Jump to ratings and reviews
Rate this book

Negeri Para Bedebah #1

Negeri Para Bedebah

Rate this book
Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata.

Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah.

Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.

440 pages, Paperback

First published July 1, 2012

1034 people are currently reading
11984 people want to read

About the author

Tere Liye

71 books13.6k followers
Author from Indonesia.

"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi TIDAK pernah menulis buku."

"1000 komentar yang kita buat di dunia maya, tidak akan membuat kita naik pangkat menjadi penulis buku. Mulailah menulis buku, jangan habiskan waktu jadi komentator, mulailah jadi pelaku."

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6,428 (53%)
4 stars
4,151 (34%)
3 stars
1,201 (9%)
2 stars
193 (1%)
1 star
138 (1%)
Displaying 1 - 30 of 1,375 reviews
Profile Image for August A.P..
535 reviews38 followers
September 3, 2012
STARS RANTING: 4.8

Bener-bener nggak kecewa baca buku ini setelah lama mendambakan buku ini.
pertama-tama aku ingin berterima kasih pada Tere Liye telah menciptakan tokoh seperti Thomas (yah cukup ada di novel saja sih) tapi dengan kemampuan dan kepribadiannya aku benar-benar jatuh hati (?) padanya.
***
Thomas--tidak ada nama lain setelahnya, adalah seorang konsultan ekonomi profesional. dengan kemampuannya dan bakatnya (?) memanipulasi, dia menolong om-nya yang harus menutup bank miliknya karena pailit. dia bersama orang-orang kepercayaannya yang juga adalah orang-orang penting di negara itu, merencanakan penyelamatan terhadap bank Semesta, bank om-nya itu.
***
novel ini hanya menceritakan dua (dan lebih beberapa jam) hari saja, yakni tengat waktu Tommy untuk memastikan bank Semesta mendapat bantuan dari pemerintah.
novel ini benar-benar membahas tentang perekonomian bangsa ini (dan aku sama sekali tak mengerti).
dan sesungguhnya aku pernah berpikir seperti Tommy, ada beberapa hal yang aku sepakat dengannya (sulit untuk menuliskannya disini).
aku suka Tere Liye mengakhiri ceritanya, karena itu sudah cukup. namun aku suka kesulitan mengingat nama-nama yang membantu Thom, mungkin seharusnya pekerjaan orang itu ditulis lagi selain perkenalan di klub mereka.
dan aku suka perbincangannya dengan Julia! *Aaaaa!*

ini novel yang akan aku rekomendasikan kepada orang-orang yang mau membacanya.
Profile Image for Stephanie.
147 reviews36 followers
May 18, 2017
Negeri Para Bedebah bercerita tentang orang-orang kaya yang berkuasa dan mempunyai andil dalam perekonomian suatu negeri. Dengan kekayaan yang dimiliki, mereka dapat menyuap (membeli) hukum. Cerita di buku ini hanya fiktif tapi menarik karena banyak politik serta akal bulus yang dimainkan. Buku ini juga banyak membuka wawasan khususnya mengenai masalah perbankan dan ekonomi.

Tokoh utama dalam cerita adalah Thomas yang merupakan lulusan bisnis terbaik dan kini berprofresi sebagai seorang konsultan keuangan. Thomas adalah seorang profesional yang juga ikut bergabung di klub petinju. Namun dibalik semua kepintarannya dia memiliki masa kelam di masa kecilnya. Dalam keluarganya Thomas mempunyai seorang paman yang dipanggil Om Liem. Om Liem adalah seorang pebisnis yang andal dengan insting bisnis yang sudah dibangun sejak muda. Om Liem memiliki Bank semesta yang suatu hari mengalami masalah dan menyebabkan bank itu terancam tutup. Thomas yang selama ini membenci pamannya akhirnya tergerak untuk membantu mempertahankan Bank Semesta yang kasus ini ternyata juga melibatkan orang-orang yang menjadi salah satu penyebab kehancuran keluarganya. Segala cara dan trik digunakan demi menyelamatkan bank ini.

