The Cure gives the diagnosis of this century’s religious obsession with sin-management. It has poisoned the Church, obscuring the Original Good News and sending millions away-wounded, angry and cynical, from nearly any organized expression of faith. The Cure offers an authentic experience in Christ that frees some from a self-rewarded righteousness, and others from a beaten down striving for a righteousness they can never seem to attain. The Cure infuses a relational theology of grace and identity, which alone can heal, free and create sustainable, genuine, loving, life-giving communities.
The Cure dalam buku karya John Lynch mencerminkan filosofi inti buku ini: menemukan penyembuhan sejati untuk hati dan jiwa manusia yang sering kali terjebak dalam tekanan, rasa bersalah, atau usaha keras untuk "menjadi cukup baik." Penyembuhan ini datang dari kasih karunia (grace), bukan dari usaha manusia semata atau kepatuhan pada aturan-aturan yang membebani.
3 hal yang jadi tema utama adalah: Penyembuhan dari Ketakutan: Buku ini menawarkan "obat" berupa penerimaan tanpa syarat melalui kasih karunia, mengatasi ketakutan akan penolakan dari Tuhan atau sesama. Mengatasi Kehilangan Identitas: Di "Room of Grace," kita bebas menjadi diri sendiri tanpa tekanan memenuhi ekspektasi. Kasih sebagai Jawaban: Kasih Tuhan menjadi solusi bagi luka batin, rasa bersalah, dan tekanan spiritual.
Intinya, The Cure menyiratkan bahwa penyembuhan sejati datang bukan dari usaha kita untuk memperbaiki diri, tapi dari menerima kasih yang tanpa syarat. Nama ini langsung menggambarkan pesan inti buku, yakni "penyembuhan yang memulihkan jiwa manusia."
my notes: If you don’t get “God” or why someone would choose to be a Christian, I highly recommend this book. A bit simplistic, but I think that’s what’s needed in that space sometimes along side less pretentiousness.
Borrowed from my bro @jordan doesn’t have ig @mythical