantik dan hafal AL-Quran, walaupun dia lebih tua dua tahun dari lelaki itu, tetapi dia tetap kelihatan lebih muda, seperti baru berumur 17 tahun (Sweet Seventeen). Lelaki itu menikahi Raihana bukan atas dasar cinta melainkan karena kasihan kepada kedua orang tuanya, dan tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Karena orang tuanya sudah menjodohkan mereka berdua jauh sebelum mereka dilahirkan kedunia. Sudah berapa hari lelaki itu menjalani hidupnya dengan Raihana tetapi benih-benih cinta itu masih belum juga tumbuh. Karena lelaki itu masih mengharapkan wanita yang dinikahinya dan berada di sampingnya kini adalah seorang gadis mesir titisan dari ratu Cleopatra, tetapi semua itu tidak mungkin karena mana ada gadis secantik titisan ratu Cleopatra yang tinggal di jawa lirihnya. Setelah 6 bulan akhirnya Raihana hamil dan ia pun meminta izin kepada suaminya kalau ia ingin tinggal bersama kedua orang tuanya, agar Raihana bisa mendapat perhatian lebih dari orang tuanya. Kini lelaki itu hidup sendiri tanpa ada Raihana di sampingnya. Akhirnya, segala sesuatu pun ia lakukan sendiri dari mulai makan, menyetrika, dan mencuci baju ia lakukan sendiri, sampai akhirnya ia ditugaskan keluar kota. Ketika sampainya ditempat kerja lelaki itu mendengar perbincangan Pak Hardi dengan teman kerjanya yang sedang membicarakan Pak Agung seorang dosen muda dan terkemuka. Ia berhasil menyunting promotornya Judith Barton dan ketika Pak Agung telah menikah dengan Judith, kemudian Judith ketahuan sedang berselingkuh dengan mantan pacarnya orang Amerika dan Pak Agung pun memberi pilihan pada istrinya untuk memilih dia atau mantan pacarnya. Judith pun memilih mantan pacarnya ketimbang suaminya. Akhirnya Pak Agung pun bercerai dengan Judith sampai akhirnya Pak Agung menjadi gila , itulah kisah Pak Agung. Kemudian lelaki itu datang kepada Pak Qolyubi untuk meminta nasihat dan akhirnya Pak Qolyubi bercerita tentang kisahnya yang pernah menikah dengan gadis mesir yang sangat cantik tetapi dia tidak mengenakan jilbab, dia anak tuanya yang bernama Yasmin. Di awal pernikahanya Pak Qolyubi sangat bahagia tinggal bersama seorang istri cantik, dan apapun yang diminta istrinya dapat terpenuhi oleh pak Qolyubi. Kemudian pak Qolyubi pindah ke indonesia mengajak ketiga anaknya. Yasmin menyetujui tetapi meminta persyaratan agar setiap tahun pulang ke mesir, Dan pak Qolyubi memenuhi persyaratan itu. Setelah sampai di medan pak Qolyubi mencari tempat tinggal yang mempunyai fasilitas serba ada seperti fasilitas yang ada di mesir. Dan setelah 1 tahun tinggal di indonesia Yasmin meminta pulang ke mesir untuk menjenguk keluarganya. Setiap melihat wajah Yasmin yang cantik itu pak Qolyubi tidak bisa menolak rintihan istrinya itu untuk pulang ke Mesir. Dan sampai akhirnya, pak Qolyubi bangkrut dari usahanya, dan dia pun meminta kepada orang tuanya untuk menjual sawahnya agar dapat memenuhi keinginan Yasmin. Setelah beberapa tahun di Mesir pak Qolyubi mengajak Yasmin pulang ke Indonesia, tetapi Yasmin menolak. dan Yasmin pun ketahuan selama di Indonesia selalu menjelek-jelekan suaminya dan akhirnya pak Qolyubi bercerai dengan Yasmin. Beruntung kamu mempunyai seorang istri sholihah yang cantik dan hafal AL-Quran. Seketika itu pun bayangan Raihana melintas difikiranya, kerinduan kepada sang istri pun mulai tumbuh. Lelaki itu pun segera pulang kerumah untuk menjemput istrinya. Setelah sesampainya di depan rumah Raihana, ibu mertuanya langsung menangis dan memeluk suami Raihana dan menceritakan bahwa Raihana istrinya telah meninggal karena terpeleset di kamar mandi. Dia pun menangis terisak-isak atas kepergian istrinya itu, dan dia menyesal kenapa benih-benih cinta itu tumbuh disaat Raihana telah pergi meninggalkanya.
