Jump to ratings and reviews
Rate this book

JUN!!!

Rate this book
Jadi anak baru di SMA itu nggak gampang. Apalagi buat cewek kutu buku kayak Dira. Ujung-ujungnya ya dapat teman kutu buku juga yang hobi nongkrong di perpustakaan. Tapi tiba-tiba di sekolah barunya itu dia melihat sosok yang dikenalnya berjalan keluar dari perpustakaan sambil melepas kacamata.

“Jun! Arjuna!” Dira memanggil dengan heboh, tapi kok... ada yang beda dengan sahabatnya itu ya? Dia seperti tidak mengenali Dira dan sikapnya dingin.

Dira masih ingat ketika SMP Jun mengajaknya janjian di taman sepulang sekolah, tapi Jun tak pernah muncul, dan malah menghilang tanpa kabar. Dan sekarang, setelah akhirnya mereka bertemu kembali, Dira malah mendengar banyak kabar miring soal Jun. Katanya, sekarang Jun jadi pemimpin cowok-cowok berandalan di sekolah. Dira sendiri bahkan memergoki Jun beberapa kali sedang... tawuran?!

Jun benar-benar sudah berubah. Padahal dulu Dira sempat naksir Jun yang kutu buku itu. Kira-kira kenapa ya Jun berubah? Sesuatu pasti terjadi. Dira harus mencari tahu!

208 pages, Paperback

First published August 30, 2012

19 people are currently reading
403 people want to read

About the author

Mia Arsjad

21 books124 followers
Mia Arsjad memulai kariernya sebagai penulis novel setelah naskahnya, Mak Comblang membawanya menjadi salah satu penulis berbakat "Lomba TeenLit Writer GPU" tahun 2004. Naskah tersebut kemudian diterbitkan tahun 2005 dengan judul baru, Miss Cupid.

Tahun 2005 Mia mencoba mengikuti Lomba Penulisan Novel Metropop GPU, dan berhasil menjadi juara ketiga dengan naskahnya yang berjudul Cinlok, Accidentally In Love?

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
136 (28%)
4 stars
122 (26%)
3 stars
135 (28%)
2 stars
58 (12%)
1 star
18 (3%)
Displaying 1 - 30 of 41 reviews
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
November 22, 2023
Bintang 2..

Hmm, lumayan seru sih cuma nggak begitu suka sama guyonannya karena dimomen-momen seriuspun masih aja disuguhi celetukan-celetukan jayus.

Jun!! Entah novel keberapa karya Kak Mia yang saya baca. Secara, beliau adalah salah satu novelis favorit dari jaman SMP wkwkw. Bercerita tentang Dira, si gadis kutu buku yang ceroboh banget (cenderung blo'on malah kesanya) cerewet dan heboh (yang pasti nggak klop banget sama imej kutu bukunya -_-). Dira baru saja pindah sekolah ke Bandung. Di sekolah barunya ia bertemu dengan Jun, teman SMPnya saat di Jakarta. Dulu Jun adalah seorang cowok yang baik, pintar, dan nggak neko-neko. Tapi sekarang, Dira seolah tak mengenal Jun. Jun yang dulu sangat berbeda dengan Jun yang sekarang. Jun yang sekarang adalah seseorang yang pemberontak, doyan tawuran (tapi pintar, menang olimpiade, nggak pernah bolos pelajaran and bla bla bla.. yang lagi-lagi nggak balance sama imej pemberontaknya -_-) dan dingin.
Dira berusaha mencari tahu apa yang menyebabkan Jun berubah. Ia ingin Jun kembali seperti dulu, saat Dira diam-diam menaruh hati pada Jun. Namun ternyata usahanya tidak semudah itu. Jun terus-terusan bersikap judes, belum lagi Dira juga selalu dikerjai Aileen yang naksir berat Jun. Akankah usaha Dira berhasil? Apakah yang sebenarnya disembunyikan oleh Jun?

Well, novel ini menurut saya masih mentah banget ide tawuranya. Karena apa ya? Nggak menegangkan gitu loh. Udah bagus-bagus situasi dibikin genting ehhh malah disisipin tektokan tokoh yang garing dan jayus, bikin sebel! Belum lagi setiap tawuran isinya introoooo mulu. Mau mukul aja harus bilang "Lo rasain tangan gue!" Hadehhh, udah kaya Naruto aja tiap mau gerak harus disebutin dulu jurusnya. Ingat, kalian itu mau gelut jadi nggak usah kebanyakan dialog. Kalo ribut sama banci baru nohhh ngomong mulu.

*kesel *frustasi

Paling sebel scene waktu Jun mau tawuran dan Dira dihadang preman. Haduhh malah kaya orang blo'on semua, nggak ada serius atau tegangnya sama sekali. Isinya basa-basi dan obrolan nggak penting, malah lupa noh tawuran jadinya gimana. Aneh banget...

