Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dilema: Tiga Cerita untuk Satu Rasa

Rate this book
Estrella
Ini bukan kisah cinta segitiga seperti yang kau pikirkan.

Kira
Cinta hanya punya ruang untuk dua orang, bukan tiga.

Adri
Tuhan tak pernah membiarkan kita kesepian.

*

Suatu ketika, aku ingin menceritakan kisah panjang tentang kami. Tentang tiga manusia yang jatuh cinta, cemburu, patah hati, tertawa, sakit, dan kehilangan. Tentang tiga manusia yang mengharapkan hal paling utopis: selalu bersama tanpa ada yang terluka.

Ini kisah tentang kami bertiga, yang saling bersitatap sekaligus memunggungi.

Dan ini bukan kisah cinta segitiga seperti yang dia pikirkan..., tetapi bisa saja seperti yang kau duga.

348 pages, Paperback

First published August 1, 2012

28 people are currently reading
792 people want to read

About the author

Alvi Syahrin

11 books727 followers
Aku menulis sesuatu yang membuatmu merasa seperti, "Terima kasih telah menuliskan ini!" Sama-sama. :)

Temukan aku di:
Instagram: https://instagram.com/alvisyhrn
Twitter: https://twitter.com/alvisyhrn
Wattpad: https://wattpad.com/alvisyhrn
Telegram: https://t.me/alvisyhrn

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
144 (27%)
4 stars
109 (21%)
3 stars
166 (32%)
2 stars
70 (13%)
1 star
29 (5%)
Displaying 1 - 30 of 80 reviews
Profile Image for Christian.
Author 32 books841 followers
August 15, 2012
Saat pertama kali melihat buku ini, tangan saya langsung gatal ingin segera membaca. Cover yang cantik dan sinopsis yang flirty adalah alasan utamanya.

Oh yeah, sejak awal saya sudah tahu ini adalah novel remaja. Dan dari sinopsisnya pun saya sedikit-banyak bisa meraba-raba plot ceritanya: tentang hubungan cinta segitiga di antara tiga tokoh utama. Singkatnya, saya tidak menaruh terlalu banyak harapan saat membacanya. I mean, ini novel remaja gitu... jangan rumit-rumit amat mikirnya.

Tetapi, saat saya membaca novel ini, saya kecewa. Sangat kecewa. Satu, bayangkan novel remaja apa saja yang sudah keluar sejak happening di awal tahun 2000 dulu. Dua, bayangkan berapa banyak novel remaja dengan tema serupa. Di kepala saya, semua judul dengan plot serupa bermunculan di kepala saya. Harapan saya tentunya, novel ini bisa memberi saya sesuatu yang segar. Ternyata tidak. Ketiga tokoh digambarkan sangat standar. Setting pun nggak jauh beda dengan sekolah-sekolah di novel lain. Scene yang diambil lebih mengecewakan lagi. Tak ada yang baru.

Sub plot apalagi. Isu perkawinan yang retak gagal membuat saya simpatik. Terlalu terburu-buru diumbarnya. Daripada bermain-main dengan adegan nggak penting di sekolah, kenapa nggak menggali lebih dalam hubungan ayah dan ibu Estrella. Jangan langsung dibuat mau bercerai aja.

Dialognya juga butuh perhatian lebih. Entah ini perasaan saya saja (semoga begitu), tapi penulis seperti ada agenda untuk memasukkan quote bagus di dalam dialognya. Saya suka dialog yang quotable, tapi harusnya penulis bisa mencoba dengan lebih smooth. Contoh paling fatal: halaman 40-41.

Saat beranjak ke halaman 100-an, saya mulai merasa novel ini sengaja diulur-ulur. Tidak banyak scene yang memajukan perkembangan plot. Bahkan saat membaca scene Dufan, saya bertanya-tanya, buat apa sih adegan ini? Mau menunjukkan apa? Kalau dibuang pun sebenarnya nggak memberi perubahan berarti bagi perkembangan cerita. Toh di bab-bab sebelumnya, sedekat apa hubungan pertemanan mereka sudah terlihat kok.

Dari halaman 143 sampai habis, saya mulai jahat. Mulai skimming. Dan seperti dugaan saya, tidak terlalu banyak perubahan berarti seperti yang tadi saya temukan di halaman-halaman awal. Dan saat mengakhirinya, saya hanya bisa menghela napas panjang. Tak ada punch scene yang membuat saya mengingat cerita ini. Tak ada last note yang wangi di akhir cerita. Semua serba tersendat.

Saya mengerti. Alvi adalah penulis yang debut dengan karyanya ini. Karenanya, saya merasa semua yang saya temukan ini adalah semacam masukan bagi perkembangan tulisannya di kemudian hari. Penulis harusnya bisa memahami, hanya karena pembacanya remaja, bukan berarti dia bisa menyajikan ceritanya begitu saja. Dan novel remaja sekarang sudah teramat beragam, dengan banyak rasa dan gaya bercerita. Kenapa Alvi tidak mencoba belajar mengeksplorasi ini dengan lebih banyak membaca--novel luar maupun lokal? Untuk penulis luar, saya sangat merekomendasikan Susane Colasanti atau Alyson Noel (tapi yang kontemporer lho ya, bukan fantasi). Tipe-tipe tulisan mereka berdua mirip dengan yang diusung Alvi.

Profile Image for thuthur22r.
243 reviews
September 17, 2012
(3.5/5)

"Karena satu detik bersama sahabat dekat adalah momen terindah yang akan sangat dirindukan saat kita tua kelak."

Kira dan Estrella, mereka berdua adalah teman sebangku. Dimulai saat dua bulan lalu di kelas dua, di mana Kira mencari bangku kosong. Ia pun bertemu dengan perempuan berambut panjang cokelat kemerahan itu, yang sedang membaca buku di bangkunya. Dia Estrella. Dan pertemanan mereka berdua di mulai dari situ.
Saat Jeremmy, sang ketua kelas, mengumumkan bahwa ada tugas akhir sekolah yang dilakukan berkelompok--satu kelompok terdiri tiga orang, ditentukan sendiri--Kira dan Estrella tentu saja satu kelompok. Yang mereka butuhkan satu orang lagi. Hingga tersisalah nama Adri, satu-satunya murid yang belum mendapatkan kelompok, cowok yang misterius. Seolah menyimpan luka besar di dalam hatinya.
Dan, tugas kelompok itu adalah awal kisah mereka bertiga.