Novel “Pudarnya Pesona Cleopatra” yaitu Novel Psikologi Pembangun jiwa, karangan Habiburrahman El Shirazy, Penulis Novel best seller Ayat-ayat cinta.kekurangan buku ini hampir tidak ada. dan kelebihannya bisa jadi renungan bagi kita bersama. Kadang dalam hidup, kita menginginkan sesuatu, tapi tidak baik menurut Allah SWT, dan kadang-kadang kita tidak menginginkan sesuatu, tapi baik menurut Allah SWT. Jadi hidup ini adalah biarlah Tuhan yang merencanakan kehidupan kita, sebab Tuhan lebih tahu dari kita. Tugas kita adalah berusaha yang terbaik, dan selalu menerima keyakinan dengan lapang dada, kalau pilihan Tuhan, pasti terbaik. Masih seperti Ayat-ayat Cinta, Habiburrahman El Shirazi menghadirkan aura Mesir dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra. Hafalan Alquran, kuliah di Al-Azhar, kisah cinta karena Allah, da’wah seperti menjadi ciri khas yang tak pernah lepas dari novel Kang Abik, termasuk dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra ini. Membaca novel mini ini, rasanya saya tidak bisa melepas buku sebelum akhir cerita.. Memang luar biasa novel Pudarnya Pesona Cleopatra ini. Jalan ceritanya lebih sederhana, namun tetap meninggalkan kesan dalam. Ada dua pemeran utama dalam novel ini. Pria yang memperistri wanita bernama Raihana tanpa ada cinta pada awalnya, karena pernikahan yang dijalani hanyalah sebagai bakti kepada orang tua. Raihana digambarkan sebagai seorang wanita yang cantik, berjilbab rapi, dan hafidz Al Qur\'an. Ia mencintai suaminya sepenuh hati walau sang suami belum bisa mencintainya. Pria tokoh utama dalam novel ini begitu tergila-gila dengan kecantikan gadis Mesir dan tidak mencintai Raihana istrinya. Padahal Raihana adalah wanita yang shalihah dan hanya ada satu hal yang tak ingin terjadi pada dirinya: diceraikan oleh suaminya. Meskipun suaminya memperlakukan Raihana dengan buruk, Raihana tetap setia. Dengan kekuatan doa Raihana dalam setiap tahajudnya, suaminya akhirnya berubah. Dia benar-benar jatuh cinta pada Raihana.Sayangnya, cinta terlambat dan tak kan pernah terbalas. Dalam novel ini terdapat satu lagi judul, yaitu SETETES EMBUN CINTA NIYALA. sebuah kisah akhwat lulusan Fakultas Kedokteran di salah satu Universitas negeri di Jakarta. Dalam kisahnya digambarkan akhawat bernama Niyala yang selepas lulus dari kuliahnya harus kembali kedesa dan menikah dengan lelaki yang memiliki piutang kepada ayahnya. Demi melunasi utang ayahnya sebesar delapan puluh juta rupiah, Niyala harus menggadaikan dirinya kepada lelaki yang dulu pernah berusaha memperkosanya."Dan orang-orang yang berkata:"Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal." Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (QS. Al Furqaan 65-66) Banyak hal yang menarik dari kedua cerita dalam satu novel ini. Kemampuan sang penulis untuk membuat pembaca hanyut dalam emosi para pelakunya. Disisipi dengan ayat-ayat Al Qur\'an dan ending dari masing-masing cerita pun tidak terduga-duga.
Judul : Pudarnya Pesona Cleopatra No. ISBN : 979-3604-00-x Penulis : Habiburrahman El Shirazy Penerbit : Republika Tahunl terbit : 2005 Jumlah Halaman : 111 halaman Berat Buku : - Jenis Cover : Jay 'N Dimensi(L x P) : 20.5x13.5 cm Kategori Novel : Psikologi Islami Pembangun Jiwa Bonus : - Text Bahasa : Indonesia •
Resensi :
Buku ini menceritakan tentang sebuah pemaparan dimana penulis lebih menunjukkan bahwa sebuah kecantikan bukanlah segala-galanya, dengan bahasa yang penuh puitis dan majas yang memperindah kisah-kisah yang dipaparkan, juga memperjelas bagi pembaca supaya mudah memahami dan dapat mengambil hikmah dari kisah yang dipaparkan, dengan tidak meninggalkan unsur-unsur akidah Islamiyah yang kita anut. Buku ini memperjelas bahwa janganlah menjadi orang yang diperbudak oleh sebuah kecantikan paras, akan tetapi jadilah orang yang mencintai seseorang dengan sebuah keihlasan, jangan menyengsarakan diri dengan penghormatan kepada kecantikan, tapi bahagiakanlah diri dengan mencintai seseorang dari lubuk hati yang terdalam,yakni sebuah kasih sayang dan keihlasan, karena kecantikan hasnya akan membuat kita merasa senang dalam sesaat dan sengsara seumur hidup.
