Jump to ratings and reviews
Rate this book

Beragama Dengan Akal Sehat

Rate this book
Tahukah anda kenapa babi diharamkan? Kenapa bertarekat kok jadi edan? Membela Islam kok malah radikal? Benarkah agama adalah racun peradaban? Benarkah belajar tanpa guru, gurunya syetan? Dan benarkah beragama tak boleh menggunakan akal? Semuanya dijawab tuntas dalam buku fenomenal Beragama Dengan Akal Sehat.

272 pages, Paperback

7 people are currently reading
157 people want to read

About the author

Agus Mustofa

49 books122 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (32%)
4 stars
6 (19%)
3 stars
11 (35%)
2 stars
1 (3%)
1 star
3 (9%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Vinanuraa.
70 reviews
March 7, 2022
"Ketika gemuruh peradaban menghasung manusia menuju jurang kehancuran yang sangat dalam
Ketika kebebasan berpikir menjadi 'agama baru' yang menakutkan, membingungkan dan menyesatkan
Ketika kepentingan telah menjadi tuhan-tuhan yang sulit dibedakan dari tuhan yang sebenarnya
......
Ketika wajah dunia dan kemanusiaan telah demikian coreng morengnya
Inilah saatnya bagi manusia untuk menegakkan akal sehat dan hati nuraninya"
Agus Mustofa, Saatnya menegakkan akal sehat

Penggalan sajak diatas menjadi pembuka buku "Beragama dengan Akal Sehat" karya Agus Mustofa yang sekaligus menjadi pemaparan tentang kondisi manusia saat ini. Beliau menjelaskan bahwa saat ini banyak kita temui orang yang beragama maupun tidak beragama namun tak jelas perbedaannya. Hingga pada akhirnya spiritualitas tak keruan juluntrunganya, kasih sayang berganti wajah menjadi penjajahan dan terorisme, dan kebenaran adalah milik kelompok tertentu saja, adalah terjadi saat mereka tidak bisa mengambil pelajaran dari ayat-ayatNya, kecuali orang-orang yang menggunakan akalnya.

Di dalam buku ini, Agus Mustofa mengajak para pembaca supaya lebih luas dalam memandang sesuatu, tidak hanya terkungkung pada dogma saja. Hal itu dijabarkan lebih luas diawal bab yang membahas tentang agama vs dogmatisme. Beliau menyampaikan bahwa islam adalah agama fitrah, sebuah agama yang sesuai dengan 'pembawaan' kita sebagai makhluk sempurna. Oleh karena itu, jika seseorang menjalankan agama ini dengan benar maka tidak akan terjadi rasa keterpaksaan (Q.s.Al Baqarah : 256)

Akan tetapi sayang, banyak dijumpai saudara-saudara kita yang menjalankan agama secara dogmatis, yang mana tidak menerima celah perbedaan disana. Bagi mereka, barang siapa yang menjalankan agama tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya, maka ia menganggap sesat. Agus pun menjelaskan bahwa dalam beragama tidak mungkin diseragamkan sedetil-detilnya, hasilnya pasti saja tetap berbeda. Meskipun Rasulullah telah mengajarkan tentang koridor dan substansinya, namun tetap saja harus ditoleransi perbedaannya
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Maisarah Mohd.
Author 1 book42 followers
December 21, 2016
Point utama dalam buku ini adalah melawan dogma.
Islam adalah agama yang meraikan akal.
Islam menyuruh umatnya berfikir.
Islam datang dengan bukti, bukan dogma.

Ternyata, kita perlu sama-sama bermuhasabah bagaimana cara kita beragama.

1 review
November 6, 2016
saya ingin membaca buku ini
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.