Jump to ratings and reviews
Rate this book

Me And You Versus The World

Rate this book
Hidup Jeremy Mulen, pria dewasa (28 tahun), lajang dan seorang profesional muda benar-benar terasa membosankan setelah putus dari Vida. Kesehariannya penuh dengan berbagai macam konflik khas orang dewasa. Dari masalah pekerjaan, hubungannya dengan banyak wanita dewasa, dan pencariannya akan cinta sejati. Tetapi, hanya dibutuhkan waktu 15 detik untuk mengubah keseluruhan hidup seorang Jeremy dan memutar balikkan dunianya selama ini: 180 derajat!

15 detik untuk selamanya…

Jeremy menemukan apa yang ia cari selama ini. Ia jatuh cinta pada seorang gadis bernama Sera Karina. Tapi ada yang ganjil dari Sera. Bukan! Sera bukan gadis vampir, bukan pula gadis serigala. Sera gadis biasa. Tapi, ia adalah gadis biasa yang berumur… 14 tahun!!! No way…!!! Tapi kita manusia memang tidak akan pernah tahu dengan siapa akan jatuh cinta. Dan Jeremy sudah memutuskan untuk terus mencintai Sera, apa pun yang terjadi. Itu saja.

380 pages, Paperback

First published June 1, 2012

50 people are currently reading
584 people want to read

About the author

Stanley Meulen

9 books16 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
107 (32%)
4 stars
61 (18%)
3 stars
92 (27%)
2 stars
36 (10%)
1 star
37 (11%)
Displaying 1 - 30 of 36 reviews
Profile Image for mollusskka.
250 reviews158 followers
December 19, 2016
Duh, aku kok suka ya bacanya, haha. Padahal ratingnya cenderung jelek sih. Kayaknya sih karena ada embel-embel based on true story-nya, deh. Tapi serius deh aku jadi kepo banget sama cewek ABG bernama Sera Karina ini. Selucu dan secantik apa sih tampangnya sampe bisa bikin Jeremy jatuh cinta setengah mati seperti itu?

Saking penasarannya, aku lantas ngecek di Google dengan keyword Gadis Sampul 2008, karena memang diceritakan Sera ini pernah ikutan ajang model di majalah remaja tersebut. Dan ternyata... EMANG ADA NAMA CEWEK ITU!!! AAAAA!!! Tapi nama aslinya ternyata adalah Sere K Florencia. Dia juga tinggi, 171 cm, tapi di buku memang dibilang tingginya 173 cm. Mungkin begitu jadi anak SMA kelas satu tingginya nambah 2 cm, lol. Udah gitu tanggal lahirnya pas banget, 19 Maret. Dia kelahiran 1994 jadi sesuai sama umur Sera di buku ini.



Jujur nih wajah Sere gak selucu dan seimut bayanganku. Biasa aja, seperti komentar di atas. Mungkin dia memang tinggi dan asyik orangnya. Itu yang paling bikin Jeremy suka kali ya :D

Pencarianku berlanjut dan semakin meyakinkan dugaanku. Ternyata inisial namanya Sere sesuai banget sama inisial yang disebut Stanley di bagian Me and My Gratitude:

"And last but not least... thank you SKFS. Thank you for everything. Thank you for the story. For me, there's only you."


S = Sere
K = Kalina
F = Florencia
S = Sitorus.

Kok bisa tahu S-nya itu Sitorus?

Well, akhirnya ada temuan kalo Sere pernah ikutan ajang Miss Indonesia 2015 dan juga Wajah Femina.



Dan sekarang lagi sibuk di dunia modeling dan presenter acara Dahsyat dan acara olahraga gitu.



Karena sekarang udah makin terkenal, jadinya gampang nyari tentang dia di Google. Termasuk nama aslinya dia.



Hmm, tambah cantik nih Sere, eh Sera, eh Sere. Duh, apalah. Yang jelas dia adalah Sera di kehidupan nyata.

Btw, kok aku jadi fokus di sana ya, haha.

Seperti yang udah disebut, buku ini berdasarkan kisah nyata dari penulisnya. Seru bisa tahu kehidupan dan pikiran seorang Stanley, yang berubah namanya jadi Jeremy di buku ini. (Kok nama Sere cuma dikit plesetannya ya?) Ini menurutku nilai plus dari buku ini. Makanya aku enjoy banget. Apa yang dirasa, dipikir dan dialami Jeremy bukan sekedar imajinasi. Tentu aku nggak bermaksud mengecilkan kelogisan penulis fiksi yang lain, dong.