Kali ini Kang Abik menulis dua buah novel mini yang mengharu biru. Dalam buku ini ada 2 buah novel mini. Novel mini yang pertama berjudul Pudarnya Pesona Cleopatra. Yang bercerita tentang seorang wanita bernama Raihana yang mempunya akhlak yang baik, shalehah, hafal Al-qur'an, tulus dan ikhlas mencintai suaminya. Walaupun suaminya sama sekali tak mencintainya. Karena mereka menikah dijodohkan oleh orang tua mereka. Suami Rahaina bermimpi dapat memperistri gadis cantik seperti Mona Zaki, bintang iklan dari Mesir. Menurutnya jika ada 8 gadis Mesir, maka yang cantik 16, karna bayangannya pun ikut cantik. Begitu ia sangat memuja kecantikan para gadis dari negeri Cleopatra. Walaupun suaminya bersikap dingin dan sama sekali tak membalas kasih sayang Raihana, namun ia selalu berusaha menjadi istri yang baik.
Saat usia kehamilan Raihana memasuki bulan keenam, ia minta ijin untuk tinggal bersama orang tuanya dengan alasan kesehatan. Dan suaminya tetap tinggal di kontrakannya. Suatu hari suami Raihana mengikuti pelatihan peningkatan mutu dosen mata kuliah bahasa Arab selama 10 hari yang diadakan oleh Depag di Puncak. Disana ia bertemu dengan pak Qalyubi. Pak Qalyubi bercerita tentang penyesalannya menikahi gadis cantik yang berasal dari Mesir, Yasmin namanya. Dengan biaya yang sangat tinggi pak Qalyubi berhasil memperistri Yasmin. Tahun pertama pernikahannya, mereka hidup bahagia. Hingga lahirlah anak pertamanya. Menurut pak Qalyubi, untuk hidup indah bersama gadis Mesir yang cantik itu tidak gratis. Ia harus mengeluarkan biaya yang sangat mahal. Yasmin menuntut diberi sesuatu yang lebih dari gadis Mesir yang menikah dengan orang Mesir pada umumnya. Semua permintaan Yasmin dituruti oleh pak Qalyubi karena perasaan cintanya yang menggelora walaupun untuk itu ia harus menjual sawah milik orang tuanya berkali-kali.
Setelah pak Qalyubi menyelesaikan S1, ia mengajak Yasmin dan anaknya hidup di Indonesia. Mereka tinggal di sebuah rumah mewah di kawasan elit Medan, karena Yasmin tidak bisa tinggal di rumah yang sederhana. Tahun pertama tinggal di Medan dilaluinya dengan baik dan tanpa gejolak. Tiap tahun Yasmin mengajak pulang ke Mesir menjenguk orang tuanya. Pak Qalyubi masih bisa memenuhi semua yang diinginkan Yasmin dengan harta orang tuanya. Gajinya sebagai dosen hanya cukup untuk makan saja. Anaknya yang kedua dan ketiga lahir. Biaya hidup semakin bertambah tapi pemasukan tidak bertambah. Ia meminta Yasmin untuk lebih berhemat dan tidak setiap tahun ke Mesir, tapi tiap 3 tahun sekali. Yasmin tidak bisa, akhirnya pak Qalyubi mati-matian berbisnis. Sawah terakhir milik orang tuanya dijual untuk modal. Bisnisnya lancar, semua yang diinginkan Yasmin bisa dipenuhinya. Tapi dalam dirinya muncul penyesalan. Setiap kali ia melihat teman-teman alumni Mesir yang hidup tenang dan damai dengan isterinya. Bisa mengamalkan ilmu dan berdakwah dengan baik. Tidak dikejar-kejar oleh keinginan istri yang melangit.
