Takdirkah yang membawaku ke tempat ini? Bertemu kembali dengan seseorang yang sejujurnya kucintai sejak awal pertemuan kami. Seseorang bersuara emas yang telah memunculkan debaran aneh di dada ini setiap kali kutatap matanya, kudengar suaranya.
Ingin sekali kuberlari mengejarnya, mengharap maaf atas ketololanku di masa lalu. Namun kakiku terasa kaku, mulutku pun mendadak kelu. Aku terlalu malu mengucap rindu.
Music lover (especially Mandopop), bookworm, insomniac, coffee addict, movie freak. Currently living somewhere in Indonesia, and working as an entrepreneur.
Sejujurnya, saya beli buku ini karena Thailand. Ya, covernya itu Thailand banget. Saking ngefans-nya dengan Thailand, saya sampai cari semua novel tentang Thailand. Waktu saya membeli novel ino, yakin sekali tentang cerita Thailand atau kisah cinta di Thailand.
Ternyata tidak.
Saya mendapat sesuatu yang lain. Tentang calon bintang dan gadis sederhana dari Pontianak. Alih-alih tentang Thailand, saya justru bernostalgia dengan kota Pontianak. Kota yang pernah saya kunjungi dan menyimpan kesan jauh sebelum novel ini terbit.
Dari novel ini pula saya tahu banyak soal musik dan ajang pencarian bakat.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Pengarang : Glenn Alexei Penerbit : Media Pressindo Tahun Terbit : 2012 Jumlah Halaman : 176 halaman Harga Buku : Rp 25.000
Takdirkah yang membawaku ke tempat ini? Bertemu kembali dengan seseorang yang sejujurnya kucintai sejak awal pertemuan kami. Seseorang bersuara emas yang telah memunculkan debaran aneh di dada ini setiap kali kutatap matanya, kudengar suaranya. Ingin sekali kuberlari mengejarnya, mengharap maaf atas ketololanku di masa lalu. Namun kakiku terasa kaku, mulutku pun mendadak kelu. Aku terlalu malu mengucap rindu. Oh Tuhan, aku benar-benar mencintai lelaki itu.
Myreview :
Apakah kau percaya pada cinta pandangan pertama? Novel ini jawabannya. Perkenalan Yohana di acara lomba paduan suara antar universitas membuat ia berkenalan dengan Robert saat acara makan malam. Rasa penasaran dengan rasa sebuah daging yang lain dari biasa bernama “erwe” membuat Yohana membanting piring yang sedang dipegang secara otomatis. Yohana tidak terima anjing binatang paling setia di dunia dijadikan menu makanan di Manado. Dari perkenalan tersebut Robert seorang penyanyi solo yang jadi kebanggaan di Manado jatuh cinta kepada Yohana. Dari persahabatan yang mereka bina timbulah benih-benih cinta.
Bukan tanpa halangan cinta mereka dapat bersatu. Anita siswi sekolah di SMA tempat Yohana KKN adalah salah seorang anak semata wayang pejabat. Ia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginannya. Anita merasa memiliki Robert sepenunya karena ia turut andil menggalakan polling agar Robert memenangkan sebuah audisi penyanyi bergengsi skala nasional. Sementara Yohana tidak bisa melakukan apa pun untuk Robert. Ia merasa minder, tidak berguna dan memilih untuk menjauh dari Robert.
“Yah, mungkin memang nasib manusia. Dan cinta adalah masalah paling rumit yang pernah ada di dunia” (hal 46)
Tiga tahun semenjak Yohana memutuskan kembali ke Jakarta, ia tidak pernah member kabar Robert. Email-email dari Robert pun diabaikannya. Yohana ingin melupakan masa lalunya. Ia kini bekerja di Thailand sebagai travel guide. Robert berubah menjadi pribadi yang pemarah, emosian semenjak perpisahan dengan Yohana yang tanpa sebab dan alasan yang jelas. Helen sebagai kaka Robert amat sangat perihatin, oleh mamanya mereka berdua mendapat tiket traveling ke Thailand. Di sanalah mereka kembali dipertemukan.
“Jika cinta itu memang benar ada, maka selamanya aku tak akan pernah menyesal” (hal 127)
Penulis mengajak kita berkeliling ke Thailand lewat Second Chance, suasananya cukup tergambar, tapi saya ingin lebih didetailkan hihihi … karena penulis adalah seorang yang gemar bertraveling. Saya juga ingin porsi Anita lebih ekstrem lagi bukan asal menggertak/mengancam, pingin aja lebih lama menikmati konflik mereka bertiga.
Endingnya happy ending atau sad ending ya? Hmmm rahasia ah … biar readers penasaran. Kira-kira Robert akan memafkan Yohana nggak ya? karena telah meninggalkannya. Apakah pertemuan itu akan membuat hubungan keduanya membaik ataukah malah memburuk. Bagaimana rasa canggung antara keduanya, aihhh …. Buruan dapetin bukunya segera ditokbuk kesayangan kamu dan ikuti lomba resensinya yuk ….
Novel ini mengisahkan tentang Yohana dan Robert, pertemuan pertama mereka saat lomba paduan suara tingkat universitas membuat mereka saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Waktu yang singkat, membuat mereka merasakan getaran yang tidak biasa dan membuat saling tertarik satu sama lain. Pertemuan berikutnya di Jakarta, malah membuat ketertarikan itu makin menguat. Hingga akhirnya, Yohana memutuskan untuk mengambil kuliah praktik di Menado, untuk bertemu dengan Robert kembali.
