Ini buku berat menurut saya. Tetapi karena ini, saya kok malah ketagihan baca sejarah. Wkwkwk. Nggak apa-apalah sok-sok-an ikut menguak fakta sejarah (daripada menguak kamu yang masih jadi rahasia Tuhan *ea). Ngaco *abaikan.
Intinya saya merasa, oh begitu ya ternyata. Walau tetap saja saya harus baca rujukan sejarah lain. Apalagi yang setema. Tetapi saya sempat merasakan haru, sedih, nyeri, terenyuh juga. Ada di ringkasan review di update status saya. Pokoknya begitulah rasanya baca buku sejarah. Kalau sedih, bisa lebih dalem sedihnya daripada baca novel semelankolis apa pun.
Sekian dulu review saya. Saya sedikit kesulitan nge-review buku non fiksi ini. Maafkeun. Hehehe~
Pesan saya, halo, kamu adek-adek SD-SMP-SMA yang buku sejarahnya masih itu-itu aja, mending banyakin referensi baca buku sejarah yang lebih menguak fakta ya, biar tidak ada yang tertutupi di antara kita. *eh
Terima kasih :))