Cerita dengan tema ini udah banyak. Persabatan, cinta, juga diiringi keluarga. Yang membuat Dilema ini lebih unggul, adalah penggunaan gaya bahasanya. Diksinya--manis. Begitupun ceritanya.
Awalnya, aku suka sama Kira, tapi semakin ke belakang, aku semakin dibuat kecewa. Kenapa suka Kira, bukannya Estrella? Well, aku nggak suka tokoh yang pendiam, yang aku tahu ujung-ujungnya pasti sering nangis. Dan aku kurang suka. Itulah kenapa aku suka Kira, tapi kenapa semakin ke belakang sifatnya begitu egois? Aku juga nggak suka Adri, udah banyak tokoh cowok seperti ini.
Untuk ceritanya, cukup ringkasan atas saja yang kuulas. Aku nggak mau mengulas bagian keluarganya, cuma dikit. Kukira semakin ke belakang hubungan Estrella dan Papa-nya diulas lebih banyak. Tapi nggak ada. Cukup mengerti bahwa penulis ingin fokus di bagian persahabatan itu, tapi aku kecewa. Kecewa karena bagian itu bisa membuat pembaca sedikit tersentuh--oke, memang ada scene seperti ini, tapi di tokoh lain.
Untuk bagian janggalnya, kalau nggak salah guru fisika-nya ada dua, ya? Lupa nama-namanya. Lalu ada lagi, di bagian Danny menanti Estrella di luar toko buku, lalu mengantarnya pulang. Tapi, di bab berikutnya saat Danny mengajak Estrella pulang sekokah, Danny malah bertanya di mana rumah Estrella. :(
Aku nggak suka epilog-nya, entah kenapa terkesan terburu-buru. Rasanya, bagian ini ingin cepat-cepat aku selesaikan. Aku lebih suka bagian akhir Danny dan Estrella, sedikit manis. Oh, ngomong-ngomong, aku suka Danny.
Yang aku sangat suka dari Dilema adalah chemistry tokohnya, persahabatannya. Walau seperti yang kukatakan tadi, tema ceritanya banyak, lihatlah perbedaan persahabatannya. Di buku ini lebih kuat. Aku juga memberi tambahan rating karena bagian persahabatannya ini.
Klimaksnya dapet, tapi penyelesainnya agak terlalu mudah (di bagian Kira).
Adegan favoritku waktu kira minta nomor telepon Adri dan waktu Danny menyimpan foto itu. Alurnya cepat, walaupun bukunya tebal, bisa langsung selesai dalam semalam kok--kalau moodnya bagus. :D

Beberapa kutipan yang aku suka:

"Dan, persahabatan itu simple. Tidak butuh 'i love you' untuk memulainya."

"Lo nggak butuh waktu dan tempat yang romantis untuk ngungkapin perasaan cinta."

"Nggak perlu belajar mencintai seseorang, sia-sia, karena cinta itu perasaan yang tulus dan tiba-tiba."

"Terkadang, kita cuma bisa menerima. Bukan, bukan karena kita pasrah, tapi karena itu memang yang terbaik buat kita."

3,5 bintang untuk diksi dan quote-quote-nya yang manis.
Profile Image for Nur Fauziah.
109 reviews
August 23, 2012
Cukup lama novel dilema ini ada di tanganku. aku harap ini akan jadi novel yg kubaca berkali2 selama liburan krn aku menyukainya. Tapi sayangnya aku cuma baca skali, dan itu pun dlm wkt berhari2. butuh wkt & usaha yg panjang agar aku tdk menghentikan bacaan ini sblm mencapai ending. setiap kali aku baca, aku selalu bertanya, mau kemana lagi ini cerita (bukan karena aku penasaran, tp karena hampir tdk ada perkembangan dari 1 bab ke bab lainnya). jadi kalo ada yg bilang cerita ini agak mirip sinetron, aku harus setuju. karena sepertinya Alvi cuma mau memanjang2kan cerita supaya bukunya jd tebal. akhirnya aku menyiasati cara membaca dgn membaca buku ini sedikit demi sedikit setiap ada waktu (karena aku ga tega klo harus berhenti & tdk menghabiskan buku ini).

soal karakter, plot & setting aku ga mau berkomentar krn aku sendiri bkn penulis. jadi ga terlau ngerti. Tapi yg jd sorotanku adalah ide cerita yg digembar-gemborkan ga biasa & ga spt novel2 lainnya. Maaf, lagi2 aku hrs bilang "ini terlalu biasa". Aku tdk menemukan sesuatu yg istimewa sama skali dari cerita Estrella, Kira & Adri. mereka bertiga diceritakan dgn........ ya udah, gitu aja. byk sekali buku yg mengangkat ide cerita serupa dgn Dilema. jd kalo Alvi mau mengangkat tema tsb lagi, hrsnya ada sesuatu yg baru yg menarik yg bisa dikatakan berbeda dgn novel2 sblmnya. tp lagi2, saat menutup buku, aku cuma bisa bilang ini jauh dibawah ekspektasiku. sori Alvi :(

Aku mulai tau Alvi sejak kembali aktif merating di goodreads. Alvi temasuk yg rajin meriview dan ga segan2 memberi kritik pedas dr buku yg dibacanya. satu, dua karya tak jarang jadi sorotan Alvi. jadi waktu aku tau Alvi akan menerbitkan novel, aku langsung tergoda utk segera membacanya. karena kupikir, Alvi pst tau apa2 aja yg jd kelemahan dr novel2 yg dibacanya selama ini & tentu tdk akan melakukan hal yg sama di novelnya. tapi sayangnya Alvi tdk melakukan itu. kesalahan2 yg selama ini Alvi kritik pd novel org malah byk aku temukan dinovelnya. ini yg pada akhirnya membuat Dilema spt menjadi boomerang bg Alvi sendiri. aku menantikan sesuatu yg explode, tp ketika Alvi memberikan amunisinya, ledakannya hny serupa petasan kecil.

