Melalui bukunya, Melly Goeslaw memperlihatkan sejumlah kondisi nyata dalam industri musik Indonesia saat ini, yang sayangnya lebih terasa mengenaskan daripada menggembirakan. Euforia terhadap jenis musik tertentu yang sedang populer menjadikan banyak pihak memilih untuk mengekor demi mencicipi popularitas tersebut alih-alih menggali kreativitas dan menyodorkan hal baru. Tekanan dari tren ring back tone (RBT) menjadikan sebuah lagu diciptakan secara instan tanpa melalui proses rancang-bangun dan aransemen. Hubungan antara penyanyi dan komposer tidak lagi didasarkan pada perjodohan hati, melainkan laku atau tidak lakunya lagu yang diciptakan sang komposer. Bahkan fans diciptakan melalui jejaring sosial sehingga kesetiaan penggemar cenderung bersifat musiman.
Namun, Melly tidak hanya mengisi bukunya dengan fakta-fakta tidak menyenangkan. Tanpa sikap menggurui, Melly mengingatkan betapa pentingnya untuk berpijak pada hati dan kejujuran dalam berkarya. Ia juga mengingatkan bahwa menjadi seorang seniman pada hakikatnya adalah jalan hidup yang harus dilalui dengan komitmen tinggi apa pun risiko yang dihadapi, dan bukan sekadar mengejar popularitas.
Another book that I got from my travels. Interesting insights from Melly Goeslaw perspective on Indonesia music industry. A short book. Also discusses on arts and the art of creating music. From my understanding its not about “balance” in the sense of life values only, but also art of creation where youre not only doing it for profit or chasing clout or just because its trending bout also your principles and values as an artist or creator. It did incite some kind of reflection which made me feel like it does make my moneys worth.
Buku ini cukup menjawab rasa penasaran saya tentang dunia keartisan, terutama artis penyanyi. Melly menyoroti tentang hubungan komposer dan penyanyi, tentang loyalti alias fans, tentang kekecewaannya terkait RBT yang menurutnya memaksa komposer untuk menyunat lagu agar bisa maksimal hanya dalam beberapa detik saja, tentang iri hati, dll.
Btw saya punya 3 copy buku ini. Jadi saya memutuskan untuk memberikan 2 di antaranya secara gratis kepada yang berminat. Silakan ikuti di program Giveaway ini ya... :) http://www.goodreads.com/giveaway/sho...
Covernya fancy, kertasnya fancy, ilustrasinya fancy, bahkan testimonialnya juga dari orang-orang yang fancy, seperti Djenar Maesa Ayu, Seno Gumira, Rudi Soedjarwo, dan dua orang doktor UI.
Melly juga menulis hal yang fancy di buku ini, yaitu industri musik Indonesia. Bacaan wajib buat yang peduli sama musik Indonesia.
Apa yang akan ditulis Melly dalam beberapa bukunya selalu sulit ditebak. Buku ini benar2 mengungkapkan siapa Melly sebenernya dari apa yang saya pikirkan tentang dia belakangan ini. Semua ia ceritakan secara kritis, jujur, ekspresif dan murni dari sudut pandangnya sendiri.
mengenai apa ayng terjadi di dunia musik indonesia dari 90-2000an secara singkat, dibalik layar, dari sudut pandang pelaku yang genre nya lebih pop, apa yang membuat karya-karya jadi fenomenal.