Dalam petualangannya Thomas dibantu oleh tokoh-tokoh lain seperti Julia sang reporter, Maggie si sekretaris andalan dan cekatan sampai dengan Rudi teman di klub petinjunya juga Kadek yang membantu dalam misi penyelamatan via air.

Alur ceritanya menurutku cukup menarik sayangnya terlalu mudah ditebak dan banyak hal-hal yang kurang detail diceritakan. Tapi untuk keseluruhan bukunya cukup menegangkan dan seru.
Profile Image for Fariza.
212 reviews54 followers
September 7, 2014
One of my favorite book from my favorite writer. Gained lots of knowledge about bank and economy. Great materials bought from Jakarta on July.
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
July 23, 2012
"Baru beberapa hari lalu aku ceramah panjang lebar tentang sistem keuangan dunia yang jahat dan merusak, tapi sekarang aku melarikan seorang tersangka kejahatan keuangan. Baru beberapa menit yang lalu aku masih terdaftar sebagai warga negara yang baik, bertingkah baik-baik dan selalu taat membayar pajak, tapi sekarang aku menjadi otak pelarian buronan besar."


Thomas, lulusan terbaik sekolah bisnis dan adalah seorang konsultan keuangan profesional. Jadwalnya yang amat padat dipenuhi dengan konferensi, wawancara, dan lain sebagainya. Setelah kembali ke Jakarta dari London, Thomas masih tidak dapat beristirahat dengan tenang karena sebuah telepon yang datang pada pukul satu dini hari. Dengan kesal ia menerima telepon tersebut, dan ia tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa telepon tersebut datang dari seseorang yang amat dibencinya, Om Liem. Lewat telepon itulah Om Liem mengabarkan bahwa rumahnya dikepung oleh serombongan polisi. Orang kepercayaan Om Liem yang bernama Ram-lah yang datang menjemput Thomas saat itu juga, memberitahukan segala duduk permasalahannya; bahwa Bank Semesta milik Om Liem tidak bisa menutup kliring antarbank. Hal tersebut menyebabkan saham Bank Semesta dihentikan perdagangannya, membuat para nasabah panik, situasi yang dipengaruhi informasi negatif pun menjadi semakin rumit. Dan jika Bank Semesta tidak terselamatkan, seluruh kekayaan keluarga Om Liem habis. Inilah awal mula misi Thomas dalam menyelamatkan Bank Semesta, keluarganya, sekaligus membalaskan dendam yang sudah ia impikan selama bertahun-tahun....

Baca review selengkapnya di:
http://thebookielooker.blogspot.com/2...
Profile Image for Yonea Bakla.
323 reviews36 followers
May 7, 2021
Bagus 👍🏻

Sebagai anak non ekonomi (?) aku banyak dapat ilmu baru ttg dunia perbankan. Lalu, konfliknya terasa nyata karena emang real terjadi di negara kita.

Thomas ini tipe-tipe cowok pecicilan manipulatif macam Jack Sparrow ya. Sepanjang baca tebak-tebakan rencana Thom apa lagi.

Seru menyimak Thomas yang konsultan keuangan profesional memiliki misi penyelamatan Bank Semesta, dengan back up teman-temannya di klub petarung, dan wartawan ekonomi.

Klimaksnya sesuatu dan berkaitan dengan masa lalu. Setelah baca "Pulang", plot twistnya 11-12 ya. Tapi NPB ini cenderung fast pace hanya 3 hari. Too much details and satire. Puas bacanya dan akan segera lanjut marathon buku 2. 😆
Profile Image for Yusuf Ardi.
6 reviews6 followers
March 12, 2018
One of the best tereliye book i've read. I don't know which one is real or fiction
Profile Image for AKbar.
26 reviews1 follower
June 23, 2019
Economics is not my favorite subject while this book tells about a story of young financial consultant. However, this book offers me an interesting issue related to my country, and so I bought the novel immediately (well actually, this is because I want to escape from news and hoaxes about something happened two months ago in Indonesia).

