Alangkah seringnya Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan Membuat detik-detik di depan terasa hambar Belajar dari ahli puasa Ada dua kebahagiaan baginya Saat berbuka Dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala Inilah puasa panjang syahwatku Kekuatan ada pada menahan Dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan Coba saja Kalau Allah yang menghalalkan Setitis cicipan surga Kan menjadi shadaqah berpahala Buku ini dipersembahkan untuk mereka yang lagi jatuh hati atau sedang pacaran bersama doi yang dipenuhi hasrat nikah dini tapi belum bernyali yang sedang menjalani proses penuh liku dan yang ingin melanggengkan masa-masa indah pernikahannya.
Salim A. Fillah adalah seorang penulis buku Islami dari Yogyakarta, Indonesia. Hingga 2014, ia telah menulis beberapa buku, 'Agar Bidadari Cemburu Padamu' (2004), 'Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan' (2004), 'Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim' (2007), 'Jalan Cinta Para Pejuang' (2008), 'Gue Never Die' (2006), 'Barakallahu Laka: Bahagianya Merayakan Cinta' (2005) dan 'Dalam Dekapan Ukhuwah' (2010), Menyimak Kicau Merajut Makna (2012), dan Lapis-Lapis Keberkahan (2014). Buku-buku ini diterbitkan oleh Pro U Media, dan telah menjadi best-seller. Karya terbarunya, Lapis-Lapis Keberkahan, harus masuk cetak ulang hanya 3 hari sesudah diluncurkan, 13 Juli 2014.
buku yang awalnya aku amat sangat antipati untuk membacanya,,, bahisnya aku "rodo" iil feel sama judulnya, itu buku aku lihat judulnya pas SMA, dan saat itu belum terlintas untuk mau membacanya. tapi setelah lulus aku akhirnya tertarik untuk membacanya juga, ihhhh subhanallah bukunya ternyata keren. jadi tahu lebih banyak ^^. jazakallah mz salim. bukunya enak bahasanya dan g bosenin. jadi teman waktu sepi enjoy- enjoy aja.
Aq sering ktawa sendiri mbaca buku ini...aq sering merasa tersindir...bahasa yg disuguhkan bgtu mengena...tp jujur kukatakan bhwa buku ini membawaku pada perubahan besar2an. alhamdulillah sebelum bc bku ini pun aq lom prnh pacaran,dan buku ini smakin beri aku kekuatan untuk bs pacaran setelah menikah...n smoga masa itu sgera trwujud. amin....
Khas. Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan setiap karya dari penulis buku ini. Termasuk dalam NPSP ini, SAF tetap konsisten menunjukkan cirinya dalam berbahasa; indah, mengena, dan dinamis; kadang penuturannya terasa cepat dan tegas, kadang pula santai dan jenaka. NPSP yang membentang dalam 9 bab ini, terbagi dalam 3 bagian besar yang sungguh terasa komplit untuk pembahasan tema yang diusungnya. Mulai dari fakta-fakta seputar remaja yang begitu dekat dengan aktifitas pacaran. Tentang bagaimana cara menjaga kesucian dalam masa penantian. Lalu ditutup dengan 'manual' untuk mengisi hari-hari pernikahan agar terus terasa manisnya. Dan semuanya itu tidak lepas dari teladan yang dicomot melalui Sirah Nabawiyah dan kisah-kisah orang shalih terdahulu. Maka benarlah kata-kata yang tercetak di sampul buku bestseller ini: "Buku ini hadir agar yang belum menikah menjalani penantiannya dengan kesucian nan gagah. Juga, agar yang sudah menikah menghadirkan saat-saat indah penuh barakah.."
