Okay, before I begin, I would like to apologize the most sincerely from my deepest part of heart. Sudah beberapa bulan sebenarnya buku ini ada di tangan, tapi karena waktu itu saya baru mulai kerja dan agak shock dengan sibuknya rutinitas yg sebelumnya ga terbayangkan, jadilah ga ada 1 pun buku yang kebaca, including this book. I must say, I'm so sorry, kak Meta... *nyembah kakinya kakak :b
I must admit that it was a big mistake that I delayed reading this book. Justru pada saat-saat stress seharusnya saya baca bukunya kak Meta. Hahaha! Ni udah baca ketiga kalinya masih teteeuuup aja lucu. Gaya tulisannya seolah-olah kita ngeliat kak Meta ngoceh bercerita dgn serunya di depan mata. Feels so real and it's really enjoyable. Masih membawa tipe kocaknya seperti di buku pertama, buku kedua ini menceritakan petualangan pasca lulus jd dokter. Asik... Pas banget sama saya yg juga baru melepas status mahasiswa.
Oke, back to the content of the book. Favorit saya yang pertama adalah "Horrible Disorientation". Saya yg juga dulunya pendatang di Surabaya emang ngerasa susah banget dikasih arahan jalan yang ga detail sedetail2nya. Tapi beruntung banget kak Meta punya temen yg ngerti, sms sampe segitunya. Hahahah...!
Saya juga suka sama cerita kak Meta umrah. Dari sekian banyak cerita versi orang-orang yang saya kenal, cerita kak Meta adalah yang paling aneh bin ajaib. Entah karena emang titisan belut, atau reinkarnasi tiang listrik, saya pikir itu patut disyukuri. Siapa coba yang pengen diganggu lagi ibadah di tanah suci, dan siapa yang ga pengen punya kekuatan rahasia kayak gitu? Ya ga kak? Hahha...!! Keren!!
Lalu cerita tentang Onyi! Bahahahha... Kalo ada sodara saya yang kayak kak Meta pas lagi hamil, saya bakal nge-faaaaannsss!!! Keren banget kak, ngidamnya Onyi. Top markotop! Semoga Nyanya suatu saat ketemu Onyi ya kak, wong dari dalam perut aja udah segitu lucunya tu anak :b
"Smart people know there were other people fall at a hole, and try not to pass the hole. Let's say I'm smart". Probably this part is the top of my favorite. I'm 23 and I never got worried about me being not ready for marriage just because I don't have a boyfriend. There were times when I got a bit scared or obnoxious when people asked me such a thing, but for the first time in my life, kak Meta through this little story in her book, reminds me again that it is the right decision. And I thank you the most, kak :')
Letters for Naya and your Daddy, even if I realized it was my 4th time reading them, still make me cry. I believe Naya will grow up to be just like you – smart, funny, solehah, kindhearted, and comfortable to be around, or even better. Ah, pengen rasanya review semua little stories disini, tp ntar malah spoil :)
I gave four thumbs for this book. Why not five?
Kurangnya cuma 2, eh 3 ding. Dan saya harap banget untuk buku selanjutnya, kak Meta will consider these. Pertama, tulisannya kok gede-gede amat ya, kakak? Hehe... Jadi berasa baca buku anak-anak gitu, kak. :b Kedua, editannya kurang matang. Misal, setelah tanda baca, seharusnya spasi dulu baru karakter berikutnya, dan ada beberapa typo. Hal-hal kayak gitu aja sih. Nah, yg terakhir... Kan kakak ceritanya udah berkeluarga dan lagi lucu-lucunya nih, saya berharap aja ada fotonya bertiga di profil penulis. Ternyata ga ada :(
Overall, this book is highly recommended! *4 thumbs up :D
Yeaaay, buku kedua kak Meta Hanindita pun ADA, setelah sebelumnya pernah meluncurkan buku pertamanya yang berjudul "MetaMorphosis". Sudah lama ditunggu, akhirnya terbit juga. :D
Seperti biasanya, kak Meta selalu menceritakan berbagai ke-dudul-an, ke-setoy-an, ke-unik-an, dan ke-an yang lainnya. Bedanya kali ini cerita-ceriti nya sejak ia menjadi seorang isteri (yang solehah) dan ibu (yang baik).
