Lima ratus tahun sebelum Kristus, di benua Asia lahir tiga tokoh besar dalam sejarah, yaitu Lao Zi (老 子), Kong Fu Zi (孔 夫 子) dan Buddha Sidharta Gautama (释 伽 摩 尼 佛). Karya Lao Zi adalah buku Dao De Jing, The Wisdom of Lao Zi (老 子 道 德 经). Pola pikir dan gaya hidup Konfusius bisa diketahui dari buku Lun Yu (论 语) yang berisi kata-kata bijak Konfusius yang dicatat dan disusun oleh muridnya, You Zi (有 子) dan Zheng Zi (曾 子). 仁 义 Kong Fu Zi (551-479 SM) berasal dari negara Lu (鲁 国) yang sekarang adalah provinsi Shandong (山 东 省). Nama singkatnya Kong Zi (孔 子). Orang Barat menyebutnya Confucius dan di Indonesia dia lebih dikenal dengan nama Konghucu. Konfusius sangat menjunjung tinggi Kemanusiaan (仁) dan Keadilan (义). Ajarannya tersebar di Asia, termasuk Arab, Amerika, dan Eropa. Selain berisi kisah-kisah kebijaksanaan Konfusius, buku ini diperkaya dengan sedikit penjelasan tentang filsuf-filsuf lain, seperti pengikut setia Konfusianisme, Meng Zi (孟 子) dan filsuf Mo Zi (墨 子) yang tidak sependapat dalam hal ritual dan upacara pemakaman (丧 礼, sang li) yang mewah dan boros, serta harus berduka selama tiga tahun (久 丧, jiu sang) ala neo-Konfusianisme.
“Apa yang orang lain tidak ingin lakukan terhadap kita, jangan lakukan itu kepada orang lain”
Kong Zi (confusius) pakar 'Pedagosis' dalam sejarah Tiongkok kuno yang dikenal sebagai seorang humanis, pemikir besar, filsuf yang berpengaruh besar.
sesuai nama bukunya berisi tentang ajaran(kutipan) hal-hal untuk lebih bijak dalam segala hal, bagaimana pemimpin yang baik yang membangun era peradaban kemajuan dan menjadi humanis dari kacamata para tokoh besar sejarah Tiongkok-China kuno.
“Moralitas dijunjung dari kesetiaan dan kepercayaan”
Serta bercerita 'welas asih' dan bagaimana kita tahu bukan hanya bersikap terlihat baik dan tetap humble
“Kaum intelektual diperhitungakan dari rasa malu”.
“Dia adalah orang pintar dan rajin, dia tidak malu bertanya kepada yang rendah, org seperti itu pantas dijuluki terpelajar”.