Puncak penderitaannya dimulai ketika bisnisnya jatuh. Kekayaan yang dimilikinya tinggal rumah mewah yang ditempatinya berikut isinya. Dia meminta pada Yasmin untuk menjual perhiasan yang pernah ia belikan untuknya yang bernilai ratusan juta, tapi Yasmin tidak mau. Banyak wanita salehah Arab yang sangat dermawan dan baik pada suaminya. Sayyidh Khadijah isteri baginda nabi contohnya. Yasmin malah membandingkan dirinya dengan sepupunya yang menikah dengan lelaki Mesir, setiap tahun selalu diajak keliling Eropa oleh suaminya. Saat itu, pak Qalyubi baru merasa sangat menyesal menikah dengan Yasmin karna kecantikannya. Kecantikan Yasmin telah membuat batinnya tersiksa. Ia juga telah diperbudak oleh kecantikan Yasmin. Orang tua pak Qalyubi kembali mengalah, ia menjual rumah dan tanah yang ditempatinya untuk modal usaha pak Qalyubi. Saat bisnisnya mulai menggeliat, Yasmin kembali berulah. Ia minta menjenguk orang tuanya di Mesir satu keluarga. Dia mengancam jika tidak dituruti keinginannya maka akan bunuh diri. Pak Qalyubi kembali mengalah mengikuti keinginan Yasmin.
Waktu di Mesir itulah puncak tragedi paling menyakitkan. Suatu malam, pada hari kesepuluh mereka di Mesir, Yasmin berkata pada pak Qalyubi bahwa ia tidak memberikan sesuatu yang dimiliki lelaki Mesir. Lalu tanpa dosa Yasmin bercerita bahwa tadi siang saat pak Qalyubi sedang berkunjung ke teman lamanya yang jadi staf KBRI, dia ditelpon teman dan kekasih lamanya saat kuliah. Teman lamanya itu telah menjadi bisnisman sukses di Cairo. Kebetulan istrinya baru saja meninggal. Yasmin diajak makan siang dihotelnya dan dilanjutkan dengan perselingkuhan. Yasmin minta untuk diceraikan. Katanya ia tak bisa hidup bahagia kecuali dengan lelaki Mesir. Seketika itu juga pak Qalyubi tidak dapat menahan diri. Ia memukul Yasmin habis-habisan. Hal yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan. Karna sudah tidak kuat menanggung penderitaan dan sakit batin yang tertahan. Atas tindakannya, pak Qalyubi dilaporkan ke polisi oleh keluarga Yasmin. Ternyata selama tinggal di Indonesia, diam-diam Yasmin sering menulis cerita bohong pada keluarganya. Ketika tiba waktunya kembali ke Indonesia, pak Qalyubi mengajak Yasmin ikut serta. Tapi Yasmin bersikukuh tidak akan kembali ke Indonesia selamanya. Dan ia tetap minta untuk bercerai. Ketika pak Qalyubi hendak membawa ketiga anaknya pulang ke Indonesia, Yasmin dan keluarganya mati-matian melarangnya. Akhirnya pak Qalyubi hanya bisa membawa si sulung.
Mendengar cerita yang sangat memilukan itu, telah menyadarkan suami Raihana yang selama ini memimpikan menikahi gadis Mesir yang sangat cantik. Perlahan wajah Raihana terbayang di matanya. Sudah 2 bulan ia berpisah dari Raihana. Tiba-tiba ada kerinduan padanya menyelinap dalam hati. Raihana istri yang sangat salehah. Tidak pernah meminta apapun bahkan yang ada keluar dari dirinya adalah pengabdian dan pengorbanan. Sepulang dari pelatihan, ia menyempatkan membeli busana muslim, daster, pakaian bayi dan gelang. Ia berharap, Raihana akan bahagia melihat kedatangannya. Ternyata selama ini Raihana hanya mengadu pada Allah tentang perlakuan suaminya yang telah menzhaliminya. Ia lawan badai yang menerpanya dengan doa dan lantunan ayat suci Alquran. Kerinduannya pada Raihana semakin menggebu-gebu, ia memacu kencang kendaraannya agar segera dapat bertemu dengan Raihana. Tapi kehadirannya disambut dengan tangisan haru ibu mertuanya. Ternyata Raihana dan bayi yang dikandungnya telah meninggal. Sebelum meninggal ia berpesan untuk memintakan maaf padamu atas segala kekurangan dan khilafnya selama menyertaimu.
Suami Raihana menangis tersedu-sedu, hatinya sangat pilu. Ketika ia sedang merasakan cinta yang membara pada Raihana, Raihana telah tiada. Ketika ia ingin menebus dosa yang diperbuat padanya, ia telah meninggalkannya. Rindunya pada Raihana menggelegak-gelegak. Dan ia ingin memuliakan Raihana sepanjang hayatnya. Kecantikan lahir bisa hilang. Tapi kecantikan batin akan kekal.
Novel ini dipersembahkan untuk mereka yang menganggap kecantikan adalah segalanya.
