Mama Tasya yang khawatir melihat putrinya belum bisa melupakan mantan kekasihnya, berencana menjodohkannya dengan putra salah seorang temannya. Sebuah rencana terselubung. Namun, rencana agar Tasya mendatangi Diego, putra Bu Zahra, ternyata tidak berjalan mulus. Tasya yang tidak tahu tentang rencana mamanya itu, benar-benar pusing saat harus mengantar pesanan pelanggan butik mamanya, dengan cara yang sungguh merepotkan. Dan saat Diego menganggap Tasya sengaja mengejarnya, Tasya mengaku bahwa dia sudah punya pacar. Dia meminta sahabatnya untuk mengaku sebagai kekasihnya. Semua berjalan seperti keinginan Tasya sampai akhirnya Diego tahu kalau Tasya hanya ingin mempermainkannya. Diego sendiri telah jatuh hati pada Tasya dan berniat untuk merebut hati Tasya dari Mandar, pacar pura-pura Tasya.
Sebelumnya, saya minta maaf kalau review saya kurang berkenan. Novel ini saya temukan di iPusnas dan iseng membacanya. Kisah Tasya dan Diego sebenarnya sederhana: perjodohan yang dibalut kesal jadi cinta dan beragam kebetulan yang sayangnya too good too be true, mudah ditebak, dan saya nggak terlalu bersimpati dengan tokohnya. Tasya terlihat agak kegeeran lalu sok jual mahal dan di akhir luluh begitu saja. Diego pun, entahlah aneh saja gitu, langsung naksir Tasya dan mengejar-ngejar setelah sebelumnya katanya menolak banyak wanita. Beberapa kalimat juga membuat saya mengerutkan dahi, seperti di halaman 2 ada kalimat: "Mamanya ternyata berbakat bisnis, selain berbakat merancang baju, padahal sarjana ekonomi. " Menurut saya, nggak aneh sarjana ekonomi berbakat bisnis. Mungkin jadi aneh kalau mamanya yang sarjana ekonomi itu jadi bidan sapi >.< Sekian, dan semangat untuk penulisnya ^^
Cerita ini ringan bgt Disini konfliknya kurang ngena dan hampir gak ada Kayak flat gitu ceritanya apalagi di part akhir yg berusaha dicepetin alurnya menurutku jadi terkesan buru2 Tp kalau pngen baca bacaan yg ringan dan gak berkonflik mngkin cocok sekaligus bisa dibaca sekali duduk
Mama Tasya yang khawatir melihat putrinya belum bisa melupakan mantan kekasihnya, berencana menjodohkannya dengan putra salah seorang temannya. Sebuah rencana terselubung. Namun, rencana agar Tasya mendatangi Diego, putra Bu Zahra, ternyata tidak berjalan mulus. Tasya yang tidak tahu tentang rencana mamanya itu, benar-benar pusing saat harus mengantar pesanan pelanggan butik mamanya, dengan cara yang sungguh merepotkan. Dan saat Diego menganggap Tasya sengaja mengejarnya, Tasya mengaku bahwa dia sudah punya pacar. Dia meminta sahabatnya untuk mengaku sebagai kekasihnya. Semua berjalan seperti keinginan Tasya sampai akhirnya Diego tahu kalau Tasya hanya ingin mempermainkannya. Diego sendiri telah jatuh hati pada Tasya dan berniat untuk merebut hati Tasya dari Mandar, pacar pura-pura Tasya.
Lumayan buat bacaan waktu senggang. Simpel tapi bisa diterima
Dari cover, gak terlalu menjanjikan kalau buatku. Apalagi judulnya kayak gitu, aku kira itu cerita cinta yang berhubungan dengan free sex atau semacamnya.
Tapi, setelah baca, aku menyimpulkan What a simple story?
awalnya Tasya yang dikhawatirkan tidak bisa dapat jodoh, oleh mamanya berniat dijodohkan dengan teman mamanya. Tasya yang otomatis gak mau, karena calonnya adalah dokter nyebelin bernama Diego, mengajak temannya sendiri untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Sering terjadi adu mulut yang lucu di anatara kedua orang ini, tapi akhirnya mereka bisa bersatu karena saling mencintai.