Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kata Hati

Rate this book
Ini tentang kisah kehilangan,
ketika kau mendapati separuh hatimu kosong dan merapuh.
Atas nama ketidakpercayaan,
kita telah saling mengucapkan selamat tinggal.
Ketika tak ada lagi yang bisa kau percaya, ikuti kata hati.
Begitu seharusnya, bukan?

Dan, hati ini membawaku kembali kepadamu.
Tapi, kau tak lagi berada di tempat kita dahulu.
Apakah kau telah menemukan separuh hati lain—selain hatiku?

204 pages, Paperback

First published July 1, 2012

85 people are currently reading
1075 people want to read

About the author

Bernard Batubara

26 books817 followers
I am a best selling writer of 19 books.

They are "Angsa-Angsa Ketapang" (2010), "Radio Galau FM" (2011), "Kata Hati" (2012), "Milana" (2013), "Cinta." (2013), "Surat untuk Ruth" (2014), "Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri" (2014), "Jika Aku Milikmu" (2016), "Metafora Padma" (2016), "Elegi Rinaldo" (2017), "Mobil Bekas dan Kisah-kisah dalam Putaran" (2017), "Luka Dalam Bara" (2017), "Untuk Seorang Perempuan yang Memintaku Menjadi Hujan" (2017), "Asal Kau Bahagia" (2017), "Espresso" (2019), "Tentang Menulis" (2019), "Residu" (2019), "Batu Manikam" (2020), and "Banse Firius" (2020).

My short story “Goa Maria” appeared in the bilingual anthology of Indonesian writing Through Darkness to Light (Ubud Writers and Readers Festival 2013 & Hivos).

I provide editorial and copywriting services, for commercial and literary purposes. I accept prose, poetry, and nonfiction story.

Contact me through the information below.

Whatsapp: +6287839894689
Twitter & Instagram: @benzbara_

benzbara89@gmail.com
www.bisikanbusuk.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
202 (23%)
4 stars
189 (21%)
3 stars
248 (28%)
2 stars
152 (17%)
1 star
71 (8%)
Displaying 1 - 30 of 101 reviews
Profile Image for Nina Ardianti.
Author 10 books400 followers
August 28, 2012

Well, saya baca buku ini karena yang nulis merupakan selebtwit yang banyak twit tentang bukunya diretweet oleh banyak orang (dan oleh si penulis sendiri, tentunya). Jadi, alasan pertama membeli buku ini adalah karena penasaran. Kayak apa sih bukunya? Kayak apa sih gaya nulisnya? Gimana sih ceritanya? Kok heboh banget. Untuk buku yang mendapatkan banyak pujian di Twitter, pastinya ekspektasi saya tinggi. So, ketika menemukan tumpukan buku ini di toko buku, tanpa mikir saya langsung beli.

But, did reality meet expectation?

Uhm, well, errr--sayangnya nggak.

Bukan, bukan karena Bernard Batubara bukan penulis yang baik (well, dengan berbagai macam penjelasan yang menyebutan nama-nama media terkenal di biografi Goodreads dan bukunya, tentunya dia bukan penulis yang jelek). Mungkin salah saya adalah menetapkan ekspektasi yang terlalu tinggi, sementara saya belum pernah baca karyanya sama sekali.

Buku ini buku romance, genre mainstream yang sampai sekarang nggak pernah membuat saya bosan. Dan seperti semua buku romance, pasti alurnya gitu-gitu aja, paling ada modifikasi disana-sini, dibikin agak complicated dikit lah--but the bottom line, everybody knows the basic formula. Yang membedakan buku romance yang satu dengan yang lainnya adalah bagaimana cara bercerita/cara menulis si penulis. Bagaimana karakter masing-masing tokoh, bagaimana interaksi tokohnya satu sama lain, alasan apa yang membuat mereka melakukan tindakan ini-itu, sehingga kita merasakan engagement yang begitu tinggi dengan para karakter di buku tersebut.

Itu yang saya nggak rasakan sepanjang saya membaca buku ini. Cerita romance yang pada dasarnya udah cheesy, nggak ditambahin apa-apa oleh Bara. Jadi rasanya plain. Bahkan saya sempat men-skimming beberapa bagian karena merasa bosan. Dan ternyata sampai akhirnya saya selesai membaca buku ini, saya baru tersadar, itu tadi klimaksnya dimana ya?

Konfliknya sendiri terlalu sederhana. Banget. Padahal mungkin bisa dibuat lebih kompleks sehingga karakter masing-masing bisa kelihatan dan alasan-alasan dibalik semua kejadian yang ada di buku tersebut menjadi masuk akal. Karena yang saya rasakan adalah semua fakta dilemparkan begitu aja ke atas meja, tanpa ada penjelasan kenapa. Kalaupun ada penjelasan, teralu singkat dan kurang dalam.

Sayang banget, padahal menurut saya, Bara memiliki gaya menulis yang rapi dan bagus, cuma belum dieksplorasi dengan maksimal. Kata-katanya itu-itu aja (saya sampai bisa memprediksi), terlalu banyak percakapan--pendek, tanpa penjelasan narasi yang cukup, nggak terasa kedalaman karakter masing-masing tokoh, selain dengan mereka bercerita tentang diri mereka masing-masing.

Kalau boleh kasih masukan, mungkin kalau Bara ingin menulis tentang romance, banyakin baca referensi genre yang sejenis. Selain untuk dapat feel-nya, biar nambah perbendaharaan kata-kata juga. terus bisa membantu untuk belajar membuat deskripsi, narasi serta alur cerita yang menarik. Well, saya juga masih belajar, sih.

