"Tantangan terbesar manusia adalah mengakui kekurangan dan jujur pada diri sendiri. Lewat karya yang gemilang, novelis muda Nova mengajak kita untuk menjadi pemberani memenangkan tantangan itu. Rangkaian kata yang lugas dan berisi dari novel ini telah memperkaya khasanah kesusasteraan Indonesia... Teruslah berkarya..." -- Prof. Dr. Nurcholish Madjid, cendekiawan
"Nova memahami kehidupan sekaligus dengan berbagai perspektif: perspektif legenda Mahabharata, Shakespeare, sejarah, gagasan mengenai reinkarnasi, Buddhis, agama Islam, psikiatri dan psikologis Freudian, serta bahkan semacam sosiologi perkotaan mengenai masyarakat yang plural. Keunikan novel ini, bisa dikatakan, membuka jalan bagi estetika novel era informasi dalam bentuknya yang lebih tajam dari sekedar novel fragmentaris. Novel ini bahkan momentaris; manisa hanya bisa berusaha memburu & menyelamatkan momen-momen tertentu dalam kehidupan, yang tak bisa dialami kembali, tetapi kadang menyergap seperti deja vu." --Faruk HT, kritikus sastra, direktur Pusat Studi Kebudayaan UGM
"Saya kira Nova telah mengungkapkan sesuatu di dalam novel ini: responsnya terhadap kehidupan modern. Sebagi seorang dokter, ia berkisah dengan pendekatan diagnosa penyakit. Seperti penyakit yang merupakan deviasi dari in put di badan manusia, dunia modern bisa juga kita lihat sebagai penyimpangan dari maksud atau design struktur kehidupan asalnya. Dis ini, sebuah diagnosa memang diperlukan." --Fachry Ali, pengamat politik
"Novel yang sangat bergairah tentang nilai-nilai kehidupan, cinta, kegilaan dan kejujuran. Asyik dibaca." --Tommy F. Awuy, penulis, dosen filsafat UI, IKJ dan Atmajaya
"Novel pembebasan, itulah Mahadewa Mahadewi!" --M. Fadjroel Rachman, penulis
aku udah lupa kapan beli nih buku, baru sempat masukin sekarang he3.
sebenarnya sih dari awal sampe tiga perempat isinya aku masih bisa ikutin tapi pas endingnya yang terlalu absurd.
aku lumayan suka cara Noriyu dalam menggambarkan adegan percintaan dengan istilah2 kedokterannya itu tapi yang jadi pertanyaanku adalah: apakah wanita indonesia 'semurahan' itu sampai2 begitu mudahnya having sex dengan orang yang baru dikenalnya...?
I know I wrote this book myself. But it was my very first honest work, and I wrote it when I had my typhoid fever several weeks prior to my Hippocratic Oath commencement as Medical Doctor. It was so memorable how I got to write this book, how it took me only two weeks to finish with the influence of high fever... I am so proud of this book, up till this moment.
Sudah lama membaca buku ini, agak lupa isinya. Tapi yang diingat buku ini menarik, kompleks tapi saya suka. Bahkan beberapa mungkin saya salah tafsir terhadap maksud penulis. Dengan latar belakang dokter dengan spesialisasi kejiwaan Noriyu berhasil membawa aspek kejiwaan manusia dalam pergumulan cinta dan hubungan antar manusia.
Aku tidak banyak paham dengan buku ini. Selain sudut pandang yang berubah-ubah, dua tokoh utama di novel ini juga membingungkan. Duh, aku nggak mengerti. Sudah jadi simpanan, bercinta dengan pasiennya di RSJ yang juga suami orang, having sex dengan orang baru di negara lain, lalu.... Oke, mungkin memang si tokoh memiliki pandangan dan filsafah hidup sendiri tentang sex, cinta, rasa sakit, dan kesucian jiwa. Jujur, ini menarik. Tapi, sayang aku belum bisa lebur di dalam jiwa tokoh yang rumit. O iya, aku suka adegan 'ena ena' yang lumayan syahdu. :)
membawa latar belakang penulisnya kedalam cerita, kedokteran. termasuk juga praktek2 dan aktifitas nyata dalam dunia kedokteran: ada korupsi. berisi tentang problematika yang umum ada dalam novel: cinta. seluruh tokoh digambarkan dengan watak yang jelas dan terdapat permainan cerita disitu. ujung cerita merupakan bagian paling menarik untuk dibahas: mungkin akan menjadi terlalu multi-tafsir.
Waah.. ada buku ini. Jadi pengen malu. Soalnya, udah boleh minjem (halo Mbak Moni, sorry ya, bukunya masih anteng di rak buku desi), sampe sekarang tu buku belom dibaca juga. Karena? Baru baca sekilas, tampak ribet, hehehehe...
oke..penulisnya pintar.dokter.tapi nggak berarti harus sering-sering pake istilah yg susah dimengerti,dong.. apalagi catatannya ditaroh di belakang,mgkn harusnya dijadiin footnote aja kali ya.. i pass this one,i couldn't feel attached to it,sorry..
Skeptis dan penuh kritik sosial. Satu kemampuan penulis yang perlu digaris bawahi adalah menggambarkan sex dalam berbagai aspek, baik indah, romantis, sakral, intim, sampai kotor dan penuh nafsu. Sebuah novel percintaan yang kurang dituntaskan dengan baik, namun ritme dan lajunya enak untuk diikuti
meskipun bacanya udah lama bgt.. baru bs komen skrg.. bahwa novel inilah yang membuat saya terinsiprasi oleh mba NORIYU... i think NORIYU is one of authors that concern with menthal health or maybe she's the one..!!
hadiah dari kawan baik yg salah1 fans nya, utk mendalaminya aku baca 2 kali. Beberapa bagian sarat makna, beberapa bagian ambigu. bukan untuk menghibur karena sering memberikan efek kerut2 di kening.
Berhubung bacanya sudah lama, aku sudah lupa ceritanya. Aku cuma ingat bahwa plotnya absurd dan banyak bagian yang tidak nyambung dengan cerita secara keseluruhan.
baca buku ini cuma bikin aku mikir kejam "apa dia keliatan pintar karena dia nulis backgroundnya tentang kedokteran ya?" maaf ya authornya, daku tidak bisa menikmatinya :(
Just a simply superb book! Nova has her own style in writing..; it's called complicated! If you're going to read this book, be ready to play with your inner brain and deepest mind.