tak tega hny memberi 1 bintang krn aku tau ini novel debut. kekurangan & kesalahan maklum skali dilakukan. kecuali novel kedua nanti, jgn sampe cuma kurating 1 bintang ya Vi. krn kita belajar dr kesalahan kan? kutuggu novel barumu.
Profile Image for Amerul Rizki.
5 reviews
August 22, 2012
Kritik dan pujian tentang sebuah karya, itu hal yang biasa banget. Begitu juga dengan Dilema. :)
Bagi saya, novel debut Alvi ini cukup untuk dikatakan baik. Maklum, saya bukan penggila teenlit, atau setidaknya, banyak membaca novel bertema remaja. Maka saat novel ini saya terima, dan saya baca, saya gak membuat perbandingan dengan novel sejenis manapun. Bagi pecinta teenlit, dan penulis2 teenlit, mungkin akan kecewa dengan novel ini yg menghadirkan sesuatu yg terkesan klise. sangat klise. tapi bagi yg jarang baca teenlit kayak saya, untuk ukuran novel remaja, memang novel ini cukup kok untuk dikatakan baik. :)
salah satu yang membuat saya 'berbaik hati' memberi rating 3, adalah karena diksi Alvi yang saya suka, juga karena banyak quote yang bertebaran di sana, meski beberapa -yeah- terkesan dipaksa masuk, tapi it's okay, saya ambil quotenya aja. :)
secara keseluruhan, saya gak kecewa kok sudah beli novel ini. setidaknya novel ini jauh lebih bagus dibandingkan novel yang dulu saya beli dan saya pisuh2i. semoga untuk novel yang ke dua nanti, Alvi bisa menghadirkan sesuatu yg lebih fresh. hal klise boleh2 saja diangkat, tinggal bagaimana seorang penulis mengemasnya menjadi sesuatu yang berbeda. :)
Profile Image for Desti Astiani.
123 reviews13 followers
January 12, 2021
Aku suka cerita ini, membuat aku menebak-nebak apakah Estrella juga menyukai Danny atau lebih memilih Adri? Apakah Adri juga menyukai Kira atau lebih menginginkan Estrella? Apakah ini cerita tentang cinta segitiga?

Buku yang terdiri dari 23 bab ini masing-masing babnya ada #NowPlaying dan penggalan lirik lagunya, jadi bisa baca sambil dengerin musik tersebut.

Pesan yang aku dapatkan dari cerita ini adalah untuk saling menjaga persahabatan yang sudah terjalin. Belajar memaafkan & meluruskan kesalahpahaman. Menghargai kejujuran & ketulusan seseorang. Karena cinta yang tulus bukan soal memiliki, tetapi melindungi.

Kutipan favorit:

"Satu detik bersama sahabat adalah moment terindah yang akan sangat dirindukan saat kita tua kelak." (Hlm. 135)

"Setiap orang yang datang ke kehidupan kita adalah orang-orang yang tak akan bisa digantikan pada suatu masa." (Hlm. 259)
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews852 followers
September 15, 2012
Suatu kebetulan membawa saya berkenalan dengan Alvi di Twitter. Hum, kalau enggak salah waktu itu ada satu teman saya yang memberi ucapan selamat kepada Alvi dan dengan sifat "kepo" saya yang tak tertahankan, saya berkenalan dengan Alvi. Waktu tahu kalau ia sudah berhasil menerbitkan bukunya, saya pun memutuskan buat beli.

Yang pertama, soal cover. Saya bukan anak desain, Kakak, jadi maaf kalau komen saya agak sotoy. Cover-nya bagus, sih, menurut saya. Sederhana dan enggak begitu rame, meski saya agak enggak ngerti sebenarnya apa maksud bunga matahari dan rumah burung (pagupon dalam bahasa Jawa-nya) di depan covernya ._. Terus, warnanya juga enggak begitu mencolok, kurang eye-catching, dan kayaknya bakalan kalah kalau disandingkan sama buku lain di display toko buku ._. Yeah, yeah, jangan nilai buku dari sampulnya, jadi saya beralih ke blurb-nya. (Cover: 3.5/5)

Ini masalah selera, sih, cuman saya agak enggak begitu menyenangi blurb buku yang bahasanya agak kriptis. Tujuan saya membaca buku itu buat mengerti isinya dan blurb yang entah isinya puisi atau sajak atau apalah itu kurang menggugah selera saya. (Blurb: 2.5/5)

Pembuka adalah bagian penting dari satu novel. Saya agak kecewa karena novel ini diawali dengan sebuah prolog yang kurang begitu menarik. Apalagi prolog-nya ternyata cuplikan dari salah satu adegan yang akan terjadi di dalam novel Dilema ini. (Pembuka: 2/5)

Satu hal yang menjadi keunggulan novel ini adalah ada cuplikan lagu yang bener-bener mewakili isi dari bab novel ini. Apalagi dicuplik dari penggalan lirik milik penyanyi favorit saya, Taylor Swift. Ada juga Demi Lovato, Carly Rae Jepsen, Vanessa Carlton, dan Rihanna. Saya tahu sekali bagaimana susahnya mencari lagu yang tepat mewakili satu keadaan meskipun saya seorang anggota divisi musik di radio di kampus saya (agak enggak penting, sih), tapi cuplikan lagu itu yang berhasil membuat saya penasaran kira-kira apa yang bakalan terjadi. (Nilai plus: 4/5)

Dari soal penceritaan, yah. Hum... Ini bakalan sangat panjang. Bab pertama diawali dengan adegan kayak bersudut pandang orang kedua. Awalnya saya enggak masalah, cuman setelah menemukan pembuka bab yang serupa, kok rasanya semakin menyebalkan dan gimana-gitu-lho. Rasanya kayak diajak ngobrol sama orang asing yang sok tahu sama kita. Maaf, Alvi, tapi saya enggak suka pembuka adegan yang ini.

Selanjutnya, saya mengeluhkan betapa lambatnya alur di bab-bab pertama. Saya butuh perjuangan tersendiri buat meneruskan membaca cerita ini. Saya enggak ngerti apa yang bisa bikin cerita ini bener-bener lambat di bab-bab awal. Narasinya, mungkin? Narasinya itu terasa patah-patah dan kurang begitu mengalir. Terus--duh, saya sukar mendeskripsikannya--ada kalimat-kalimat semacam ini: Namun, ini bukanlah kisah opera sabun dengan tokoh yang berani... (halaman 15) atau Namun, ini bukanlah sinetron, dengan adegan... (halaman 21). Rasanya aneh saja, sih. Narator di sini perannya jadi apa? Ia kesannya jadi orang sok tahu dan berisik begitu.