Jadi, untuk buku ini, saya hanya bisa kasih bintang tiga dua dengan pembelajaran yang bisa ditarik: sebaiknya lebih percaya Goodreads dibandingkan Twitter. Di Twitter biasnya keterlaluan, hehehehe....

Goodluck untuk project selanjutnya, Bara.
Profile Image for Vinca.
219 reviews5 followers
November 17, 2012
Untuk sebuah debut, menurutku novel ini lumayan.. walau temanya standar, endingnya juga ga ada kejutan, klimaksnya gak terasa.

Pertama, aku suka desain sampulnya.. terlihat hangat dan cantik. Yang kedua, aku suka gimana Bara menggambarkan hubungan Randi dengan Fila, terasa manis. Aku jadi senyum2 sendiri kalau ada percakapan antara mereka. Aku bisa membayangkan gimana sosok fila, gimana senyumnya, gimana perasaannya. Tapi baru sampai membayangkan saja, belum sampai ke mendalami dan meresapi.

Kekuatan novel roman itu menurut aku gimana caranya "mempermainkan" perasaan pembaca. Nah di buku ini tuh aku gak dapet itu. Novel ini penuh dengan narasi2 galau.. Narasi galau ga selalu bisa membangkitkan emosi loh kecuali yg lagi baca emang lagi galau akut.. tapi malah membangkitkan perasaan bosan. Sejujurnya, aku hanya membaca awal2 gimana perasaan Randi ke Dera, begitu aku sudah tahu ada apa dan kenapa, setiap galauan Randi muncul lagi langsung aku skip.

Dan... gara2 narasi2 galau yg kebanyakan itu yang bikin novel ini ga macho sama sekali.. ga terlihat ditulis oleh seorang pria. :p
Profile Image for Hairi.
Author 3 books19 followers
January 23, 2013
cerita tentang seorang cowok yang ga bisa ngelupain mantannya. Endingnya beneran bisa ketebak deh. Apalagi pas sosok Fila dengan segala gemilang karakternya muncul. Tertebak banget.

Mau bilang ceritanya terlalu biasa. Hahahaha... Ga deh, aku apresiasi kok untuk penulisnya. Ga gampang buat nulis sebuah naskah utuh, aku aja belum bisa2 :p

aku sempat terbawa esmosi jua waktu si mantan bertemu dengan Fila. Aiiiih... Siapa eloooo sih Dera? Sok penting deh... Hahahaha....
Profile Image for Ainun M..
68 reviews6 followers
January 19, 2013
Sebenarnya sudah lumayan lama saya mengincar novel ini. Posisinya di bukabuku.com selalu berada di top-ten dan sudah lama ini di ranking 1. Kebetulan saya juga sudah lama jadi pembaca setia blognya penulis. Saya sangat suka dengan puisi dan prosa yang ia tulis. Ditambah pula rankingnya di toko buku online langganan saya itu, saya akhirnya beli juga, dengan harapan yang meluap-luap tentunya.

Novel Kata Hati menceritakan kisah seorang pria yang luka hatinya masih berbekas dalam setelah ditinggal mantan kekasihnya. Lalu bertemu dengan seorang perempuan ceria yang dengan cepat mampu menggantikan posisi sang mantan. Lalu kisah bergulir sangat klise.

Saya beri bintang 2 untuk novel ini. Alasan saya:
1) Ceritanya sangat klise dan mudah sekali ditebak alurnya. Karakter pria yang pasif dan terkadang membingungkan. Tapi sebenarnya, alasan nomor satu ini tidak terlalu masalah (karena cerita romance memang klise) jika alasan saya nomor 2 tidak ada, yaitu...

2) Bahasa yang dipakai penulis tidak sebrilian puisi dan prosanya. Jujur, bahasa yang dipakai di novel ini sangat mengecewakan untuk ukuran seorang penulis yang lama saya kagumi. Jika novel ini ditulis oleh penulis baru, mungkin saya bisa mentolerir. Selama saya membaca, tidak banyak pergolakan emosi yang saya rasakan. Rata-rata. Hambar. Bahkan leluconnya juga hambar. Endingnya juga. Tidak ada pendalaman karakter.

Jadi, kalau saya boleh memberi masukan, sebaiknya Bernard perlu belajar dulu. Karena menulis puisi dan prosa sangat berbeda dengan menulis novel (tentu semua orang juga tahu ini). Saya sangat teramat suka dengan karya penulis lainnya, hampir semuanya malahan, kecuali novel ini. Cerita cinta yang seharusnya manis, entah kenapa bagi saya jadi hambar.

But again, experience is the best teacher. Apalagi pengalaman pertama. Banyak ruang bagi Bernard untuk belajar dan improve.
3 reviews1 follower
September 11, 2012
Anak gaul twitter mana yang ga kenal Bara?
Penggagas akun @RadioGalauFM , pemilik akun @benzbara_ yang ternyata sudah menekuni dunia tulis menulis sejak lama dan pernah menelurkan antologi puisi.
Melihat ramainya pembicaraan di twitter mengenai buku barunya, Kata Hati, saya penasaran, seperti apa sih novelnya Bara, baguskah, menghanyutkan, atau malah membosankan?

Setelah selesai membaca,saya belum menemukan karakter penulisan Bara yang khas, seperti puisinya. Kata- kata yang digunakan dalam novel ini sebenarnya bagus, beberapa kalaimat dapat menjadi quote yang cukup menusuk, tapi secara keseluruhan,kalimatnya masih 'biasa', tidak meninggalkan kesan yang dalam.

