AKU DICULIK! Kesadaran menyergap begitu saja saat dua laki-laki asing bertopi menghempaskanku ke jok belakang mobil Kijang tua. Aku melihat mobil ini di depan kantor cukup lama. Tak mengira mereka ternyata menunggu aku keluar. Begitu aku keluar kantor, seorang laki- laki setengah baya berkacamata hitam dengan perawakan biasa keluar dari mobil, dan menanyakan arah ke Malioboro. Sebagai seorang warga Jogja yang bangga, aku memberitahunya arah ke Jalan Malioboro dengan tanpa curiga apapun. Jantungku hampir berhenti ketika ia menunjukkan sebuah pisau belati terselip di pinggang dan menyuruhku masuk ke mobil. “Jangan berani teriak!” seorang laki-laki lain bertopeng di jok belakang mengancamku dengan suara tertahan. Tangan kanannya mencengkeram lengan atasku dengan keras.Tangan kirinya menghunus pisau tepat di urat leherku. Mereka pikir aku akan bertindak bodoh? berteriak hingga urat leherku yang cantik tergores pisau dingin tanpa dia perlu menggerakkan tangan satu centi-pun? No way!
Pecinta purnama, penikmat hujan. Lulusan Arsitektur Undip. Pengelola PAUD, founder komunitas Hasfriend, pegiat banyak komunitas, Coach dan Public Speaker.
Profilnya dimuat di Harian Analisa Medan (2011) Buku Profil Perempuan Pengarang dan Penulis Indonesia (KosaKataKita, 2012) Jawa Pos-Radar Semarang (2013) Alinea TV (2014) Koran Sindo (2014) Tribun Jateng (2015) Nakita (2016) TVKU (2018)
Pemenang Favorit LMCR ROHTO 2011 dan 2013. Penulis Terpilih WS Kepenulisan PBA dan KPK 2011, Penulis Terpilih WS Cerpen Kompas 2012, Fellowship IBT Tempo 2018.
Menang Lomba Menulis bersama A Fuadi, dan antologi tersebut terpilih sebagai nominasi kategori Buku dan Desain Sampul Non Fiksi Terfavorit Anugerah Pembaca Indonesia 2012. Novel Gus masuk short list kategori Desain Sampul Fiksi Favorit Anugerah Pembaca Indonesia 2015.
Penulis Novel Mayasmara.Tulisan dimuat di beberapa media, 22 buku dan 82 antologi/omnibook diterbitkan oleh 17 penerbit Indonesia. Di antaranya: Jendela-Zikrul Hakim, Quanta-Elexmedia, Bentang, Gramedia Pustaka Utama, Leutika, Hasfa, Imania-Mizan, Familia, Qudsi, Bypass, Javalitera, Plotpoint, Grasindo, Diandra, Divapress, Erlangga, Prenada, Nuansa, Visi Media, Indiva, Genesis.
Dalam kerumitan yang menarik dan mengulur, hanya kejujuranlah yang dapat memuliakan perjuangan sebagai entitas hidup, ketika kebenaran sudah tersaput kepentingan yang begitu pekat. Upaya mengungkap kebenaran memang butuh keberanian. keberanian membutuhkan hati yang lapang. Aku menyambut malam karena langit tak pernah menghitam.
Satu kidung bukan menidurkan, hanya untuk menyalakan unggun di bola mata. Mata rembulan purnama, rumah asmara para pecinta malam.
---hal. 106---
Novel nan indah dengan ceritanya yang sangat mengalir. Bisa terbayangkan olehku karena menggunakan stting tempat di Jogja :D Really recomended... Terkadang yang namanya segitiga itu merupakan lingkar setan yang sulit untuk dipungkiri adanya...
Judul : Segitiga Penulis : Dian Nafi & Nessa Kartika Penerbit : Hasfa Publishing Halaman : vi + 120 halaman
Sudah menjadi sifat manusia bahwa dia akan melakukan apapun demi kepuasan dirinya sendiri. Tak peduli apakah keinginan itu merugikan orang lain atau tidak. Untuk itu, tak heran rasanya jika semakin hari semakin banyak kita temukan tangan-tangan jahil yang memanfaatkan kekuasaannya untuk mendapatkan keuntungan. Yang dirugikan, justru orang-orang awam yang tak mengerti sama sekali. Sebut saja korupsi, misalnya.
Seperti yang dikisahkan dalam novel duet ini, bahwa kekuasaan mampu membungkam mulut siapa saja, termasuk anggota-anggota LSM yang seharusnya bisa mewakili aspirasi masyarakat. Yang benar menjadi salah, yang salah pun terkesan dibenarkan. Berbagai negosiasi dan ‘main belakang’ selalu menjadi cara kerjanya.
Novel yang berbau permainan politik ini tidak terkesan kaku karena di dalamnya terselip kisah-kisah cinta yang bahkan bisa dikata mendominasi bagian dari novel duet ini. Segitiga, lebih tepatnya saya pribadi menyebutnya segitiga cinta. Ada tiga titik terhubung yang mencoba untuk meraih satu tujuan, yaitu cinta. Cinta antara Nuning, Ryan, dan Faisal. Meski pada akhirnya cinta pula yang membuat Nuning mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya untuk membatalkan pernikahan demi kembali pada cinta yang dia rasakan lebih pantas untuk dimiliki.
Novel karya Dian Nafi dan Nessa Kartika ini juga kental dalam penyajian setting dan tokoh-tokohnya. Pembaca akan digiring memasuki kawasan Yogyakarta yang memang sengaja diciptakan sebagai setting utama.
Cover depan yang fresh dengan color orange sangat menarik siapa saja untuk memiliki novel ini. Ditambah dengan ilustrasi yang keren tapi tidak terkesan glamour membuat novel ini terlihat elegan.
Namun di novel ini juga banyak ditemukan paragraf yang mengandung kalimat-kalimat kiasan yang membuat pembaca harus berpikir ulang untuk mencernanya. Apalagi ditambah dengan loncatan plot yang kadang terasa sangat cepat.
Selebihnya, Anda perlu memiliki novel ini segera. Ada pesan-pesan moral yang ingin dituturkan oleh kedua penulis tanpa bermaksud menggurui. Bahwasanya hukum di negara kita ternyata masih terlalu kerdil untuk mengatasi seorang koruptor, bahkan seorang pengusaha kaya yang dikelilingi oleh antek-anteknya.