This is my first read of Tere Liye's book. Reading this novel was like I was standing as among the characters of the novel, witnessing all of the exciting, thrilling adventures of the protagonist, Thomas. For me who are new to reading this type of story, Negeri Para Bedebah is actually readable. It is easy for me to follow the story and to memorize even the side characters. The plot is superb, despite some of the lacks, such as the twist and some parts that need more detail. I love the simple story-telling, even though there are some technical terms that I don't understand (I don't want to stop the reading just because I want to look for the meaning of "kliring"). Still, this doesn't distract you to get the flow of the conflict. The part that I like the most is about the past story of Thomas as this brings a solid conflict throughout the story.

Overall, for those who want to start reading a new genre of a novel (or even you are new to reading novel), I recommend you to add this novel to your cart.
Profile Image for Sufiyyah Zulkifli.
59 reviews6 followers
December 4, 2015
felt like watching a movie.

adrenaline rush didn't really stop from rushing till the end.

erm. but, i dun really understand the business-economic issues due to the Indonesian language and terminologies which are not my jargon. ^_^

Profile Image for Dimas Ahimsa.
10 reviews11 followers
July 12, 2013
Pheeww… Akhirnya bisa juga selesaiin baca. Ini adalah kali pertama saya membaca sampai selesai novel action suspense. Reaksi saya setelah menyelesaikan ini adalah “ternyata novel ini memang benar-benar ‘bedebah’!”

Novel ini bercerita tentang Thomas, seorang konsultan keuangan profesional, jebolan universitas luar negeri, serta sering menjadi pembicara internasional serta tulisannya sering dimuat di berbagai majalah ekonomi yang berusaha menyelamatkan bank milik keluarganya yang terancam ditutup. Dari usaha penyelamatan bank tersebut, terkuaklah bahwa ini semua berhubungan dengan kisah masa lalu keluarganya yang memancing dendam lama Thomas.

Saya sudah lama mengetahui penulis Indonesia bernama Tere Liye juga buku-bukunya, namun yang saya tahu beliau hanya menulis buku-buku bertema cinta dan keluarga saja. Seperti Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Hafalan Shalat Delisa, Moga Bunda Disayang Allah. Sepertinya Negeri Para Bedebah ini adalah novel pertamanya yang keluar dari zona nyaman penulis. Ternyata Tere Liye memang penulis berbakat lintas genre. Di novel ini bang Tere sangat piawai menarasikan cerita, membangun berbagai suasana; tegang, takut, ceria. Semua terasa asyik. Plot dapat dibangun dengan baik, runtut, dan jelas. Entah

Bagian yang paling saya suka adalah ketika Thomas dan Rudi bersama-sama menghajar beberapa anggota polisi didalam lift. Pembaca dibikin berdebar lewat pertarungan jarak dekat dengan tempat yang sempit.

Selain plot dan gaya penulisannya yang bagus, karakterisasi masing-masing tokohpun sangat memorable. Beberapa tokoh disinipun saya rasa diambil dari kisah nyata; seperti ibu menteri keuangan dan anggota partai.

Menurut saya, Negeri Para Bedebah ini merupakan salah satu novel action suspense Indonesia yang sayang buat dilewatkan. Sekuel novel ini juga sudah beredar di pasaran dengan judul Negeri Diujung Tanduk.
Profile Image for Da.
219 reviews12 followers
August 8, 2023
"𝘼𝙠𝙪 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙧𝙚𝙣𝙘𝙖𝙣𝙖. 𝘼𝙠𝙪 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙘𝙞𝙡 𝙚𝙣𝙖𝙢 𝙩𝙖𝙝𝙪𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙡𝙖𝙧𝙞-𝙡𝙖𝙧𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣𝙩𝙖𝙧 𝙨𝙪𝙨𝙪. 𝘼𝙠𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙙𝙚𝙗𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙞𝙣𝙞." EPIC.

Belum pernah mendalami ilmu ekonomi sama sekali. Ekonomi pas kuliah adanya ya ekonomi teknik, jauhhh kalo dihubungkan sama ekonomi yang dibahas di buku ini.