Mau yang lebih absurd lagi? Alasan mereka tawuran itu nggak ada! Yup, tiba-tiba berantem aja gitu scenenya, dan selalu begitu. Tauk deh alesan mereka main serang itu apa, klub bolanya kalah kali!
Hmm.. ada juga sih yang dijelasin kalau mereka tawuran karena perbuatan wilayah. Tapi buat apa gitu? Bukannya sekolah udah ditembok dan gerbang dari sononye ya? Mau nambahin wilayah buat apa lagi sih shayy. Emang mereka mau repot-repot ngurus surat tanahnya? Wkwk

Pokoknya pembahasan tentang tawuran ini nggak oke sama sekali. Problem slovenya juga menye-menye banget, dibuat mudah dan nggak berkesan. Haduhh masih keki banget kalau inget si Juna and the gank yang kebanyakan basa-basi dan malah nggak jadi tawuran sama sekali sampai cerita selesai!!

Sejujurnya saya nggak sreg dengan latar belakang Jun yang membuat cowok itu jadi dingin dan judes (ya walaupun sebenernya nggak sedingin itu sih, heran juga kenapa bisa ditakutin anak-anak). Kalau jadi doyan tawuran, oke lah karena dia begitu gara-gara korban. Tapi jadi dingin? Judes? Hmm. Mungkin dia jaim kali yah karena pentolan sekolah.

Terus karakter Dira yang arggg! Kayaknya semua karakter FL dari Mia Arsjad mirip-mirip deh. Cerewet, heboh, hiperbolis, rame, ceroboh cenderung oon dan ekspresif. Mau dia kutu buku kek, mak comblang kek, supel kek, pendiam kek sifat-sifat mereka itu samaaa. Tapi ya gimana? Emang itu cari khasnya Mia Arsjad nggak sih?

Terakhir tokoh Aileen yang tiba-tiba hilang. Lohhh kok bisa, saya juga bingung. Dibilang tukang bully tapi dia cuma pernah ngerjain Dira sekali doang terus wushhh, moksa dia.

Yahh.. maaf deh untuk novel kali ini saya nggak begitu suka. Karena kesan "gahar" atau "sangar" dari tawuranya itu nggak dapet sama sekali. Apalagi klimaksnya kaya begitu doang, kecewa deh saya.
Profile Image for Eksa.
292 reviews25 followers
August 30, 2020
2.5🌟
Terlalu drama kali yaaaa dan kurang logis di beberapa titik tapi tetep aja menghibur dg interaksi manis ala anak SMA-nya. Baca blurbnya bikin aku berekspektasi tinggi tapi aku lupa cerita teenlit kak mia pasti sederhana haha yauda deh. Cocok dibaca buat remaja betulan(?)
Profile Image for Rose 📚🌹.
536 reviews133 followers
November 7, 2012
http://sikutubukuocemei.blogspot.com/...

"Sampe kapan pun, orang tawuran itu nggak waras. Orangtua nggak bangga, dikejar-kejar polisi, babak belur pula. Belum lagi kalo mati. Mati konyol!" pg.21

Adalah suatu kegembiraan tersendiri jika mempunyai sahabat-sahabat yang memiliki satu hobi dengan kita. Apalagi kalau hobi itu adalah membaca. Dira, Juna, Mayang, dan Irwan adalah keempat sahabat sekaligus kutu buku dan pecinta movie. Masa SMP mereka begitu menyenangkan. Sayangnya mereka tidak bisa bersama-sama mengulangi masa-masa indah itu di bangku SMA. Semua berpisah, hanya Dira dan Juna yang tetap bersama. Awalnya Dira kira ia akan sedikit terhibur dengan adanya Juna yang masih disisinya. Tapi satu saat, Juna tiba-tiba menghilang tanpa kabar.

Dira dikenal dengan sifatnya yang sangat ceroboh. Ia baru pindah ke sekolah barunya di Bandung namun sudah entah berapa kali mengalami kecelakaan-kecelakaan kecil. Tasha, kutu buku sekaligus teman baru Dira juga heran dengan kelakuan teman barunya itu. Tapi bagai pinang dibelah dua, jika Dira si tukang ceroboh, maka Tasha adalah si penakut.

Awalnya Dira menjalani hari-harinya dengan berkutat di perpustakaan, tapi secara tak sengaja ia bertemu dengan seseorang yang ia kenal sejak dulu. Juna! Sayangnya Juna yang sekarang terlihat dingin dan tidak ingin didekati. Dira bingung, bertanya dalam batinnya apabila ia punya salah yang tak ia sadari pada Juna. Dira yang cuek dan ceroboh kaget bukan main ketika tahu bahwa Juna yang dulu hanyalah seorang kutu buku sekarang telah berubah menjadi pentolan sekolah, si ketua geng yang dulunya bertubuh ceking sekarang berotot di bagian-bagian tubuh yang tepat.

Dira si anak baru tak pelak menjadi sasaran empuk bagi senior-seniornya dan bahkan preman di luar sekolah. Namun, bukan Juna namanya jika ia membiarkan sahabat yang ada di masa lalunya diganggu oleh orang lain.