Tapi, kisah mereka tidak berjalan mulus, teryata ada Anita, seorang gadis remaja kaya yang sangat terobsesi dengan Robert. Hingga menjadi seorang stalker, yang selalu mengancam Yohana tentang kedekatannya dengan Robert. Akhirnya Yohana pun memutuskan kembali ke Jakarta tanpa pamit kepada Robert, menghilang dan memutuskan segala kontak dengan Robert.
Namun, waktu tak pernah mengubah perasaan diantara keduanya, mereka masih saling merindukan. 3tahun kemudian mereka bertemu kembali di Thailand, dan Robert tidak ingin kehilangan kesempatan lagi bersama Yohana, wanita yang sangat dia cintai.
Novel ini sederhana, konflik yang diuraikan pun tidak terlalu dieksplor dengan baik. Ada beberapa bagian yang agak janggal, keputusan Yohana yang pergi begitu saja dari kehidupan Robert, terkesan terburu-buru, sedangkan dia masih punya tanggungjawab untuk praktik magang selama 6bulan di Menado. Pertemuan di Thailand pun terkesan datar, tidak ada sesuatu yang special.
Akhirnya pun bisa ditebak, walau berharap bisa jauh lebih mengena dihati. Seandainya klimaks bisa dibuat lebih baik, akan jauh lebih menarik. Penempatan Anita sebagai orang ketiga pun kurang begitu dieksplor, padahal digambarkan sebagai gadis yang sangat terobsesi dengan Robert, lebih ke arah ancaman-ancaman biasa, tidak ada perbuatan nyata untuk merusak hubungan Robert dan Yohana. Jadi terkesan biasa saja.
Walau begitu, aku tetap suka dengan setting Thailand dan info travelling yang tidak terlalu mendetail tapi cukup menarik ^^
"Yahhh...kok cepet habisnya..." Itu kata pertamaku setelah aku baca ini.. hahaha... Harusnya aku beli buku komunikasi untuk proposal skripsiku, malah beli buku ini...hihihi...#curcol yea... hahaha...Tapiiiii...., aku tidak menyesal sih beli buku ini...(so pasti b^^d)
1. Ada namaku disana...( it's so suprisingly..haha..pasti nama Helen selain aku yg beli, juga akan merasakan suatu kejutan seperti aku...*sok tahu*) 2. Covernya yang berasa seperti panduan tour di Thailand, dan taglinenya... "Apakah Kau percaya akan cinta pada pandangan pertama" itu yang membuatku penasaran untuk membacanya.. 3. Yang pasti juga karena ada puisinya yang begitu dalam dan membuatku melting sebelum membacanya..
Sebenarnya novel ini aku banget, karena aku dulu nyaris melakukan hal yang sama dengan tokoh cewek ini, kalau Yohana akhirnya melakukannya aku memilih tidak dan berharap waktu yang akan mempertemukan aku dan dia..
Sayangnya konfliknya kurang gimana gitu dan tiba-tiba kok bisa happily ever after...? itu yang membuat aku akhirnya membaca kembali dan mencoba mencerna... Namun, otoritas penulis bisa membuat segalanya mungkin,kan? hahaha...
Halaman yang aku suka itu halaman yang mau menuju terakhir, yang Yohana memutuskan akan kembali ke Indonesia, meski dia sangat suka dengan pekerjaannya... so sacrifice but so sweet...Impian cerah ditinggalkan untuk mendapatkan cintanya... woww...woww... =)
Novel yang romance tapi travellingnya kerasa, itulah ciri khas dari penulis ini... Rasanya aku baru menemukan dalam sosok penulis ini... Keep it up... =)
Yohana seorang gadis sederhana sementara Robert seorang lelaki yang memiliki popularitas. Mereka bertemu di sebuah acara yang menabur benih-benih cinta.
Glenn Alexei masih dengan kekhasannya menguak tentang indahnya panorama suatu wilayah dan kebudayaannya. Dikemas dengan indah, alur yang sistematis, dan cerita yang menghanyutkan.
Sayangnya konfliknya masih kurang greget, hakhak *maklum, suka yang nangis-nangis.
Finally, great banget dan sayang banget kalau nggak baca.
Bacanya buat selingan baca buku kuliah, awalnya masih menarik karena ada hal yang baru saya ketahui tentang manado. Sampai pertengahan, mulai bingung, covernya nampilin dengan jelas tentang Thailand, tapi setting tempat di Indonesia. Mana bahas Thailandnya? .. Setelah dilanjutkan baru "ngeh" kenapa cover depan Thailand, tapi semakin dilanjutkan, malah semakin datar terasa >,< Loncat halaman dan loncat, sampai nemuin akhir ceritanya :")
Maaf yah buat penulisnya, bukunya terlalu teenlit dan akhir ceritanya seperti dipaksakan saja ^^;
Pertama baca novel ini pada saat masih berbentuk naskah mentah karena saat itu aku mendapat kehormatan utk memberikan endorse buat novel ini :D
Ceritanya romantis, dikemas dengan manis,penggunaan kata-katanya sederhana tapi membuatku nyaman membacanya, dan berkat hoby travelling-nya, Glenn berhasil membuat travelling setting yang memukau! aku jadi kepingin jalan-jalan ke Thailand, juga ke Singkawang :D