Ngga pernah tertarik belajar ekonomi sebelumnya, tapi setelah baca buku ini jadi mikir. Ilmu ekonomi menarik juga ya ternyata haha
Profile Image for Febriyan Lukito.
13 reviews8 followers
July 1, 2013
Baiklah review buku ini akan segera dimulai. Harap siapkan popcorn dan juga cemilan lain yang diinginkan.

Buku ini berkisah tentang sebuah negeri yang dipenuhi dengan para bedebah kelas atas yang sangat mengganggu kita, yaitu para penguasa negeri dan antek-anteknya. Tokoh utama kita adalah Thomas, seorang ahli ekonomi yang sudah terkenal. Kesibukannya adalah menjadi pembicara seminar-seminar keuangan. Pada awal cerita, kita diajak dalam kesibukannya itu hingga wawancara pun harus dilakukan dalam perjalanan menuju London. Di saat senggang, Thomas ini suka ikut dalam pertarungan tersembunyi yang diikuti oleh banyak kalangan, mulai dari eksekutif muda hingga anggota kepolisian.

Tapi akan sangat membosankan jika buku ini hanya mengulas mengenai pekerjaan Thomas, yang sering dipanggil oleh opanya dengan Tommie. Kita langsung diajak bertemu dengan om Liem, kakak dari almarhum ayah Thomas. Om Liem yang dibencinya ini sedang mengalami musibah dalam bisnis perbankannya. Bank Semesta yang dibelinya 6 tahun lalu sedang dalam penyelidikan dan akan ditutup.

Dan dari sinilah, kisah perjuangan Thomas menyelamatkan sang om dimulai. Thomas mendapatkan ide untuk mengulur waktu likuidasi bank dengan menculik sang om dan membawanya ke rumah peristirahatan sang opa di bilangan waduk Jatiluhur. Dengan jangka waktu singkat kita diajak dalam kejar-kejaran antara Thomas dengan petugas kepolisian yang sepertinya tahu tentang gerak-geriknya.

Rencana demi rencana yang telah disiapkannya, dengan bantuan Maggie, sang asisten yang sangat handal dan profesional (diganggu waktu weekendnya hanya untuk masalah ini), buyar. Dia harus melakukan improvisasi demi improvisasi dalam upayanya menyelamatkan sang om. Dan dalam perjalanan penyelamatan ini, dia akhirnya dibantu oleh orang-orang yang tak disangka-sangka.

Novel ini mengangkat kisah penyelamatan ini dengan sangat cepat. Saat membacanya, kita akan merasa penasaran dengan apa yang akan terjadi berikutnya. Tere Liye sangat pandai memancing adrenalin saya saat membaca buku ini. Penasaran. Berbeda dengan buku Titik Nol-nya Agustinus Wibowo yang saya habiskan dalam kurun waktu sebulanan, buku ini saya lahap habis dalam waktu satu minggu. Dan kita juga diajak dalam penulisan flashback yang tidak memusingkan kita.

Kita diajak oleh Thomas mengenang kejadian demi kejadian masa kecilnya dan juga perbincangan dengan sang opa. Kedekatan sang opa, yang asli Cina dan usahanya untuk bertahan di Indonesia, sangat terasa dalam flashback demi flashback yang dituliskan. Kita pun tanpa disadari juga diajak menyetujui betapa Om Liem itu perlu dibenci karena kerakusannya.

Dan selama membaca buku ini saya seperti diingatkan pada sosok seorang taipan perbankan yang sekarang sudah almarhum. Yah, mungkin ini hanya sebatas bumbu yang membuat kita merasa lebih dekat, lebih real dengan cerita novel ini kali ya.

Akhir novel ini sendiri juga sebenarnya memang sudah saya perkirakan, yaitu akan ada twist. Yang sedari pertengahan novel juga sebenarnya sudah menjadi tebakan saya. Namun tetap saja, hal itu tidak menyurutkan minat saya untuk menghabiskannya.