"Saat Tuhan membuat seseorang dalam posisi sulit, orang itu akan jadi lebih kuat dan semakin menghargai apa yang dia miliki. Misalnya keluarga."pg205
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
December 20, 2014
Agak janggal dan gak masuk akal ceritanya menurut gue. Kalo dari segi tema yang diangkat, menurut gue menarik dan cocok banget buat remaja.. Cuma mungkin--ini gue sotoy aja sih--Mbak Mia nggak pernah sekolah di sekolah yang suka tawuran jadi kurang ngerti apa yang sebenarnya terjadi di sekolah yang muridnya gemar tawuran. Baca percakapan Juna dan teman-temannya pas mau tawuran tuh aneh banget.. masa sempet-sempetnya sebelum tawuran ganti baju seragam.. rapi bener ya?
Selain itu, sekolahnya kok seperti buta banget atau memang nggak mau tau. Nggak ada tindakan preventif dan pemberian sanksi keras. Jaman sekarang sih yang dicurigai ikut tawuran udah langsung di-DO. Udah gitu, sekolah-sekolah mah punya intel, yang kerjanya mencari informasi dan koordinasi sama polisi. Bahkan kantor gue aja, yang mahasiswa-mahasiswanya bahkan untuk demo aja dilarang, ngerokok di kampus dikenain sanksi, punya intel dan lumayan gerak cepet buat memastikan reputasi universitas selalu terjaga. jadi, tiap ada info jelek dikit langsung deh diambil tindakan.

Trus soal alasan Juna berubah... agak off juga yak.

Yah gitu deh. Masih lebih bagus Rona Hidup Rona dan Runaway Ran dari segi logika cerita.

Profile Image for cha!.
172 reviews7 followers
Read
April 6, 2022
i am passed the year to read this so there are so many sentiments here: the use of excessive words and characters as an emphasis doesn't create an 'explosive' feeling, the long long dialogue feels too preachy, the repetition of some words to describe something or someone (too bad there are potential there though!,) and finally the main character is just unlikeable for me (aside from selfish, her clumsiness is no longer cute as time goes by, and has zero sense of communication despite her good intention.) oh this too, boys don't get to call each other with 'bro' every time to exude masculinity i believe it just plain ridiculous. i get it however this is teenlitttt, don't be so serious brah.

so here's what i like: some unintended narration is surprisingly funny, the puppy love shared is so early 2010ish, that one goofy sidekick that kind of stands there but you kind of miss too eventually, not to compare but i get a nostalgic feeling of this from 'dilan, 1990' (even though the execution is still needed deep research,) the flow and language is like series which i appreciate. thank you for writing this still, mia arsjad
Profile Image for Erina R.
67 reviews
December 19, 2019
Cerita yang simpel dengan narasi yang kocak! Terima kasih untuk Dira yang membuat saya ngakak terus. Mbak Mia begitu lihai dalam merangkai dialog percakapan yang menarik, meski saya merasa ada cukup banyak kekurangan di buku ini.

1) Banyak typo yang saya temukkan, apalagi menuju akhir cerita.
2.) Banyak kejanggalan di beberapa part, seperti di hal. 34 waktu Dira ngomong pengin daftar ekskul olahraga terus Tasha meledek kalau Dira sering pura-pura nggak bawa seragam olahraga sangking payahnya dia dalam pelajaran itu. Padahal, Dira kan kutu buku yang pastinya takut kena masalah (apalagi dihukum), masa iya sih dia nekat melanggar peraturan? Terus juga, padahal di narasi bilang kalau SMA itu unggulan di Bandung (hal. 12). Yakali anak yang nggak bawa seragam nggak dihukum sama guru olahraganya?

Masih ada sih beberapa yang janggal, kayak Dira yang tiba-tiba tahu rumahnya Juna padahal belum pernah kesana. Tapi saya cukup puas membaca novel ini.

Rate: 3.0
Profile Image for Riez Chiwi.
163 reviews
June 4, 2023
Dari dulu uda suka sama karya-karya nya mia arsjad. Sekarang baca ulang JUN. Tetep suka. Padahal di usia sekarang kadang baca teenlit bikin bosen banget. Tapi ini ga bikin bosen, suka, bikin ngakak juga.
Profile Image for zee.
116 reviews
March 17, 2021
to be frank, penggambaran budaya "tawuran" di buku ini cukup buruk, in my honest opinion. seakan bagian "Juna suka tawuran" cuma ada disana, sebagai salah satu plot device, yang sayangnya kurang dikembangkan dengan baik. idk if it's because the book it's too short for it to reach their best potential, tapi menurut saya, banyak bagian yang seharusnya tidak ada disana? seakan kurang penting terhadap plot keseluruhannya?

all in all, it was a pretty quick read. i just hope we get to see more of the "violence" side of Juna, sebelum semuanya coba Dira gagalkan (which, most of the times, her plans sucks and, just plain dumb tbh).
Profile Image for Linda♥.
349 reviews
November 6, 2012
Tuhan selalu menyelipkan satu kado rahasia dalam setiap peristiwa "berat". (page 197)


Dira dan Juna bersahabat sejak SMP. Tepatnya, mereka adalah sekumpulan kutu buku--bersama dengan Mayang dan Irwan juga--yang disatukan oleh hobi baca buku dan nonton DVD. Sayangnya, mereka nantinya tidak akan bersama-sama SMA di Jakarta. Mayang akan ke luar negeri, sedangkan Irwan akan sekolah di luar kota. Tinggal Dira dan Juna yang nantinya bersekolah di Jakarta.