Salim A. Fillah banget... tehnik menulisnya tak jauh beda dengan Agar Bidadari Cemburu Padamu. Bahkan ada beberapa tulisan/isi buku yang mengulang bahasan di Agar Bidadari Cemburu Padamu. Tapi ini tidak mengurangi nilai plus NPSP. cocok buat yang mulai berpikir soal nikah, belum nikah, bahkan yang sudah nikah ;P
buku yang menarik.. - mengajar bagaimana nk memilih bakal suami sblm nikah.. - mengajar kita ttg sifat2 yg perlu ada.. - mengajar kita panduan dgn sirah nabi dahulu..
baca buku ini sebelum nikah...cuma lupa selesainya itu kapan tepatnya(padahal biasanya tak catet loh kalo abis namatin baca buku), mungkin karena sibuk2 ama persiapan nikahan nkali yee ;)
Kalo sekilas liat judulnya, pasti yang kebaca "Nikmatnya Pacaran" (lhah lhah lhaahh itu kan ga boleh sama agama!!!)
Judul lengkapnya "Nikmatnya Pacaran setelah menikah",, (lha ini yang dianjurkan dan diperintahkan oleh agama :))
Ini buku pertama bertema "pernikahan" yang saya baca, daaannn emang dasarnya suka sama tausiyah2 dr ust. Salim, uda aja ini baca kyk dengerin ust. Salimnya ngomong langsung lewat video haha..
buku keren, gimana caranya "menanti - menjemput - menjalani" banyak pelajaran yg bisa diambil setelah baca buku ini..
recommended buat yg belum dan sudah nikah :))
This entire review has been hidden because of spoilers.
⭐ ISI KANDUNGAN Buku tentang pengurusan rasa cinta agar sentiasa berlandaskan syariat dan mencapai keredaan Allah. Ada sembilan bab semuanya dimulai saat timbul rasa cinta, seterusnya cara menguruskannnya agar tidak melalaikan sehinggalah saat pernikahan. Salim A. Fillah banyak menceritakan kisah-kisah romantis Rasulullah dan isteri-isterinya, serta kisah-kisah sahabat.
⏳ YA/TIDAK Bagus sangat untuk yang sedang bercinta (dah kahwin pun masih bercinta tau), juga untuk yang sedang buat persiapan untuk mendirikan rumah tangga. Cumanya, buku ini dalam bahasa Indonesia, mungkin ada perkataan-perkataan yang sukar difahami kerana jarang didengar atau terlalu 'pekat'.
📝 BAHAGIAN MENARIK "... Dan mereka (isteri-isteri kalian) telah mengambil dari kalian mitsaaqan ghaliizhaa (perjanjian yang berat)." - Surah An-Nisa: 21
Muka surat 149, "Ketika seseorang telah mengambil dari kita sebuah perjanjian berat. Al-Quran menyebutnya mitsaaqan ghaliizhaa, frasa yang hanya tiga kali muncul dalam redaksi 30 juznya."
Teringat satu slot dalam My Quran Time, ustaz bagitahu, "Didik bakal menantu (lelaki) dengan surah An-Nisa' sebelum dia galas tanggungjawab. Lafaz 'aku terima' bukan sekadar lafaz, tetapi disertakan dengan tanggungjawab yang berat. Bukan sekadar, " Yes, selesai!".
Pengetahuan yang disuguhkan dari buku NPSP ini sangat berpengaruh 'memperbaiki' pola pikir muslim dan muslimah. Beberapa bab yang sebelumnya menurut saya adalah pengantar dari inti bahasan, ternyata tidak seperti pengantar pada umumnya, melainkan erat kaitannya dengan bahasan di bab-bab pertengahan hingga akhir. Sesuai dengan sekilas teks di covernya, "Buku ini hadir, agar yang belum menikah menjalani penantiannya dengan kesucian nan gagah. Juga agar yang sudah menikah menghadirkan saat-saat indah penuh barakah," seperti menjadi pedoman kecil untuk selalu menjaga kehormatan dan kemuliaan diri. Penulis mengambil contoh kisah-kisah Nabi Muhammad dengan istri-istrinya juga para sahabat untuk memberi teladan bagi muslim-muslimah yang telah menikah agar pernikahan mereka senantiasa dihiasi dengan momen-momen indah.
