Jump to ratings and reviews
Rate this book

How To Make Comics Menurut Para Master Komik Dunia

Rate this book
Mau bikin komik tapi gak bisa menggambar? Siapa bilang tidak bisa?

Buku ini akan membahas tentang berbagai salah kaprah dan hambatan untuk membuat komik . Tentang kenapa kamu mau membuat komik. Tentang kenapa itu bisa diwujudkan. Tentang memanfaatkan teknik para master komik dunia untuk membuat komik kita lebih baik.

Dibantu dengan panduan membuat komik yang mudah, dijamin proses bikin komik kamu akan semakin menyenangkan!

208 pages, Paperback

First published January 1, 2012

2 people are currently reading
76 people want to read

About the author

Hikmat Darmawan

14 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (36%)
4 stars
10 (45%)
3 stars
4 (18%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
Profile Image for htanzil.
379 reviews149 followers
February 26, 2013
Sebagai buku panduan untuk belajar ngomik, buku ini sangat menarik, walau mengambil contoh dari para komikus dunia seperti Will Eisner, Herge, Ozamu Tesuka, Allan Moore, Scout MccCloud, dll, namun tips-tipsnya mudah dipahami. Selain itu yang membuat buku ini menarik adalah penuh dengan contoh-contoh karya komikus dunia baik yang berwarna maupun yang hitam putih.

Karena ini buku panduan di setiap akhir bab-nya disediakan halaman khusus yang berupa tugas yang harus dikerjakan oleh pembaca buku ini. Pokoknya dari segi tampilan dan lay-outnya buku ini sangat menarik dan membuat kita dapat belajar dan memahami dunia komik secara menyenangkan.

Melalui buku ini sepertinya penulis ingin mendobrak salah kaprah bahwa membuat komik itu sulit dan hanya dapat dilakukan oleh seorang jago gambar. Dengan membaca buku ini pembaca menjadi yakin bahwa komik dapat dibuat oleh siapa saja tanpa perlu pintar menggambar.

Sayangnya buku ini tidak satupun menyajikan contoh komik-komik lokal, semoga di jilid-jilid berikutnya ada karya2 komikus lokal yang bisa dijadikan contoh dalam buku ini.

Buku ini juga banyak mengutip buku Scout McCloud, Understanding Comics : The Invisible Art. Wah, jadi pingin baca buku-nya nih :)

Review lengkapnya bisa dibaca di :

http://bukuygkubaca.blogspot.com/2013...

Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,443 reviews73 followers
February 18, 2017
Aku... nggak tahu kenapa akhirnya beli buku ini. Tanganku bergerak begitu saja. Mungkin karena keseringan liat iklan buku ini di halaman promosi Plot Point, mungkin karena kebetulan buku ini didiskon besar, mungkin... entahlah. Sudah terlambat bagiku untuk belajar komik lagi, sangat terlambat.

Tapi ternyata buku ini nggak ngomongin soal cara menggambar. Justru, hal mencengangkan yang ditawarkan buku ini pertama kali adalah, "Nggak bisa menggambar tapi pingin bikin komik? BISA!"

Eh?

Jadi buku ini lebih ngomongin soal metode storytelling dalam sebuah komik daripada tutorial cara bikin komik itu sendiri. Which makes me could relate myself somehow. Kurasa saat nulis pun aku bisa nyoba nerapin beberapa aspek di sini. Atau saat nge-doodle hehehe...

Buku ini mencontohkan banyak komik barat yang populer meski gambarnya nggak bagus-bagus amat. Dan kalau dipikir fenomena ini juga banyak merambah komik Indonesia, terutama yang online. Meskipun, aku yakin para komikus itu aslinya gambarnya dewa banget, tapi mereka lebih memilih bentuk-bentuk yang sederhana agar komiknya mudah diproduksi. Jadi lebih menekankan ke kekuatan story-telling.

Dengan banyak mengambil sumber dari "kitab suci" Scott McCloud's Understanding Comic, buku ini menjelaskan bagaimana konsep jukstaposisi dalam komik, konsep visualisasi gerakan, dan perpindahan antarpanel. Aku baru tahu kalau ternyata komik punya pakem hitungan panel tersendiri dalam satu halaman yang disebut "kisi". Komik Jepang jarang yang panelnya paten sih. Tapi buku ini bilang, sebelum bereksperimen macam-macam dengan panel, lebih baik kita menguasai panel-panel dasar. Hooo... Ada juga soal cara membuat skenario komik (dikit banget, sih), teknik permainan "kamera" dalam panel komik, gestur, mimik wajah, variasi bentuk caption dan efek suara, serta hal-hal teknis semacam itu yang dijabarkan dengan sederhana.

