Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rainbow and Ocean

Rate this book
Gadis muda itu ternyata adalah batu karang. Ia memang tidak cantik. Ia hanyalah seonggok batu yang tampaknya tak terlalu baik. Ia sudah di situ. Mencintai laut, sejak kemarin, kemarin, dan kemarin.

Hingga pelangi muncul di langit mendung. Dengan senyuman ia memberikan harapan pada gadis muda itu. Harapan untuk keluar dari luka hati yang ia kira takkan pernah sembuh.

Neo Aldriano Yehezkiel
Jadi inilah awal dari penyesalanku. Cepat pulang. Kamu hanya menyukaiku seorang. Jangan jatuh cinta pada orang lain!

Clara Radella Keona
Jantungku rasanya hampir meledak saat melakukan semua itu. Aku ingin menangis. Ingin menangis karena hampir tidak bisa menahan degup jatungku yang terlalu cepat hingga menyesakkan dada. Aku belum berubah.

Kim Donggun
Senar-senar gitar yang usang mulai mengeluarkan nada cantik. Lagu lembut mengisi keheningan malam Natal dengan nada-nadanya yang pilu. Salju turun mengenai sekujur tubuhku.

“Nado. Bogosipho, Clara-ssi...”

Ketika cinta terlambat untuk disadari.

208 pages, Mass Market Paperback

First published July 19, 2012

30 people are currently reading
337 people want to read

About the author

Ruth Priscilia Angelina

8 books169 followers
The wheel of fortune.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
85 (30%)
4 stars
68 (24%)
3 stars
75 (26%)
2 stars
44 (15%)
1 star
9 (3%)
Displaying 1 - 30 of 52 reviews
Profile Image for Ega.
63 reviews1 follower
February 25, 2013
Pusat utama novel ini adalah seorang gadis yang bernama Clara. Clara ini punya cinta pertama bernama Neo. Sahabatnya di sekolah. Namun sayang, tidak bersambut dengan baik. Dalam mata Clara, Neo justru dekat dengan seorang gadis bernama Janice.

Clara berusaha melepaskan sosok Neo dari pikirannya. Namun selalu gagal. Neo seolah selalu membayang-bayanginya kemanapun ia pergi. Termasuk ketika ia berlibur di Swiss bersama oom dan tantenya. Namun ketika di Swiss, saat berkemah di suatu tempat, Clara bertemu dengan seorang pria yang kece badai (setidaknya begitulah penggambaran di buku ini). Gimana nggak kece? Hidung mancung, kulit putih, mata biru. Sudah pasti ganteng itu. Laki-laki itu sedikit menggeser Neo dari pikiran Clara. Bahkan Clara membuatkan gelang pelangi untuk diberikan ke laki-laki itu. Namun sayang, berkenalan saja dia tak sempat. Clara bersama oom dan tantenya terlanjur meninggalkan tempat itu.

Tiga tahun setelahnya, Clara melanjutkan kuliahnya ke Korea. Tanpa memberitahu Neo, seolah ingin mengaburkan dirinya dari Neo, dan mengaburkan Neo dari dirinya. Tak disangka, Clara bertemu lagi dengan pria tampan di Swiss waktu itu. Namanya Kim Donggun, dan dia artis Korea. Singkatnya Clara dan Donggun pun menjalin cinta.

Namun di saat semua sedang indah-indahnya, muncullah Neo. Jeng jeng jeng.... Ternyata Neo pun hijrah ke Korea untuk berkarir fotografi. Di sini hubungan Clara dan Donggun diuji. Donggun cemburu dan merasa terganggu dengan kehadiran Neo. Cemas, takut Clara kembali pada cinta pertamanya itu.

Tragedi terjadi. Pesawat yagn dinaiki kedua orang tua Clara ke Korea untuk mengunjungi Clara mengalami kecelakaan. Kedua orang tua Clara meninggal dunia. Clara terpukul luar biasa. Sementara itu hubungannya dengan Donggun pun memburuk. Donggun dikabarkan menjalin hubungan dengan Nina, rekannya sesama artis.

Kesibukan Clara semakin menjadi-jadi saat ia harus bekerja untuk membiayai hidupnya. Hidup Clara pun semakin tidak menentu. Akhirnya Clara terserang maag akut dan harus dioperasi. Donggun entah berada di mana dan tak bisa dihubungi. Neo yang sudah sebelumnya sudah dititipi pesan oleh ibu Clara sebelum terjadi kecelakaan pesawat untuk menjaga Clara, berusaha sekuat tenaga terus mendampingi Clara.

Donggun akhirnya datang ke rumah sakit. Namun bukannya mengatakan rindu pada Clara, justru ia memutuskan Clara.

Kenapa Donggun memutuskan Clara? Baca sendiri.. Hahahahahah *ketawa setan*

Oke, setelah membaca novel ini, ada beberapa uneg-uneg yang harus saya sampaikan.