Negeri Para Bedebah ini memang memikat. Sungguh pantas rasanya kalau saya memberi 4 dari 5 bintang. Jadi siapa bedebahnya? Baca sendiri ya.

link review (ada beberapa foto dari buku):
http://ryanfile.wordpress.com/2013/06...
Profile Image for Sue Oshin.
Author 10 books56 followers
March 7, 2022
Thomas atau lebih dikenali sebagai Tommi, watak utama dalam novel ini. Thomas sebagai penasihat kewangan.

Suatu hari, Bank Semesta yang dikendalikan oleh pakciknya, Om Liem sedang berada dalam situasi yang tidak berapa baik dan beliau terpaksa menyelamatkan perniagaan ini.

Muncul Julia sebagai wartawan bahkan pertemuan ini membawa kepada sebuah jalinan yang mesra antara mereka. Sedikit demi sedikit, masa lalu Thomas yang dibakar dendam masa lalu terungkai. Terlalu banyak musuh dalam selimut yakni pengkhianatan dan para bedebah yang berusaha menghancurkan Thomas dengan licik sekali.

Walaupun hanya sebuah kisah yang ditulis di dalam novel, perjalanan kisah ini juga sebenarnya berlaku di dunia nyata dan bukanlah fiksyen semata-mata. Banyak maksud yang tersirat disebalik penceritaan ini.

Setiap usaha dengan niat yang baik pasti akan membawa sebuah kejayaan yang diimpikan manakala usaha dengan niat yang tidak baik pasti akan membawa kehancuran. Sifat manusia yang dilimpahi dengan sebukit wang pasti akan terlihat samada mereka gelap mata sehingga menghancurkan alam, mengkhianati dan menganiaya orang lain atau menggunakan wang dengan jalan yang diredhai.


Persahabatan yang terjalin dalam sebuah kelab yang disertai oleh Thomas, Klub Pertarung sangat utuh. Walaupun didatangi pelbagai masalah, sahabat yang mengenal erti sebuah persahabatan inilah dapat kita lihat di mana mereka saling memerlukan, saling membantu walau sesukar apun keadaan, sanggup berkorban walaupun terpaksa membahayakan kerjaya sendiri demi menyelamatkan seorang sahabat yang tidak bersalah.
Profile Image for Syafiq Segaf.
95 reviews34 followers
September 1, 2016
Parah.

Ini buku sinetron.

Junk food, sok "deep" padahal dangkal.

Apa ekspektasi saya saja yang terlalu tinggi ya, karena melihat beberapa review teratas dan skor agregat buku ini di Goodreads.

Penyampaian cerita dan sebagian latar belakang konsep dilakukan lewat dialog-dialog yang tidak seperti diucapkan orang Indonesia. Bahasa dialognya seperti terjemahan jelek dari novel asing. Isi dialognya tidak smart tapi sok smart. Isi dialog tidak konsisten dengan karakter yang mengucapkan dialog. Karakter yang mestinya pintar tapi karena bung Tere ingin menjelaskan sesuatu ke pembaca, karakternya dibuat mengucapkan pertanyaan-pertanyan bodoh, kemudian jawaban dari pertanyaan bodoh itulah yang menjelaskan konsep bung Tere ke pembaca. Persis sinetron. Sinetron sah-sah aja seperti itu karena formatnya film yang puya keterbatasan waktu, tapi ini kan buku. Bung Tere cuma menyebut bahwa si ini dan si itu pintar, pernah berguru kepada profesor ekonom penerima nobel blablabla, tapi isi omongan mereka bodoh dan sering tidak masuk akal. Persis sinetron.

Bung Tere beberapa kali berupaya menyuguhkan ide lewat style info dump semacam Michael Crichton, Dan Brown, dan Neal Stephenson. Tapi tidak semua. Coba lihat kalimat yang dipakai bung Tere untuk menjelaskan latar belakang masalah Bank Semesta:

"...terlalu banyak transaksi tidak jelas di bank itu. Enam tahun menguasai bank itu, Om Liem terlalu ambisius, tidak hati-hati, menggampangkan banyak hal, dan melanggar begitu banyak regulasi demi pertumbuhan bisnisnya."