Berisi 2 cerita terpisah, masing-masing ceritanya memberikan makna dan hikmah tersendiri; terutama tentang cinta dan rasa bakti pada orang tua. Raihana yang jadi sosok istri yang patut dicontoh saat ini; bersabar atas ujian rumah tangga namun disaat yang sama tetap memuliakan suami. Kisah cinta Niyala dan Faiq juga tak kalah menggugahnya, bagaimana cinta bisa datang dari jarak yang tak terduga dan kehebatan Niyala untuk bersabar atas cobaan yang menderanya semata-mata karena ingin tetap berbakti pada ayahnya.
Buku ini terdiri dari dua mini novel yang membahas tentang cinta. Novel yang ringan untuk dibaca sekali duduk, ditulis di awal 2008 oleh kang Abik, jadi termasuk kategori novel lama yang masih eksis dengan isu sekarang yang masih ada untuk orang yang menganggap kecantikan adalah segalanya dan tentang jodoh adalah cerminan diri.
Akhirnya novel ini ada digenggamanku. Setelah beberapa minggu menundanya karena dicari kemana-mana g ketemu. Giliran ada, duitnya ngepres. Alhamdulillah sebulan yang lalu waktu aq liat novel ini di togamas, novel ini terselip seorang diri diantara deretan buku-buku lainnya. Waktu itu keinginan kuat untuk beli, tapi kalo tetap nekat beli sama aja bunuh diri karena menggadaikan uang makanku T_T. Tapi, ternyata memang kalo udah rejeki gak akan kemana-mana......Alhamdulillah novel ini gak ada yang menjamah selama sebulan. Sebenarnya cuma ngecek dulu, karena juga mau ngecek buku-buku incaranku lainnya. Tapi daripada keduluan orang, langsung kuambil aja. ^_^. Ok, jadi gini : Satu kata untuk novel ini : Seimbang......... Kok gitu? Iya. Di novel ini terdapat dua novel mini. Judulnya Pudarnya Pesona Cleopatra dan Setetes Embun Cinta Niyala. Untuk selanjutnya disingkat aja ya. Disingkat PPC (untuk Pudarnya Pesona Cleopatra) dan SECN (untuk Setetes Embun Cinta Niyala). Biar lebih mudah ^_^. So, novel ini bener-bener seimbang. PPC dengan sad ending-nya dan SECN dengan happy endingnya. Jadinya netral deh ^_^. PPC bercerita seorang Aku (duh,lupa siapa namanya ya???soale penceritaannya orang pertama dan sangat jarang menyebut nama orang ini. Atau mungkin memang gak ada ya? Kalo ada, tolong kasih tau ya...) yang mendambakan seorang gadis Mesir untuk menjadi pendamping hidupnya. Tapi gak disangka ternyata dia sudah terlebih dahulu dijodohkan ibunya untuk menikahi anak dari sahabat ibunya. Nama sahabat ibunya itu Raihana. Aq gak berani cerita banyak, takut jadi gak seru.......Jadi mending langsung baca aja deh. Yang pasti ada rangkaian kata sederhana yang serasa menmpar dan menonjok aku ribuan kali :
Telah selesai ditulis Di Cairo, Januari 2002 Direvisi kembali Di Semarang, Oktober 2003. Untuk mereka yang menganggap Kecantikan adalah segalanya !
(sengaja aq tebalkan kata-kata terakhir untuk penekanan kata-kata itulah yang menyadarkanku). Selain itu, selama membaca novel ini tidak berhenti aq berkaca-kaca dan meneteskan air mata membayangkan siapakah bidadariku (jodohku maksudnya ^_^) kelak yang akan bersanding denganku saat akad nikah dan kemudian memeluknya dengan tangis penuh syukur kepada Allah dan berucap ’Akhirnya......................’
Berbeda dengan PPC, saat awal membaca SECN udah bete banget. Karena diawali dengan cercaan-cercaan terhadap nasib. (Mungkin bete karena ngeliat tulisan-tulisan negatif kali ya). Seorang Niyala yang dijodohkan oleh ayahnya untuk memenuhi anak laki-laki dari anak tokoh desa yang telah membuat ayahnya berhutang banyak hingga 85juta. Tokoh itu berjanji akan menganggap lunas hutangnya bila ayh Niyala memenuhi lamarannya. Niyala sangat berontak dan tidak terima dengan nasib itu. Sampai akhirnya..........unpredictable. Niyala menikah dan bahagia. Langsung baca sendiri ya ^_^ Yang pasti, ada puisi yang indah : mas kawin untuk bidadariku adalah sekuntum bunga melati yang aku petik dari sujud sembahyangku setiap hari (itu hanya petikannya, lebih jelas mending baca sendiri ya ^_^) Dan dalam SECM juga tergali hikmah Ayat Suci Al-Qur’an yaitu QS. Al-Furqan : 65-66 dan QS. Al-Furqan : 74. Serta Ayat ”Fa bi ayyi aalai Rabbikuma tukadzdzibaan” yang berulang-ulang disebutkan dalam QS. Ar-Rahman.