Cerita baru mulai terasa asyik dan seru ketika mulai ke pertengahan hingga akhir. Mungkin sejak pertengkaran Adri, Estrella, dan Kira. Di situ alurnya udah mulai agak cepat, tapi tak terlalu cepat sehingga masik asyik buat diikuti. Konflik yang disuguhkan--meski sudah sering digunakan, tapi, yah, saya maklum, sih, karena susah menciptakan sesuatu yang original--juga dapat dieksekusi dengan lumayan baik. Pertengkaran Adri-Kira dan Estrella-Kira lumayan terasa. Saya bisa mendengar teriakan Kira tepat di samping saya saat membaca buku ini. Sayangnya, penyelesaian konflik Kira dengan Adri dan Estrella terlalu terburu-buru atau terlalu ujug-ujug. Yah, saya tahu linimasa sudah bergulir selama sebulan, tapi bakalan lebih bagus kalau ada satu adegan/kejadian titik-balik yang bisa membuat Kira dan Estrella berbaikan kembali. (Narasi, teknik, alur: 3/5)

Tokoh-tokohnya, hum, cukup bagus. Semua tokohnya mendapat peran dalam cerita dan enggak ada karakter buangannya. Karakterisasinya, sih, juga sudah cukup bagus, meski perubahan sifat si Adri agak terlalu cepat. Estrella juga diciptakan menjadi karakter Mary Sue :). Kalau Kira karakternya cukup kuat. Secara umum, karakternya lumayan bagus. (Karakterisasi: 3.5/5)

Yang terakhir, tentu saja ending. Saya yakin sekali buku ini bisa ditutup pada halaman 313 sewaktu Estrella berangkat ke Australia. Terkadang, penulis memang harus tahu kapan ia harus menyetop satu cerita. Nah, begitu tahu ceritanya ini dilanjutin, bahu saya langsung melorot. Yah, saya pasti bisa memaklumi kalau banyak orang menghendaki akhir yang bahagia. Cuman, dalam kasus ini, begitu cerita yang saya pikir akan berakhir halaman 313 ini dilanjutkan dan berakhir dengan ending yang bahagia, rasanya jadi kurang greget. (Ending: 2.5/5)

Secara keseluruhan, novel ini bagus, sih. Apalagi ini debut novel Alvi. Setelah melihat potensi yang sebenarnya Alvi miliki, saya yakin kalau ia bisa menghasilkan karya yang lebih bagus di novelnya selanjutnya. Selamat, Alvi! Tunggu giliran saya *plak*

Profile Image for Deta NF.
234 reviews6 followers
March 30, 2014
Novel debut plus novel pertama Alvi yang saya baca *telat banget*

Cerita sedikit, sebenarnya novel ini nyaris dibawa pulang ketika saya mengunjungi Gramedia pada Maret tahun 2013 yang lalu. Terus terang, saya kepincut kavernya yang OMG memikat sekali. Manis. Saya juga suka dengan blurb novelnya tapi entah kenapa saya malah membawa pulang buku lain XD Tapi, alhamdulillah akhirnya kesampaian juga memiliki buku ini walau pun telat XD

Tema yang penulis usung mungkin klise. Mengenai persahabatan, cinta dan konflik keluarga yang sedang marak terjadi. Ceritany sudah tertebak dari awal sih hehehe tapi, penulis pandai sekali bermain-main dengan narasi yang manis dan gaya bahasa yang sedikit puitis, menjadikan Dilema ini memiliki nilai estetika yang baik *sok paham XD*

Buku ini cukup tebal dan saya sempat tertipu, saya pikir ini bukan novel teenlit hihi tapi rupanya membahas dunia anak SMA dengan segala problematika khas remajanya termasuk mengenai sindiran-sindiran remaja di media sosial, sebenarnya orang dewasa pun ada juga yang melakukan hal semacam ini *SMH* Penjelasan mengenai segala hal di dalam novel ini sangat detil namun terkadang melampaui batas yang dibutuhkan sehingga terkesan bertele-tele dan berputar pada hal yang itu-itu saja. Hehe...

Ketika membaca, saya menempatkan diri di posisi Kira, Kira yang egois dan Kira yang terkadang menyebalkan walaupun sebenarnya novel ini ditulis menggunakan POV orang ketiga tunggal serba tahu tapi entah kenapa saya menyukai tokoh Kira sejak awal baca... Atmosfernya begitu terasa ketika menyangkut hubungan Kira dengan Adri yang entah mengapa Adri itu menyebalkan sekali menurut saya wkwk... Saya bisa merasakan begitu terlukanya Kira ketika Adri terus saja memprioritaskan orang lain melebihi dirinya. Ada alasan-alasan yang nggak bisa saya terima wkwk ini masalah personal sebenarnya :P Tapi, saya juga bingung siapa yang harus disalahkan. Sempat menempatkan diri di posisi Estrella dan lagi-lagi saya bisa merasakan dengan jelas tidak enaknya berada di posisi Estrella.

Endingnya terkesan buru-buru kalau menurut saya padahal bukunya sendiri udah cukup tebal gimana kalau ditambah ya? Wkwk.. Penyelesaian konfliknya bikin gregetan. Saya mulai menarik ucapan saya sendiri yang menyukai Kira, ternyata dia cukup plinplan haha ngambek kok setengah-setengah *dipelototin guru agama* maksud saya, coba adegan Kira ngambeknya lebih lama lagi atau lebih digali lagi pasti lebih terasa nyeseknya hehe jadi nggak langsung memaafkan padahal sebelumnya dia dalam kondisi marah berat sama Adri dan Estrella. Baik untuk sebuah debut. Memburu karya Alvin yang lain. Yuk mari yang mau lempar Swiss ke rumah saya :P

Note: Saya suka sama sisipan lirik lagu di setiap permulaan bab yang semua lagunya saya tahu jadi bisa membantu sebagai backsong tak terdengar (?) Dan yang paling saya suka, penulis banyak menuliskan lirik dari lagu penyanyi favorit saya; Demi Lovato. Weheeey meski lebih banyak lagunya Taylor sih *gak penting* satu lagi, covernya manis dan syarat akan makna, jujur saya nggak ngerti maksudnya sampai saya membaca ceritanya sendiri dan paham ^^

Profile Image for Ekka Setyaningsih.
18 reviews
May 26, 2013
Jadi ini bukan kisah segitiga yang kau pikirkan..Tentang tiga manusia yang jatuh cinta, cemburu, patah hati, tertawa, sakit dan kehilangan..Tiga manusia yang mengharapkan hal yang paling utopis: selalu bersama tanpa ada yang terluka..

