Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kepingan Cinta Lalu

Rate this book
Aku telah melangkah melewati beribu-ribu jarak, beribu-ribu hari, membawa ruang kosong di hatiku. Cinta telah kutitipkan pada masa lalu, tetapi aku masih menyimpan sehela harapan masa depan bersamamu. Aku masih ingat hangat jemarimu di pipiku, membawakan getar hidup yang hilang bersama langkahmu yang menjauh.

Lalu, hari ini, kau tiba-tiba berdiri di hadapanku, menatapku lekat, seolah membiarkanku membaca gurat-gurat kisah yang selalu kau sembunyikan. Aku hanyut dalam diam; seketika mengulang kembali sebuah kisah cinta dalam benakku. Kau, aku masih sangat mengenalimu meski beribu-ribu masa telah menyamarkan wajahmu—juga mengenali cinta, dan luka dalam langkah kita dulu….

Kali ini, apakah hanya cinta yang kau bawakan untukku? Dan, apakah kau berharap aku menyambutmu dalam peluk hangat dan isak penuh kerinduan? Tapi, aku takut cinta seperti pelangi—yang indah terlihat, tetapi ternyata hanyalah ilusi.

Dan, aku khawatir ketika mendapatimu hanya terdiam. Apakah kau pun mulai ragu dengan cinta, cinta yang kau bawakan kemarin untukku?

328 pages, Paperback

First published July 1, 2012

6 people are currently reading
97 people want to read

About the author

Helga Rif

6 books11 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
33 (28%)
4 stars
27 (23%)
3 stars
33 (28%)
2 stars
19 (16%)
1 star
3 (2%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Hayati.
245 reviews
October 16, 2012
“... tidak akan ada yang bisa menyakitimu dengan demikian besarnya, kecuali orang yang terdekat denganmu.”

Semua bermula di Radio Gema Surabaya. Saat itu Satira sedang mengantri untuk membeli tiket konser band MLTR (Michael Learns To Rock). Di sana dia bertemu dengan seorang pemuda. Bisa dibilang Satira jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pemuda tersebut. Tapi sayangnya mereka tidak berkenalan, tidak menanyakan nama satu sama lain.
Siapa yang sangka takdir menemuukan mereka kembali beberapa hari kemudian?
Intan, sahabat Satira, ingin mengenalkan Satira dengan seorang cowok yang telah berhasil membuat dia jatuh cinta. Cowok itu bernama Arga, dia adalah cowok yang di jumpai Satira beberapa hari yang lalu di Radio. Mereka berdua tentu merasa kaget karena bisa bertemu lagi.
Sejujurnya Satira dan Arga saling menyukai, tapi karena Satira tahu bahwa Intan, sahabatnya juga mencintai Arga, Satira lebih memilih untuk memendam perasaannya kepada Arga dan mulai menjaga jarak. Tapi siapa sangka, agar Arga bisa lebih dekat dengan Satira dia menjadi pacarnya Intan.
Satira tahu kalau Arga menjadi pacar Intan hanya untuk dekat dengannya, awalnya Satira menolak keras perasaan dan sikap care Arga yang baik kepadanya. Tapi lama-kelamaan Satira mulai menikmati perhatian yang diberikan Arga untuknya.
Mau seberapa besar usaha untuk menutupi hubungan mereka, akhirnya pasti akan ketahuan. Hubungan mereka akhirnya ketahuan oleh Intan. Reaksi Intan? Tentu saja marah, tidak hanya marah. Intan malah memutuskan persahabatannya dengan Satira. Dan yang lebih parah, Mama Satira mengetahui perbuatan yang dilakukan oleh anaknya. Sehingga membuat Satira akan diawasi lebih ketat. Pulang-pergi kuliah bersama supir. Hp disita. Belum cukup sampai di situ, Satira harus kehilangan Arga yang mengundurkan diri dari universitas dan pergi entah kemana beberapa minggu kemudian setelah peristiwa itu terjadi.
Tujuh tahun kemudian...
Satira telah menjadi vokalis band jazz yang cukup terkenal di Indonesia sehingga mengadakan show di luar kota. Dan saat ini band jazz Satira sedang berada di Bali. Siapa yang sangka di Pulau Dewata Bali dia akan bertemu dengan Arga?
Selama tujuh tahun mereka tidak bertemu dan berkomunikasi lagi. Dan saat bertemu dengan Arga, perasaan Satira sakit. Dia masih sakit hati dengan sikap Arga yang pergi entah kemana tanpa memberi kabar kepadanya.
Arga datang kembali ke kehidupan Satira. Dia ingin memulai semuanya dari awal. Dia ingin memperbaiki kesalahan yang dilakukannya di masa lalu. Bagaimana dengan Satira? Apakah dia akan menerima dan memberikan Arga kesempatan kedua? Apakah Satira masih mencintai Arga seperti tujuh tahun yang lalu? Bagaimana dengan Ardian yang selama empat bulan ini telah menjadi kekasih Satira? Apakah dia tidak memiliki arti yang penting bagi Satira? Silahkan dibaca selengkapnya ^^

