Dari dalam panci di atas kompor itu menyembul keluar rambut hitam, basah, dan beruap, melewati celah panci dan tutupnya...
Hal-hal aneh dan gaib seperti itu terus dialami Alice semenjak tinggal di apartemen baru bersama ibunya. Ia yakin ada misteri besar di dalam apartemen itu. Terlebih lagi, kamar kosong di dalam apartemennya menyisakan aroma kengerian, dengan adanya darah dan belatung yang keluar dari dalam kulkas bekas.. Namun, ibunya tidak memercayainya, sedangkan ayahnya berada di rumah sakit jiwa setelah mencongkel matanya sendiri karena merasa dikejar arwah gentayangan. Alice berusaha memecahkan misteri ruang kosong itu. Lewat buku harian temannya, terkuak rahasia besar yang mengejutkan Alice. Sebenarnya, ada apa di kamar kosong apartemennya? Siapa yang selama ini menghantui Alice dan keluarganya? Apa isi buku harian itu?
Heri Hendrayana Harris, atau lebih dikenal dengan nama pena Gola Gong, lahir di Purwakarta,15 Agustus 1963, pernah kuliah di FASA UNPAD Bandung. Setelah diterbitkannya seri petualangan Balada si Roy pada tahun 1989,ia menjadi wartawan tabloid Warta Pramuka(1990-1995) dan tabloid Karina (1994-1995). Ia juga sempat menjadi reporter Freelance di beberapa media massa. Lalu ia terjun ke dunia televisi menjadi penulis skenario, di antaranya komedi situasi Keluarga Van Danoe di RCTI (1993) dan Pondok Indah II di Anteve. Pada tahun 1995 Gola Gong bergabung dengan INDOSIAR terlibat dalam produksi kuis Terserah Anda dan sinetron Remaja 5. Tahun 1996 ia hengkang ke RCTI dan menggarap opera sabun Dua Sisi Mata Uang, (Agustus 2000), komedi situasi Ikhlas (Ramadhan 1997), Papa (Lebaran 2000), komedi superhero Sang Prabu (1999), mega sinetron Tauke Tembakau (tayang 2001), drama misteri Maharani , Pe-De dot kom, dan program spesial Tanah Air.Beberapa novelnya sedang disinetronkan PT.Indika Entertainment, Petualangan si Roy, Mata Elang, sampai Aku Seorang Kapiten. Sinetron yang diangkat dari novel trilogi Islaminya (Pada-Mu Aku Bersimpuh) ditayangkan pada bulan Ramadhan 2001 di RCTI OKE, serta Al Bahri Aku Datang dari Lautan di TV7.Selain menulis novel, puisi-puisinya pernah dimuat di HAI, Republika, Suara Muhammadiyah, tabloid Hikmah, Mitra Desa Bandung, dan Harian Banten. Antologi puisinya bersama Toto ST Radik terkumpul dalam Jejak Tiga, Ode Kampung,dan Bebegig, serta tergabung dalam Antologi Puisi Indonesia 1997 versi Komunitas Sastra Indonesia.
Aku baca buku ini dulu banget, tahun 2008-2009an. To be honest, waktu itu aku masih SMP dan nggak begitu aware sama kerapihan gaya bahasa, plot holes dan lainnya. Kasarannya, standarku masih rendah. Yang aku inget, ketika baca buku ini tuh bikin aku lebih banyak sedih dari pada seremnya. Aku nge-feel banget sama si Alice terutama pas bab akhir², waktu udah terungkap plot twist kenapa semua kejadian horor ini menimpanya. Anjir sumpah itu bikin aku ngerasa sedih, bittersweet, dan sempet nangis juga.
Can you imagine, masih ngejalanin hidup biasa² aja, padahal sebenernya kamu udah 'beda' dan gak bisa balik kayak dulu lg? Itu yg aku pikirkan waktu selesai baca buku ini. Ide ceritanya 👍🏻
This entire review has been hidden because of spoilers.
gaya bahasa kurang enak dibaca. banyak detail remeh yang ga penting dan bikin bete bacanya. jalan cerita suka ga jelas. lots of plotholes.. seharusnya buku ini bisa jadi novel horror yang cukup oke karena didukung dengan ide cerita yg cukup menarik, twist lumayan dan scene horrornya jg lumayan, sayang eksekusinya bener2 ga bagus sehingga twist dan ide cerita jd terbuang sia2 krn alur dan gaya bahasa yg ga jelas, feel horrornya pun jadi hilang.. *sigh*