Sudah. Sangat tidak jelas, tapi seolah-olah kompleks dan "deep". Terlalu ambisius bagaimana? Menggampangkan hal seperti apa? Melanggar regulasi apa? Riset yang dilakukan untuk membangun latar belakang di buku ini juga terkesan setengah hati, terkesan hanya untuk menjaga citra bahwa ini buku action thriller yang berbobot. Lempar saja beberapa info yang berisi tahun dan angka.

Jika ingin menilai buku ini secara fair, kayaknya memang harus dilihat dari kategori genre junk food action. Tapi di genre ini pun kualitas Negeri Para Bedebah tidak luar biasa. Orisinalitas ide jelas di-nomor-seratus-kan. Buku-buku seperti Fight Club, serial Jason Bourne, dan buku-buku action dengan cerita yang mengalir cepat dan padat (setting waktu dalam buku terjadi singkat, sehari atau beberapa hari, dalam rentang ratusan halaman) yang idenya dicampuradukkan dalam buku ini, sudah melakukannya dari dulu dan dengan jauh lebih baik.

• Bahasa: aneh, seperti novel asing dengan terjemahan yang jelek
• Karakter: banyak yang karakternya tidak konsisten dengan yang dialog yang diucapkan
• Ide: aktual tapi tidak orisinal, biasa saja
• Penyampaian cerita: sok, sama dengan review ini
Profile Image for Primadonna.
Author 50 books374 followers
September 7, 2012
Idenya, penulisannya, aku suka. Jarang baca novel Indonesia yang thriller dan rapi. Okelah mungkin terlalu banyak jargon dan teori ekonomi, tapi menurutku masih bisa ditolerir. Musuh dalam selimut terlalu mudah ditebak, barangkali sebaiknya penulis lebih samar memberikan petunjuk?

Ada beberapa kejanggalan, misalnya...

Thomas mendapatkan mobil usia 17 atau 18, sih?

Lalu Opa berkata dia berlayar usia 15 tahun, tapi belakangan dia bilang, 22 tahun?

Kenapa nama Oomnya Thomas itu Liem, tapi nama ayahnya Edward? Kalau menggunakan marga Cina kayaknya lebih enak sekaligus dipaparkan nama lengkapnya, bukan nama baratnya.

Agak aneh karena beberapa kali Thomas tertangkap tapi yang disita hanya HP-nya, dompetnya dibiarkan. Lalu bepergian menggunakan pesawat kok kesannya bisa2 aja terburu2? Tidak diceritakan harus menunjukkan KTP/paspor segala kalau hendak keluar negeri (menggunakan kapal atau pesawat).

Aku merasa agak aneh dengan kalimat "Kau lelaki pembalas".

Bagaimana nasib anak2 Oom Liem? Siapa saja mereka? Kok ya gak diceritakan.

Menaburkan bunga terompet di pizza dengan niat meracuni? Kayaknya malah kelihatan mencurigakan deh, di pizza-nya.

Maggie sebagai kartu as dalam meriset tidak dilindungi dengan semestinya, malah kesannya Thomas saat menghubungi rekan2nya, terlalu gegabah. Telepon bukannya bisa dilacak, ya? Demikian pula email?
This entire review has been hidden because of spoilers.
35 reviews5 followers
August 31, 2020
This is a great book. I really do admire the author's work and the book his produce. This books setting give me knowledge how bank change the lives of the people. Then it is shown how strong that money can change people. I learn a new perspective in this book.
Profile Image for Dinur Rahmani.
26 reviews1 follower
January 20, 2016
I had desired to read this book since it was published. I thought it would be a pure non-fic book at first and that's why I was so curious how a dream-like-romance writer, Tere-Liye, could write a serious book. And, it was a great piece of work! It gave me knowledge how 'the world' works in a very understandable way. Despite the truth behind the story, which I believe such practices must truly happen especially in Indonesia, I really enjoy this book great time. recommended
Profile Image for Seto Elkahfi.
70 reviews20 followers
August 3, 2013
great!!! gue kaya baca the god father nya mario puzzo, cuma ini made in indonesia. masterpiece!!!
11 reviews
May 20, 2014
cukup seru tapi terlalu banyak keberuntungan untuk tokoh utamanya
9 reviews
August 18, 2019
Good for read
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Tarrinni.
18 reviews
December 23, 2019
Such a light but very thoughtful contents. And there are some economic words that definitely will be added to my vocabulary.
Profile Image for Nora Apriyani.
151 reviews
February 10, 2017
Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata.

Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah.

Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.


*****************************

Judul Buku : Negeri Para Bedebah
Penulis : Tere Liye
Tebal : 440 halaman

Thomas, seorang pemuda, berprofesi sebagai konsultan keuangan yang sangat pandai dan populer, berusaha menyelamatkan Bank Semesta milik Om Liem (adik Edward - ayahnya Thomas) dari 'likuidasi yang direncanakan' hanya dalam jangka waktu 2 hari.

Dibantu oleh orang-orang terpercayanya pun teman-temannya di klub petarung, sanggupkah Tommi (panggilan akrab Thomas) menyelamatkan Bank Semesta? Siapakah dalang dari collapse nya Bank Semesta? Adakah hubungannya dengan tragedi di masa lalu Thomas yang telah membuatnya menjadi pribadi yang berbeda, pribadi yang jauh lebih kuat?

Cari tahu jawabannya sembari masuki 'dunia ekonomi' ala tere liye yang dibalut 'keseruan' adegan action dalam bentuk kata-kata di dalam buku Negeri Para Bedebah.

*****************************

Negeri Para Bedebah (NPB), satu lagi karya tere liye yang bikin saya kagum dan mengidolakan beliau sebagai penulis. Hmm.. entah harus mulai dari mana saya membahas tentang buku ini... Oke lah, let it flow aja nulisnya.. Bismillah.

Buku ini saya beli sudah beberapa bulan yang lalu, tapi baru minggu-minggu kemarin sempat baca pas saya dinas ke Satui. Jadi ceritanya buku ini jadi pengisi waktu luang daripada bengong di penginapan, hehehe.

Awalnya saya skeptis, kalau buku ini bakalan membuat saya 'suka', karena ngeliat judul dan covernya, agak kurang menarik. Begitupun dengan beberapa penggal kata di bagian cover belakang bukunya, terasa biasa saja.

Uppss, ternyata saya salah besar!!! Dan kata bijak: Don't judge the book just from the cover, rasa-rasanya sangat berlaku untuk buku yang satu ini. Tadinya malah saya pikir, buku ini bakalan 'berat' banget, karena sempat dapat selentingan di dumay (entah di dumay bagian mana, lupaaa.. :D), kalau buku ini banyak berisi tentang istilah-istilah ekonomi gituu, jadi berasa takut duluan aja. Takut ga ngerti, hahaha. Tapi ternyata saya salah. Saya malah suka, saya malah tertarik, bahkan saya jadi merasa 'sedikit mengerti' tentang dunia perekonomian. Jadi tambah kagum sama bang tere dan jadi mikir, bang tere ini kuliah jurusan apa ya?? Ada yang tau ga?? (malas googling :pp).

Waktu di buku Rembulan Tenggelam di Wajahmu (RTDW), bang tere sukses memasukkan sedikit dunia 'teknik sipil' which is itu (salah satu) yang membuat saya masih menempatkan RTDW di rating paling atas untuk karya-karya bang tere. Nah kali ini, malah bang tere sukses ngebawain setting dunia perekonomian. Yang sekolahnya di bidang ekonomi, harusnya suka baca buku ini (my personal opinion :D). Setidaknya, saya yang bukan 'orang ekonomi' merasa cerita di buku ini keren sekali dengan dunia ekonominya tadi.