Novel ini bercerita tentang persahabatan Estrella, Kira dan Adri. Persahabatan yang dimulai ketika mereka menjadi satu kelompok untuk mengerjakan tugas akhir sekolah. Juga tentang cinta. Tentang Adri dan Kira, (juga Estrella). Ceritanya sih klise. Tapi yang aku suka, novel ini realistis. Tokohnya pun sama. Lebih 'manusiawi'. Gak sempurna seperti novel kebanyakan. Aku jadi merasa jatuh cinta sekaligus benci terhadap mereka bertiga (Ardi, Kira dan Estrella).
Aku suka Estrella yang pendiam, tapi aku benci dia yang tidak bisa marah- sekedar untuk menyadarkan Kira dari keegoisannya.
Aku suka Kira yang cerewet, tapi aku benci dia yang egois.
Aku suka Adri yang (menurut bayanganku) cool, tapi benci dia yang hanya menambah kesalahpahaman Kira.

Well, novel ini bagus, tapi belum termasuk novel spesial (versi aku). Ada hal-hal yang masih menimbulkan pertanyaan ketika aku menutup buku. Ah.. dan bonus cerita antara Estrella dan Danny kurasa gak perlu ada. Toh, dari awal Estrella gak menunjukan rasa sayang pada Danny. Jadi, agak gak masuk logika aja sih.. tiba-tiba Estrella bilang sayang ke Danny.

Buku itu masalah selera kan? Dan novel ini masuk buku selera aku.

3 stars~
Profile Image for Tiara Orlanda.
201 reviews18 followers
September 10, 2012
Aku baca buku ini cuma 2 jam. Padahal belakangan ini aku suka banget nunda-nunda baca novel yang baru aku beli. Ya karena aku penasaran sama buku ini.

Soal cover gak perlu kita bicarakan lagi. Kece beratzzz ya. Kesannya teduh gitu. Sekarang soal isi.

Main theme novel ini adalah persahabatan. Which is,one of my fave theme. Sesuai sinopsisnya, memang bukan cinta segitiga yang seperti aku pikirkan. Aku kira sesimpel, Kira suka Adri. Adri suka Estrella. Estrella jadi suka Adri. Persahabatan Kira Estrella bubar. Ternyata SALAH.

Secara personal aku emang suka novel novel dengan konflik keluarga seperti yang diceritakan di konflik Adri dan Estrella. Menurutku lebih 'menyentuh' topik-topik yang seperti itu.

"Sahabat akan selalu pulang" that's one of my fave quote.

and i'm totaally love this quote : "Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita kesepian."

Karakternya kuat. Dengan mudah aku bisa masuk ke karakter Adri dan rasain bencinya untuk nutupin sakitnya dia. Rasain rapuhnya Estrella sekaligus rasain cemburunya Kira.

Klimaksnya oke. Sedih. Asli.

Berkali kali hela nafas karena kebawa cerita novel ini. And when i finished this book, i said WOW. I SWEAR ,i said that.

-HIGHLY RECOMMENDED :)
23 reviews
June 5, 2013
Jujur baca novel ini tuh aslinya gak sengaja. Waktu itu lagi pengen baca novel tentang persahabatan, dan salah satu teman recommen novel ini. Aku baca sinopsisnya, dan aku sempat mengira mungkn sama seperti kisah percintaan segitiga lainnya. Tapi ternyata, aku SALAH BESAR!

Kisah persahabatan Adri-Kira-Estrella benar-benar bukan kisah persahabatan yang biasa. Konflik yang diangkat di dalamnya juga sangat mengena, masalah keluarga.

Baca novel ini bisa bikin aku merenenung dan nangis sesenggukan. Aku bisa ngerasan gimana rasa benci Adri sama ayahnya, ngerasain gimana rapuhnya Estrella, ngerasain gimana cemburunya Kira, juga bisa senyum-senyum sendiri tiap baca scene Dani yang cintanya bener-bener tulus sama Estrella.

Menurutku novel ini ditulis dengan sangat manis oleh si penulis. Agak kaget juga pas tahu kalau yang nulis itu ternyata cowok.

"Setiap orang ingin lari dari masalah, tapi tidak ada yang benar-benar mau berpisah."
"Terkadang, kita cuma bisa menerima. Bukan, bukan karena kita pasrah, tapi karena itu memang yang terbaik buat kita."

Itu beberapa quotes yang menurutku ngena banget. Untuk cover dan sinopsis, aku rasa memang udah klop banget buat novel ini.

Thanks kak Alvi untuk novelnya yang manis, love this novel so much! :))
Profile Image for Iman Safri lukman.
9 reviews6 followers
February 8, 2013
Untuk pertama kalinya, aku malu-malu beli novel. Bagaimana tidak, novel ini aku beli ketika masih jam kerja di bengkel, dengan celana jeans robek, kaos hitam, dan tangan masih ada sisa oli. Bukan. Malunya bukan karena penampilan, justru kekurang cocokan penampilan dengan novel yang pengen dibeli. Kavernya feminim buanget :P mana yang jaga toko bukunya kumisan, rada serem lagi.

Ini novel referensi penerbit bukune, untuk ikutan lomba novel romance. Secara kualitas, novel ini lumayan. Secara selera, emm yah gitulah, sangat feminim.

Ga klise, penulis tidak memaksakan untuk meromantiskan kisah di dalamnya. Atau mungkin karena ini juga tentang persahabatan? Entahlah. Atau karena ada kisah kesedihan dan kesendirian yang dialami estrella dan ardi?

Novel ini renyah, kripik kaleeee. Ada kejutan yang dicicil penulisnya, hingga pembaca melupakan bagian-bagian yang sedikit membosankan. Tokohnya juga kuat.

Tuhan itu adil, ya. Kita nggak pernah dibiarkan sendirian, sekalipun orang yang kita sayang sudah pergi. (139, i put the bookmark there)
Profile Image for Amelia.
32 reviews32 followers
September 19, 2012
Sebelumnya, sorry ya vi, udah 2 minggu yg lalu kelar baca buku ini tp baru sempet ngasih review skrg. Hehe.

Anw, untuk novel debut bukunya bisa dibilang lumayan cakep. Tapi menurutku ceritanya agak membosankan (karena aku kurang begitu suka sama teenlit), ceritanya kurang berkembang. Beberapa ada quote2 yg penempetannya agak kurang bikin srek sih, kayak terlalu dipaksain.
Aku suka yang kalo ga salah sih gini kata2nya "sampai kapanpun, menulis pesan lewat kertas dengan teman sebangku itu selalu menyenangkan". Bener ga sih kata2nya begitu? Agak lupa, tapi setuju banget sama itu.
Btw, ada beberapa penulisan kata yang rada salah ya di bukunya. Contohnya, "bergadang" bukannya begadang yg bener ya? Dan "menjanggal perut" bukannya "mengganjal perut"?.
Ah iya, aku suka Kevin dengan bed cover MU-nya. :D

Sukses terus ya vi. Ditunggu karya berikutnya. Ditunggu jg di kampus buat nandatanganin bukuku. :P
Profile Image for Cindy Pricilla.
Author 4 books13 followers
June 3, 2014
Cukup lama saya ingin membaca buku ini karena penasaran, dan akhirnya baru tercapai sekarang, karena banyaknya timbunan buku.