Gaya bahasa yang dipake gaul gitu. Gak formal. Malah bisa dibilang selevel di atas Dilan deh. Jadi nyantai abis. Memang sih aku sempat bete di awal karena terlalu santai. Apalagi cerita masih berputar di kehidupan Jeremy yang habis diputusin sama Vida. Dia galau gitu. Aku gak sabar pengen Jeremy cepet ketemu sama Sera. Untung sih dunia kerjanya Jeremy cukup mengasyikan untuk diikuti.

Begitu Jeremy akhirnya ketemu sama Sera, barulah aku semakin asyik bacanya. Memang lucu ya kehidupan ABG itu. Aku ketawa-ketawa aja ngebayangin interaksi antara Sera dan Jeremy yang beda umurnya 14 tahun! Kayak Lolita gitu deh sama Humbert Humbert.

Bagian favoritku adalah waktu Sera ngotot ikut meeting sama Jeremy. Padahal itu klien penting, loh. Sumpah ini lucu banget. Terus juga waktu Jeremy malahan nyambung banget sama mamanya Sera karena selera musik mereka sama. Sama-sama suka NKOTB!!!

Meski udah jelas ini dibilang based on true story, aku rada gak percaya gitu waktu Sera sering distalking sama seorang cowok. Malah dia tahu banyak hal tentang Sera. Sampe si bocah psycho ini nekat bawa pistol mau nembak si Jeremy. Ini beneran kejadian, ya? Duh!

Buat penutupnya, aku suka meski terbilang <333333

Sekarang lanjut nonton filmnya ah...
Profile Image for Bilqis.
121 reviews9 followers
July 14, 2014
A little bit warning before you read my review, I'm gonna be honest. And MAYBE it's a little bit harsh for some people. So read at your own risk.

sejujurnya, aku ga bisa menyelesaikan buku ini. Sampai setengah buku aku udah nyerah, padahal udah dipkasa dengan bayangan uang yang kubuang untuk beli buku ini. Dan akhirnya, uangpun ga bisa jadi dorongan.

Summary, cover adalah yang pertama menarik perhatian aku. Karena kisah romansa antara sepasang kekasih yang terpaut lebih dari 10 tahun bisa dibilang adalah jarang. Tetapi sayang ceritanya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Jeremy Mullen, yang hingga berusia 28 tahun belum menemukan jodoh hidupnya. Kisahnya dalam pencarian cinta itu juga tidak berjalan mulus, semuanya akhirnya berakhir berantakan.

Hingga akhirnya ia bertemu dengan Sera Karina. Siswi SMA berusia 14 tahun, yang langsunng menarik perhatiannya.

Seperti yang dikatakan di summary buku ini, hanya butuh 15 detik untuk membuat semuanya berubah.

Well fellas, let me tell you what. Pertemuan 15 detik yang digambarkan di belakang buku ini tidak seindah yang digambarkan. Flat. Tidak ada perasaan berdebar-debar, tidak ada yang bisa membuatku mengatakan "wow". Penggambaran yang dilakukan untuk Sera ini pun purely physical attraction. Dia punya body yang seksi, tinggi, cantik, dll. Sejujurnya, aku mengharap lebih dari ini. Hanya inikah yang bisa digambarkan dari 15 detik untuk selamanya?

But wait! jika anda akan mengatakan: ya wajar dong kan baru pertama kali ketemu, ya pastinya akan melihat fisiknya dulu blablabla, Kritikan anda masih tidak valid.

Here's the thing. Yang aku suka mengenai novel romance adalah prosesnya. Bagaimana mereka bertemu, bagaimana akhirnya mereka mulai dekat, mulai suka, barulah kemudian fall in love. Bukankah itu yang anda cari dalam sebuah novel romance? Mungkin kita tahu bagaimana endingnya, tapi yang kita sukai adalah perjalanannya. The ride to get there. Gimana ceritanya kok bisa sampai jatuh cinta.

Ini yang ga kudapat dari novel ini. Tidak ada proses sama sekali. Seriously? Gitu doang? Emang gimana ceritanya kok langsung bisa jatuh cinta? Emang Sera itu gimana? Apa yang bisa membuat Jeremy Mullen, pria yang bersumpah tidak akan mengencani anak ABG akhirnya malah menelan kata-katanya sendiri bulat-bulat?