Terakhir kalinya mereka berempat berkumpul (sebenarnya mereka tidak menyangka bahwa itu terakhir kalinya mereka berkumpul berempat), Juna sempat meminta Dira untuk ketemuan di taman dekat sekolah Minggu ini. HANYA mereka berdua. Dira pun menyanggupi.

Minggu siang, Dira sudah menunggu Juna selama 4 jam, namun Juna tak kunjung datang. Padahal mereka tidak pernah ngaret bila berjanji. Tapi sekarang Juna malah tidak datang. Tanpa kabar apa-apa pula. Dan memang.. Juna tidak pernah datang lagi, ke taman itu maupun bertemu mereka bertiga. Seminggu. Sebulan. Hingga setahun berlalu. Tidak ada kabar dari Juna!

Masa SMP telah berlalu. Dira menjadi anak baru di salah satu SMA di Bandung. Tanpa diduga, di sana ia melihat seseorang yang dikenalnya. Arjuna! Ya, dia Juna. Salah satu sahabat kutu butu Dira--sekaligus cinta pertamanya. Sahabat yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Refleks Dira menyapa Juna.

Tapi Juna yang sekarang bukan Juna yang dulu. Ia memang sempat terkejut melihat Dira tiba-tiba muncul di depannya. Namun, ia malah berlalu begitu saja dengan ekspresi yang tidak dikenal Dira. Juna sekarang begitu keras dan dingin. Juna juga pemimpin tawuran di sekolahnya sekarang.

Dira awalnya tidak percaya. Tapi kemudian dia menyaksikan sendiri Juna di tengah-tengah tawuran. Bukan hanya sekali, melainkan berkali-kali. Mulanya Dira kesal pada Juna karena telah menjadi pemimpin cowok-cowok berandalan di sekolahnya. Namun, rasa penasaran Dira mengunyah habis rasa kesal itu. Dira pun mulai mendekati Juna yang kini sudah seperti orang asing. Mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Juna sejak hampir dua tahun lalu.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Juna? Mengapa Juna sekarang malah menjadi pemimpin tawuran padahal dulunya dia paling benci tawuran dan menganggap tawuran itu busuk? Bagaimana pula hubungan Dira dan Juna? Baca sendiri deh.. :p

more: http://lindation.blogspot.com/2012/11...
Profile Image for LiLa.
317 reviews12 followers
September 8, 2016
Apakah kalian pernah terlibat atau melihat tawuran antar siswa SMU? Saya pernah melihat tawuran antar siswa SMU saat saya masih di SMP. Saat itu saya merasa tegang, takut tapi juga penasaran. Saya masih ingat ketika mobil angkot yang saya dan penumpang lainnya melewati segerombolan anak SMU bersenjata lengkap, mulai dari samurai sampai balok kayu dengan ujung penuh paku tajam dan batu-batu besar. Saya juga masih ingat ketika Pak supir menginjak pedal gas dalam-dalam saat tawuran dimulai dan mulai memasuki gang demi gang untuk menghindar. Disaat itulah saya melihat seorang siswa SMU dikejar siswa lain dengan menghunus samurai dan tepat ketika samurai itu terayun, angkot yang saya tumpangi berbelok kencang. Saya juga masih ingat ketika beberapa detik setelah angkot berbelok, sebuah batu besar melayang dari arah depan saya melintasi jendela di sebelah kanan saya (saya duduk di kursi empat dan paling ujung dekat jendela).

Menegangkan sekali bukan? Tapi bagaimana rasanya ketika tawuran akan segera dimulai, ketua salah satu SMU meminta tawuran ditunda karena mendengar suara teman masa kecilnya? "Aaaaaaaaa! Jangan colek-colek!"
Bagaimana rasanya kalau tiap ketegangan hampir mencapai puncak selalu terjadi hal konyol yang langsung meontarkan ketegangan itu sampai titik terendah? Itulah rasanya membaca teenlit karangan Mia Arsjad ini.

Teenlit yang mengambil tema tawuran antara pelajar SMU untuk menjadi yang terkuat ini seperti biasa dibalut dengan kisah tentang keluarga dan persahabatan. Terus terang, di awal cerita saya dibuat penasaran untuk mengetahui penyebab perubahan sikap Juna dari seorang kutu buku menjadi seorang ketua genk SMU. Tapi ketika rahasia itu terungkap, saya merasa alasannya masih tidak terlalu kuat. Dan solusi yang ditawarkan Mia di teenlit ini juga terkesan begitu mudah dan kemungkinan berhasil di dunia nyata itu minim sekali. Mungkin karena kurang survey?