Buku ini bisa saya selesaikan dalam sekali waktu karena mood baca saya juga lagi bagus.

Plotnya biasa. Persahabatan. Cinta segitiga.
Gaya menulisnya enak dibaca, mellow, puitis, quotable.
Namun ada beberapa hal yang saya kurang suka, ketidakonsistenan tokoh Kira berbicara, kadang "aku-kamu", kadang "gue-elo".
Terus masalah keluarga Kira kurang dieksplor.
Dan banyaknya kalimat "ini bukan novel, hidup ini bukan sinetron, dsb"
Lalu nama panjang Estrella siapa? Hanya tertulis Estrella yl di akun socmednya. Apa saya yang terlewat?
Sedangkan nama Kira dan Adri diberi tahu nama panjangnya. Kira Melodi. Adriel Wijaya.

Namun buku ini cukuk baik untuk debut. Dan saya penasaran sama buku Swiss penulis. Hmm, mungkin abis saya UAS bacanya.

Ok, 3 stars.
Profile Image for Nay.
Author 4 books86 followers
February 22, 2013
sebetulnya aku ngasih 2.5 stars untuk buku ini.

Gaya bahasanya puitis dan berisi quote yang lumayan.Tapi sayangnya, aku agak kesulitan menyelesaikan buku ini. Kenapa? Karena menurutku konfliknya baru mulai terasa di pertengahan cerita. Mungkin karena... karakter cowoknya kurang tergali dan konflik yang seharusnya bisa lebih beragam dengan penyelesaian yang tidak 'begitu' mudah.

Karakter Kira dalam cerita ini terlihat plinplan. Dia begitu cepatnya meninggalkan sahabatnya dan dengan tanpa alasan yg jelas ia kemudian melupakan semuanya. AKu pikir masalah antara Estrella dan Kira belum selesai.

Tapi aku tetap menantikan karya Alvi selanjutnya. Dia punya gaya penulisan khas yang potensial banget untuk menghasilkan cerita2 yang oke.


Profile Image for Desy.
13 reviews
July 10, 2013
Novel ini udah bikin aku ngelanggar janjiku sendiri!
Malem itu, aku janji buat tidur jam 9 malem, sekitar setengah jam setelah shalat tarawih. karena besoknya aku mau bangun pagi, bangun buat sahur.
Tapi... karena novel ini bikin aku penasaran 1000000% (itung sendiri ya nol-nya!), akhirnya aku baca novel ini, sampe habis! tiada ampun!
Keren banget!
Emang bener di sinopsisnya, kalo ini bukan cerita cinta segitiga yang kamu pikirkan, tapi bisa jadi seperti yang kamu duga..
Soal penampilan luar? nggak perlu ditanya, covernya emang keren banget!
Isinya? lebih keren. sampe nangis pas menginjak bagian akhir :')
Di novel ini, menunjukkan kalo yang namanya sahabat adalah "rumah". dan suatu saat, kita pasti pulang ke rumah kita, persahabatan itu sendiri.
Profile Image for Thennia Jung.
40 reviews9 followers
November 4, 2012
thanks first to kak alvi yang sudah mengirim novel ini dengan selamat ke rumah ku sbg hadiah giveaway nya.
dan kalau bisa di bilang ini novel terlama yang aku baca.
bukan karena ceritanya gak bagus, ceritanya simple tentang persahabatan dan cinta.
pas awal2 baca bab satu jujur aja aku sempet bosen sama alur cerita nya, trus pas konflik menjelang mulailah rasa kesal ku sama kira muncu.
kog bisa dih kira berpikir kayak gitu? ckckc
tapi akhirnya aku selesai juga baca novel ini dengan perasaan yang lega. soalnya aku takut bgt kisah estella - Danny bakalan ngegantung. ternyata???? baca selengkap nya di DILEMA :)
Profile Image for Lin Ulfah Minnati.
33 reviews4 followers
July 23, 2013
Pas aku maen ke Gramedia, buku ini ada di jajaran terdepan New Release dan aku langsung terpesona begitu liat kavernya. Penasaranku makin jadi setelah baca sinopsisnya. Kudu beli.

Awalnya aku kira ini kisah cinta segitiga.. tapi ternyata bukan. Ga berenti bikin aku penasaran sama cerita di halaman selanjutnya. Kak Alvi sukses bikin aku terkagum-kagum.. keren!

Sebenernya temanya cukup sederhana ya, tapi kalau udah dipegang sama ahlinya cerita yang mengalir udah lebih dari sederhana. Ga nyesel deh aku nyisihin sedikit duit bulanan buat dapetin novel yang satu ini.

Cuma tentang kesalahpahaman sebenernya, tapi bener-bener greget banget. Bikin gemes.
Profile Image for Ira Booklover.
689 reviews45 followers
December 6, 2013
Ceritanya bikin nangisssss...tapi so sweeeetttttttttt....

Lagi, saya dibikin speechless lagi sama romance.

Kali ini romancenya terjadi di SMA. Cerita tiga orang sahabat. 1 cowok, 2 cewek. Ada tanda-tanda cinta segitiga nih. Bisa jadi. Tapi "ini bukan cinta segitiga seperti yang kau pikirkan" *nyonteksinopsis*

Persahabatan dan cinta masa SMA. Sweet dan remaja banget. Sayang sekali masa SMA saya tidak semanis itu *salahtopik*

Singkat kata, ceritanya bagus banget. Bisa membuat saya larut, nangis, dan selesai baca sekali duduk. Jarang-jarang lo ada romance SMA yang tidak membuat saya memutar bola mata saking lebaynya. Bagus3x. I liked it.
Profile Image for Delisa sahim.
274 reviews13 followers
September 25, 2012
sebenernya ada isenden kecil sebelum membaca ini.
ini novel buat bahan siaran tapi karena si bos telat, akhirnya bisa membaca novel ini.
makasih mbak Mar yang membawakannya :)


awal membacanya dari belakang dulu.
*sudah terbiasa dan jangan di tanggapin*

dari belakang langsung ketebak bakalan bagaimana alur kisah cintanya.
aku kira hanya kisah percintaan dan persahabatan juga. ternyata, ada konflik walaupun tidak terlalu diberatkan.

secara kesulurahan lumayan bagi aku.
semoga penulisnya bisa membuat cerita yang sederhana tetapi menenkankan konfliknya :)
Profile Image for Desy Miladiana.
Author 10 books14 followers
December 30, 2012
Masih inget loh sama kata-katanya, "Jangan terlalu mencintai kalau nggak mau terlalu sakit hati"

Novel ini memang tidak menceritakan cinta segitiga, karena.
Kira menyukai Adri.
Adri berpacaran dengan Kira.
Estrella tidak menyukai Adri.

