Mati itu urusan pribadi. Benar. Kitalah yang mendesain cara mati kita. Kitalah yang memilih jalan itu. Kita bertanggungjawab terhadap diri kita. Kita pula yang menentukan bagaimana akhir kehidupan kita, sesuai kebiasaan yang kita punya. Masalahnya adalah bagaimana kematian itu bisa memiliki ruh dan pengaruh yang menggemuruh. Mati yang menyentuh. Mati yang bisa menggugah jiwa-jiwa yang lelah menemukan energinya. Itulah kematian yang menyejarah. Mati yang menghidupkan. Seperti kematian para syuhada. Mereka mati tetapi jiwa-jiwa mereka tetap hidup dalam jiwa kita. Mereka telah pergi, tetapi kebaikan yang dirintis akan tetap abadi. Pahala pun mengalir tak pernah berhenti. Bagaimana mendesain kematian seperti ini? Ok. Baca buku ini, siapkan senyummu, temukan efek "aha...!"-nya, dapatkan inspirasi unik, lalu tautkan dengan berbagai informasi, cari benang merah dari berbagai fakta dan peristiwa, lalu bergegaslah untuk melangkah!. Dan, segeralah Deadline Your Life! Ingat mati agar hidupmu lebih berarti.
Awalnya iseng2 saja beli buku ini karena lagi butuh penyegaran garap skripsi (lagi,) Alhamdulillah dampaknya luar biasa, mungkin ini buku motivasi terbaik yang pernah saya baca, walaupun buku nya kecil tapi materinya padat dan bergizi tinggi sudah gitu mudah dicerna lagi macam ASI..hahaha
Bergaul dengan motivator sekarang jauh lebih mudah lewat tulisan, gairahnya tak pernah habis walau tak ikut seminar, yang penting dipraktekkan jangan cuma jadi pajangan.. hehehe
Ingat Mati Agar Hidup Lebih Berarti!!! Inna lillaahi wa inna ilaihi rooji'uun, kuajak dirimu melangkah dengan selalu mengiringi hari demi hari dengan kalimat yang akrab dengan kita ini. Kumulai dari akhir sebagai awal. Akhir hidup kita di dunia adalah awal kehidupan abadi kita di akhirat.