I don’t know where should I start with the book review. But I would say, this book is not like any other ‘nikah-kahwin’ related books. With some irrelevant cheesy points. The way the writer try to elaborate the related points were really engaging.
This book is more likely a compilation of advises from what we called ar- rijal to annnisa’, wise reminder from a mu’min to mu’minat, men to a women in brief.
For those who are recently broke up from those fragile relationship, know that this book can actually offer you the kind of advise that you are yearning for.It is also a good book for those who are getting married, just to prepare yourself with the rights and responsibilities as husband and wife. Karya Mas Zalim A. Fillah ini belum pernah mengecewakan. Go grab one and read!
Ha..! ketika melihat buku dengan judul yang sudah tak asing bagi saya, memori tentang masa SMA dulu datang lagi. Saya dulu pernah membaca buku karangan Salim A. Filah ini, teman saya yang biasa dipanggil 'Bundo' seneng banget sama buku ini hingga membuat saya penasaran untuk membaca. Setelah membaca, saya dulu tersenyum-senyum sendiri membayangkannya. Di SMA dulu, anak SKI (Sie Kerohanian Islam) biasanya menyebutnya 'Virus Merah Jambu', terhitung beberapa kali (bisa dihitung dengan jari) saya mengikuti kumpul-kumpul ukhti SKI saat sholat jum'at. Pacaran setelah nikah?...hmmm...Lucu ya, kalau dibayangkan....lebih sweet dan lebih tenang karena hubungannya sudah halal.
Sayang, saya dulu hanya meminjam buku ini...boleh deh masuk wishlist!
alhamdulillah..mendapat pencerahan setelah membaca buku ini :D
ternyata segalanya akan menyenangkan jika sudah halal dan menuju kehalalan itu kita juga harus bersabar.
jadi inget kata ust. Felix Siauw, "Seorang lelaki itu tidak akan membawa gadis yang dicintainya mendekati pintu neraka dengan pacaran,"
gaya penulisan Salim A. fillah ringan dan gampang dicerna. tidak ada kesan menggurui atau berlagak seperti ustad kenamaan. Membaca buku ini seperti sedang dinasehati oleh kakak laki-laki yang bijak dan penuh kasih sayang :)
Terima kasih kang Salim sudah berbagi ilmu dan pengetahuan.
Peringkat pertama : kisah tentang jiwa muda yang senang terjebat dengan cinta "monyet". - bagaimana menghadapi jiwa remaja yg mudah tertarik dengan jantina bertentangan. - bagaimana nak elakkan diri dari zina.
Peringkat kedua : untuk golongan pra-perkahwinan. Dari taaruf sehingga persiapan diri untuk bertemu jodoh.
Peringkat ke3 : kepada insan-insan yang sudah berada di alam perkahwinan.
Diselitkan hadith, kisah nabi dan sahabat tentang cinta yang berlandaskan Islam.
Tak ubahnya perlihan musim, mungkin ini yang ditawarkan oleh buku ini. Dari yang gersang nan tandus ke musim yang sejuk nan penuh kegembiraan. Ketika banyak buku yang menampilkan romantisme pacaran dengan pemaknaan yang gersang nan tandus di dalamnya, hadirlah buku ini untuk menyampaikan makna sesungguhnya tentang pacaran. Ia terlaksana setelah pernikahan. Sejuk nan penuh kegembiraan. Selamat berinvestasi..
Jreng......... Gaya khas Ustadz Salim buat memprovokasi para pemuda-pemudi atau yang berusia lanjut tapi belum nikah. Sentilan-sentilan khas tapi berdalil Quran dan hadist ada di buku ini. Dari sini lah semangat perbaikan diri muncul, meluas hingga teman yang tepat untuk berdampingan itu diharap-harapkan. Ups.....