Untuk mengobati rasa penasaran dan keinginan untuk memperkuat cinta kepadaNya. Langsung baca sendiri novel ini ya ^_^ Selamat membaca...........
Aku selalu penasaran dengan tulisan-tulisan dari Kang Abik (panggilan akrab penulis). Kali ini adalah 2 novel mini dengan judul buku Pudarnya Pesona Cleopatra. Aku membelinya di Jogja Agency Purwokerto, salah satu toko buku favoritku karena selalu memberikan diskon 20% pada setiap buku yang kita beli. Pada 3 November 2006. Cover halus, dengan balutan kertas doff. Didalamnya berisi 2 novel mini tentang cinta bernuansa religi yang sudah menjadi spesialis dari Kang Abik. Novel pertama adalah Pudarnya Pesona Cleopatra itu sendiri. Bercerita tentang lelaki lulusan Mesir yang menikah dengan gadis Jawa yang hampir sempurna, pilihan ibunya. Tetapi dia tidak mencintainya karena dia masih terbayang-bayang dan begitu mendamba wanita dengan pesona gadis Mesir. Dalam akhir ceritanya, lelaki tersebut menemukan cintanya kepada Raihana istrinya. Dan disinilah piawai Kang Abik muncul kembali mengobrak-abrik emosi pembacanya. Ketika akan berakhir indah, justru penulis membalik keadaan dengan meninggalnya Raihana. Kang Abik tetap menjadi hebat. Dengan tulisan-tulisan indah tentang emosi dan pikiran tokohnya. Pesan terbaik dari novel mini favoritku ini adalah : “ Di zaman yang edan seperti ini mencari perempuan salehah lebih sulit daripada mencari perempuan cantik” Bener juga ya Kang.....
Novel mini kedua berjudul Setetes Embun Cinta Niyala. Berkisah hampir mirip dengan Siti Nurbaya-nya Marah Roesli. Diawal. Tentang gadis lembut yang disuruh menikah dengan orang berpengarai jahat yang tidak dicintainya. Kemudian “diselamatkan” oleh seseorang yang dianggap kakak sendiri dengan menikahinya. Semua lengkap disini, tentang seorang pria yang hampir sempurna, ibu yang lembut hati, bapak yang bertanggung jawab, gadis yang santun, dan lingkungan yang mendukung.
Kemudian, hal yang sering aku tanyakan pada teman-teman setelah pinjam buku ini adalah, dari dua novel mini, mana yang paling kamu sukai? dan karena kebanyakan yang pinjem temen wanitaku, mereka menjawab kisah kedua. Lalu aku menganalisis, benara saja, ini adalah kisah penyelamatan seorang putri yang hampir terjerumus ke raja jahat oleh pangeran yang sempurna. Ya, semua wanita tentu merindukan untuk menjadi putrinya. Beda dengan kisah pertama yang diawal begitu pahit, malah hingga akhir.
Pudarnya pesona Cleopatra merupakan novel mini pertama karya Habiburrahman El-Shirazy. Novel ini bercerita tentang seorang lelaki yang sangat berbakti pada ibunya karena berbaktinya itu setelah ia lulus kuliah dari Mesir. Ia rela untuk dijodohkan oleh ibunya denga anak teman karibnya saat ibunya di Pesantren dulu, ibunya dan temannya telah berjanji kalau nanti punya anak berlainan jenis akan dijodohkan, dan anak yang akan dijodohkan adalah Raihana, seorang Hafidzah, umurnya lebih tua 2 tahun lebih tua dari laki-laki itu. Laki-laki itu masih setengah hati dengannya, dia masih tergila-gila dan masih menyukai tipe wanita mesir yang berhidung mancung dan cantik seperti Cleopatra. Sehingga perlakuannya pada Raihana sangat dingin, tetapi Raihana tetap sabar meghadapi. Setelah Raihana hamil ia meminta izin pada suaminya untuk pulang ke rumah orang tuanya, tentu sang suami sangat senang karena untuk sementara waktu ia tidak melihat Raihana tapi setelah beberapa lama ia mulai kesepian, ditambah dengan cerita-cerita dari teman sekantornya, tentang pernikahan dengan orang luar negeri, ia mulai sadar tak ada istri sebaik Raihana dari situ ia mulai jatuh hati pada Raihana. Pesona Cleopatra dalam dirinya sudah mulai pudar, tapi sesuatu terjadi pada Raihana yang membuat hati suaminya taka dapat menyesali atas apa yang ia perbuat selama ini. Novel ini menunjukan bahwa kecantikan itu bukanlah segalanya, ada yang lebih penting dari itu yaitu tentang ketulusan hati, itulah makna yang tersirat dari novel ini. Dengan kita membaca novel ini kita akan belajar apa itu sebuah ketulusan. Bahasa dalam penulisan novel ini membuat seolah-olah pembaca merasakan apa yang tokoh dalam cerita rasakan. Buku ini sarat akan hikmah dan patut untuk dibaca. ^_^
Tak terasa air mataku mengalir, dadaku sebak kerana rasa terharu yang teramat sangat. Tangisanku mulai gugur dalam isak tangisanku, semua kebaikan Raihana yang selama ini mulai terbayang di benak fikiran ku.