Novel ini bercerita tentang persahabat. Tentang seorang yang memiliki latar belakang sama 'Broken Home'.
Hal yang paling aku suka jelas endingnya, pernah nebak endingnya bakal gimana tapi kok beda sama ending yang dibuku.

Suka lah sama novel ini :))
Profile Image for Dion Sagirang.
Author 5 books56 followers
July 22, 2013
Alvi adalah salah satu teman seumuran dalam satu komunitas, yakni komunitas CENDOL yang berkembang pesat. Tapi bukan berarti penilaian atas DILEMA bersifat subjektif berdasar itu.

Di balik tema cerita yang klasik, saya menyukai penulis dalam bertutur dalam buku ini. Manis. Begitu respon saya ketika memulai membaca prolog dan bab pertama. Saya menyukai gaya penulis saat menyampaikan sesuatu dalam novel ini. Selamat...
Profile Image for Kya.
2 reviews
July 20, 2013
5 of 5 stars >,<

Why? Cerita ini aku banget, tepatnya kami banget.
Adri, Kira, Estrella & Dani, kisah mereka ga persis atau mirip cerita hidup kami, hanya saja mendekati sama :)
Kak Alvi seperti membaca kisah hidup kami, mungkin karena itu aku suka banget ma ceritanya, gaya penulisannya juga santai, bebas, dan lepas. Tanpa beban.
Konflik dituturkan secara sederhana dan rapi. Klimaks ceritanya seru tapi di akhir kurang memuaskan :)

After all, semua di novel ini aku suka.. :D
Profile Image for Hani Taqiyya.
16 reviews18 followers
February 26, 2013
Heran juga, baca novel ini selesai dalam waktu tiga jam saja. Gaya bahasanya enak, mudah dicerna, simpel. Alur ceritanya menarik dan seru.
Profile Image for Khuliqat Aqna.
70 reviews23 followers
November 14, 2013
Walau awalnya gak tertarik, tapi pas ke gramedia jumat lalu gatau knapa yg dibawa ke kasir malah ini -__-
"Persahabatan ini milik mereka bertiga, tetapi mengapa kedua orang itu lebih mementingkan hubungan mereka?

Novel ini bercerita tentang persahabatan Adri, Kira dan Estrella -yang katanya saling bersitatap sekaligus memunggungi *yaaww

Estrella, namanya. Rambut panjangnya berwarna coklat kemerahan, wajahnya berbeda dari perempuan Indonesia kebanyakan, tak lain karena ibunya berdarah Barat. Hampir dua tahun Estrella dan Kira menjadi teman dekat. Kira yang ceria mendominasi pembicaraan, Estrella si introvert lebih senang menjadi pendengar yang baik.

Semester ini, siswa kelas XI IPA 4 diwajibkan membuat tugas akhir secara berkelompok bersama dua orang siswa lainnya. Kira tentu saja bersama Estrella, tetapi butuh seorang lagi untuk melengkapi kelompok mereka. Hampir semua teman sekelas ia tanyai, hasilnya nihil. Hanya satu yang pasti masih sendiri, Adri si tampan penghuni kursi di sudut kanan kelas.

Sejak pertama masuk sekolah, Kira memang naksir dengan Adri. Adri tipe siswa yang cool, jarang berbicara, terkesan seram walau sebenarnya berbadan proporsional dan berwajah ganteng. Tapi jangan harap ia pintar, novel ini menjauhi hal-hal klise seperti itu.

Maka dimulailah kerja kelompok sekaligus usaha pedekate (pendekatan) Kira kepada Adri. Semuanya berjalan lancar hingga kerja kelompok diadakan di rumah Estrella. Di tengah sesi belajar, orang tua Estrella terdengar bertengkar. Awalnya mereka berusaha memelankan suara mereka, namun pertengkaran memuncak ditandai dengan perginya Ibu Estrella dari rumah. Saat itu, Adri sadar bahwa ia tidak sendirian.

Kira merasa telah melihat sisi kelam dari temannya sejak kelas X, dan hanya mampu memeluk Estrella. Sedang Adri memiliki teman senasib, orang tuanya pun sering bertengkar hingga saat kematian ibunya. Belum lagi, hari-harinya diisi dengan percekcokan ia dan ayahnya. Hal ini lah yang menyebabkan dirinya menjadi pendiam dan tertutup. Sejak peristiwa itu, mereka bersahabat.

Kira dan Adri melakukan apa saja untuk menyemangati Estrella yang terpukul. Berangkat sekolah bersama, jalan-jalan hingga bolos pun mereka lakukan bersama. Kira pun semakin senang karena bisa lebih dekat dengan Adri.
"Cinta hanya punya ruang untuk dua orang, bukan tiga"-Kira

Kira memberanikan diri, saat Adri mengantarnya pulang, ia menyampaikan perasaannya. Ternyata, Adri menanggapinya dengan positif. Mereka ‘jadian’. Namun Estrella khawatir, persahabatan mereka tak akan sama lagi. Estrella takut dirinya akan sendirian kembali seperti dulu. Tapi sikap Kira dan Adri sama saja.

Lalu masalah datang, Adri selalu mengajak Estrella di acara-acara kencan mereka. Di mana pun mereka berada, Estrella selalu mengikuti. “Kita bertiga tetap temenan. Nggak akan ada yang berubah,” ucap Adri untuk meyakinkan Estrella. Ia tak ingin hubungannya denga Kira merusak persahabatan mereka bertiga. Adri tak ingin Estrella kesepian dan merasa sendirian seperti dirinya dulu.

Di lain pihak, Kira kesal, ia butuh waktu untuk berdua saja dengan Adri. Bergenggaman tangan, jalan berdua atau merasakan ciuman pertama menjadi impian Kira, tapi semuanya itu tidak bisa terjadi jika Estrella selalu ada di sekitar mereka. Kencan di tempat romantis pun tak mungkin dilakukan, hanya berjalan-jalan biasa di tempat ramai karena mereka sedang bertiga.