Karena jujur aja, aku ga ngerti kenapa bisa. Sejauh yang kubaca, Sera ini seperti anak ABG pada umumnya. Ga ada yang spesial. Manja, centil,dan sebagainya. Jadi apa yang membuat Jeremy ini terpikat?

Selain itu, gaya penulisan author juga agak buat ga sreg. Sepanjang baca buku kata-kata ini sering muncul: Gak lama, Gue lalu, etc etc... Kemudian penggunaan ha-ha-ha. Mungkin ga semua orang, tapi meletakkan kata ha-ha atau he-he menurutku sedikit ganjil. Tidakkah cukup dengan mengatakan misalnya "gue tertawa keras" or something?

Kemudian, bahasa inggris. Okelah sama author yang pengen masukkan bahasa inggris ke dalam novelnya biar keren atau apa, tapi jangan asal-asalan. itu aja. Karena ketika baca, i found a little mistake in here and there. God knows who to blame. The writer or the editor

Dan terakhir, karena aku memang ga baca sampai habis, aku ga ngerti hubungan judul dengan isi novel. Me and You Versus the Wolrd. Kupikir, ceritanya bakalan gimana perjuangan mereka karena ga ada satupun yang setuju sama hubungan mereka atau semacam itulah. Mereka melawan dunia. Tapi ternyata ga (at least, sejauh yang kubaca)

And after my maybe-a-little-bit-too-long-maybe-not review, you can conclude that I will never, ever ever touch that book ever again.
Profile Image for Putri Siapa.
73 reviews
June 23, 2014
ceritanya ringan
aneh tapi lucu tapi sweet tapi ga bisa dipungkiri masih weird. masih ga habis pikir aja.
super ringan kalau dibandingin sama novel fantasy atau young adult terjemahan yang biasa dibaca.
malesnya dari novel yang beginian si penggunaan "Lo" "Gue" yang notabennya bukan bahasa sehari-hari ku yang dipake. Bisa dibilang ini buku ringan pertama yang pake lo gue yang paling cepet dibaca. Biasanya, kalau udah pake lo gue itu males mau baca dan berakhir gak baca sampe akhir.
Dan lagi, biasanya buku romance macam begini semudah itu kisahnya, di sini nggak biasa sih. Jadi menarik aja. Apalagi setelah liat film I Love You, om
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
December 9, 2013
"Cinta itu tak mengenal usia. Tapi Cinta itu mengenal rasa."

Akhirnya, selesai juga membaca novel ini. Sebenarnya sudah agak lama tertarik membaca novel ini, tertarik dengan sinopsis dan covernya yang lumayan "catchy". Apalagi topik yang ditawarkan menarik banget =)

Novel ini mengisahkan tentang kisah cinta yang unik, antara Jeremy a.k.a Jere, pria dewasa berusia 28 tahun. Kisahnya dengan kekasihnya, Vida harus putus ditengah jalan, karena Vida lebih memilih pria lain, mantan kekasihnya. Setelah beberapa tahun berlalu sejak putusnya Jere dengan Vida, Jere tidak menjalin hubungan serius dengan wanita lain, namun ada beberapa wanita yang berstatus HTS atau TTMan saja.

Namun, 15 detik pertemuannya dengan Sera Karina, gadis SMA 14tahun mengubah segalanya. Mengubah seluruh kehidupannya."15 detik untuk selamanya."

Pertemuan tak sengaja saat Jere sedang mengerjakan proyek kantornya di sekolah Sera, membuat Jere terpesona pada pandangan pertama, sosok gadis ABG itu membuat Jere tak bisa berpaling ^^ Akhirnya, Jere pun harus mengkhianati sumpahnya sendiri untuk tidak berpacaran dengan ANAK ABG.
Kedekatan Jere dengan Sera dimulai dari sms, telepon akhirnya ikrar untuk jadian sebagai sepasang kekasih pun terucap.

Hubungan Jere dan Sera yang terpaut usia yang cukup jauh, perbedaan pergaulan, pola pikir membuat hubungan mereka penuh perjuangan. Sera yang masih ABG masih terlihat labil dan Jere harus menyesuaikan dirinya dengan semua sikap Sera. Dan itu semua tidak mudah....