Di bab-bab awal novel ini (kalau tidak salah bab 2) ada semacam kutipan dari blog. Kalau satu-dua saja sih masih lucu, tapi kalau banyak sekali yang ditampilkan, justru bikin males. Sumpah ini amat mengganggu, bertele-tele dan terkesan supaya banyak-banyakin halaman jadinya. Ada juga resensi di tempat lain yang mengutarakan hal seperti ini. Artinya, saya tidak sendirian berpendapat seperti ini. Cerita antara Clara dan Neo itu agak membosankan. Saya mulai sedikit semangat saat cerita Clara pindah ke Korea dan berpacaran dengan Donggun.

Penggunaan bahasa Korea. Eeerr.. entah buat yang lain, tapi untuk saya ini mengganggu. maka di setiap halaman kau akan sibuk melihat tanda bintang lalu melihat penjelasan di bawahnya. Belum lagi banyak sekali kata "Yaa!", "Aigoo". Iya sih iya, ngerti, saya pernah kok nonton drama Korea. Tapi sesuatu yang enak saat ditampilkan secara visual (drama Korea) belum tentu bisa seperti itu saat muncul di bahasa tulisan.
Lirik lagu. Duh, lirik lagu sampe full satu halaman. Lagu Korea pulak. Langsung saya balik halaman dengan mudahnya.
Endingnya? Saya tidak suka. Titik. Heheheh...


Well, itu dari sudut pandang saya tentunya. Hal ini bisa jadi berbeda apabila kau yang baca novel ini. Makanya, kalau memang penasaran sama novel ini, saran saya sih beli (jangan pinjam, kasian loh Ruth capek-capek nulis tapi kau malah sukanya pinjam), lalu baca sampai habis. Bagaimana menurumu?
Profile Image for Tia Ayu Sulistyana (tiareadsbooks).
266 reviews71 followers
January 11, 2019
“… karena saat kamu menunggu, yang kulakukan juga menunggu. Kita sama-sama menunggu.”
-Pg 181.

Novel ini bercerita tentang Clara yang menyimpan perasaan kepada sahabatnya, Neo. Selama bertahun-tahun, Clara hanya bisa berharap dan mencintai Neo dari jauh, namun tidak pernah memiliki berani untuk mengungkapkan perasaannya. Saat berlibur ke Swiss pun yang ada dalam pikiran Clara hanya Neo seorang. Hingga saat ia bertemu dengan seorang laki-laki tampan yang dapat membuatnya melupakan Neo untuk sekejap. Sayangnya, Clara tak sempat berkenalan dengan laki-laki berdarah Korea-Swiss itu dalam pertemuan singkat mereka.

Tiga tahun berlalu, Clara pun memutuskan untuk mengambil program beasiswa S2 di Korea. Dia ingin memulai kehidupan barunya tanpa Neo di dalamnya. Tanpa ia sangka, Clara pun bertemu dengan laki-laki berdarah Korea-Swiss yang ia temui tiga tahun yang lalu. Laki-laki itu bernama Donggun, seorang aktris terkenal di Korea. Seiring berjalannya waktu, mereka menjadi semakin dekat dan menjalin hubungan. Namun ternyata bayangan masa lalu kembali datang diantara mereka…

Going back home and I re-read this book. Well, a lot of people may not like this novel with their own reason, but I do like it. Somehow I can relate with Clara because we may have similar stories. At first, I actually don’t really interested with this novel. The first half of the story is not that good, but when I read it more and more, without I realize, I already into Clara’s story. I can’t stop my self to not crying every time I read the ending. It’s just so touching.

Read this novel makes me realize that you can not get a kind of love that you want when you can not even appreciate it. You can not make someone wait for you without any commitment. Even when you have the same feeling to someone, you have to make it clear so when she/he have to wait, she/he wait for something that worth it. Love also can not work when you just thinking of yourself. The point is you have to consider your beloved one’s feeling. Do not ever make someone wait for you without any clarity. Because someone can not wait for you forever. You will miss your chance when you do not take any action.
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
August 9, 2012


"Gadis muda itu ternyata batu karang. Ia tidak cantik. Hanyalah seonggok batu. Batu karang itu, sudah ada di situ, bersama-sama laut, sejak kemarin, kemarin, dan kemarin. Ia menatap laut dalam diam, tersenyum dalam diam, dan mencintai laut dalam diam."

Clara Radella Keona, yang seolah batu karang, selama bertahun-tahun mencintai sosok laut yang selalu ada di dekatnya: Neo Aldriano Yehezkiel. Clara sudah lama jatuh cinta pada sahabatnya itu, tetapi tidak pernah memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Sekian lama, ia hanya berdiam diri menatap Neo dari kejauhan dan hanya bisa berharap dalam hati. Apalagi saat ia melihat Neo dekat dengan perempuan lain, Clara hanya bisa menahan tangis dalam hati. Akan tetapi, lewat perjalanan Clara ke Swiss, ia dipertemukan dengan seorang lelaki yang membuatnya mampu melupakan kerinduannya pada Neo; lelaki berdarah campuran Korea-Swiss yang tidak ia ketahui namanya. Sayangnya, tanpa sempat berkenalan, Clara harus pulang kembali ke Indonesia.