Begitu yang tertulis disampul belakang buku Pudarnya Pesona Cleopatra terbitan M'sia. (rasanya gak jauh beda bahasa M'sia dan bahasa Indonesia)
Aku membeli buku PPC di Malaka. Buku ini di Indonesia pertama kali terbit th 2005.Kemudian diterbitkan untuk pertama kali di th 2007 oleh salah satu penerbit di KL M'sia.
Dalam satu buku ini berisi dua novel dengan cerita yang tidak berkaitan satu sama lain
Walau novel ini berbahasa M'sia kenikmatan dalam membaca tetap terasa. Nuansa Indonesia dan nuansa tulisan Kang Abik masih terasa tidak berbeda walau ditulis dalam bahasa M'sia.
Novel pertama berkisah tentang pertentangan bathin seorang sarjana lulusan Mesir yang menginginkan menikah dengan gadis cantik titisan Cleopatra dari negara dimana dia pernah menuntut ilmu. Tetapi dia menikah dengan gadis jawa yang ayu dan berakhlak muslim yang dijodohkan oleh ibunya. it is not happy ending story.
Sedangkan novel yang kedua ending of the story is happily ever after.
Berkisah tentang seorang gadis cantik berakhlak muslim yang baru saja lulus dan menjadi dokter akan dijodohkan oleh orang tuanya dengan laki laki yang tidak mempunyai sifat dan karakter yang terpuji.
Novel Psikologi Islam pembangun Jiwa begitu ditulis disampul depannya....novel yang enak dibaca dan menambah wawasan tentang pergaulan yang sesungguhnya dan etika dalam islam.
Sebuah novel psikologi islam pembangun jiwa karya Habiburrahman El-Shirazy. Menceritakan tentang seorang pria jawa lulusan dari Universitas Al-Azhar Mesir yang ingin mempunyai istri yang cantiknya seperti Cleopatra. Padahal ibunya telah menjodohkan ia dengan anak sahabatnya yang bernama Rihana. Untuk menghormati ibunya, akhirnya ia mau menikah dengan Rihana. Setelah beberapa bulan menikah, akhirnya Rihana hamil. Namun hal itu tidak membuat ia sayang terhadap Rihana. Akhirnya Rihana memutuskan untuk pulang kerumah ibunya sambil menunggu kelahiran anaknya tiba. Saat-saat tanpa istri disampinglah yang pelan-pelan mulai menyadarkan ia betapa penting kehadiran Raihana dalam hidupnya. Ditambah kemudian cerita dan curahan hati beberapa temannya yang kebetulan pernah menikah dengan gadis Mesir yang ternyata menghadirkan pemahaman baru dalam dirinya, bahwa gadis-gadis Mesir tidaklah sesempurna yang dia bayangkan. Bahkan di beberapa sisi, wanita Jawa jauh lebih baik untuk menjadi pendamping hidup. Ia akhirnya sadar, betapa beruntungnya dia memiliki seorang Raihana. Istri yang Allah karuniakan meski dengan jalan perjodohan. Namun pada saat ia menjemput Raihana kerumah orang tua Raihana, dia mendapatkan kenyataan bahwa Raihana telah diambil oleh Allah SWT karena keguguran pada saat jatuh di kamar mandi. Pada saat itu ia mulai menyadari bahwa dia sangat menyayangi Raihana dan menyesal telah menyakiti Raihana. Amanat yang terkandung dalam novel ini yaitu bahwa jangan pernah menganggap kecantikan wajah itu adalah segalanya, karena kecantikan hati itu lebih penting dari apapun.