Secara garis besar, tema yang diangkat masih mengambang, karakter tokohnya tidak mendalam,dan ending cerita yang dapat ditebak. Ya, dari segi setting tempat, dia juara, mampu menjelaskan secara detail, sayang hal tersebut tidak ia terapkan dalam mengembangkan karakter tokoh. Penjelasan mengenai tokoh sepertinya masih sekitar kehidupan Bara sendiri, belum berani mengeksplor karakter yang lain, dilihat dari kemiripan tokoh Randi dengan Bara.

Ya, meski sedikit kecewa, tapi pada dasarnya beberapa quote dari novel ini cukup menarik untuk ditulis ulang dan menjadi bahan renungan.
Saya suka dialog yang ada di halaman 84-85 tentang mencintai diam- diam :)
Semoga ke depannya, Bara bisa mempersembahkan novel yang lebih baik :)
Profile Image for Ipeh Alena.
543 reviews21 followers
May 1, 2013
Oke, alasan pertama beli novel ini. Gue ngerasa sepi pas pertama kali liat covernya. Asli kaya kesepian, lonely banget. apalagi judulnya kata Hati, gue pikir mungkin udah saatnya gue dengerin kata hati gue. Taela.

Bang Benz tuh jago ya dalam hal galau menggalau. buat gue yang tadinya masih tersenyum secerah mentari pagi. Eh tiba - tiba aja langsung mendung menggelayut gitu.

Nggak parah banget sih. Tapi yang bikin gue seneng banget sama novel ini adalah Setting Novelnya. YOGYA. Ya, best of the best places banget. Tempat paling cocok untuk melarikan diri dan belajar mengerti arti hidup. Haiahh...

Tapi serius deh, selain tempatnya gue juga bener2 seneng... banget sama cowok2 yang suka foto atau suka motret. Kenapa? Bukan karena cool ya, tapi karena mereka adalah pecinta keindahan sejati loh. *ehem

anyway, so far ni buku. TOP. Makanya sampe dibuat filmnya. Cocok lah buat yang masih pada galau pengen move on tapi bingung. By the way si om benz nya ini udah bisa move on juga belom ya :P
Profile Image for Nike Andaru.
1,644 reviews111 followers
September 25, 2012
2,5 Bintang sebetulnya, tertolong oleh beberapa kalimat yang bagus untuk di quote.
Tapi karakternya kayaknya kurang muncul dan banyak kata yang kayaknya gak pas.
Kayak 'jomlo' bukannya harusnya 'jomblo' ya?

Saya rasa Bukune udah mempunya desainer cover yang keren, akhir-akhir buku-buku bergenre romance dari Bukune kerasa manis sekali dipandang mata, tapi beberapa kali juga ceritanya biasa saja, datar dan bisa ditebak endingnya.

Profile Image for R.A.Y.
292 reviews47 followers
October 5, 2018
ini novel ceritanya ngga macem-macem banget. maksudnya, ngga neko-neko gitu, cuma menceritakan Randi-Fila-Dera dengan jalan cerita yang mulus maju. sederhana banget, dan entah kenapa saya menikmati kesederhanaan itu. penceritaannya ngaliiiir banget, rapi, dengan kalimat-kalimat cakep dan ngena yang khas bang Bara banget. suka. kayaknya pengin deh suatu saat nanti nulis cerita yang kayak gini. (atau mungkin buat nanowrimo bulan depan ufufu)
Profile Image for Susyi Illona.
31 reviews
September 12, 2017
Ceritanya cukup ringan, tentang sebuah kondisi hati ingin balik ke mantan yang sudah melakukan kesalahan besar atau berjalan dengan seseorang yang baru yang memberinya kesempatan untuk sembuh dari luka-lukanya. Berhubung ini buku bara yang pertama kali aku baca jadi aku belum bisa membandingkan dengan tulisannya yang lain.
Profile Image for Icha.
75 reviews16 followers
June 6, 2019
Karya Benard yang pertama dibaca. Ringan dan menggemaskan ;)
10 reviews
December 7, 2020
Gak tau kenapa isi naskahnya picisan. Sayang aja gaya bahasanya bagus tapi isinya very very jelek.
Profile Image for Andrea Ika.
423 reviews24 followers
April 15, 2013
“Cinta tak pernah berjalan mulus. Semakin panjang semakin rumit, semakin sulit pula menjaganya agar tak tumbang dihajar angin kencang, atau jatuh tersandung kerikil” – hlm 17

“Hati yang rusak memang mencintai kenangan, walau sadar di dalamnya banyak luka dan kekecewaan yang tak pernah sembuh. Itulah manusia, semakin sakit semakin ingat” – hlm 24

“Sesuatu yang membuatmu pergi, pada saatnya akan menjadi sesuatu yang membawamu pulang kembali” – hlm 29

“Cinta itu sendiri masalah” – hlm 56

“Rasa sakit atau hal-hal yang menyedihkan biasanya masih bisa ditutuoi oleh orang yang mahir menutupi perasaan, tetapi tak ada satu orang pun yang bisa menutupi kebahagiaan” – hlm 63

“Lebih baik menerima kenyataan pahit bahwa dia nggak memiliki rasa yang sama seperti kamu, daripada akhirnya kamu kehilangan dia tanpa pernah tahu bahwa kamu punya perasaan untuk dia” – hlm 87

“Menyimpan perasaan bisa menciptakan luka yang pelan-pelan dan tanpa ia sadari memakan harapan” – hlm 91

“Bukankah memberi jalan seseorang masuk dan tinggal di dalam hati kita juga berarti menyerahkan sepenuhnya kepadanya untuk merawat atau malah mengobrak-abrik hati” – hlm 114

Judul : Kata Hati
Penulis : Bernard Batubara
Penerbit : Bukune
Tebal Buku : viii + 196 hlm
Cetakan : Pertama

Sinopsis

"Ini tentang kisah kehilangan,
ketika kau mendapati separuh hatimu kosong dan merapuh
Atas nama ketidakpercayaan,
kita telah saling mengucapkan selamat tinggal.