Diluar segala hal yang kurang sesuai ekspektasi saya, cerita ini masih dapat menghibur saya. Banyak kekonyolan yang membuat saya minimal tersenyum simpul. Sesuatu yang selalu saya dapatkan dari buku karangan Mia Arsjad
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
February 19, 2013
Judul: JUN!!!
Penulis: Mia Arsjad
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 208 halaman
Terbitan: 2012

Dira masih ingat ketika SMP Jun mengajaknya janjian di taman sepulang sekolah, tapi Jun tak pernah muncul, dan malah menghilang tanpa kabar. Dan sekarang, setelah akhirnya mereka bertemu kembali, Dira malah mendengar banyak kabar miring soal Jun. Katanya, sekarang Jun jadi pemimpin cowok-cowok berandalan di sekolah. Dira sendiri bahkan memergoki Jun beberapa kali sedang... tawuran?!

Jun benar-benar sudah berubah. Padahal dulu Dira sempat naksir Jun yang kutu buku itu. Kira-kira kenapa ya Jun berubah? Sesuatu pasti terjadi. Dira harus mencari tahu!

Review

Dalam kondisi normal sih novel ini harusnya 2 bintang. Hanya saja karena novel ini salah satu novel yang sejak pertama kali saya lihat di toko buku langsung pengin saya baca, jadinya saya beri 1 bintang. Kecewa karena buku ini tidak memenuhi harapan saya.

Jujur saya tidak pernah merasa ada chemistry antara Dira dan Jun. Tambah lagi banyak sekali momen yang membuat saya merasa si Dira ini gabungan antara tokoh utama sinetron dan tokoh utama FTV. Tipe yang tetap sabar bahkan dibully kayak gimana pun juga. Tertindas ala tokoh utama sinetron. Terus saya juga merasa dia tipe gadis desa lugu yang hijrah ke kota di FTV-FTV. Terus cerobohnya itu loh. Buat saya sudah masuk tahap menjengkelkan bin dongo. Fuh, sorry for the harsh word. Cuma banyak momen yang bikin saya jengkel karena kecerobohannya si Dira ini.

Topik utamanya kurang nendang buat saya. Penyelesaian akhirnya juga terasa kurang. Buat saya akhir ceritanya itu, "Hah? Segini doang?"

Tidak memuaskan.

Satu bintang untuk novel ini. Blurbnya menarik dan bikin penasaran, sayang ceritanya di bawah harapan saya.

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2013 New Authors Reading Challenge
- 2013 What's in A Name Reading Challenge
- 2013 Indonesian Romance Reading Challenge
Profile Image for Viktoria.
135 reviews1 follower
July 3, 2014
Ini cerita yang fresh dan SMA banget. Jadi kangen masa-masa SMA dulu. Masa-masa jatuh cinta sama temen deket sendiri *ups. Dan memang tawuran masih sering banget terjadi. Nggak cuma anak sekolah aja yang tawuran, tapi juga mahasiswa. Tapi berkat novel ini saya baru tahu ternyata salah satu penyebab tawuran itu memperebutkan kekuasaan. Ya, Juna dalam novel ini adalah penguasa geng tawuran di SMA-nya. Ia dan gengnya “bertarung” dengan geng SMA lain demi memperebutkan wilayah dan jadi yang terkuat. Dan ternyata dia goyah hanya karena… Dira. Cewek kutubuku yang digertak dikit aja langsung lemas. Apalagi kalo bukan karena cinta? Duh, indahnya masa remaja.

Hal lain yang bikin saya santai bacanya adalah: ada tipikal bad boy yang ngegemesin macem Juna. Di mana lagi ada cowok tampang sangar dan hobi berantem, tapi ternyata sering ikut olimpiade matematika dan sains alias pinter banget? Di dunia nyata sih nggak ada. Karena biasanya orang yang pinter bisa berpikir jernih, ngapain ngabisin waktu demi tawuran? Ngapain rela-relain mencoreng nama demi dapet luka-luka berantem? Tapi Juna, punya alasannya sendiri. Si Juna ini punya alasannya sendiri untuk berubah.

Masa lalu itu bagian dari hidup kita, harus diterima bahkan seharusnya jadi pemicu untuk menjadikan masa depan lebih baik. (hlm.120)


Novel-novel Mia Arsjad memang light dan lucu. Serius, menghibur banget! Untuk ukuran teenlit, ini menurut saya bagus karena nggak semuanya adegan menye-menye, patah hati, sedih berkepanjangan. Tapi di sini si Dira malah nekat dan berani menghadapi Juna dan gerombolannya yang nyeremin. Intinya, dia berusaha mendekati Juna yang dulu sahabatnya—bukan cuma bisa menatap dari kejauhan dan menangis.

