Hipster di sana, hipster di sini! Hipster melanda bagai wabah!
Meski berkecimpung dalam industri fashion, Nia tidak mengubah cara berpakaiannya yang klasik dan cenderung konservatif. Namun, dia mengejutkan banyak orang ketika dalam sebuah presentasi, salah seorang model berhalangan hadir dan Nia diminta menggantikannya. Ternyata dara sederhana ini bisa tampil menawan dan seksi dalam balutan hipster dan crope top!
Hal itu juga menarik perhatian Tommy Pranata, wakil direktur perusahaan; salah satu bujangan paling populer. Tommy sampai meminta Nia pura-pura jadi pacarnya untuk menjumpai seorang teman lama. Tetapi mantan playboy yang lama tinggal di luar negeri ini menyukai penampilan seksi Nia dalam balutan hipster. Nia yang telanjur jatuh cinta, tak berdaya menolaknya.
Sayangnya, penampilan barunya ini membuat Nia dilema, terutama karena sering membuat Tommy hampir lupa diri. Apakah Nia harus mempertahankan prinsipnya? Atau ia lebih memilih menyenangkan Tommy?
Buku ini sudah tertimbunan lama, kayaknya hasil swap sama Kak Desty entah kapan.
Hipster memang tentang celana jeans dengan potongan rendah sampai panggul, saya sendiri juga suka pake sih karena emang enak pakenya gak ketinggian sampe perut. Tapi ya pake kaos dna kemeja panjang lah.
Tema mode ini yang diangkat Dyahtri dalam buku ini. Nia bekerja di perusahaan garmen di Bali yang memang lagi memproduksi celana hipster, sesuai dengan yang tren saat itu. Cerita cintanya ya ketemu sama Pak Bos, Tommy yang ternyata jatuh cinta padanya.
Cerita tentang hipster dan berpakaian minim diceritakan melalui sang adik remaja SMA yang sedang senang-senangnya mencoba tren fashion termasuk celana hipster dengan merk beken yang mahal itu. Detil model model tren fashion diceritakan dengan baik, gak banyak banget tapi cukup sekali mengingat Dyahtri, si penulis memang punya background di dunia ini.
Cerita cinta Nia dan Tommy menurut saya sih gak terlalu banyak konflik tapi cukup punya arti.
Nia bekerja di sebuah perusahaan garmen sebagai Asisten Manajer Periklanan dan Marketing. Posisinya itu membuat dia harus melek terhadap mode yang sedang trend saat ini. Meski demikian, Nia termasuk orang yang konservatif, yang merasa kurang nyaman dengan mode pakaian ala model yang mempertontonkan banyak bagian tubuh yang seharusnya ditutupi. Salah satunya adalah mode celana hipster. Berbeda dengan Nia, Prita, adiknya justru adalah seorang remaja yang sadar fashion dan cenderung konsumtif. Hal ini membuat Nia seringkali pusing menghadapi adiknya itu.
Suatu kali, Nia diminta menggantikan model yang seharusnya memperagakan beberapa pakaian di dalam suatu rapat. Meski bertentangan dengan hati kecilnya, Nia tidak bisa menolak. Jadilah dia berlenggak- lenggok ala model dengan menggunakan celana hipster dan atasan crope top. Semua rekannya menjadi takjub dengan perubahan Nia. Termasuk juga Tommy, wakil direktur yang sudah lama menyimpan rasa suka pada Nia.
"Kaum pria mempunyai kelemahan dalam cara pandangannya sehingga mudah tergoda dengan penampilan, dan wanita mempunyai kelemahan pada pendengaran, sehingga mudah tergoda oleh rayuan."