Ketika tak ada lagi yang bisa kau percaya, ikuti kata hati.
Begitu seharusnya, bukan?

Dan, hati ini membawaku kembali kepadamu.
Tapi, kau tak lagi berada di tempat kita dahulu.
Apakah kau telah menemukan separuh hati lain-- selain hatiku?"

Review
Novel ini mengisahkan seorang fotografer bernama Randi yang sedang patah hati semenjak ditinggalkan kekasihnya Dera yang lebih memilih mengejar karir sebagai model profesional. Pemuda itu sakit hati, marah dan hidupnya yang awalnya manis dengan sekejap menjadi sepahit empedu.

Di sisi lain, Fila seorang gadis yang jatuh hati pada sosok pemuda yang juga sahabatnya yang dia kenal sejak 10 tahun terakhir yang bernama Adrian Meski begitu, Fila tidak pernah berani mengungkapkan isi hatinya sampai Adrian pergi kuliah ke luar negeri.

Randi dan Fila mempunyai satu kesamaan yaitu ditinggalkan orang yang mereka cintai. Suatu hari mereka bertemu di sebuah cafe . Saat itu Fila tertarik melihat Randi dengan keadaan kusut yang sedang sibuk dengan kameranya. Disisi lain, Randi juga tertarik ada Fila karena gadis itu ceria yang akhirnya membawa warna baru pada hidup mereka.

Berdua mereka saling membantu untuk menyembuhkan luka hati yang masih terasa. Pertemuan yang semakin sering membuat hubungan mereka bertambah dekat. Fila mampu membuat Randi tertawa kembali dan Randi membuat Fila merasa tidak sendiri lagi.

Ketika hubungan Randi dan Fila semakin intim, Dera tiba-tiba kembali. Kembalinya Dera membuat hati Randi bimbang, siapa yang akan dia pilih, Fila, gadis yang membuat dia bisa tertawa kembali atau Dera sosok gadis yang pernah dicintainya juga meninggalkannya? Randi mencoba mendengarkan kata hatinya untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu.

Baca novel ini tuh kayak baca cerpen, cepet, singkat, ringan. sedangkan penokohannya, standar kayak novel kebanyakan. Karakter yang diplot aman dan sesuai dengan jalan cerita. Karakter antagonis kurang kejam dan konflik juga kurang greget.
Nilai plusnya adalah tampilan fisik, cover yang cantik, membuat novel ini menggoda untuk dibaca.
Nilai minusnya ceritanya sudah dapat ditebak dari awal sehingga para penggemar cerita yang penuh tantangan tidak dianjurkan membaca novel ini.

Reading level : remaja
Rating : 3 bintang
Profile Image for Lou Trulymay.
27 reviews4 followers
September 13, 2012
Liked it!It was ok!

Cukup suka sama novel karangan Bernard Batubara a.k.a Bara (@benzbara_) ini. Suka secara personal, bukan dari segi cerita. Karena seperti mengingatkan kembali pengalaman yang pernah gue alami. *curcol*

Dari segi cerita sendiri, terlalu klise dan mudah ditebak. Tapi mungkin itulah 'pasar' yang sedang laris sekarang ini, dimana jenis cerita cinta-cintaan 'galau' yang diselingi kalimat-kalimat bijak sedang laris. Gue juga suka, walaupun sedikit bosan dengan cerita seperti ini, yang gregetnya kurang dapat aja. Nggak bikin gue ketawa bahagia, juga nangis mengharu biru saking sedihnya. So-so. Tapi kenapa gue kasih tiga bintang? Masing-masing untuk Ini hal-hal yang bikin gue suka dari novel ini :

1. Penggambaran lokasi dalam cerita yang bikin gue pengen mampir ke setiap tempat yang disebutkan di dalam novel.
2. Berhasil bikin gue bisa membenci salah satu tokoh di dalamnya (jarang-jarang gue bisa terbawa emosi pada salah satu karakter dalam sebuah novel).
3. Novel ini 'quoteable' banget.


Ceritanya tentang seorang cowok (Randi) yang masih aja belum bisa move-on dari mantan terindahnya (Dera). Sampai akhirnya dia berkenalan dengan seorang cewek (Fila) yang sebenarnya malah sempat mengingatkan dia dengan mantan terindahnya. Tapi semakin lama mengenal sudah bisa ditebak benih-benih cinta itu mulai tumbuh. Fila menawarkan sesuatu yang berbeda. Sama-sama mereka mencari cinta dan berani untuk menyatakan cinta mereka. Semulus itukah kisah mereka? Tidak juga. Tentunya ada masalah yang mengganggu. Dan itu yang bikin sedikit gregetan. Cuma sedikit. Karena porsinya terlalu sedikit dan selesainya masalah itupun gampang banget. Kurang suka. Tapi, cukup indah kok akhir dari cerita cinta si Randi ini. Setidaknya menurut gue ya. :)

"Cinta itu hitam dan putih. Ada gelap dan terang. Cinta gak selamanya penuh keindahan dan kejelasan, tapi juga punya bagian gelap yang selalu bikin kita tersesat. Nggak semua cinta berjalan dan berakhir dengan indah. Banyak yang terperangkap dan terkurung dalam berbagai masalah." (hlm. 56)

Well, gue bukan penulis hebat dan belum punya tulisan apapun yang sudah dipublikasikan, tapi sebagai seorang pembaca gue mau komentar dari segi cerita. Novel ini masih perlu perbaikan dari ketegasan setiap karakternya. Lalu penyelesaian masalah yang ada, agar pembaca bisa lebih greget gitu.
Gue yakin Bara bisa menulis lebih lagi di novelnya ini. Tapi, untuk novel yang murni fiksi ini, sudah cukup bagus. Lebih tebal lagi dong! Jadi lebih baik ditunggu novel berikutnya yang katanya sekarang lagi dalam tahap penulisan. Mudah-mudahan lebih baik lagi dan berhasil bikin gue tertawa, nangis, marah? Hahaha.