...Tuhan selalu menyelipkan satu kado rahasia dalam setiap peristiwa "berat". (hlm.197)

Profile Image for s..
123 reviews4 followers
December 28, 2012
Nungguin novel barunya Mbak Mia lagi setelah Satria November, dan waktu novel ini lahir, saya udah kalang-kabut mau beli, tapi baru sempet kebeli kemarin...

Langsung saya baca pas hari itu juga dan langsung habis. Bukunya memang lebih tipis daripada yang lainnya sih, tapi itu ngga ngurangin kepuasan saya bacanya. Ceritanya tetep ngalir, lucu, khas anak muda, dan ngga bikin bosen karena temanya ngga ngebosenin.

Saya baca novel Mbak Mia pertama kali itu Imajinatta, dan langsung suka. Satria November, saya juga suka. Dan Jun!!! ini saya suka banget. Temanya tentang tawuran, tema yang marak diperbincangkan akhir-akhir ini. Mbak Mia meramu dengan komedi khasnya, jadilah saya semaleman ngikik-ngikik ngga jelas karena baca buku ini.

Dira, sang tokoh utama, kelihatan unik sekali dengan paduan ceroboh, ngga mau nyerah, dan poker-face karakternya. Jun juga, si anak humoris, ceplas-ceplos yang bertransformasi jadi jagoan sekolah yang dingin dan jutek, tapi tetap baik sama Dira.

Untuk ending-nya, saya harus akui bahwa ending-nya agak terlalu datar. Antiklimaksnya terasa tidak pas dan terburu-buru. Seandainya saja halaman bukunya lebih banyak.... =))

Overall, saya suka banget dan saya merasa terhibur banget baca cerita ini lagi. Meski saya udah bukan ABG lagi, tapi ketika baca novel ini, saya jadi berasa muda lagi :p
Profile Image for Sarie Rahmawati.
65 reviews8 followers
November 13, 2015
Menceritakan seorang cewek bernama Dira yang jadi anak baru di SMA saat pertengahan semester, dan tak terduga dia bertemu dengan Juna sahabatnya waktu SMP yang 2 tahun lalu menghilang tanpa kabar karena keluarganya tiba-tiba pindah rumah. Karena senang bertemu teman lama Dira memanggil Juna dengan heboh tapi Juna hanya bersikap dingin, Dira semakin bertanya-tanya setelah mendengar kabar miring mengenai Juna yang jadi pemimpin cowok-cowok berandalan di sekolah dan sering terlibat tawuran. Padahal dulu Juna sosok yang ceria dan cinta damai. Dira ingin mencari tahu apa yang menyebabkan Juna berubah dan ingin mengembalikan Juna yang dulu dikenalnya. Apalagi selain sahabat, Juna juga cinta pertama Dira bahkan setelah 2 tahun berlalu perasaan Dira ternyata gak berubah.

Emang gak cuma Dira yang jantungnya berdegup cepat serasa mau copot setiap deket sama Juna, Aq aja rasanya kebawa deg-degan membayangkan Juna yang ganteng, macho, cool, dengan otak seencer2nya walaupun suka tawuran tapi juga ikut olimpiade matematika dan menang pula! Siapa sih yang gak klepek-klepek!! Suka banget deh sama Juna :) Aq mau kasih 4 bintang tapi aq kurangin dikit deh jadi 3.5 bintang karena endingnya koq serasa ada yang kurang, terkesan terburu-buru.. masa sih cuma segitu doang dan masalahnya kelar. But, overall aq suka sama buku ini, actually suka sama Jun sih :D

Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
September 20, 2012
"Gue seneng bisa liat 'mantan' sahabat gue bisa ketawa lagi kayak tadi... Ternyata emang sampe detik ini gue lebih suka lo yang ketawa daripada yang dingin dan tukang berantem."

Dira dan Juna sudah bersahabat sejak mereka masih SMP. Dira yang manis, ceroboh, dan cerewet; Juna yang ganteng, sang pemberontak dengan otak superencer, kocak, dan anti kekerasan. Mereka sama-sama hobi baca dan nonton film - sama-sama kutu buku. Kisah ini diawali dengan kisah persahabatan mereka dan Juna meminta Dira untuk menemuinya hari Minggu jam dua belas di taman dekat sekolah berdua saja. Dira gugup setengah mati saat mendengar permintaan Juna; tapi saat hari Minggu ia datang ke taman, Juna sama sekali tidak muncul. Dira yang menunggu hingga empat jam sama sekali tidak mendapat kabar dari Juna. Juna tidak pernah datang, dan Dira tidak pernah bertemu dengan Juna lagi, entah sahabatnya itu menghilang ke mana. Bersamaan dengan itu, cinta pertama Dira pun menghilang, dan Dira tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan Juna....