3 tahun kemudian, Clara mendapatkan beasiswa untuk berangkat ke Korea. Setelah membuat keputusan yang berat untuk meninggalkan kenangannya bersama Neo, ia pun pergi ke negeri ginseng itu. Tak pernah ia sangka sebelumnya, bahwa kepergiannya ke Korea akan mempertemukannya dengan lelaki Korea-Swiss yang ia temui 3 tahun silam. Lelaki itu bernama Kim Donggun, yang telah berhasil menjadi seorang artis yang sukses di Korea. Tak perlu waktu lama, Clara dan Donggun menjadi dekat karena ternyata Donggun pun mempunyai perasaan yang sama terhadap Clara sejak 3 tahun yang lalu. Meskipun akhirnya Clara berhasil melupakan cinta pertamanya, Neo, hal tersebut tidak berarti semuanya berjalan lancar-lancar saja. Karena tak lama kemudian, Clara harus dipertemukan kembali dengan Neo di Korea....

Baca review selengkapnya di:
http://thebookielooker.blogspot.com/2...
Profile Image for Pia Devina.
Author 31 books47 followers
January 26, 2014
Hmmm... gimana, ya? Rasanya terlalu banyak 'drama' yang disuguhkan. Tentang atmosfer Korea-nya, settingnya masih kerasa kayak tempelan gitu, kecuali percakapan-percakapan di dialog atau narasi yang pake bahasa Korea.

Agak terganggu dengan lirik lagu Korea-nya yang banyaaak banget ditulis *soalnya saya nggak ngerti*.
Saya termasuk penggila drama Korea, jadi sebenernya agak berharap banyak siy dengan novel ini :D

Endingnya bikin patah hati lagi, karena saya ngarepnya ada 'happy-something-ending', hehe.

Terus, yang di halaman 204 POV di sudut surga, jadi Kim Donggun yang mati, ya?

Kan dibilangnya >> "Seorang gadis," jawab Mama, kembali tersenyum penuh makna.

Terus di halaman 200, tanggal 25 Desember 2013, Kim Donggun-nya juga masih hidup.

Pas POV Park Joongki di halaman 2013, ada narasi >> "Kim Donggun terduduk kaku di depan ***** Clara.*

Ini sayanya yang kebingungan apa gimana, sih? Hahahaha
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
June 4, 2022
Bintang 3!

Dulu, sekitar tahun 2013/2014, waktu jaman SMA, saya sempat baca novel ini. Dan saya nangis kejer kaya orang gila saat baca cerita kehidupan Clara yang sedihnya ngalahin Buku Harian Nayla wkwkw.

Tapi setelah hampir 10 tahun berlalu dan saya baca ulang novel ini kok rasanya beda ya wkwk. Kaya lucu aja gitu liat cerita hidupnya Clara. Perasaan kok sedih amat hidupnya? Udah kayak habis jatuh tertimpa tangga, diseruduk kambing sampai guling ke jalan dan keserempet motor. Adaaa aja masalah dihidupnya yang bisa buat para pembaca merasa sedih.

Tapi kesedihan di hidup Clara yang berlebihan justru membuat pembaca seperti saya merasa kesal dibanding simpati. Apalagi perasaanya terhadap Neo. Arghhh!!

Oke oke, back to the topic aja ya biar nggak bingung.

Rainbow and Ocean, bercerita tentang Clara, gadis yang bisa-biasa saja (karena dia digambarkan nggak menonjol, ceria, supel atau sebagaimanya) yang jatuh cinta setengah mati pada sahabatnya sendiri yang bernama Neo. Namun sayang, cintanya bertepuk sebelah tangan selama bertahun-tahun karena Neo selalu menyukai gadis lain.

Sebenarnya Clara ini bisa dikategorikan seperti terobsesi pada Neo ya. Dia cinta dan sukanya sangat berlebihan pada cowok itu. Dan itu membuat saya sebagai pembaca dan juga perempuan benci dengan sikap Clara.

Apalagi saat ia curhat di blognya hingga memakan 1 bab yang jumlahnya sekitar 17 halaman. ARGHHH!! Sumpah deh, bosen banget dengar cerita Clara yang terus-menerus curhat tentang cinta bertepuk sebelah tangannya. Playing victim. Seolah-olah hanya dia yang sangat sakit dan terluka disini. Kenapa engga move on aja sih Mba?? Heran saya. T.T

Lalu ada Donggun, cowok blasteran Swiss-Korea yang ganteng dan kaya. Dia juga merupakan seorang artis, penyanyi, model dan juga penyiar radio di Korea. Dia adalah pacar Clara. Mereka berpacaraan saat Clara melanjutkan kuliah S2-nya di Korea.

Lalu bagaimana hubungan Donggun dan Clara jika Neo, cinta pertama Clara datang menyusulnya ke Korea untuk menyatakan cinta. Siapa yang akan Clara pilih??

Baca sendiri ya wkwk. Yang pasti sih saya nggak suka endingnya wkwkw.

Buku ini tuh rasanya kaya banyak halaman yang terpakai secara sia-sia. Selain curhatan Clara yang sampai 1 bab, ada juga lirik-lirik lagu yang dinyanyikan Donggun yang menghabiskan hampir 2 halaman. Dan menurut saya itu engga penting-penting amat.