Well, aku sepertinya nggak perlu kasi review ceritanya lagi karna di sinopsis sudah cukup jelas untuk memberikan gambaran bagaimana ceritanya. *padahal emang malas* wkwk Sebenarnya mau kasih 4 bintang gitu yah tapi sangat di sayangkan aku keburu ilfeel duluan sama sosok Tommy yang kasar di sini jadilah mood pun turun (?) ini benaran sosok Tommy sangat menyebalkan menurutku, usianya hampir 33 tapi nggak bisa berpikir dewasa, memang yah umur nggak menentukan dewasanya seseorang. Di sini sosok Tommy yang otoriter, egois, posesif, and more than itu benar2 astaga kasian Nia, dan agak sebel juga sama Nia yang kenapa bisa pasrah gitu sama Tommy mungkin karna cinta itu buta kali yah? :p Dan untuk sosok Prita yang juga menyebalkan dan keras kepala, untungnya aku anak tunggal bisa gregetan kalo punya adik kayak Prita yang kalo di kasi tau mbok malah ngeyel. So, aku kasi 3 bintang buat ceritanya :)
Sebenarnya cerita ini bagus kalau saja gk terlalu banyak nyeritain adik sang tokoh. Dari awal baca sampai akhir, tetep aja si adik ini yang dibahas. Kalau gitu kenapa gk bikin Teenlit aja dengan ngisahin si adik ini.
Padahal gue suka dengan ceritanya. Suka dengan Tommy yang kalau menurut gue romantis abis, walau setelah pacaran langsung bikin ilfil karena bisa dibilang agak freak banget ya.
Nia yang pendiam, dewasa, kalem, ternyata diam2 ditaksir oleh Tommy, bos di kantor nya (ya bilang aja Tommy bos lah, biar gampang) Tommy ini dari jaman SMA udah terkenal playboy, makanya Nia agak ragu buat deket2 sama dia. Awalnya Nia sok jual mahal, tapi ya pas dicium, dipegang2, ya istilahnya dicumbu dia malah keenakan. Sampai akhirnya mereka pacaran.
Setelah pacaran sifat asli Tommy mulai keluar. Kasar, posesif, agak hyper dikit ya. Ya intinya gitu ya. Sebenernya bingung dengan konflik dan inti cerita nya. Ditambah lagi banyak banget hal2 yang menyangkut adiknya Nia. Yang beginilah, begitulah. Jujur aja agak bikin males bacanya.
pertama liat kali baca prolog nya sepertinya bakal suka, eh ternyata bener.. tiap cerita seperti ini saya memang suka. menurut saya karakter tokoh-tokoh dalam cerita ini cukup realistis, ngga muluk2 ataupun yang fiksi banget gitu.. di kehidupan nyata memang ada loh perempuan yg seperti : Nia -tegas dan berprinsip namun jika sudah dihadapkan dengan urusan hati (baca : cinta) ia pun tak berdaya- ataupun Tommy -pria single, mapan, yang ternyata menyimpan perasaan terhadap nia selama 2 th, ngga malu2 memperlihatkan perasaannya namun dibalik itu semua ternyata posesif, manja, agak kasar daaaannnnn orangnya gampang gregetan terhadap Nia (baca : nafsuan) hhahaha.. cukup menikmati baca novel ini, tapi agak terganggu dengan bagaimana author menceritakan adik Nia -Prita- yang menurut saya agak berlebihan porsinya di novel ini.. Ini kan cerita cinta Nia dan Tommy, bolehlah Prita menjadi premis aja sebagai tambahan bumbu cerita tapiii secukupnya ajaa.. singkat kata, saya suka dan menikmati baca novel ini..
novelnya lumayan...jadi nia (26thn) ini cewek baik2, orangnya baik, sifatnya baik, pakaiannya selalu sopan, semuanya baik deh...trus tommy (33thn) ini atasannya nia, yang di masa jayanya merupakan seorang playboy...
suka karena setting novel ini di bali jadi ya tau deh tempat2 yang diceritain di novel ini gimana, gampang deh bayanginnya.
suatu hari, nia diminta gantiin model yang gak bisa dateng...nah nia yang alim ini kudu make pakaian yang seksi gitu deh sampe tommy yang emang udah suka dari awal sama nia jadi tambah kepincut...
trus tommy minta nia pura2 jadi pacarnya di depan temennya tommy, pas acara ama temennya tommy selesai tommy malah bilang pacaran beneran aja... tommy maksa nia pake pakaian yang seksi kalo jalan ama dia, tapi ujung2nya tommy yang jealous karena jadi banyak cowok yang ngelirik nia...