*btw, gue suka cover novelnya. Sederhana tapi sedikit bisa menggambarkan setting tempat novel ini..hehehe.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
February 19, 2014
”Sesuatu yang membuatmu pergi, pada saatnya akan menjadi sesuatu yang membawamu pulang kembali. Sesuatu itu berwujud satu, tetapi memiliki dua nama, “luka” dan “kenangan”. Yang satu membuatmu ingin melangkah jauh, yang satunya lagi memaksamu untuk mendekat lagi. Tarik-menarik antara mereka, biasa kau sebut:CINTA

Ini novel debut penulis, sebenarnya aku tidak terlalu berekspektasi tinggi. Novel ini menceritakan tentang kisah Randi. Ya, kali ini penulis mencoba mengangkat sudut pandang “cowok” berbeda dengan novel-novel yang selama ini kubaca. Bagaimana seorang Randi yang patah hati karena diselingkuhi bahkan ditinggalkan oleh kekasihnya 5 tahun terakhir, Dera. Bagaimana dia menyembuhkan luka diantara keping-keping kenangannya bersama Dera, apalagi semua tempat yang dikunjunginya selalu mengingatkan dan membawanya kembali ke sosok Dera.

Hal ini membuat Randi agak pesimis mengenai cinta. Hingga suatu hari dia bertemu dengan Fila, seorang wanita yang sangat menyukai fotografi dan kebiasaan-kebiasaan Fila yang sangat mirip dengan Dera, malah membuat Randi menemukan sosok Dera. Tapi, Fila dan Dera berbeda, Fila memberikan warna baru dalam hidup Randi. Namun, Randi dan Fila punya pemahaman yang berbeda tentang cinta...

”Cinta itu hitam dan putih. Ada gelap dan terang. Cinta nggak selamanya penuh keindahan dan kejelasan, tapi juga punya bagian gelap yang selalu bikin kita tersesat. Nggak semua cinta berjalan dan berakhir dengan indah. Banyak yang terperangkap dan terkurung dalam berbagai masalah.”

”Karena walau cinta adalah masalah , dan mencintai seseorang artinya membuka ruang yang lebar untuk masuknya masalah-masalah baru, tetap saja jatuh cinta itu indah.”

Dan, ketika dua orang yang sama-sama pernah kehilangan cinta dan bertemu, akankah mereka bisa saling menyembuhkan? Apalagi sosok masa lalu, yang ingin dilupakan bahkan dihindari kembali datang untuk kesempatan kedua, masihkah ada harapan?

”Ketika tak ada lagi yang bisa kau percaya, ikuti kata hati."

Sebenarnya novel ini menarik, namun entah kenapa penulis kurang bisa mengeksplorasi ide cerita dengan baik, awalnya aku menikmati tapi lama kelamaan, aku merasakan penulis seakan kehilangan fokus, tidak jelas penulis ingin membawa kemana cerita ini. Harusnya kemunculan kembali sosok di masa lalu, bisa memberikan warna dan menjadi titik klimaks, tapi penulis tidak bisa memberikan sesuatu, sehingga malah berasa menjadi biasa saja. Setting dan hobby para tokoh juga belum dieksplor dengan baik, padahal ini bisa jadi kekuatan dalam novel ini. Dan aku sama sekali belum merasakan feel maupun chemistry diantara para tokoh.

Padahal judulnya menarik “Kata Hati”, dengan cover yang cukup menggoda, sayang gaya bercerita penulis kurang maksimal sehingga menjadikan novel ini menjadi biasa. Semoga penulis dapat memperbaiki di novel selanjutnya.
Profile Image for lala.
19 reviews7 followers
December 9, 2012
Kata Hati adalah novel pertama Bernard Batubara yang sepertinya aktif di twitter. Aku emang lebih sering ngaskus daripada melototin twitter jadi gak kena racun di twitter. Tapi, berhubung temenku sukaaa banget sama buku ini maka saya pinjamlah kata hati dan mulai membacanya.

Randi cowok yang susah melupakan mantan terakhirnya, Dera. Mereka sudah berpacaran selama 5 tahun, saling mengenal sifat dan kebiasaan satu sama lain, kedengarannya mereka udah klop. Namun Dera, tipe cewek yang uh.. Kalo dibahasa jawa nggatheli dia cantik, model gitu loh, rambutnya panjang, dan gak mau kehilangan fans nya, jadi kalo ada cowok ngedeketin dia ladenin. Hal inilah yang membuat Randi memutuskan hubungan mereka, Dera selingkuh, Randi patah hati sampe sekarang. Kasian.. Sampai akhirnya dia ketemu Fila, cewek yang "mirip" Dera.