Coba aja kalau lagu dan blog itu dihapus atau diambil hanya sedikit, mungkin bisa kali diisi dengan bagaimana Clara dan Donggun bertemu untuk yang terakhir kali. Nggak tiba-tiba semua karakter dimatikan begitu aja. Rasanya kaya "penulis bercanda kan?" Kok endinya begini?.

Tapi ya sudahlah, toh dulu saya bacanya juga sampai nangis-nangis kok, sekarang aja karena banyaknya novel yang sudah saya baca jadi ngerasa novel Rainbow and Ocean ini lucu dan kaya Sinetron Indosiar wkwk.

Oh iya satu lagi. Penggambaran atau detail lokasi yang minim di novel ini. Penulis hanya menjelaskan Korea secara sangat sederhana. Penggunaan bahasanyapun juga minim sekali. Saya sempat terganggu ketika Clara selalu menambahkan embel-embel "ya" pada kata Onni-ya.
Profile Image for ninunia.
56 reviews
December 13, 2022
Jujur aku kurang suka dengan cerita penulis kali ini, karena menurutku ada beberapa hal yang masih kurang. Mulai dari awal ada beberapa bagian yang ngebingungin, yang ternyata itu blog milik Clara? Nah aku bingung di situ. Lalu ada juga beberapa bagian yang rumpang buatku, kurang mendetail. Lirik lagu yang dituliskan panjang itu kurang memiliki esensi. Terdapat beberapa bagian yang bagiku alurnya terlalu cepat dan terkesan memaksakan. Lalu untuk bagian akhir cerita, wah jujur aku kecewa sih, sebelumnya aku suka banget sama ending di Forever Monday dan Black dan mengharapkan ending yang nggak terduga juga untuk novel ini. Tapi ekspektasi membawa kekecewakan untuk diriku sendiri hehehe. But overall, cerita ini cocok untuk dibaca santai karena nggak ada konflik berat di dalamnya.
Profile Image for Edward.
45 reviews
July 13, 2024
Pada awalnya, ketika baca buku ini memang sempat membosankan dan bingung selama membaca, apalagi ketika ada bagian surat laut dan batu karang. Akhirnya, paham juga tentang penggambarannya setelah selesai membaca. Penggambaran tentang batu karang, laut dan pelanginya sungguh bagus.
Profile Image for Martha Indraswaraswanti.
1 review10 followers
Read
January 9, 2013
Ruth Priscilia Angelina
Novel ini bercerita bagaimana seorang gadis bernama clara. dia mencoba berlibur untuk mengalihakan pikirannya dari pria yang bernama Neo, laki-laki yang dia anggap sahabat yang kemudian membuat clara jatuh hati pada neo. Laut, clara menggambarkan Neo sebagai laut. banyak cerita yang dia ungkapkan melalui blog pribadinya bercerita tentang si laut dan seorang gadis yang menyukai laut. Sampai pada akhirnya dia bertemu Pelangi di suatu hari. Saat beriur dengan tantenya, ia berjumpa dengan seorang pemuda yang untuk beberapasaat mampu mengalihkan perhatiannya dari sosok Neo. Namun sayang belum sempat ia berkenalan waktu memanggil clara untuk menyudahi liburannya.

Sampai suatu saat dia bertemu kembali dengan Pelanginya di tahun yang berbeda, di tempat yang berbeda, dan dalam suatu keadaan yang berbeda. 3 tahun sudah berlalu dari masa liburan clara, ia mendapat beasiswa di salah satu University di korea, saat dia sedang melakukan suatu pekerjaan kuliahnya, karena suatu keadaan memubat clara jatuh pingsan di tengah2 aktifitasnya, tepat saat itu seorang pria bernama kim Donggun, seorang artis yang baru naik daun menopangnya. dan disitulah Ia bertemu dengan Pelanginya. Dan cerita baru dari Clara dan Donggun di mulai, hubungan mereka baik-baik saja sampai satu haari sang laut datang menjemput Gadisnya. ya, Neo mengambil pekerjaan di korea. kedatangan Neo membuat segalanya berubah perlahan. mulai dari kematian kedua orang tua Clara, Putusnya hubungan antara Clara dengan donggun, sampai puncaknya datangnya kabar Yang di terima Clara bahwa dia mengidap penyakit kelainan pada Jantungnya.

Rainbow and Ocean, bercerita siapa yang akhirnya memiliki hati clara sebenarny. apakah DOnggun atau Neo?. bagaimana Clara dan Penyakitnya? Sejauh mana Ketulusan cinta kim Donggun pada Clara?

Dengan pemilihan kata yang dipakai oleh penulisnya, banyak makna yang tersirat begitu dalam, membuat gambaran jalan ceritanya begitu menarik dan indah. Bayak pembaca yang tenggelam dalam kata-kata penulisnya.

buat yang belum baca, Selamat membaca ^__^


Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews10 followers
April 2, 2014
Setelah membaca Grey Sunflower, mulai dibikin penasaran sama novel lainnya kak Ruth..