nia ini galau, dia maunya pacaran yang serius tapi tommy nya kayak nggak serius gitu...dan bagaimanakah akhirnya?? silahkan dibaca sendiri... hehehe
terima kasih bulan ramadhan, selain banyak waktu banyak pula duit yang berdatangan jadi bisa borong buku heheheh :D
antara suka dan kurang sreg
sukanya gue termasuk tipe cewe pengamat mode tapi gak diterapin dlam ehidupan sehari-hari bisa dibilang cukup untuk tahu saja. seperti biasanya metropo pasti ada aja nama barang bermerek disebutkan dan bersyukurnya ada beberapa desainer indonesia yang disebutkan disini *ini kenapa curhat nama desainer*
ceritanya simpel tapi gak suka sama tommy yang bersikap kasar sama nia, jujur, gak pernah suka sama cowo di depan baik tapi dibaliknya kasar kalau cemburuan dan gak mau ngalah.
Saya membeli buku ini karena memang tertarik dengan judulnya. Tetapi karena dasarnya saya bukan pemerhati mode, membaca ceritanya jadi kurang menarik karena kurang sesuai dengan selera saya. Walaupun saya suka sketch yang ditampilkan penulis.
Temanya sendiri sebenarnya klise tentang romance. Pada beberapa bagian bahkan saya sempat bertanya-tanya kenapa seperti ada loncatan, Nia dan Tommy begitu mudahnya saling memaafkan/memahami dan memutuskan untuk jalan bersama. Tetapi ceritanya masih cukup ok untuk dibaca.
Jadi kalau butuh bacaan ringan pengisi waktu, buku ini sepertinya bisa jadi pilihan yang pas.
sebenernya konflik inti ceritanya apasih?*bingung*
chemistrynya tommy-nia gak kerasa. Gaksuka sama karakternya Tommy yg kasar&nafsuan. Gaksuka sama karakter Nia yg plinplan. Padahal pembawaan awalnya keliatannya dewasa, kok jadi gak tegas dan mau2nya aja dikasarin Tommy, dicumbu seenaknya begitu udh berhadapan sama dia?
trs menurut gue too much description, terlalu banyak narasi yang malah bikin pusing bacanya. Beberapa interaksi juga terkesan agak kaku. Dan kurang hidup dunia yg dibangun di novel ini.
Jadi 2 bintang aja ya :) buat covernya yg lucu&jadi hiburan ringan di saat liburan :)
hmmm, sbnrnya ceritanya klasik yaa.. Nia yg bekerja di sebuah perusahaan garmen, mati2an tdk mau mengikuti trend yg sedang merajalela yaitu celana Hipster! tp karena suatu hal Nia hrs memakai celana itu jg dan bosnya yg bernama Tommy yg udh lama naksir Nia semakin jatuh cinta padanya! well, bagus sih cuma rada ga suka sm sifat Tommy yg 'ringan tangan' :O penulisnya jg ngasih desain2 gmbr baju yg dipakai Nia selama di novel, itu KEREN!! :))
Sulit untuk memberi nilai tinggi kalau nggak simpatik dengan tokoh2nya, terutama Tommy. Kasar, otoriter, nafsuan, bzzztt --" Meskipun di akhir cerita terbuka kemungkinan bahwa Tommy bakal insaf, tetap saja alasan Nia untuk cinta mati dengan Tommy kurang kuat. Kayaknya kok si Tommy ini nggak punya nilai positif yg cukup utk bisa bikin Nia yg "sesempurna" itu untuk jatuh cinta. Kalau jadi nikah bakal kena KDRT lho Niaaaa! *gemes*
This entire review has been hidden because of spoilers.
entahlah, ga begitu suka dgn interaksi tokoh2nya. baik dgn tokoh Utama ataupun tokoh pendukung. apalagi agak gmn gt pas ada panggilan "Bung", brasa zaman perjuangan deh. dan cowoknya ga bs nahan libido nya. ugh! jd ga respek sm tokohnya. tp mgkn emnk seperti itu keadaannya zaman skrng. susah di kontrol. apalagi adiknya yg ga bs dikasih tau. ga heran bacanya lompat2 nih.
Ceritanya menarik dan unik. Membahas salah satu mode yang sedang nge trend. Hipster! Buatku lumayan bagus ko. Tapi ga suka bagian Tommy yang kasar. Kayanya cuman itu aja sih. Gejolak emosi wktu baca ga begitu bergejolak (?)