Novel yang katanya "based in a true story" ini sebenarnya cukup menarik, mengalir lancar, aku seakan diajak menyelami kisah Jere dan Sera yang tidak biasa dan terus membolak-balik halaman hingga akhir. Walau, ada bagian-bagian dari kisah ini yang terkesan terlalu dilebih-lebihkan tapi aku masih bisa menikmatinya. Walau memang endingnya bukanlah ending yang kuharapkan, tapi penulis menyajikan kisah Jere dan Sera cukup menarik, dengan gaya menulis yang lincah dan khas anak gaul Jakarta ^^

Akhirnya, ketika menutup halaman terakhir, aku cukup suka dengan novel penulis yang baru pertama kali kubaca ini. Dan membuatku meyakini bahwa "Cinta bisa hadir kapan saja, sesuka hatinya, tidak melihat usia, seperti yang terjadi pada Jere dan Sera."
Profile Image for Dilla Nanditya.
132 reviews
June 28, 2013
Sejujurnya aku gak beneran tamat baca buku ini. At some point when I found an emoticon I literally kick this book on Tuesday through Friday and landed on Monday. Bagi strict reader sepertiku, menemukan sebuah emoticon dalam sebuah novel di adegan non-messaging (narasi) adalah pukulan besar. Memang bukan "haram" hukumnya, tapi dari ratusan novel yang sudah kubaca selama 14 tahun 11 bulan 19 hari belum pernah aku menemukan narasi yang mengandung emoticon [:')]. Selalu ada yang pertama bagi segalanya namun ternyata yang pertama itu tidak begitu menyenangkan.

Maunya sih ngasih 0,25 bintang.
4 reviews
July 11, 2022
uuwww, it's super interesting, cus i think this novel gives me a little message about love, about relationships that can ever happen with anyone we never thought of. It was also a cute story. Felt like I've ever been stuck in that sort of relationship. I enjoyed reading this novel, it made me curious most time.
Profile Image for Hanatasia.
1 review
Read
August 3, 2022
i don't like the age gap between both of characters. the female lead in this book still a minor, and the male already a grown adult. that's actually wrong. grown adult shouldn't date a kid.
Profile Image for Yvette.
13 reviews
February 2, 2014
Hmm sebenernya sih gue udah liat buku ini beberapa bulan sebelum gue actually spent my money buat go on and give it a try. Gue kurang ingat kapan sebenrnya ngelihat buku ini di shelf toko buku gramed, tapi i remember seeing it lah, mungkin sekitar Agustus 2013. Dari segi cover, dimana judulnya "Me And You Versus The World" tuh udah keliatan banget sih, intinya ttg cerita romansa yang mungkin dianggap aneh, ngga normal dan agak pelik untuk orang biasa. Dari ilustrasi, yaitu kakinya Jere Kantoran dan Anak Cewek Sekolahan, kayaknya gue udah bisa nebak gitu sih, ini tuh ttg age gap.

Okai, pas itu gue dengan sotoy-nya nganggep kalau yaaa.. Mungkin si Stanley-Stanley ini (Since ini based on true event dan authornya Stanley) umur 24-an lah, trus cewenya Abege. Yaa, mana gue nyangka age gap-nya segede itu?

Daaann lalu gue baca sinopsisnya. Tentang Jeremy yang umur 28 jatuh cinta dengan Sera Karina, 14 tahun. Gue sebagai anak berumur 15 tahun langsung tercengang, lalu menatap buku bersampul broken white itu dengan tatapan horor.

First Thought : WHAT THE HELL!?

description

Second Thought : "OH, MY, GOSH. I AM LIKE, SO CONFUSED RIGHT NOW."

description

Ini si authornya pedofil atau gimana?

Third Thought : Err, No, Thank you very much.

description"


Oke, emang sih parah banget gue langsung kaya gitu padahal gue cuma baca sinopsis. Tapi emang gara gara gue langsung ketakutan (karena ya gue kan umur 15. Gue langsung ngebayangin kayak 'Astaga! Ini mah sama aja kayak gue pacaran sama temen gereja kakak gue yang umurnya 29.. Anjis!' dan itu, teman, adalah sesuatu yang aneh aneh aneh banget.)

Jadi apa yang terjadi, gue ignore, dan ngga pernah lagi memikirkan tentang buku yang bahkan sinopsisnya berhasil membuat gue membayangkan hal hal yang menurut gue disturbing. (lol..)