Dan akhirnya nemu juga nih novel setelah sekian lama nyari gk ada terus..

Clara yang menyukai teman kampusnya, sahabatnya sendiri yang bernama Neo ini tidak berani ungkapin cintanya. Sebelumnya Clara liburan di Swiss menemui om dan tante nya disana. Tak disangka dia bertemu dengan seorang pria campuran Swiss dan Korea, hanya aja mereka gk sempet kenalan. Padahal Clara penasaran siapa nama cowok itu..

Hingga akhirnya mereka dipertemukan lagi di Korea.. Clara ninggalin Indonesia karena dia dapet beasiswa S2 di Korea. Dia pergi tanpa pamit ke Neo, yap bisa dibilang alasan dia pergi juga karena mau lupain Neo.

Ternyata, cowok yang ditemui Clara di Swiss itu bernama Donggun. Dia lebih tua 7 tahun dari Clara. Donggun ini seorang artis yang kebetulan lagi naik daun di Korea. Sampai akhirnya mereka pacaran.. Tapi setelah beberapa tahun, Clara dipertemukan lagi oleh Neo. Neo adalah photographer di Korea, yang kebetulan waktu itu mau foro si Donggun..

Jadi gimana? Apa Clara balikan lagi sama Neo? Gk kok.. Clara udah cinta mati sama Donggun. Hanya aja Donggun yang terlalu takut Clara ninggalin dia, jadi dia mutusin Clara. Selama Clara putus, Neo lah yang bantuin segala kebutuhan Clara.. Sampai akhirnyaaaa Clara divonis punya penyakit jantung dan meninggal.. Gimana dengan Donggun? Dia juga meninggal. Mau tau gimana cara meninggalnya? Karena nungguin makam Clara semaleman di tengah guyuran salju yang dingin. Iya Donggun mati karena beku gitu..

Emang udah khas nya kak Ruth kali yee bikin tokohnya meninggal -__- Bener-bener miris banget emang. Ditambah Donggun mati dengan cara kya gitu. Oke gue dibikin nangis sesenggukan bacanya.

Mungkin emang bisa dibilang agak lebay, tapi gue tetep aja suka sama ide ceritanya ini. Dan sampe gue nulis nih review pun, gue masih ngenes aja sama si Clara dan Donggun itu. Pasti para pembaca juga sebel kenapa lagi dan lagii tokoh utamanya dibikin modaaarrr?? -___-

Tapi mungkin dengan cerita kya gitulah bisa nguras emosi pembaca.. Oke deh segitu dulu ya. Babay muggles ^^
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
October 4, 2012
Aku termasuk orang yang tidak terlalu menyukai novel bertema korea, tapi novel ini pengecualian. Walau aku belum pernah membaca novel pertama penulis "Grey Sunflower", tapi novel ini sudah menarik hatiku ^^

Pertama kali melihat covernya, manis banget ^^ akhirnya memutuskan untuk mengikuti PO bertandatangan....walau cukup lama baru bisa kesentuh, namun hanya dalam beberapa jam saja bisa menamatkan kisah ini.

Novel ini menceritakan tentang Clara-Neo-Kim Donggun, cinta segitiga kah? Bukan, ini cerita tentang Clara, si gadis batu karang yang sangat mencintai Laut, Neo. Neo adalah teman kecil, sahabat sekaligus cinta pertama Clara. Membaca blog Clara soal Neo yang digambarkan sebagai laut, sungguh menyiksaaaaa....bisa ikut merasakan betapa susahnya mencintai dalam diam, melihat orang yang kita cintai bersama orang lain, ikut tersenyum bersamanya dan bersikap biasa saja. Hingga perasaan itu pun sulit terbendung, kerinduan yang begitu menyiksa

Dalam kesempatan liburan ke Swiss, Clara bertemu dengan Pelangi, Kim Donggun. Cowok blasteran Swiss-Korea, cowok yang sanggup mengalihkan pikirannya dari Neo. Namun, Clara tak sempat menanyakan namanya karena pertemuan mereka begitu singkat. Tapi takdir berkata lain, 3 tahun kemudian mereka bertemu kembali dan disinilah kisah cinta mereka teruji. Kehadiran Neo kembali dalam hidup Clara sedangkan hati Clara sudah menjadi milik Kim Donggun.

I love this novel, walau blognya sedikit membosankan, namun aku tidak sanggup melepas novel ini. Penasaran hingga akhir seperti apa kisah cinta Clara ini, Neo atau Kim Donggun yang akhir dipilihnya? Aku jatuh cinta dengan karakter Neo, walau awalnya aku benci banget ada cowok yang segitu gak pekanya dengan perasaan sahabatnya sendiri (pengen ditabok ^^), tapi pas aku membaca diary Clara tentang Neo dan ada jawaban Neo disana, aku sangat tersentuh. Agak tidak rela, kenapa nasib mempermainkan perasaan mereka? Sama-sama mencintai dalam diam, seperti batu karang dan laut =(

Walau endingnya membuat tidak rela, tapi aku tetap suka dengan novel ini =)
Profile Image for Rose 📚🌹.
536 reviews133 followers
November 10, 2012
Awalnya dikisahkan Clara pergi berlibur ke Swiss tempat om dan tantenya berada. Disana secara tak sengaja ia bertemu dengan seorang laki-laki yang tak pernah ia tahu namanya. Tidak setelah tiga tahun lamanya. Di sisi lain, Clara mencintai pria lain. Pria yang sedari kecil sudah bersama dengannya tapi begitu sulit untuk diraih. Neo, si pria beruntung itu. Selama bertahun-tahun yang ada dipikiran Clara hanyalah tentang Neo. Neo tahu Clara menyukainya karena Clara pun tak repot-repot menyembunyikan perasaannya. Tapi Neo tak pernah menunjukkan jika ia memiliki perasaan yang sama. . .