Baca review selengkapnya di:
http://thebookielooker.blogspot.com/2...
Profile Image for Jessica Ravenski.
360 reviews5 followers
June 11, 2013
Oke, aku akan membuat review yang sangat singkat. Secara keseluruhan aku suka dengan ceritanya dan aku bahagia ketika aku enggak bisa menebak apa yang menyebabkan perubahan sifat Jun (aku ini suka dengan cerita yang alurnya enggak gampang ketebak, jadi menurutku ini merupakan suatu poin plus yang ada dalam buku ini).

Hanya saja ada beberapa hal yang aku rasa agak kurang. Yang pertama, tokoh Aleen -yang merupakan tokoh antagonis- harusnya perannya dibanyakin, supaya enggak asal numpang lewat aja, kan sayang, harusnya ceritanya bisa berkembang menjadi lebih panjang & rumit. Kedua, endingnya, menurutku agak kecepetan sih ya. Kan di situ ceritanya anak yang suka tawuran itu dikasih bimbingan khusus sama kepolisian. Tapi hari gini gitu ya, enggak semua murid-murid bandel langsung nurut begitu aja kan (walaupun dikasih hukuman dan ancaman dikeluarin dari sekolah), bisa aja kan suatu saat hobi tawurannya itu 'kumat' dan mereka malah menyerang Jun. Tapi enggak tau juga sih, kan terserah pengarangnya juga ya hehehe ._.

Gitu aja sih. 4 bintaaang!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Aprilia Pramesti.
28 reviews
July 12, 2015
buku ini saya baca hampir sebulan yang lalu, tapi saya belum sempat nulis review hehehe
btw ini adalah buku ke-3 karya Mia Asjad yang saya baca. Yang pertama kali saya baca itu Satria November #1 dan yang keduanya Satria November #2.

bener deh, saya sukaaaaaa banget JUN!!! ini XD persahabatan disini tulus. Terbukti dari tekad Dira yang kuat untuk ngubah lagi Jun biar balik lagi jadi Jun yang dia kenal, karena saat mereka ketemu lagi di SMA Jun berubah total. Dan saya salut sama Dira, dia nggak mudah nyerah walupun bahaya mengitai dia *lah wkwkwkwk
juga soal Jun, ga bisa mungkirin kalau ternyata dia masih punya rasa sama Dira wkwkwk lucu nih si Jun :))

ceritanya bagus banget menurut saya, mengambil tema remaja yang memang nggaa asing, ya, tawuran. Sayangnya, hmmm ini menurut pandangan saya sih. Cerita ini jadi terlalu fokus ke si tokoh utama dan tokoh pendamping pun lama-lama jadi agak menghilang /?
saya tidak tau tapi saya merasa seperti itu. ahh saya tidak menemukan kata-kata yang tepat.

but, 4 bintang buat buku ini. Saya tunggu karya kak Mia sehabis SatNov #2 hehehe
Profile Image for Nadya.
16 reviews19 followers
December 9, 2012
bagaimana jika sahabat yang sudah lama tidak bertemu dengan kamu, saat bertemu denganmu menjadi orang yang sama sekali berbeda dari yang dulu?

kejadian seperti itu dialami sama Dira, cewek kutu buku yang pindah sekolah dan ketemu sama sahabat lamanya yang menghilang begitu aja saat kelas 9,Juna. Dira sangat terkejut ketika mendapati Juna menjadi seseorang yang berubah sama sekali;kasar,dingin, dan suka tawuran.
Pertamanya Dira sebel, tapi lama kelamaan dia kepengen 'ngubah' sosok Juna yang sekarang menjadi Juna yang dulu dikenalnya...apalagi setelah Dira tahu alasan Juna berubah.

menurutku novel karangan Mia satu ini bagus, tapi sepertinya aku nggak nemuin klimaks atau masalah berarti bagi Dira dan Juna.
tapi ceritanya bagus, gak maksa dan bahasanya ga 'berat'.

Keep writing, Mia! kutunggu novel-novel selanjutnya :)
Profile Image for Hayati.
245 reviews
May 13, 2013
"Sampe kapan pun, orang tawuran itu nggak waras. Orangtua nggak bangga, di kerjar-kejar polisi, babak belur pula. Belum lagi kalo mati. Mati konyol!"
yah, novel ini mengambil latar permasalahan anak SMA yang tawuran. Sewaktu baca sinopsisnya saya pikir ceritanya biasa saja karna biasanya teenlit memang ceritanya nggak berat. Tapi saya salah total!! Novel ini tipis tapi dengan cerita yang luar biasa dan setelah menutup novel ini ada banyak hikmah yang bisa kita dapatkan. I'm falling in love dengan sosok Juna disini dari awal cerita sudah suka sama sosoknya dan sampai akhir cerita pun saya tetap menyukai sosok Juna, di tunggu karya mbak mia selanjutnya :)
"saat Tuhan membuat seseorang dalam posisi sulit, orang itu akan jadi lebih kuat dan semakin menghargai apa yang dia miliki."
Profile Image for Orinthia Lee.
Author 12 books123 followers
March 17, 2013
Waktu ngeliat buku ini di toko buku aku langsung tertarik liat covernya, pas baca sinopsis di belakang bukunya jadi semakin tertarik. Akhirnya kubelilah buku ini. Kisah-kisah tentang 'perubahan sikap' karena trauma di masa lalu itu memang selalu menarik untuk dibaca. Bukti bahwa gak ada orang yang benar-benar 'jahat' dari sananya. Semua pasti ada alasannya. Dan aku suka cara Mia bercerita. Suka dengan karakter-karakternya. Gemes sama Dira yang cerobohnya ampun-ampunan, demen sama Juna apalagi waktu dia lagi baca buku dan pake kacamata!