Jujur aku bingung sama buku ini. Fila ini Mary Sue banget deh, cantik, suka fotografi, ceria. Randi juga, dia ganteng, sayang sama kakaknya, punya sahabat yang siap sedia menyadarkan Randi saat dia mulai menggalau. Kelemahan mereka adalah Fila gak bisa nyatain perasaan, Randi gak bisa move on dan mereka tersiksa karena itu. DUH GUSTI!!
Aku juga bingung Fila-Randi ini jadi deket mulai kapan yak? Towel-towelan mesranya kurang kerasa, tau-tau setelah pertemuan pertama mereka udah sms an, ketemuan lagi, fila bilang kangen, tau-tau udah plesir berdua ke pantai, geez.. Semua berlangsung dengan cepat, mengingat Randi yang sedang dalam taraf move on dan Fila yang katanya pemalu semuanya sangat cepat, tanpa ada penjelasan yang memadai. Sehingga aku sebagai seorang pembaca bingung, im lost dan mulai berasumsi. Oh mungkin karena Randi lagi berusaha move on ini kesempatan buat Randi untuk bener-bener move on, oh mungkin karena fila takut kehilangan jadi dia beraniin dirinya untuk jujur sama Randi, oh mungkin Randi dulu maafin Dera berkali-kali karena takut dia kehilangan orang yang dia sayangi mengingat orangtuanya meninggal karena kecelakaan. Oh yak, jadi orangtua Randi itu sudah meninggal makanya Randi jadi protektif sama kakaknya, Dian, dia gak boleh bawa kendaraan sendiri. Ini loo, aku jadi gak bisa berempati sama si Randi, dia sepertinya lebih devastated karena Dera cewek yang udah nyakitin dia dan ninggalin dia demi orang lain daripada kematian orangtuanya. Im lost again... Dan memakluminya lagi, oh well mungkin karena kejadiannya udah bertahun-tahun yang lalu jadi Randi udah move on dari kematian orangtuanya, heih.

Memang lebih mudah mengkritik sih daripada menulis :p
Goodluck untuk karya selanjutnya
Profile Image for Agista Saraswati.
18 reviews60 followers
April 18, 2014
Move on, tema satu ini menjadi kerangka cerita utama novel rekaan Bernard Batubara (benzbara) entahlah. Novel ini juga merupakan salah satu novel sukses karena promosi lewat media promosi juga. Novel yang diterbitkan bukune ini bisa dikategorikan dalam novel Teenlit atau chicklit meski sebenarnya romance terjadi pada orang dewasa. Kenapa ane kategorikan ke situ? Karena ceritanya mudah ditebak! Predictable!


Randi, seorang pemuda yang gagal move on alias masih dalam tahap move on merupakan tokoh sentral dalam buku ini. Sebelas dua belas dengan ane sih ya, move on itu memang susah dan digambarkan di sini. Jadi, Randi pada akhirnya ketemu lagi dengan seseorang yakni Fila yang sudah diplot memiliki kemiripan dengan mantan Randi, Dera. Dan eng ing eng, gak usah ane ceritain juga plotnya sudah bisa ditebak.

Gimana ya? Baca novel ini tuh kayak baca cerpen, cepet, singkat, ringan. Amanah? Ada sih tapi tersirat banget dan amanahnya juga yang bersifat general. Hebatnya, Benz Bara mampu mengolah kata sehingga membuat pembaca engga bosen baca novelnya meski ceritanya ketebak banget. Dan ala ala novel remaja lainnya, novel ini penuh lagu sih ya. Sebenarnya engga apa-apa tapi kalau keseringan juga engga enak juga bacanya jadi semacam baca buku partitur gitu bukan baca novel.

Terus, mengenai penokohannya, standar sih ya kayak novel kebanyakan. Karakter yang diplot aman dan sesuai dengan jalan cerita. Karakter antagonis kurang kejam dan konflik juga kurang greget. Hebatnya lagi nih, Benz Bara menggunakan deskripsi detil yang dijamin membuat pembaca pengen mampir ke Jogja dan kafe Djendelo Koffie. Plusnya, Benz mampu membuat deskripsi yang panjang-panjang tapi engga ngebosenin.


Udah deh, sekian. Gitu aja.
Recommended atau engga? Engga deh, buat kalian yang lebih suka bacaan berbobot dan berat.
Profile Image for Imanda Husna.
11 reviews
November 25, 2012
Maka bersyukurlah saya membaca buku ini dengan meminjamnya dari temen =3

Yang udah baca heart emergency-nya falla adinda, tentulah tidak asing dengan nama akun penulis buku ini @benzbara. Artis twitter yang beberapa waktu lalu sering nge-retweet komentar publik tentang buku dia. Sejujurnya, saya agak terangsang untuk membeli, namun apa daya gramed palembang selalu kehabisan stock! Dan, saat ini saya syukuri betul.

Ceritanya tentang anakmuda yang susah ngelupain mantan, atau dalam bahasa gaul 2012 'anak muda yang gabisa move on. semua, setiap, apapun tentang yogya, cuma ngingatin dia balik ke mantannya. Mengingat blog bara yang memuat berbagai macam puisi karangan beliau, saya menaruh harap buku ini akan lebih puitis dan nyastra. Tapi enggak. Dilihat dari sudut manapun saya tidak mendapat kesan apa-apa.

Randi-tokoh utama di novel- harusnya bisa diceritakan lebih menggigit, ini tuh ftv banget. ftv flat yang sedikit pun ga menggalaukan saya. Padahal aja, kalo baca novel saya termasuk perasa garis keras yang bisa dengan mudah bereaksi untuk jalan cerita layaknya kata hati ini. Kepikiran mantan (sendirinya ga punya) enggak. Galau perasaan lagi naksir orang, enggak. Tkut kehilangan, enggak. Terlalu banyak emosi yang ga bisa saya tangkap. Sumpah. Ini tuh, ga maksimal banget dalam penulisannya.