Karena gue ngga tinggal di Indo, gue cuma bisa beli buku bahasa Indo pas gue ke Jakarta doangan. Dan pada bulan Desember gue ngeliat buku itu lagi, Baca sinopsisnya lagi, agak ragu. Maksudnya, ini baru banget, dan ya gue emang bosen sih sama cerita2 cliche lainnya yang ketebak. This might be a good read! And If the saying "Never Judge A book by It's Synopsis even if It Scares you a little bit" tidak eksis, maka gue akan membuat saying itu ada. Hehehe.

Akhirnya gue ngebaca beberapa halaman salah satu copy buku itu yang udah kebuka di Gramed. Beberapa halaman pertama, Karakter pertama belum muncul (Sera K.) dan gue ngga sempet, akhirnya gue ngga beli.

Tapi kemaren gue beli, dan Huzzah! Done in a night. Okay, so Karakternya sih agak unik gitu. Apalagi Sera. Kayak, she's just a fourteen year old. Tingkah childish-nya kentel, manja, ababil..

It's a veryy fun read, apalagi gue yang lagi super stress merasa terhibur. Unik, dan kalo kata kakak gue yang kemaren membujuk gue beli, buku ini "Fresh! dan Unik". Walaupun sih ya kalo dipikirin, si Sera-Sera ini sebagai tokoh utama kurang disorot (Dari satu buku, kayaknya dia cuma dibahas pas wawancara - SMSan -Ke Sawah - Ikut Meeting- Ultah - Fashion Show. Vida kayaknya lebih banyak disorot.. dan i don't know, tapi gue kayaknya lebih "mengenal" vida yang bukan tokoh utama daripada Sera gara2 frekuensi adanya Sera, kali ya!?


Yeah, It's a fun book. Enak dibaca, walaupun agak sayang ide yang jarang banget di pasaran ini penulisannya kurang "gonjreng" gitu (But it works, though!)


Jadi, bagaimana gue akan menutup review ini? Apakah gue masih "WHAT THE HELL!?" atau "SO CONFUSED RN" dan "NO THANKYOUVERYMUCH"?

Jawabannya: masih agak creepy sih, tapi ya kayaknya gue get it deh kenapa si om om ini bisa gini

description

Is this book worth buying? Yeah, if you like "light" books that would entertain you for few hours and does not have a cliche storyline.

:)


Profile Image for Lou Trulymay.
27 reviews4 followers
September 5, 2012
3 bintang? Cukup.

Kayaknya itu rating paling pas. Bukan berarti nggak keren atau gue nggak suka ceritanya. Tapi emang udah jatah ratingnya segitu.

Gue memang udah lama nggak update novel-novel baru. Sampai akhirnya direkomendasiin sama temen gue twitter ini. Katanya ceritanya ringan, seru, dan terinspirasi dari kisah nyata lagi. Gue langsung berminat mendengar alasan yang terakhir. Gue selalu suka dengan novel-novel yang terinspirasi dari kisah nyata. Bikin imajinasi lebih liar lagi dan bisa merasakan lebih dekat. :D

Novel yang ditulis Stanley Meulen ini diambil dari kisah nyata, yah walaupun menurut pengakuan penulisnya di akun twitternya (@StanMeulen) sih cuma sekitar 40% nyata dan sisanya fiksi. Tapi rupanya sinopsisnya itu yang nyata.

Tentang pemuda berusia 28 tahun Jeremy atau biasa dipanggil Jere yang jatuh cinta tanpa sengaja pada gadis berusia 14 tahun, Sera! Kenapa tanpa sengaja? Karena beberapa alasan. Setelah putus dari kekasihnya Vida, Jere belum ingin jatuh cinta lagi apalagi berkomitmen. Hari-harinya dihabiskan dengan menjalin hubungan tanpa status dengan wanita-wanita di sekelilingnya, yang pada akhirnya menimbulkan masalah di hidupnya. Alasan kemudian, dia pernah bersumpah di depan teman-temannya tidak akan pernah berpacaran dengan brondong. Anak kecil. Nah lho!

Sekarang hanya dari beberapa detik penampakan Sera, Jere sudah mulai memikirkan Sera dan akhirnya jatuh cinta. *jadi penasaran sama si Sera ini,hehehe*

Penuturan ceritanya dari sudut pandang orang pertama (Jere) dan membuat kita seperti membaca buku harian orang. Menarik. Kita jadi tau bagaimana pemikiran-pemikiran Jere tentang Sera. Banyak masalah-masalah yang kemudian berubah jadi konflik dalam hubungan mereka. Ending-nya? Baik. Hahaha. Entah mau berkomentar apa. Nanti jadi spoiler lagi.