Pada halaman-halaman awal, daripada ngomongin soal teknis, buku ini lebih menjabarkan tentang filosofi dunia komik dan alasan orang bikin komik. Ternyata membuat komik pun punya efek terapi yang menyembuhkan. Garin Nugroho bahkan pernah mengatakan bahwa media yang paling banyak membantu pemulihan korban bencana pasca Tsunami Aceh 2004 adalah film dan... KOMIK. Sayangnya kemudian ternyata ajakan itu kurang disambut oleh para komikus tanah air.

Menarik lah. Mungkin kalau mau diterbitkan ulang lagi, judul bukunya bisa menjadi "Menyederhanakan Komik". Komik di sini diperlihatkan sebagai media penyampaian yang menyenangkan dan tidak rumit. Uniknya, layaknya buku teks, ada beberapa halaman latihan yang memberimu tugas untuk berlatih menggambar panel komik dengan tema tertentu. Memang bagus buat pemula yang ingin mulai menggeluti dunia komik, sih.
Profile Image for Truly.
2,764 reviews13 followers
November 25, 2012
https://www.facebook.com/notes/truly-...

-----------
-----------
-----------

Saat kecil saya suka sekali membaca kisah Tintin, sekarang sih juga masih he he he. Beberapa orang menggambarkan kesukaan saya dengan kalimat, " Anak ini suka sekali baca KOMIK Tintin." Ketika Tintin diterbitkan ulang oleh salah satu penerbit raksaksa, saya ikut membaca sekedar ingin tahu perbedaannya dengan yang saya baca saat kecil. Ketika sedang membaca, seseorang berkomentar, "Wah suka baca CERGAM."

-----------
-----------
-----------

Menyebut komik, saya langsung teringat pada Conan, Kariage Kun, DDS, serta QED. Mungkin ada yang akan langsung menyebut Doraemon, ShinChan dan lainnya. Komik walau bagaimana sudah menjadi bagian kehidupan kita. Siapa saja bisa membaca komik, yang perlu diperhatikan adalah komik untuk usia tertentu. Biasanya sudah ada keterangan usia yang boleh membaca komik tersebut di kover komik

-----------
-----------
-----------
Profile Image for Dede Muharoom.
39 reviews5 followers
June 4, 2014
Pertama saya tegaskan disini, buku ini bukan tentang "menggambar", atau buku-buku how to draw, jadi jagan harap isinya tutorial menggambar.

Yang kedua,isinya tentang "komik", bukan "manga", intinya tidak banyak membahas manga, tapi tenang saja karena masih ada sisipannya juga :)

Jadi, sesuai judulnya, how to make comics, buku ini berisi tentang kaidah dasar dalam pembuatan komik, dan bagusnya pada bab awal buku, Hikmat Darmawan menekankan bahwa komikus yang baik tidak perlu menjadi penggambar yang baik, (namun jika bisa menggambar dengan baik, banyak membantu tentunya).

secara keseluruhan, buku ini sangat baik dijadikan referesi, malah saya menggunakannya sebagai buku kajian untuk sripsi saya. Pemilihan font dan bahasa yang digunakan membuat kita betah membaca. Bahkan ada soal interaktif disetiap akhir Bab, membuat kita benar-benar belajar membuat komik.

Happy Reading :)
Profile Image for Firza  Rhamadhan.
27 reviews1 follower
August 9, 2014
Buku ini mampu menuntun kita untuk membuat komik, walaupun komik sederhana, meski kita tidak mempunyai skill bagus dalam menggambar. Menjelaskan berbagai macam filosofi dalam membuat komik.

Buku ini banyak mengambil poin-poin dari buku McCloud dan beberapa halaman komik dari karya Pak Eisner, Alan Moore dan novel grafis lainnya. Salah satu bagian yang sangat saya sukai di buku ini yaitu, pada bagian "22 panels that work" yang merupakan jurus jitu dari Wally Wood. Bagian ini sangat memperkaya pengetahuan saya tentang membuat komik yang bagus dan lebih sinematis.
Displaying 1 - 9 of 9 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.