Konflik yang dibangun-Masa lalu yang diceritain-Rencan-rencana masa depan-Hal-hal yang mungkin dianggap romantis, ga diceritain secara lengkap-utuh-dan ih waw. terlalu biasa, terlalu datar, terlalu ah....

kesimpulannya, seterkenal apapun seseorang di jejaring social, tidak serta merta menjadi jaminan jika orang tersebut menulis novel bisa jadi maksimal.
Profile Image for Sashi.
83 reviews10 followers
November 10, 2012
Saya sebenernya kurang suka genre cinta2an yang lagi marak dijadikan ide utama. Kebanyakan dari buku teenlit/romance/apalah itu pada ujungnya membuat saya kecewa. Termasuk ini.
Yah, nggak begitu mengecewakan sih.
Lalu, apa yang membuat saya tertarik membelinya?
Karena sang penulis cukup di kenal di twitter dan beberapa pembaca yang dia RT bilang bukunya sedih dan karakternya itu seperti yang di alami kebanyakan orang. (Yaiyalah dia RT yang berupa compliment.) ----"
Terus, yah kurang dari sejam saya berkutat pada buku ini, saya terdiam lama dan merasa kosong.
Kayak nggak ada konfliknya sama sekali, atau emang jangan2 sang karakter; Randi yang emang galau-nya level dewa atau gimana. Jatuh cinta itu... Nggak secepat kenalan trus main kesana-kesini..
Tapi ya gimana, cinta juga nggak bisa di pendam dan di tunggu begitu aja. Perasaan bisa berubah.
Satu hal yang saya suka dari novel ini... waktu Fila bilang: "Aku takut kalau selama ini aku jatuh cinta sendirian." Ya yang gitu deh pokoknya.
Btw, kenapa harus Fix You yang Coldplay ya? Saya ngerasanya kurang cocok sama karakter Dera. Hehehehe sekian terimakasih.
Profile Image for Happy Alfi Azizah.
47 reviews3 followers
January 21, 2013
Well..
Mengapa saya beli buku ini? Karena orang2 di twitter pada heboh gilak ngebahas buku ini, dan setelah aku tengok akun si empunya buku (Hello bang @benzbara_ :D), celotehannya di twitter keren2 gitu.. Yg ada di pikiranku langsung: novelnya pasti juga keren :D

Tapi hmm, kayaknya aku udah berharap cukup tinggi untuk novel ini, dan setelah membacanya, seolah reflek "Oh, segini aja, nih?" Kok kayak nggak ada geregetnya ya, nggak nyantol di hati :(

Menurut aku, Bara. Konflik di novel kamu ini kurang gimanaaa gitu. Banyak novel romance serupa dengan tema serupa, jd kayak kurang greget aja. Didukung dengan latar Jogja yang indah, dan kalimat2 puitismu ituu, akan lebih keren lagi ini novel menurutku, kalo konfliknya dikembangin n diperbanyak lagi lagi. Scene ato adegannya jg kurang banyak. Jadi ceritanya kurang ngalir, kayak patah-patah gitu. Dan, menurutku deskripsi di novel ini kurang banget. Kalo ada istilah "show, don't tell", kayaknya kalimat ini bisa jadi masukan buat kamu.

Tapi untungnya, kamu lumayan jago bikin kalimat2 puitis n quote2 keren. Lumayan bikin senyum lah :)

Betewe, ditunggu ya novel Love is Right nya, Bara. Semoga banyak kemajuan ;)
Profile Image for Aya Murning.
162 reviews22 followers
January 29, 2013
novel ini sepertinya mengangkat trend anak muda saat kini, susah move-on dari mantan. awalnya saya merasa bahwa topik cerita ini biasa saja, tidak seunik yg saya harapkan. tapi lama2 setelah saya baca sampai ke tengah, hmm okelah, tidak terlalu mengecewakan.

jika menilik dari dunia twitter yang banyak memuji novel ini, saya tidak heran karena untuk umur remaja atau anak sekolahan, novel ini memang sangat cocok untuk mereka. namun bagi yg sudah lebih dewasa, cerita ini tidak terlalu mengesankan. they want something more more more unexpected, termasuk saya. hehehe.

ada beberapa kaliamat dan quote yg saya suka dari buku ini, terlebih lagi di kalimat2 itu rasanya benar2 menonjok saya, pas sekali dengan keadaan saya sekarang hahaha. bukan tentang susah move-on nya. eh, kok malah jadi curcol sih? :p

andaikan full story di buku ini benar2 mirip dengan kisah saya, mungkin bisa saja saya beri 4 bintang. anyway, not bad lah. ;)
Profile Image for Klara Monika.
44 reviews
April 28, 2013
Well, alasan memilih buku ini juga karena lagi bosen muter-muter Gramedia dan melihat nama pengarang, sih. Benzbara memang lagi ngehits banget di twitter dan saya pikir, kenapa nggak?

Jadilah saya ambil bukunya untuk baca di tempat. Well, ceritanya basic banget dan ketebak. Dera yang antagonis dan Fila yang dari awal dideskripsikan sebagai cewek manis, lalu Randi yang galau karena susah move-on dari mantan.
Saya lupa berapa lama waktu yang saya perlukan untuk baca novel ini, mungkin karena pengaruh suasana Gramedia yang lagi ramai, moodnya gak masuk di saya. Saya malah seperti dapat tugas membaca cepat di sekolah :D

Overall, buku ini gak bisa dibilang jelek, sih. Cuma mungkin karena kata-kata manis yang saya dengar tentang penulis, saya kira buku ini bakal "wah" sekali, bahkan membuat saya meneteskan air mata. Eh, ternyata.