Tapi ada beberapa hal yang gue nggak suka dari segi cerita. Apakah memang sekarang ini menjalin suatu hubungan sudah se-instan itu? Tapi itu terserah pribadi setiap orang lah ya. Hehehe. Kemudian gaya bicara Sera yang mungkinkah se-alay itu? Hahaha. Lagi-lagi ini cuma pendapat pribadi tanpa mempengaruhi isi ceritanya.

Seru! Nggak menyesal baca buku ini. 3 bintang itu murni untuk ceritanya. Kalau sampai kurang dua bintang lagi, itu sih dari sisi teknisnya aja. *jujur*

So, ditunggu novel-novel berikutnya ya Stan! :)
Profile Image for Muhammad Ridwan.
193 reviews25 followers
April 6, 2014
Harusnya sih, satu setengah bintang. *jarang-jarang lho saya ngasih rating setengah-setengah*.

Oke, novel ini punya premis yang sangat menarik. Seorang pemuda (om-om) berusia sekitar 28 tahun yang jatuh cinta kepada daun muda yang masih SMA dan baru berumur 14 tahun. Novel ini ibarat kebalikan dari film I Love You, Om yang bercerita dari sudut pandang si gadis. Dan... cover serta ilustrasinya sangat menarik, sehingga membuat pembaca menaruh ekspetasi yang sangat besar terhadap novel ini, termasuk saya.

Tapi ternyata....

Baca ucapan terima kasihnya saja sudah bikin males ngelanjutin baca. *pelajaran buat saya, besoknaruh ucapan thanks to di belakang aja #plak *.

Okay, itu gak penting tapi sangat berpengaruh. Dan inilah catatan saya:

1. Kalimat pertama prolognya yang gak jelas membuat saya berpikir keras. Maksudnya apa?
Saya kutip ya: "Gue selalu percaya bahwa dalam hidup ini tidaklah ada yang pernah kebetulan."
Ada yang gak enak, kan?

2. Typo yang gak kehitung banyaknya. Bahkan penulis yang keturunan Belanda aja bahasa Inggrisnya banyak yang salah. *saya juga, sih, tapi kan, gak ada keturunan Belanda :P *

3. Catatan buat editor: bedakan "balikkan" dengan "balikan" ya? Begitu juga "kecocokkan" (emang ada?) dengan "kecocokan". Serta "cantikkan" dengan "cantikan". Okay? :V .

4. Oh, ya, kalimatnya banyak yang gak efektif pakai banget. Masa ada "Tapi meski begitu, ...." LOL.

Dan masih banyak lagi yang malas saya ketikkan (kalau ini benar dobel "k" :)) komentar-komentar lain karena pakai hp. :D .

Ngomong-ngomong tentang filmnya, saya gak sabarbuat nonton di bioskop (soalnya itu habis ujian, sih, jadwal tayangnya). Tapi.... Bukannya si Jeremy itu Londo ya? Kok yang meranin malah Rio Dewanto yang gak ada tampang bule-bulenya???

Hmmm....

*tertarik baca novel si penulis yang lainnya*
1 review
August 28, 2012
Hal yang paling menarik perhatian saya ketika melihat novel ini di sebuah toko buku adalah kalimat "Cinta itu tidak mengenal usia". Setelah saya membaca ringkasan cerita di halaman belakang buku ini saya semakin tertarik untuk membacanya. Saya memang sangat tertarik dengan konsep ceritanya, yaitu hubungan percintaan antara dua orang yang berbeda usia cukup jauh.

Akhirnya, jadilah saya membaca novel ini. Kesan pertama yang saya tangkap adalah "berantakan". Susunan kalimatnya banyak yang tidak rapi, typo yang tidak sedikit, dan yang menurut saya paling mengecewakan adalah banyaknya kalimat dalam bahasa Inggris yang kurang tepat.

Selain itu, gaya bahasa dalam novel ini banyak menggunakan bahasa gaul. Untuk yang satu ini saya tidak terlalu mempermasalahkannya karena menurut saya gaya bahasa tersebut memang cocok dengan setting dan tokoh dalam novel ini.