Ketika Clara akhirnya menyerah dan memutuskan untuk mengubur masa lalunya dalam-dalam dengan pergi ke Korea untuk menjalani program beasiswa S2, ia malah bertemu dengan pria yang masih tak ia ketahui namanya hingga saat itu. Namun kini mereka kembali dipertemukan dan akhirnya Clara tahu bahwa laki-laki itu bernama Donggun, dan ia seorang artis terkenal.

Di permulaan cerita agak membosankan, tapi menuju pertengahan hingga akhir cerita feelnya membaik dan menjadi seru. Endingnya malah sadis banget sampai pada akhirnya aku speechless dan hanya bisa menangis (sedikit).

Sepertinya penulis memang menyukai negeri ginseng tersebut, terlihat dari pemilihan negara, bahasa, hingga nama pemerannya yang sebetulnya nama artis (hanya beda marga). Seperti Joongki, di buku Park Joongki, artis Korea-nya bernama Song Joongki, atau Kim Donggun, saya curiga ini terinspirasi dari Jang Dong Gun. hehehe. Anyway, walaupun di awal cerita tidak begitu menarik tapi saya cukup terhibur dibagian pertengahan hingga akhir. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi :)

Mereka selalu ada disisiku. Namun hanya Donggun yang menangis bersamaku...
Profile Image for Patricia.
48 reviews
January 13, 2014
This is my first GoodReads review or any book review.. ever. So, if this review isn't the best quality, I truly apologize.

First of all, I'm happy that I finally finished the book. I've been putting it for quite a while. As an overall view, I like the book. It's a typical love story with mostly Korea as the backdrop. As a K-POP lover myself, it can be said that it was a kind of a bonus point for me.

As for the actual storyline, I really like how it was written. In the beginning, it was written in the style of a blog with many metaphors in it. At first I don't really understand what it meant but as I'm reading it, I started to get it. I rarely see this style of writing (or at least from the books that I have read), so it was refreshing to see this. Another thing from this book is that it is written from many sides. Normally (not all), books that talks about relationships only shows from the girl's side. But this book shows from the main characters and their friends. Although the main character's friends point of view only nearing the end of the book, it's still nice to see what they're feeling.

As what I can get from the book, I think it's about chasing your true love before it's too late. If you just play the waiting game, there's a big chance that the person you like will move on and by the time you want to tell your true feelings, it's already too late. Also, it can be said that love at first sight exists.

To conclude, I enjoyed this book. It is not boring and the plot is interesting. I'll see what other books that Ruth (the author) wrote.
Profile Image for Delisa sahim.
274 reviews13 followers
December 4, 2012
Sebelum punya udah baca dulu sih, buku pinjeman dari mas ijul.
dan buku ini dapat juga gratis bukannya beli.
jadi, maaf ya.
reviewnya sesuai selera aku.

menceritakan seorang wanita yang ababil atau plin plan.
*duh, kayak gue gak aja*
kenapa gue bilang plin plan atau ababil.

jadi, Clara ini menyukai Neo.
tapi Neo gak menanggapi Clara, kayak cinta bertepuk sebelah tangan gitu.
Clara pergi ke swiss untuk liburan sekaligus untuk melupakan Neo.
saat clara sedang berjalan-jalan dengan paman dan bibinya.
Clara bertemu dengan seorang pria swiss-korea.
Clara jatuh cinta kepada pria tersebut.
tetapi saat Clara balik ke indonesia clara masih menyukai Neo.
nah, benerkan kata aku plin -plan.
hahaha.


Lalu saat clara mengambil S2 di Korea, dia bertemu kembali dengan pria Swiss - korea itu.
Namanya Kim Donggun, ternyata pria itu seorang aktor yang sedang naik daun.
kembali, cinta itu bersemi.


Ketika cinta mereka berdua sedang hangat-hangatnya datanglah Neo.
dan Bom, cinta mereka di uji.

nah, cerita selanjutnya baca sendiri,ya. :)
Profile Image for Lili.
67 reviews
June 12, 2013
Langsung aja comment..

Man, this book is really pain in the...brain.
Soalnya, sangat b-e-r-t-e-l-e - t-e-l-e. Ini nih novel yang gaya penulisannya yang aku kurang suka. Sebenarnya bagus, kesannya puitis, cuman ga sreg aja gitu. Pusing kepalaku membacanya. And i was a little bit confused with the story line. Cuz she wrote, what? Something like a diary about ocean and rainbow? And something with rock or coral reef? I don't really care. And *drum roll please* kkoorrreeaaa.. horay...