akhirnya bisa juga baca nie buku...Terima kasih kepada Gramedia Grand Indonesia yang baru aja buka cabangnya sehingga memberikan diskon 30% dan bisa membuat gw untuk membeli buku ini. Buku ini berisikan 2 novel sederhana and mini. walaupun begitu, cerita di dalamnya sangat menyentuh hati. cerita pertama tentang ketulusan dan bakti seorang istri yang bernama Raihana. Novel pertama ini menunjukkan kasih, bakti , ketulusan dan cinta sejati..hiks..benar2 sosok yang sempurna sedangkan sang suami yang terlambat menyadari akan cinta sejatinya adalah sebuah karakter klasik yang tetap mengharukan.
Setetes embun cinta Niyala memberikan sisi lain dari sebuah cinta dan kasih sayang..cerita ini bikin gw terharu banget saat niyala dan Faiq shalat malam bersama. percaya atau gak gw bisa ngerasa-in getaran antara mereka berdua terutama saat Faiq membaca surat dalam shalat malam yang bikin gw hampir menitikan air mata...kerennnn!!
Subhanallah. cerita yang mengharukan… beruntung Raihana memiliki keimanan yang sangat kuat, sehingga ketika dia mengalami semua ini dia hadapi dengan tegar dan semua dikembalikan kepada ALLAH SWT…
Jadi inget salah satu hadist Rasulullah SAW...
Dari Abdullah bin Amr r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Dunia, seluruhnya adalah kesenangan. Dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita yang sholehah”. (HR. Muslim)
Aku baca buku ini diperpustakaan di UI. Waktu itu capek banget nyari2 dimana gedung pasca sarjana-komunikasi UI, secara aku gak tau jalan dan gak pake kendaraan. Sebenarnya waktu aku ngelewatin perpustakaan itu, cuma pengen numpang duduk sambil istirahat.. tp akhirnya lumayan lama juga krn nyambi baca buku ini. aku pribadi sebel sama ending bukunya. gak asik banget. walaupun berakhir dengan penyadaran, tapi cerita2 yang berakhir sad end, aku gak suka...UGh!
Novel Mini yang sarat makna dan pelajaran. Bagi para pelajar a-Azhar University khususnya, membaca novel ini bisa memberikan peringatan untuk tidak macam-macam atau tidak mencari urusan dengan titisan-titisan Cleopatra masa kini. hehehe...Secara fisik orang Mesir emang cakep-cakep, cantik-cantik, tapi lom tau juga bagaimana hatinya...Yang Jelas, jangan sampai kita bernasib seperti Pak. Qalyubi (salah satu tokoh yang ada di Novel Pudarnya Cleopatra Bag. Empat)...
Buku ini mengajarkan kita agar jangan terlalu silau dengan keindahan yang bisa kita lihat dengan mata karena keindahan itu sifatnya sesaat. Saat kecantikan itu bukanlah dari hati namun dari appearance saja, saat itulah kita akan terlimit oleh waktu untuk keindahan tersebut. Dan saat kita terpana olehnya ternyata ada keindahan lain yang lebih indah tercipta untuk kita namun saking sibuknya kita terpana, kita mengabaikannya
kang abik berlebihan sekali dalam menggambarkan karakter lelaki yang tergila-gila dengan gadis mesir. tanpa ada latar belakang yang jelas kenapa lelaki itu begitu menginginkan gadis mesir yang menjadi istrinya. Sangat tidak masuk akal... hingga perjalan rumah tangga pun menjadi benar-benar tidak berarti, padahal dikisahkan lelaki tersebut orang yang solih dan educated tentu.
gue baca buku yang masih terbitan flp. khas flp banget! nggak ada yang mengejutkan, datar, tapi tetap mempesona. sayangnya, ujungnya selalu dibuat simpel. yang satu nikah, yang satu lagi meninggal. kenapa nggak 'cleopatra'-nya datang ke indonesia?? bakalan lebih seru...
matanya terpesona pada keindahan wajah yang umpama cleopatra..tidak mahu menghargai yang ada di depan matanya..yang lebih memahaminya..yang selalu menghormatinya sebagai suami..yang menahan pedihnya bila dilayan umpama orang gaji..waktu yang berlalu tidak lagi kembali..
Setelah 3 tahun di rekomendasiin sama kiki akhirnya bisa selesai terbaca juga, memang bikin emosi di cerita pertamanya tentang bagaimana seorang lelaki yang sangat mengagungkan sebuah paras kecantikan idamannya sehingga matanya secara tidak sadar tertutup oleh kecantikan yang sesungguhnya.