Sesuatu sekali kemaren ada waktu luang untuk baca novel. Sangat sangat bersyukur bisa baca novel lagi walaupun udah nggak bisa sesering dulu. Ini pun aku sempat baca karena benar-benar punya waktu luang.
Oke, novel ini adalah karya kedua mbak Helga yang aku baca. Aku mempunyai ekspetasi yang tinggi untuk novel ini. Kenapa? Karena saat membaca karya pertamanya aku sangat sangat suka banget. Tapi sayangnya untuk novel kedua ini aku kurang suka.
Di awal cerita aku sudah ilfeel berat dengan sosok Satira yang menurutku bodoh. Maaf yah pakai kata kasar, tapi ini benaran BETE abis sama sosok Satira yang disini. Mungkin sikap dia seperti itu karena dia yang masih lugu? Tapi di usia 18 tahun harusnya dan sudah seharusnya bisa dong membedakan mana yang benar dan mana yang salah? -____-“
Benar-benar datar banget perasaan aku saat membaca novel ini, yang ada malah aku selalu merutuki setiap kebodohan yang dilakukan oleh Satira. Maaf mbak Helga, untuk karya yang kedua ini aku kurang suka. Mungkin karena udah ilfeel berat sama sosok Satira di awal kali yah? Dan untuk sosok Arga di sini, aku sudah memasukkannya kedalam blacklist!
Ini hanya pendapatku loh yah, jadi yang memang kepingin baca yah silahkan dibaca. Kan selera masing-masing orang berbeda. Jadi untuk novel ini, mungkin karena bukan selera aku atau faktor apa sehingga aku kurang suka sama novel ini. Hanya satu yang aku suka dari novel ini, yaitu covernya yang cukup memikat hati :D

Kita tidak pernah bisa menolak kepada siapa kita jatuh cinta. Bukan kepada wajah, tubuh, dan apa yang dia miliki, tetapi kepada hatinyalah kita jatuh cinta. Dan, semua itu tidak dapat kita hindari, tidak dapat kita ingkari.
Profile Image for Dina.
215 reviews10 followers
November 30, 2012
buku pertama helga rif yang aku baca, ceritanya bagus, agak sebel nih sama satira waktu dia ketemu arga lagi... kasihan ardian :"( terus nggak dijelasin juga ya satira sama intan gimana? sayang aja mereka udah bersahabat bertahun-tahun tapi cuma gara-gara seorang arga rusak semuanya... tapi emang judulnya kepingan cinta lalu sih ya bukan kepingan persahabatan hahaha
Profile Image for Titi Sanaria.
202 reviews37 followers
Read
March 14, 2016
Cerita ini menggunakan POV1, dan jarang-jarang ada tokoh POV1 yang bisa bikin sebel, gemes, dan sekaligus kasihan. Sometimes, when it comes to love, terkadang, kepala memang tidak bisa kompromi dengan hati.

Belum terlalu lama kenal Bukune dan suka. kembar siam dengan Gagas gaya ceritanya.
Profile Image for Filz.
55 reviews
March 24, 2013
belom satu minggu, udah nggak inget lagi ceritanya
Profile Image for Alfiah Mega.
62 reviews
March 31, 2014
Agak kecewa sama buku ini. Padahal covernya bagus. Bisa bikin kesel sih sama tokoh utama prianya, makanya berani ngasih bintang 3.
Profile Image for Ila.
44 reviews11 followers
July 1, 2014
Baca buku ini 2 tahun lalu. Kalau dulu sih suka, entah kalau dibaca ulang.
Profile Image for Nabila Azzahra.
38 reviews4 followers
February 4, 2015
Akhirnya, ketemu juga novel yang jalan ceritanya sama dengan ending yang berbeda. Endingnya tidak ketebak nih. Hehe
1 review
September 11, 2014
kata temen temen yang baca karya helga rif ini yang paling the best
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.