Jump to ratings and reviews
Rate this book

MBA

Rate this book
Zaman sekarang, having sex itu udah kayak makan mi instan—setiap saat, setiap malam. Kadang-kadang, sekali makan, bisa dua bungkus. Apalagi, kalo masih muda dan setiap saat bisa lapar.

Raskal dan Ole hanya “makan yang sehat-sehat saja” setiap kali mereka pacaran. Cinta monyet jadi menu utama di usia “putih abu-abu”. Eh, tapi susah juga ya, kalau seluruh dunia suka “makan mi instan”. Akhirnya, rasa penasaran membuat mereka icip-icip.

Sialnya…, sekali tembak langsung gol!

Raskal dan Ole pusing cari jalan keluar. Aborsi? Ngeri! Punya anak di masa ABG? Sumpeh lo?! Mau MBA? Emangnya, gampang!

Sama seperti cinta, seks juga butuh timing yang tepat. Waktu atau momen yang tepat itu memang bisa diciptakan. Tapi, yang lebih penting adalah bisa nggak kita menghindari timing yang tidak tepat?

206 pages, Paperback

First published December 1, 2008

1 person is currently reading
13 people want to read

About the author

Ve Handojo

8 books5 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (25%)
4 stars
1 (25%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
1 (25%)
1 star
1 (25%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for inas.
394 reviews37 followers
January 8, 2015
Ini salah satu novel tipis (banget) yang pernah aku baca, dan aku selesaiin dalam dua jam! >-<

Konfliknya simpel sih, simpel banget malah. Tapi, aku dapet intinya. Aku hanyut ke dalem ceritanya. Aku suka gaya bahasanya. Aku suka leluconnya, bikin ngakak-ngakak sendiri, ngalah-ngalahin pasien-pasien di RSJ (no offense). Lebih-lebih, semua jokes-nya tuh tepat sasaran. Nyindir, misalnya, kesannya tuh Raskal ngomongnya sambil lalu tapi ngejleb dan bikin aku pengin jejeritan histeris, “Bener bangeeeet, Kal!!! I feel you!!!” =D

Kalo dari segi konten sih, jelas vulgar, dan kurang pantes dibaca anak kecil, terlepas dari seberapa tipisnya buku ini. Tapi, walaupun bahasannya vulgar, nggak ada adegan yang keterlaluan juga kok. Lumayan appropriate lah. Toh, bukan itu intinya. Alurnya jalan terus ke depan, nyambung dari satu bagian ke bagian lain, dan enak banget buat diikutin. Such a great entertainment, I think.

Yang aku suka tuh pemikiran-pemikirannya. Entah kenapa, rasanya aku kurang progresif dibanding semua perspektif yang dipaparin Raskal di sini. Sudut pandangnya cowok banget, nggak muluk-muluk, tapi aku bisa ngerasain kemelutnya. Aku bisa bersimpati sama dia, bahkan pas dia harus ngadepin ayahnya Ole, aku sempat cemas juga dia bakal kenapa-napa. Pokoknya, buku ini bagus dari segi alurnya, penokohannya, bagian-bagiannya yang bikin penasaran, plus guyonannya. Aku rasanya nggak pernah seantusias ini pas nyelesaiin suatu buku.

Entah sih, beberapa “kenyataan” soal kehidupan yang ada di sini tuh nyata atau nggak. Di satu sisi, penjabarannya believable banget; sedangkan di sisi lain, ini cuma novel. Which means sifatnya fiktif. Dan semua setting yang mendukung itu, semua keputusan yang dibuat di bagian antiklimaks itu, sampe ke bagian akhirnya yang aku banget—happy ending, maksudku—bener-bener diramu dengan baik. Baiiiik banget. Apalagi karena sifatnya sesuai harapan. Wkwkwk. :P

Jarang aja sih, ada tema remaja-hamil-di-luar-nikah yang seriusnya dapet dan lucunya juga dapet. Sebagai pembaca, aku kan nggak harus melulu kebawa suasana tegang. (Semaunya aja deh! -_-) :3

So... four stars! =]
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.