Pesan yang terkandung di buku ini juga bagus banget. Selalu ada kado rahasia dari Tuhan dalam masalah apa pun. Makanya terus bersyukur aja. ^^
Profile Image for Novilia Anggie.
10 reviews1 follower
August 1, 2014
novel ini menceritakan tentang si kutu buku Dira bertemu kembali dengan teman lamanya yang tiba-tiba menghilang dan kebetulan dira ketemu lagi dengan Jun cowok dulu jadi temen baiknya tapi pas ketemu dia udah berubah makanya dira pun mencari tau penyebab semuanya itu.....

Dari gaya penulisan sangat enak dibaca , alurnya juga gak muter-muter khas teenlit lucu juga. Dan untuk novel ini ceritanya cukup menarik dibaca juga apalagi pas masih bab awal juga lucu ,pokoknya yang baca ini gk nyesel deh...
Profile Image for Hana Feberia.
88 reviews3 followers
August 7, 2013
selalu suka baca karya nya Mia Arsjad.
di novel 'JUN!!!' ini Mia juga menampilkan ciri khas nya dalan menulis novel. walaupun bukan novel komedi, selalu ada saat gw ngakak waktu baca novel nya Mia.
pesan moral yang bisa diambil dari novel ini juga banyak.
walaupun cerita nya ringan dan mudah di tebak (mulai bete kenapa semua novel endingnya bisa gw tebak -_-) tapi Mia bisa bikin buku ini worth to read!
but still, I prefer 'satria november' ♥
Profile Image for Elsa Puspita.
Author 10 books44 followers
February 18, 2016
Tetap kocak, ala Mia Arsjad.
Tapi kurang nendang.

Interaksi Juna - Dira mirip-mirip Inov - Mima di Satria November, tapi gak 'semanis' mereka. Di sini rasanya serba nanggung. Chemistry mereka, karakter, sampe pemicu konflik yg agak....gimana gitu. Kurang aja pokoknya. Rada kehilangan sentuhan 'konflik serius tapi ringan dan tetep masuk akal' kayak di novel-novel Mia Arsjad sebelumnya.

2.5 stars.
Profile Image for Titish A.K..
Author 1 book133 followers
February 5, 2015
Belum lama membaca Zero Class tentang pertemuan dg sahabat lama yg sudah berubah drastis kayaknya cukup mempengaruhi mood membaca novel bertema sama ini. Oya, cuma perasaan saya aja atau karakter Juna ini memang terinspirasi dari Chef Juna? Mana ada tokoh bernama Aleen juga yg naksir Juna (Aline Adita? :p) & cuma nongol2 dikit nggak terlalu penting. Di luar itu sih, ceritanya lumayan.
Profile Image for Fera Flies Free.
339 reviews30 followers
December 1, 2013
Kecewa sama plotnya yang berasa ada yang ganjil/kurang :(
Padahal begitu nemu buku ini beberapa hari lalu dan setelah baca sinopsisnya langsung tertarik banget buat bacanya.. Kesan dramatisnya juga ada yang kayak kurang pas >__<
Tapi ada banyak istilah-istilah kata/kalimat lucu yang aku temuin di novel ini dan bikin aku rada geli sama sifat cerobohnya Dira x)

Overall, 2 stars: It was ok, lah~
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
October 30, 2014
Walaupun banyak adegan-adegan yang sinetron banget, tapi teteplah: asiiiik.

Hiburan banget malem-malem gini karena ngakak.


Sebenernya karena kadung jatuhcinta sama gaya nulisnyaMia Arsjad yang rame plus witty sih. Apa aja bukunya pasti gue doyan :))).
467 reviews
Read
December 31, 2015
Buku terakhir yang aku baca di tahun 2015. Benar benar terakhir dan di detik detik terakhir ^^;



boring ceritanya... dan scene and dialog the mostly berasa kaku, jadi kayak nonton sinetron jaman sekarang.... :/
Profile Image for Melinda.
40 reviews
February 12, 2015
Aku ketawa-ketawa sendiri baca novel ini, Dira dan Tasha lucuu, percakapan mereka lucu apalagi Tasha, haha, emang ada ya orang ya sepenakut Tasha? Juna dingin tapi tetap peduli dengan Dira bahkan menjaga Dira, tawuran bisa ditunda sampe 2 kali gara-gara kebohongan Dira haha.
Love this novel :)
Displaying 1 - 30 of 41 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.