Selanjutnya adalah cerita dari novel ini sendiri. Menurut saya, Stanley Meulen cukup berhasil meracik cerita tentang seorang pria dewasa yang sedang dalam masa pencarian cinta sejatinya. Secara keseluruhan saya sangat menyukai tokoh-tokoh dalam novel ini, terutama tokoh utama pria dan wanitanya.



Akhir kata, novel ini layak dibaca untuk orang yang menyukai kisah tentang sepasang kekasih yang usianya terpaut cukup jauh.
Profile Image for Renchrst.
354 reviews10 followers
July 14, 2012
Jujur aja kesan pertama liat covernya aku tertarik banget, pas baca pertama okelah, lama-kelamaan bosen :(. Ide ceritanya menarik banget menurut aku :) Suatu cerita cinta antara Jeremy Mullen(28 thn) and Sera Karina(14thn). Ide ceritanya bagus banget, jarang stoylinenya kayak begini, cuman kurang gereget ><

Coba kalo ceritanya gak muter-muter dan hanya fokus di Sera and Jeremy aja, maybe this book gonna be better. Aku sebel liat sikapnya Sera yang haduh oh remaja labil banget -_-" She have anything, but she want more. Sera juga aduh manja sekalee(namanyajugaremaja -_-")

Aku benci sikapnya Jeremy yang ohnurutbanget and apa-apa nurutin kemauannya Sera, I mean you're 28 Jer! You don't have to fell in love with 14 girl who doesn't know anything -_-" bener" ngedek.

And pertemuan Sera and Jeremy tuh ga gereget ga kayak ada feel yang dagdigdug di hati jadi ya biasa aja :( gue ga ngerasain kesan jatuh cinta kepada anak 14 tahun yang bikin dunia jungkirbalikitu.

Honestly aku juga kurang sreg sama endingnya, Why? kenapa harus begituh >< I knew she's 14 and Jer 28 tapi kenapa? kenapa? pengen banget gue jedotin kepalanya Sera ketembok and say Lo goblok banget sih -_-" seriously.

Gue ampir nyerah baca buku ini ampe tamat -_- but sayang juga, akhirnya tamat dengan beberapa kali jeda nonton Gossip Girl #plak ;p

Overall I really do like the story, but gue masih kesel aja dengan sikapnya Sera or even Jeremy yang udah keblimet virus cinta ampe lupain segala galanya -_- This book need more "wow" feeling.
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
December 30, 2015
Rekomenan » minjem » sempet nganggur » akhirnya baca juga :)

Punya temen, yang punya belom baca tapi sayanya udah -.- denger2 sih bagus yaudah akhirnya baca deh walau sempet ngejogrok di rak buku beberapa hari lalu.

Nice . Heart-warmed.
Konsepnya plus idenya menarik, walaupun sedikit bikin ngantuk diawal cerita tapi makin kebelakang oke punya. Sekali lihat sinopsis di back-covernya yg kepikir pertama kali apa iya ini si cowo pedofil? *hehe* tapi begitu baca the-whole-story akhirnya tau, well kaya yang ditulis di cover "Cinta itu tak mengenal usia. tapi, cinta itu mengenal rasa."
Sedikit kurang suka sama bagian kejadian di lapangan senayan kerasa agak terlalu "action" aja dan juga kurang "ngeh" sama ending-nya, bittersweet banget ._.

Based on true story, huh? Well, how lucky she is for having someone who really loved her and be there for her guardian angel :)