Sorry korea, u can sue me, but i'm sick with u all around me.
I was really tired when i finished this book. After i turned the last page and put it down, wanna know what my reaction?

Sighing in relief, gal...

Sori, karna aku kritik novelnya terlalu gamblang, but it's the truth!
I just commented it as the fact that shoved right into my face.
I'm done over here..!
Profile Image for Hayati.
245 reviews
May 14, 2013
saat membaca novel ini di awal entah kenapa saya sudah mendapatkan feelnya dan yakin bakal suka sama jalan ceritanya. benar saja sampai akhir saya tetap menyukai jalan ceritanya tapi tidak untuk endingnya. sedikit kecewa karna saya pikir clara dan donggun akan kembali bersama dan hidup bahagia seperti semula tapi yah...
dan untuk sosok neo, yah maaf saya sudah memasukkannya ke dalam blacklist karna di sini sifatnya benar-benar menyebalkan, maaf karna saya memang pembela donggun (?) yaaa!! saya sangat sangat menyukai sosok donggun di sini yang sifatnya random sekali dan astaga waktu dia menembak clara itu yah memang tidak romantis tapi hal sederhana seperti itu sangat berarti tentu saja. saya tunggu karya selanjutnya :)
Profile Image for Retha Aryudhanti.
253 reviews17 followers
September 4, 2012
gue belum sempet baca buku pertama Ruth Priscilia yg Grey Sunflower, tp gue langsung gemes wkt buku keduanya ini keluar (◦ˆ⌣ˆ◦)•.♥.•

Neo-Clara-Donggun
hmmm, gue bc novel ini kadang ketawa-nangis-ketawa lg. Ending-nya ga bs ketebak, tiap di tengah jln gue slalu mikir 'ini pasti gini deh' or 'kayaknya bakalan begini nih' , tp mentah semua pemikiran gue!
satu kata buat novel ini AJIB! *my opinion loh* ;)

"Air mata tidak menyelesaikan masalah. Tapi musik menyembuhkan luka hati untuk beberapa saat."

"Kata-kata tidak pernah mampu terucap. Tapi musik bisa mengatakan segalanya."

"Laut tidak akan pernah bisa dipeluk. Tapi musik bisa mewakili segalanya."

•Rainbow and Ocean | Page 36•
Profile Image for Titish A.K..
Author 1 book133 followers
February 3, 2015
Ada beberapa novel yang memang mengharuskan tokohnya untuk mati karena memang kematian itu masih berkaitan erat dengan jalannya cerita. Yang jelas bukan novel ini. Kesannya kematian ini jadi jalan keluar karena Clara bingung antara memilih Donggun atau Neo... Ya udah Clara-nya mati aja deh -,- Kematian ortu Clara juga menurut saya tidak terlalu signifikan.

Saya juga kurang suka dengan sinopsis di sampul belakang yang berupa fragmen, jadinya bikin bingung ini sebenarnya ceritanya apa. Kurang mengundang calon pembaca.

Di luar itu, jalan cerita dan gaya berceritanya udah bagus kok (kecuali bagian surat di awal yg membingungkan).
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Miccy Rizaldi.
3 reviews
December 2, 2012

Gw emang gak terlalu suka buku dengan tema korea (even gw suka banget sma drama korea).

Buku ini,,diawal ngeboseni..banget!apalagi waktu di bagian blok itu (gw sampe skip dan gak niat baca lagi)

Buku ini mulai menarik saat kemunculan kim doggun.
Kisah merekamengingatkan gw sama drama2 kore :D..

alurnya mudah ditebak.apalagi saat pertemuan kembali clara dan neo.

Rasanya buku ini terlalu terburu2

Gw gak suka sana endingnya. Rasanya kehidupan clara teralalu menyedihkaan. Dan gw gak ngerti kenapa si doggun itu mati (dan akhirnya gw ngerti sih)

TADinya gw mau kasih 2 bintang, tapi karena buku harian clara yg dibalezin neo berhasil bikin gw nangis,gw naekin deh :D
Profile Image for Yessyka Widy.
221 reviews19 followers
October 15, 2013
Awalnya saya merasa bosan dengan cerita di halaman2 depan, tapi saat Clara mulai menjalin hubungan dengan Donggun, oh well, saya tertarik, bagaimanapun juga saya suka Korean story dan ini seperti fanfic :D
Tapi nangis juga waktu Clara mati, dan di akhir hidupnya pun Donggun tak menemaninya, Neo. Ternyata laki-laki itu sangat mencintai gadis itu juga, sejak lama. Mungkin memang Neo terlambat menyadarinya.. Tapi bagaimanapun dia tak bisa disalahkan juga.
Paling shock lagi setelah Donggun mati setelah menyanyikan lagu untuk Clara di makamnya.
oh Tuhan, mereka bertemu di surgam the place they called heaven...
Profile Image for Meggy.
48 reviews11 followers
August 11, 2012
COVERNYA buat jatuh cintaaaaa!!
Apalagi dalam isi, seluruh cover terdeskripsikan dalam blog nya clara, ada laut pelangi dan kamera polaroid.
Awal awal membaca buku ini agak bosan, apalagi di bagian blog yang agak membingungkan.
Suasana korea sangat terasa di novel ini (人゚∀゚*) terutama bagian karakter nya suka menjerit "yaaa!" ala yg ada di drama korea gitu =]
donggun yang manis, Neo yang bodoh dan Clara yang mengalami nasib yang tragis. (ToT)/~