Kalo lagi baca buku kak Meta, pasti ni emosi berperan banget. Mulai dari cerita yang lucu -> ngakak-ngikik nggak jelas (sampe-sampe orang dirumah kebingungan lihat Cici). Cerita yang meng-geram-kan -> uuuuh, geregeran banget (sampe-sampe mau gigit jari jempol kaki sendiri sampe putus). Cerita sambil belajar -> sambil bilang "ooooh" (angguk-angguk tak menentu). Cerita haru -> nangis jungkir balik saking sedih / terharunya (efeknya: flu ringan menyerang). Dan banyak yang lainnya. :D So, inspired!
Mulai dari cerita awal ajah "The Inspired Rumput," udah menggugah hati. Jadi pengen nulis yang rajin, walaupun cuma buat diary sendiri. Same with kak Meta, I do believe (too) that everything happens for a reason. Lalu "Balada Sepatu yang Ditukar" bikin nih aldosteron keluar banyak. Ngakak sekuat-kuatnya sambil keluarin bom saking lucunya sambil ngebayangin kak Meta make ntu sepatu. Mana beda sepatu, ditambah pula sama-sama sepatu kiri, ditambah lagi yang 1 pake hak yang 1 lagi tidak. *weleh-weleh, kak Meta serius banget sih belajarnya jadi salah deh #emang #apa #hubungannya #coba*
Cerita kak Meta sewaktu melaksanakan ibadah umroh, bikin merinding loh kak. So, I decided to say "WOW". That's all so amazing stories. Trus bagaimana kegiatan kak Meta selama hamil dan kelahiran kakak Nyanya, juga sangat menggugah hati. Sesekali ketawa, sesekali nangis, sesekali cemas, pokoknya hormon serotonin Cici waktu bacanya jadi naik turun. Oh ya, alhamdulillah Cici banyak dapat informasi baru dan pelajaran baru dari cerita kak Meta. Bagaimana perjuangan ingin memberikan ASI sama kakak Nyanya, bagaimana menjadi isteri yang baik, bagaimana menjadi anak yang dibanggakan orang tua, dan banyak lainnya. #Hiks
Yang sangat sedih tapi sambil senyum dna nangis nya itu pas baca beberapa surat yang kak Meta selipkan di buku ini. Nggak kebayang jeleknya wajah Cici waktu baca buku ini. Beratakan banget pastinya. But I like it. It is so touching the bottom of my heart. :D
well, well, pertama tahu buku ini bakal terbit, nggak nyangka juga ternyata Meta ngeluarin buku via penerbit yang sama dengan kedua bukuku which is indie publishing :d. pertama tahu juga sebenernya ngarep dapet giveawaynya (lagi, haha) tapi nggak dapet, meski nebaknya yaah benerlah ya menurutku, tapi kurang tepat kali :p. konsep buku kedua Meta ini sebenernya sama kayak buku pertamanya yang diterbitin via major, MetaMorphosis, tapiii karena hampir tiap blog selalu buka blognya Meta, jadi kayaknya kurang gereget gitu ya bacanya. gereget sih, tapi nggak segereget yang pertama. antusias sih, tapi nggak seantusias yang pertama dulu *halah*. soalnya, udah pernah baca via blognya :d. tapiiii, aku bersyukur Meta mau wujudin itu dalam bentuk buku, soalnya penting banget kalau ntar pas mau melahirkan, yaa bisa punya referensi bagus dari dokter anak :D. meski begitu, banyak hal yang bisa dibuat pelajaran dari buku Metamatika ini *persis kayak buku pertamanya dulu :D*. jujur aja, aku harap banyak, Meta mau ngumpulin perintilan kisah hamil, melahirkan, merawat anak, lengkap dengan tutorial dan pengetahuannya yang Meta alamin sendiri. karena, selain insyaallah pasti kebeli, itu juga bakal berguna buat calon mama-mama yang lain, terlebih Meta adalah figur yang banyak dikenal, jadi berasa deket pastinya :).
Saya mendapatkan buku ini dengan mengikuti kuis yang diadakan oleh penulisnya, Meta Hanindita dengan menulis apa yang saya ingin dapatkan dari buku ini. Isi dari buku ini kebanyakan telah di posting di blog penulis. Bagi Anda yang belum meng"kepo" blog penulis di tahun-tahun tersebut buku ini saya rekomendasikan terutama bagi calon-calon ibu ataupun yang sedang hamil karena berisi pengalaman penulis. Pada akhirnya saya meng"hibah"kan buku ini kepada kakak saya. Tanggapannya sangat baik, sangat menginspirasi kakak saya untuk tidak mengeluh dan lebih bersyukur dalam kehamilannya ini.