Lahir di Bojonegoro pada 17 Desember 1965. Pendidikan formalnya ditempuh di SD-SMA di Bojonegoro, Jawa Timur. Gelar Sarjana Kedokteran Hewan diperoleh di Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, 1989. Magister dalam Hubungan Internasional dengan konsentrasi studi Politik Timur Tengah diperoleh di Program Pasca Sarjana Universitas Jayabaya, dengan tesis berjudul Pragmatisme Politik Luar Negeri Israel. Sedangkan gelar doktor dalam bidang Peradaban Islam diraihnya di International Institute of Islamic Thought and Civilization -- Internasional Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM), dengan disertasi berjudul “Exclusivism and Evangelism in the Second Vatican Council: A Critical Reading of The Second Vatican Council’s Documents in The Light of the Ad Gentes and the Nostra Aetate.
"Kita perlu menegaskan kembali bahwa Tujuan Utama dari Pendidikan Islam adalah untuk mencetak manusia-manusia yang baik (shalih)." hal. 222
"itulah tujuan pendidikan islam yang hakiki, mencetak manusia yang baik, sesuai dengan potensi dan kesempatan yang diberikan Allah kepadanya. Jika pendidikan Islam justru melahirkan manusia-manusia yang gila dunia, gila jabatan, pemalas, pembohong, dan karakter buruk lainnya, maka bisa dipastikan ada yang salah dengan pendidikan Islam tersebut. 'Hasibuu qabla an tuhaasabuu,' kata Sayyidina Umar r.a. Intropeksilah di dunia ini, sebelum di akhirat nanti kita semua diminta pertanggungjawaban oleh Allah swt." hal. 223
buku ini mampu memberikan masukan yg berarti utk kekurangan sistempendidikan kita di Indonesia. banyak pemikiran syed MN al attas yg diadopsi disini. sangat layak utk dikoleksi dan menjadi harta waris yg berharga utk anak2 kelak!