Hingga kesabaran Kira habis. Berkali-kali ia minta waktu berduaan pada Adri, tapi Adri selalu memikirkan Estrella. Hubungan Estrella dan Kira pun buruk. “Kalau gue sama Adri lagi berdua, lo nggak usah ikut gabung.” Tanpa penjelasan, Kira memberikan ultimatum pada Estrella yang hanya bisa menangis.
"Ini bukan kisah cinta segitiga seperti yang kau pikirkan"–Estrella

Dari awal, setiap perrmulaan bagian di novel ini diawali oleh potongan lagu yang kira-kira menceritakan isi bagian tersebut. Di bagian 17 ini, lirik lagu Rihanna yang berjudul “We All Want Love” membuka salah satu bagian suram. Cause no one wants to be left scared and lonely, tak seorang pun ingin dibiarkan kesepian dan ketakutan. Laiknya Adri yang tengah bertengkar dengan ayahnya. Kali ini sebab calon ibu baru yang dipilih ayahnya tanpa persetujuan darinya. Buntutnya, ia kabur dari rumah.

Di tempat berbeda, Estrella berusaha menemui Adri untuk menyelesaikan masalah di antara mereka bertiga. “Kicauan” Kira di Twitter membuatnya benar-benar sedih. Bagaimana tidak, Kira menuliskan kalau sahabat juga mampu menyakiti, munafik, hanya manis di luar saja serta makian-makian halus lainnya. Dengan bantuan Danny (teman sekelas yang menyukai Estrella), ia pun berangkat ke rumah Adri.

Masalah yang ada di dalam sebenarnya tak terlalu klise, hanya saja kurang kompleks bagi pembaca yang menyukai cerita yang lebih berat. Ceritanya seputar hubungan Kira, Estrella, dan Adri serta Danny yang menyukai Estrella juga Jeremmy, sang ketua kelas sebagai pendukung Danny. Teman-teman sekelas lainnya seperti Gita dan Larissa muncul pada bagian terakhir untuk menemani Kira yang berantem dengan Estrella, selain sebagai pemberi kabar gosip yang beredar di kelas.

Novel ini cocok untuk pembaca yang ingin mengisi waktu luang dengan bacaan ringan dengan alur yang mengalir. Sesekali ada kilas balik, tapi tak banyak dan tidak mengganggu. Tampilannya pun terkesan manis dan lembut khas novel percintaan terbitan Bukune. Pemilihan font tidak menyakitkan mata saat membacanya dan bingkai khusus dengan jenis tulisan berbeda dibuat untuk menjelaskan isi pesan singkat yang dikirimkan oleh tokoh-tokoh di dalamnya. Hal serupa terjadi saat tokoh cerita ini sedang mengirimkan tweet.

Desain covernya simpel, tidak menggunakan banyak warna tapi mewakili isi novel ini. Sayangnya, harapan untuk membaca kisah yang tidak umum, seperti yang dipaparkan di sinopsis buku ini tak dapat tercapai. Penulis kurang mengeksplor emosi dari tokoh-tokoh di dalamnya..

So, 3 Stars ! 1 buat covernya yang manis, 1 buat bahasanya yang enak (dan lucu) daaan 1 lagi buat Adri tentunya :p
Profile Image for Meta Morfillah.
668 reviews23 followers
August 19, 2017
Judul: Dilema
Penulis: Alvi Syahrin
Penerbit: Bukune
Dimensi: xiv + 334 hlm, 13 x 19 cm, cetakan kedua oktober 2012
ISBN: 602 220 064 4

Kisah tiga sahabat: Estrella, Kira, dan Adri yang berkembang menjadi kisah cinta dan cemburu. Estrella yang pendiam dan memiliki masalah keluarga, Adri yang cuek dan memendam dendam pada ayahnya, serta Kira yang mencintai Adri namun cemburu pada Estrella. Ini bukan kisah cinta segitiga pada umumnya. Namun tetaplah bergenre teenlit.

Alurnya progresif, konflik dan klimaksnya lebih ke batin, endingnya tertebak. Aah, menurut saya kurang menarik dan membosankan. Atau karena sudah tidak cocok baca teenlit yang konfliknya begitu-gitu aja haha. Tapi lumayanlah, tidak terlalu klise.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

"Lo nggak butuh waktu dan tempat yang romantis untuk ngungkapin perasaan cinta." (H.161)

"Setiap masalah, membentuk lukanya sendiri, menguatkan." (H.257)

"Karena cinta yang tulus bukan soal memiliki, tetapi melindungi." (H.261)

"Karena cerita dimulai ketika kita mengakhiri." (H.332)

Meta morfillah
Profile Image for venee jung.
55 reviews
October 26, 2017
"Semua orang ingin lari dari masalah, tetapi tak ada satu pun orang yang ingin berpisah."
novel ini tuh diliat dari cover dan sinopsis terlihat sangat menjanjikan, tapi ternyata malah begitu mengecewakan. penulis sebenarnya mau menceritakan apa? saya bertanya-tanya, untuk mencapai ending yang begitu flat dan biasa, kenapa ada banyak adegan tidak penting di novel ini? kenapa penulis tidak menggali kisah dari setiap karakter? kenapa malah memasukkan adegan yang (menurut saya) meskipun adegan itu dihapus, sama sekali tidak merubah keseluruhan cerita? bukan berarti karena zaman sekarang remaja mementingkan isi novel yang quotable, penulis boleh menyajikan cerita meh dengan ending yang tidak jelas.
Profile Image for Erika Reieru.
124 reviews15 followers
November 28, 2022
3,5 bintang dari aku kaak :D
Novel debutnya baguuuuusss... hehe
walau pun novel ini adalah novel debut, alias perdana, alias novel pertama kak Alvi sebagai penulis baru. Tapi isi cerita, konflik, dan penokohannya dapet jempol! ^^b
Review selengkapnya baca di sini yaaa kaak ;D
http://erikaputrigustiana.blogspot.co...
Profile Image for kare.
15 reviews
February 28, 2025
just a cliche triangle love BUT IT WAS GEEEEEWWWDDD. i literally reread this book for like 3 times idk i forgot. bahasanya ringan, semua hal tentang persahabatan, percintaan, keluarga di bahas di sini. i reckon this if you like a teen romance novel!
1 review
April 26, 2019
Good
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 30 of 80 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.