Ps: aku mungkin tidak pernah benar benar berhenti menyayangi Neo. Tapi percayalah, kamu orang terakhir yang kucintai dalam kehidupan yang ini.
Profile Image for Kurnia.
175 reviews10 followers
May 4, 2013
this novel.. dunno why, aku suka dengan judulnya. ketertarikan membeli juga kerena judulnya. aku suka pelangi, hujan dan laut. dan di novel ini lengkap sudah apa yang kusuka. hehe~
cerita yang dikemas, pada awalnya aku tertarik, terhadap clara yang sangat menyukai neo, dan pertemuannya kembali dengan Donggun cukup menarik, tapi akhir ceritanya terlalu cepat. tapi keseluruhan aku suka, terutama kata-kata clara dalam blognya. batu karang yang selalu merindukan lautnya dan keinginannya berjumpa dengan pelangi. nice :)
25 reviews3 followers
March 30, 2016
The author has improved, that's for sure. She wrote more interesting plot with more complete research (especially about Korea and Korean), and ended the books with (almost) unpredictable ending.

This book is much better than her previous one. I enjoyed this book more. This book showed that the author has developed more mature in her way of thinking and writing.

I believe I do expect to read her next book(s).
Profile Image for Pricillia A.W..
Author 10 books84 followers
January 2, 2013
Pada awalnya, cerita ini mengalir dengan bagus, menyentuh, dan mengharukan. Tapi semakin ke belakang semakin bertele-tele. Cerita juga seakan dibuat-buat dan ditambahkan, seakan tidak ada bahan cerita. Semisal di bagian akhir saat Clara kena penyakit.
padahal dari awal harusnya penulis bisa mengeksplor bagian cerita ini dengan baik.
Profile Image for Gara Pradnya.
9 reviews1 follower
April 20, 2013
Quote-quote-nya lumayan. Penulisan juga OK. Beberapa metaforanya masuk dan berjejak dalam kalbu. Tapi kesan ceritanya nya terlalu Korea, alurnya terlalu sinetron yang mengobral air mata, pace yang terlalu terburu-buru terutama di akhir cerita, dan adanya bagian-bagian gonta-ganti PoV yang agak mengganggu.
Profile Image for Nur Anisah.
38 reviews53 followers
July 23, 2016
jahat yak aku kasih sebiji bintang? Hiks maap (kek bisa bikin cerita aja kamu, Nuy).
Ga suka sama penulisannya yang ga straight to the point dah, bertele-tele. Lagipula ceritanya terlalu novel banget (hahaha, maksudnya menghayal abis) *anggap saja yg ngomong ini iri pingin ketemu Kim Donggun beneran*. LAGIPULA KENAPA SAD ENDING SIK? GA SUKA! Hahahaha *dikeplak*
Profile Image for hazel audy.
285 reviews19 followers
August 17, 2012
Aku suka covernya, karakternya (khusunya nama2nya. Uniik!), alurnya. Dan harus nangis gara2 ada yang.......#spoiler. Over all, aku suka banget. Tapi ada yang bagian surat 'laut' sama 'batu karang'nya yang harus butuh wktu lama buatku untuk dicerna ;))
Profile Image for Fadilla Dwianti Putri.
83 reviews63 followers
August 24, 2012
Saya bukan penggemar kisah-kisah yang berlatar Korea. Tapi buku ini cukup ringan dan enak untuk dibaca. Hanya saja, menurut saja di akhir alurnya terlalu cepat, dan terlihat sedikit tidak konsisten dari alur yang cukup dinamis di depan, dan tiba-tiba berubah cepat dari tengah ke akhir.
Profile Image for Winda Amelia.
8 reviews
April 6, 2013
sebenarnya buku ini alurnya sinetron sekali dan mirip sama sunshine becomes you-nya ilana tan...tapi ga bisa bohong juga kalau saya ikut nangis ketika baca balasan-nya Neo di diary-nya Clara...how sweet :)
1 review
April 20, 2013
Novelnya bagus banget. Tapi aku agak nggak suka sama Neo.
Udah kayak ngephpin si Clara banget, yg pling bkin mewek dari semua itu pas si Donggun meninggal :'3
Tetap ditunggu yah kak novel selanjutnya.
Profile Image for tiTa.
513 reviews20 followers
April 30, 2013
wow... saya bingung mau review yang satu ini.
Pertama baca, saya suka banget. Kedua kali baca, saya nggak suka. Entah kenapa. Yang ketiga baca, saya suka ending nya!! Hahaaa.. bingung kan? Nah, coba aja baca sendiri
Displaying 1 - 30 of 52 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.