Atau mungkin emang saya-nya aja yang ga ngerti cerita romantis :)
Profile Image for Kartini NRG.
77 reviews
June 23, 2013
temanya rada biasa sih, tentang cowok yang susah move-on dari mantannya. tapi tokoh Randi berhasil bikin saya ngerti, oooh ternyata cowok lembut juga ya perasaannya huhhu :")
ngebaca buku ini tuh ngaliiiiiir aja eh tau-taunya udah selesai. saya saja namatin buku ini pas nunggu jemputan di tempat les. ya entah jemputan saya yang kelamaan atau memang buku ini bisa di baca dalam jangka waktu satu-dua jam.
oh iya, ada banyak kata-kata bijak tentang cinta juga yang dimasukin bang Bara dalam narasi-narasinya. salah satu contoh:
"sesuatu yang membuatmu pergi, pada saatnya akan menjadi sesuatu yang membawamu kembali. sesuatu itu berwujud satu, tetapi memiliki dua nama, 'luka' dan 'kenangan'. yang satu membuatmu ingin melangkah jauh, yang satunya lagi memaksamu untuk mendekat lagi. tarik-menarik antara mereka, biasa kau sebut: cinta" - halaman 29.
keren kan? bang Bara kayak (atau emang sudah) ngerti banget ya tentang cinta hihiw :D

4 bintang!
Profile Image for Putra Marenda.
Author 1 book1 follower
February 10, 2017
Ini merupakan tulisan awal di karir Penulis. ide cerita bgus, tpi diksinya tidak terlalu aku suka, terlihat sekali ada sekat. Banyak gimmick dalam membaca buku ini.
Profile Image for Dini Novita  Sari.
Author 2 books37 followers
April 1, 2013
Randi patah hati, semenjak ia memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Dera, cewek yang telah dipacarinya selama 5 tahun. Cewek yang begitu menyayanginya, namun sekaligus juga menorehkan luka teramat dalam di hati karena perselingkuhan. Dera sendiri tidak serta merta dapat meninggalkan Randi, karena ia masih berusaha terus mendekati Randi dan kembali. Sayangnya, Randi sudah dekat dengan cewek lain, Fila. Fila yang membuat Randi nyaman dan tenang, yang sedikit banyak juga mengingatkan Randi kepada Dera. Namun jika kata hati boleh berkata jujur dan dituruti, siapakah yang akan dipilih Randi: Dera yang sudah teramat mengenalnya, atau Fila yang akhir-akhir ini mampu membuatnya tenang?

Not so recommended. garing, penjabaran perasaan sang tokoh utama terlalu maksa. :)

Resensi lengkap ada di sini:

http://dinoybooksreview.wordpress.com...
Profile Image for Sifa Nabyiungyul.
2 reviews
April 21, 2013
judul: Kata Hati
Pengarang:Bernard Batubara
Resensi:
Buku ini menceritaan sebuah perjalanan asmara, kisah tentang kehilangan, ketika tak ada lagi yang bisa kita percaya ikutilah kata hati.
Buku ini menceritakan kisah seorang Randy yang telah lima tahun labih berpacaran dengan seorang yang sangat ia cintai. "Dera" tapi, hubungan itu kandas di tengah jalan. Dera selingkuh dengan seseorang yang bernama Andre..
Setelah berusaha untuk move on, akhirnya Randy menemukan sosok yang bisa menggantikan seorang Dera, yaitu Fila.
Kelemahan buku ini adalah terlalu banyak menceritakan atau mengungkit-ungkit masa lalu, kesannya terlalu membosankan. Tapi disisi lain, buku ini memiliki kelebihan yaitu kata-jatanya mudah dipahami, cocok untuk anak-anak remaja, dan pembacanya ketagihan untuk membacanya lagi.
Profile Image for Joy Agustian.
Author 3 books3 followers
April 11, 2013
Biasa aja. Ceritanya terlampau standar, flat dan mudah ditebak. Tentang cowok yang putus dari pacarnya, susah move on, dan nggak bisa bangkit dari masa lalu. Ketemu cewek baru dan cewek itu mengubah hidupnya jadi lebih indah. Terus, konflik klasik di sana-sini bikin aku nggak ngerti. Bara menggunakan point of view orang ketiga, sehingga aku kurang menikmati setiap detil yang terbilang kurang ngena. Jadi, itulah poin minus yang bisa aku kasih.

Poin lebihnya, Bara pinter mainin kata atau quotes andalannya untuk diselipin di setiap paragraf. Ini menyiasati agar para pembacanya merasa dikasih angin segar dari ceritanya yang biasa-biasa aja. Selebihnya, nggak ada apa-apa. Nggak ngerti kenapa bisa sampe dibikinin film dan dielu-elukan di twitter. *end*
Profile Image for Amanda Pricillia.
14 reviews12 followers
August 13, 2013
Alasan kenapa saya membeli buku ini tahun lalu persis sama dengan alasan kak Nina Ardianti, terpengaruh oleh review di Twitter. Membuat saya menaruh ekspektasi tinggi terhadap buku ini. Dan ternyata kesan yang saya dapat setelah membacanya jauh di bawah ekspektasi.
Ceritanya yang klise dan datar, alur yang mudah ditebak, narasi yang cukup panjang dan deskripsi yang berulang-ulang membuat saya hanya bisa memberi 2 bintang. Tapi perpindahan POV-nya oke, ngga ganggu. Gaya menulisnya juga rapi.
O iya, ada beberapa quote yang bagus, satu yang paling saya suka: "Masa lalu yang menyapa memang tak perlu disambut meriah, mereka sudah mendapatkan kesempatannya dahulu." :)

Good luck buat buku-buku selanjutnya!
Displaying 1 - 30 of 101 reviews

Join the discussion

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.