Last, dari dulu emang suka banget sama cowo yang namanya Jere - Jeremy - Jeremiah, can't explain why but it sounds so right in my ear *sweetsmile*
Profile Image for Mellisa Assa.
144 reviews9 followers
April 21, 2014
'Cinta tidak mengenal usia, Cinta mengenal rasa.'
15 detik yang mengubah hidup Jeremy Mulen. Pria berusia 28 tahun, lajang dan mapan yang jatuh cinta pada Sera Karina remaja berusia 14 tahun. Mengenal Sera merubah kehidupan Jeremy yang tulus mencintainya bukan hanya karena fisik yang cantik tapi juga karena pribadi Sera. Tapi mampukah mereka mengatasi perbedaan diantara mereka berdua? Silahkan baca novel yang diangkat dari kisah nyata ini.
Novel pertama penulis yang kubaca dan lumayan menurutku. Seperti membaca diari. Tertarik membaca buku ini karena penasaran dengan tema pacaran beda usia yang unik. Tapi penggunaan kata ada beberapa yang kurang tepat menurutku dan juga beberapa typo yang cukup mengganggu. Tapi keseluruhan lumayanlah.
2 reviews
December 17, 2014
Me and You VS The World
novel ini gue baca atas recommend roommate gue pas dikosan dulu, dia nawarin gue baca novel ini karena dia tau gue novel freak.
so, about this Novel.
ceritanya real banget karena ini true story. Cerita ringan kehidupan roman remaja sih, pas baca buku ini kita bakal dibawa author ke setting anak pelajar yang ke kini an tapi dengan gaya bercerita yang ngalir dari subjek yang rada eighties.
Bisa bayangin kan?!
kalo kalian adalah tipikal pembaca yang suka menciptakan visualisasi dari cerita di buku, kalian bakal ikut greget sama beberapa part di buku ini.

segitu aja ya review nya.
Kalo menurut gue, buku ini recommended!
Profile Image for Retha Aryudhanti.
253 reviews17 followers
July 28, 2012
woaaaaa, akhirnya selesai jg bc novel ini!!
sebulan booo, pdhl ga tebel2 bgt!
well, well.. oke emang gue rada2 ga mood bc novel ini.
dr sinopsisnya sih seru, tp kok pas udh bc biasa aja yaa??
garing2 gmn gitu..
Jere--28 thn suka sm Sheera 14 thn, WOW bgt kaan??
jujur yaa gue rada bcnya capek!
banyak monolognya, dialognya dikit.
Profile Image for Funzee Shu.
932 reviews108 followers
Want to read
February 22, 2013
Baru dapet bocoran,katanya ni buku.... authornya !!!!

Tema fave gw nih....
Mari kita coba....

Eh,tak beli dulu ding bukunya,hahahaha

Sabar yah bwt authornya.....

Ato....ada yg mw berbaik hati kasih gift ke gw ??

Gw trima dg "dada membuncah" !!!
Wkkkwkkkwkk.... *grinning sinting*
Profile Image for Putri Azhari.
28 reviews1 follower
Read
September 3, 2015
Baca setengah jalan, dan kemudian di lanjutkan oleh kakak saya. bukunya tebal, covernya kece. tapi kenapa harus menggunakan kata 'gue'? jujur saja itu yang buat saya gak dapat- dapat feelnya sampek tengah, lalu saya serahkan ke kakak saya. Maaf.
sudah lama sih baca buku ini. baru terpikir sekarang kalau saya punya buku ini makanya baru di masukin goodread sekarang. hehehe..
Profile Image for Hulanik.
24 reviews
July 11, 2013
Awal baca sinopsisnya sih inget novel "lolita" tapi setelah baca, gak mengecewakan sih. Cuma, apa iya ini beneran? Kok kayak sinetron? Adegan diculik, penggemar rahasia. Ceritanya sih nyerempet2 mirip komik "baby love". Bukan favorite, tapi ya gak ada salahnya dibaca;)
Profile Image for Leana.
15 reviews
September 4, 2014
sampe sekarang masih bingung kenapa ini dipilih buat dijadikan film. padahal masih banyak novel indonesia yang lebih bagus buat difilmkan. ceritanya flat. ga menemukan konflik yang berarti seperti judulnya. gue paham kenapa sampe novel ini diterbitan ya gegara based on true story. nilai jual bo...
Profile Image for Ziyah.
14 reviews22 followers
June 22, 2012
Kesan Cover:::: Waaaaaaaaaaah (>o<) kereeeeeeeen.

Kesan Cerita:::: (-___-") berasa seperti habis lari. Ada yang kurang geregetnya.

Kesan Ide::: Love it.

12 reviews
July 7, 2012
Story line yang bagus tapi pengembangannya jelek
Profile Image for Candra.
9 reviews2 followers
August 13, 2012
bagus siih...
tapi kok kurang kena gitu ceritanya yaa...
konfliknya kurang....
Profile Image for Angelica Renatha.
27 reviews4 followers
March 11, 2013
maaf, tapi saya nggak bisa baca buku ini sampai akhir. cerita membuat saya bosan ditengah-tengah.
ide cerita yang bagus, tidak dikembangkan lebih luas lagi dan hanya berputar disitu2 aja..
Displaying 1 - 30 of 36 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.