Saking tenggelamnya saya dalam dunia perekonomian di NPB, saya sempat berfikir untuk tidak menyimpan uang saya di Bank.. Nah lo.. Kenapa bisa begitu?? Huiii panjang dan rumit ceritanya. Baca sendiri sajalah NPB ini, ntar juga ngerti :D
Tapi tentu itu cuma 'pikiran' saya saja, karena realisasinya memang agak susah mengingat zaman sekarang, yang memang tak bisa lepas dari sistem perbankan.

Membaca buku ini, saya serasa menonton film action. Tiap adegan berhasil digambarkan bang tere dalam bentuk kata-kata yang sukses melarutkan imajinasi saya dalam perjuangan Thomas untuk menyelamatkan Bank Semesta hanya dalam waktu 2 hari. Kadang, dengan membaca buku ini saya merasa seperti nonton film India ketika ada oknum polisi yang jadi penjahat. Di lain waktu saya merasa seperti nonton film Hollywood ketika Thomas beberapa kali melarikan diri dari kejaran polisi. Nah, ngomong-ngomong film Hollywood, saya jadi ingat dengan film Cellular ketika membaca NPB ini. Apa pasal? Karena Thomas (tokoh utama NPB) selalu menggunakan ponsel nya untuk terus berhubungan dengan orang-orang terpercayanya sementara ia sibuk menghindari kejaran polisi sambil terus berusaha merealisasikan rencananya menyelamatkan Bank Semesta. Yang saya notice banget adalah, di hal charge ponsel. Kalau di film Cellular ada adegan di mana si pemeran utama sibuk mencari charger agar ponsel nya tetap bisa menyala (sampai bela-belain ngerampok toko ponsel cuma buat ngedapetin charger :D), nah di NPB, si Thomas kayaknya ga mengalami hal itu. Hmm.. Emang sih, Thomas ga selalu 'menelpon' tapi saya jadi merasa sedikit janggal saja. Well, tapi setelah saya pikir-pikir, kan memang ada ponsel yang baterainya bisa tahan 10 hari. Nah mungkin Thomas pake ponsel yang seperti itu :D

Terlepas dari seperti film India ataupun film Hollywood, banyak pembaca lain (termasuk saya) yang berpendapat kalau buku ini, setting ceritanya mirip dengan sebuah bank di negeri kita. Benar atau tidaknya, kalau buku ini bersettingkan 'bank' tersebut tentulah sudah ditegaskan di awal buku: "Cerita ini adalah fiktif. Apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat, dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan belaka." Tapi saya sungguh tidak keberatan, entah itu fikif, entah itu non-fiktif, yang jelas saya terhibur dengan cara menulis bang tere yang menjadikan buku NPB ini seru sekali untuk dibaca. Dan saya tak ragu untuk bilang kalau ini buku no.2 favorit saya setelah RTDW (untuk karya bang tere). :)

Sepertinya nge-review kali ini emang beneran 'let it flow', sampai-sampai jadi ga jelas, ni review atau bukan ya?? hehe.. Karena sedikit banyak saya merasa kalau buku ini memang susah untuk di ceritakan kembali alias di review, takutnya malah jadi spoiler bagi yang belum baca, ntar malah jadi ga seru donk ya? Tul ga?? :D

Intinya, begitulah kesan saya setelah membaca NPB. Buat yang belum baca, buruan baca!! Recommended banget lah pokoknya.

Happy reading ya ;)
Profile Image for Aina Fauzia.
9 reviews
June 23, 2013
The country situation in this novel is really twin with Indonesia.
Profile Image for Jamal Fathoni.
47 reviews5 followers
February 19, 2016
IT WAS SO GOOD. IT WAS REALLY INTENSE. TERE LIYE IS JUST BRILLIANT. I NEED BOOK 2. AND YES. CAN WE TALK ABOUT MAGGIE? SHE'S BADASS. THOMAS WOULDNT BE SUCCESS IN HIS MISSION WITHOUT MAGGIE'S HELP
3 reviews
February 16, 2016
Unexpected ending! Love every single episode that made this book never bored me. Insightful indeed!
Displaying 1 - 30 of 1,375 reviews

Join the discussion

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.