Kata orang, bila mimpi digigit ular itu pertanda seseorang akan mendapat jodoh. Tapi bisa juga sih diartikan sebagai datangnya masalah besar. Dan Puput yang tadi malam baru bermimpi seperti itu, jadi ngeri sendiri. Apalagi tiba-tiba datang pengacara yang memberitahukan pertunangannya dengan pria yang belum dikenalnya sama sekali. Kalau ditolak Puput harus bayar denda yang besar sekali. Padahal, dia dan Paman-Bibinya tidak punya uang sebanyak itu. Mau ga mau Puput pasrah menerima. Tapi masalah terus datang, calon adik iparnya memusuhinya dan menganggap Puput sebagai “Anak Udik” yang ga selevel. Tunangannya lebih parah, malah menganggap Puput sebagai katak. Katak buruk rupa yang ingin menjadi pasangan si pangeran tampan. Jadi gimana dong nasib Puput?
Jujur ingin memberi bintang 0 kalau bisa namun tidak mungkin karena saya tahu membuat novel itu tidak mudah.
Oke to the point saja. Jadi di novel ini karakter utamanya adalah seorang gadis SMA bernama Puput serta seorang laki-laki bernama Andra yang berusia 23an (mungkin sih, karena hanya dijelaskan dia berjarak 6 tahun dari Puput).
Saya sama sekali tidak bisa menjabarkan bagaimana karakter tiap tokoh seperti review-review saya yang lain karena tiap tokoh dinovel ini seperti "tidak matang" dalam menciptakanya.
Selain itu banyak sekali hal-hal yang membingungkan dan menggantung yang seharusnya butuh penjelasan lebih.
Saya bahas mulai dari bagian judulnya dulu ya. Novel ini berjudul "MY SILLY ENGAGAMENT". Sudah jelas ya bahwa ini seharusnya cerita tentang pertunangan konyol. Iya memang konyol sih, karena tiba-tiba Puput dan Andra dijodohkan. Namun lebih konyol lagi karena tidak ada penjelasan kenapa mereka berdua dijodohkan?? Wasiat, wasiat, wasiat, ya terus isi wasiatnya apa? Dijelaskan dong. Jangan ujuk-ujuk dijodohkan, kesanya tidak masuk akal.
Dan ini nih yang yang menurut saya fatal. Masalah karakter tokoh utamanya.
Karakter Puput sangat tidak konsisten. Di bab awal dijelaskan bahwa Puput tidak biasa bangun kesiangan, tapi dibeberapa part justru dijelaskan kalau si Puput ini memang sering bangun kesiangan dan terlambat ke sekolah.
Selanjutnya, karakter Andra si pemeran utama pria yang justru tidak menonjol sama sekali! Dia jarang sekali muncul dan sekalinya muncul hanya berlagak dingin dan sok cool. Alhasil dialognyapun hanya sedikit.
Karakter Erlangga (adik Andra) yang notabene hanya second lead justru mendapat banyak part dan lebih ditonjolkan entah dari sisi skill, sekolah, atapun sikap baiknya terhadap Puput.
Kaya kebalik engga sih???
Saya masih menduga-duga klimaks dari cerita ini sebenarnya dibagian mana? Saat Puput masuk rumah sakit karena menolong Dita kah? Atau saat Puput dan Erlangga saling jatuh cinta? Entahlah.
Cerita ini benar-benar membingungkan secara keseluruhan. Klimaks yang tidak jelas serta penyelesaian permasalahan yang kurang tuntas membuat saya hampir menyerah membaca novel ini dipertengahan halaman.
Banyak bagian-bagian yang saya skip karena terlalu bertele-tele. Ditambah lagi karakter Puput yang dibuat seolah dia adalah gadis yang lucu namun kenyataanya dia tidak lucu sama sekali. Cara bercandanya garing, namun tetap saja lebih garing karakter Andra yang abu-abu. Pfffttt -.-
Ng... Bukunya saya drop di bab-bab awal. Apa yah, kurang menarik minat saya aja sih. Tidak ada bagian yang terlalu menonjol. Soal engagement-nya sendiri memang masih menyimpan misteri, tapi saya pribadi tidak terlalu tertarik untuk tahu alasan di balik perjodohan tersebut.
Bagian depan ada sedikit inkonsistensi. Ada kalimat, "Hari ini Puput kesiangan. Nggak biasanya cewek itu bangun setelah matahari mulai menampakkan diri seutuhya di permukaan bumi...", tapi setelah itu diceritakan bahwa si Puput memang sering terlambat. Memang sih, bisa jadi dia biasanya bangun lebih pagi tapi tetap aja telatan, tapi minimal ada alasannya dong. Dia jualan di pasar dulu kek, dia kelamaan mandi, atau dia harus ngantarin adik atau apalah.
Bukan berarti buku ini jelek sih. Mungkin yang suka tema perjodohan begini bisa coba membacanya, tapi saya pribadi memilih untuk melewatkannya.
Ide ceritanya agak menarik sih, bagaimana hidup seseorang berubah karena perjanjian yang dilakukan orangtua tokoh utama bertahun-tahun yang lalu. Namun alasan mengapa terjadi perjodohan itu tidak dibeberkan di sini. Bahkan sampai buku ini selesai.
Pembukaannya basi, menceritakan tentang orang yang terlambat bangun. Heran bagaimana buku ini bisa lolos dari tangan editor, karena konon, awal cerita yang "basi" macam ini akan membuat naskah dilempar bahkan sebelum lolos dari paragraf pertama. Untunglah bukan saya editornya.
Yah, setidaknya bertambah buku yang saya baca tahun ini.